Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 35 keresahan hendri


__ADS_3

Mereka berdua pun masuk ke dalam toko buku tersebut.


Aisyah pun langsung mencari buku yang akan dibelinya, sedangkan hendri mengikuti langkah aisyah.


Saat melihat - lihat, Aisyah tertarik dengan salah satu buku, tapi terletak di rak atas, ia pun berusaha mengambilnya.


Saat ia sedang berusaha sebuah tangan membantu mengambilkan buku tersebut membuat aisyah kaget.


"kalau butuh bantuan itu bilang, jangan kayak gitu, nanti kalau buku nya jatuh dan kena kepala kamu gimana, dasar keras kepala" ucap hendri pergi meninggalkan Aisyah menuju kasir untuk membayarnya.


Setelah Aisyah mendapat kan bukunya, mereka pun kembali ke mobil dan menuju ke rumah Aisyah.


Beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Aisyah sampai juga dirumahnya, aisyah pun turun dari mobil.


"makasih ya udah nganterin aku, ohh iya ini uang buku tadi" ucap Aisyah sambil memberikan uangnya ke hendri.


"kan udah berapa kali gue bilang, jangan sungkan sama gue, kenapa lo menganggap setiap bantuan gue itu nggak ikhlas, gue merasa lo itu tidak menganggap gue itu teman" ucap hendri yang kesel dengan Aisyah, karena ia merasa menganggap bantuannya tidak ikhlas.


"bukan gitu maksud aku, yaudah kalau kamu nggak mau terima, jangan marah gitu" ucap Aisyah sedih dan pergi masuk kerumahnya.


Hendri hanya tertegun dengan reaksi Aisyah, apa dia semarah itu tadi, sampai Aisyah sedih.

__ADS_1


Akhirnya hendri pun memutuskan pulang kerumahnya.


Sesampainya hendri dirumah, ia langsung bersih - bersih dan langsung mengambil hpnya untuk menghubungi Aisyah.


Sudah berapa kali mencoba tapi Aisyah tidak juga mengangkat telfonnya.


Hendri merasa benar - benar bersalah, dia tidak bermaksud begitu entah kenapa ia merasa berbeda jika didekat aisyah, dan itu belum pernah ia rasakan sama sekali sebelum nya sama perempuan manapun, dan termasuk ayra.


Malam itu hendri memutuskan tidur, tapi dia tidak sabar menunggu hari esok menemui Aisyah untuk menjelas kan kepadanya bahwa dia tidak bermaksud begitu.


Pagi yang cerah, seorang perempuan masih betah di alam mimpinya.


Sudah berapa kali alarmnya berbunyi, tapi dia tidak terganggu sama sekali.


"aduh, telat gue " ucap ayra terburu - buru langsung bersiap - siap pergi ke sekolah.


Pada saat turun, semua nya sedang sarapan, mi pi bang kok nggak bangunin adek" ucap ayra yang lagi terburu - buru turun dari tangga.


Dengan santainya zaki menjawab


"ia biar mandiri, jangan dibangunin terus" ucap zaki enteng.

__ADS_1


"iihh dasar abang jahat, yaudah aku duluan aja" ucap ayra yang akan berjalan keluar.


"nggak sarapan dulu?" tanya mami rara.


"nggak mi, nanti di sekolah aja udah telat, assalamualaikum" ucap ayra berteriak.


Bel sudah berbunyi, para murid bersiap menerima mengikuti PBM di kelas.


Gerbang sekolah pun sudah tutup, ayra yang baru sampai pun melihat gerbang yang sudah dikunci.


"aduhh, gimana ini pakai acara telat segala" ngomel ayra sendiri.


Tak lama datang seseorang berseragam sekolah, yang juga sama telat, mengendarai motor dan memakai helm sehingga wajah tidak terlihat.


Laki - laki tersebut tanpa banyak bicara langsung menabrak gerbang tersebut, membuat ayra kaget.


Melihat kejadian itu semua murid sekitar menganggap itu sudah hal biasa, sedangkan ayra begitu kaget dan merasa luar biasa dengan keberanian laki - laki tersebut.


Satpam penjaga sekolah hanya mampu pasrah melihat hal itu, karena itu sudah hal biasa bagi nya melihat kejadian itu.


Tak lama datang lah hendri sebagai ketos, langsung mendatangai laki - laki tersebut.

__ADS_1


"masuk ke ruang bk" ucap hendri tegas


****


__ADS_2