
" hmm iya, yaudah yuk " ajak Aisyah yang memang perutnya yang juga lapar karena keliling mall tersebut.
Mereka pun mencari tempat duduk dan memesan makanan, setelah makanan datang mereka berdua mulai menyantap makanan yang sudah dihidangkan tersebut.
"gimana enak nggak Aisyah?" tanya hendri.
"iya enak, jarang juga aku kesini, kalau kesini aku ke tempat makan yang disebelah" jelas Aisyah.
"hmm ini tempat makanan favorit aku kalau kesini" jelas hendri.
"hmm gitu, lumayan bagus sih disini" jelas Aisyah.
Mereka pun menghabiskan makanan yang dipesan, setelah itu mereka memutuskan pulang, dengan hendri mengantarkan Aisyah pulang, karena mobilnya sudah diantar oleh orang suruhan hendri untuk mengantarkan nya ke rumah Aisyah.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampailah mereka di kediaman Aisyah.
"makasih ya ndri udah nganterin aku pulang" ucap Aisyah yang akan membuka pintu mobilnya hendri.
Tapi hendri langsung menahan tangan Aisyah, dan Aisyah pun menoleh ke hendri.
Hendri mengeluarkan salah satu hadiah tadi dan memberikan nya ke Aisyah.
"seharusnya gue yang bilang makasih udah nganterin gue beli hadiah, nah ini untuk lo" ucap hendri menyerahkan salah satu jam yang dibeli tadi.
"ehh aku ikhlas kok temenin kamu beli hadiahnya, nggak papa" ucap Aisyah menolak.
"terima, ini hadiah buat kamu, dan jangan lupa dipakai pas acara nantik, nggak ada penolakan" ucap hendri serius.
Aisyah yang melihat hendri tidak terbantahkan, akhirnya menerima jam tangan tersebut.
"makasih ya, insyaallah aku pakai, yaudah aku turun dulu" ucap Aisyah keluar dari mobil dan masuk kerumahnya sambil berlari kecil, dengan senyum mengembang.
Hendri yang melihat Aisyah yang sudah masuk, melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya, karena juga beberapa persiapan yang sudah disiapkan untuk acara besok malam.
Disisi lain
Ayra yang baru balik dari markasnya sudah sampai dikediaman orang tuanya.
"assalamualaikum" ucap ayra memasuki kediaman adreson.
"waalaikumsalam, baru balik sayang" ucap mami rara yang disalami tangannya oleh ayra.
"udah mi, aku kekamar dulu ya mi, mau bersih - bersih sekalian ada pekerjaan dikit" ucap ayra yang akan menuju ke lantai dua.
"iya, jangan dipaksakan kerjanya, ingat jaga kesehatan" ucap mami rara.
"iya mi siap, hmm abang mana mi?" tanya ayra yang sudah sampai ditangga.
"ada tuh dikamar, palingan lagi ngerjain tugas juga'" ucap mami rara.
"okey mi" ucap ayra yang berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Setibanya di kamar, ayra langsung membersihkan dirinya sebelum mengerjakan tugasnya.
Setelah bersih - bersih, ayra mulai mengeluarkan berkas dan laptop nya, untuk memulai pekerjaan nya.
"hmm mendingan dikamar bang zaki lebih seru kayaknya ngerjainnya" gumam ayra, membawa laptop dan beberapa berkas ke kamar nya zaki.
Tok tok.
"bang ini adek, adek masuk ya" ucap ayra yang langsung membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci tanpa menunggu jawaban zaki.
__ADS_1
"zaki yang sedang mengerjakan tugas dengan fokusnya tanpa mendengar suara yang mengetuk pintunya.
"ya elah fokus amat, gue kerjain aja deh" gumam ayra, sambil berjalan berjinjit tanpa menimbulkan suara dan mendekati zaki.
"dorrr " ucap ayra membuat zaki yang lagi fokus pun terkejut.
"ihh kamu dek, untung jantung abang nggak copot" ucap zaki terkejut karena terlalu fokus dalam tugas kuliahnya.
"ya kalau copot ganti aja sama jantung tikus" ucap ayra sekenanya.
"enak aja kalau kamu ngomong, ngapain kesini, sana keluar" usir zaki.
"jahat banget sih bang" ucap ayra manyun dan menunjukkan wajah sedihnya
"hmm iya maaf deh" ucap zaki dan mendekati ayra yang lagi duduk di sofa yang terdapat di kamar nya.
"jangan sedih gitu dong, gimana tadi belajarnya di sekolah lancar?" tanya zaki mengalihkan topik.
" Alhamdulillah lancar sih, cuman ya gitu masih belum kelar urusan sekolahnya, nunggu waktu yang tepat bang" jelas ayra.
"hmm, terus markas kamu gimana?" tanya zaki lagi.
"ada misi sekarang dari kepolisian, tapi sekarang di handle sama kak ahda dulu" jelas ayra.
"hmm, gitu udah lama juga ya abang nggak ketemu ahda" jelas zaki.
"iya, udah kusuruh ke sini, katanya lagi cari waktu" ucap ayra.
"kamu kalau punya abang baru, jangan tinggalkan abang mu yang ganteng ini" ucap zaki sambil sok an merajut.
Iya tau gimana dekatnya adeknya ini dengan ahda, kadang ayra bisa dilihat lebih terbuka dengan ahda daripada dirinya.
"ya enggak lah bang, abang adalah laki - laki yang kedua tersayang setelah papi" ucap ayra memeluk zaki.
"makasih ya"ucap zaki dan kemudian melepaskan pelukannya.
"yaudah sekarang kamu ngerjain tugas dulu, abang juga lagi ada tugas dikit lagi" ucap zaki berpindah duduk ditempat nya tadi dan melanjutkan tugasnya.
Ayra juga serius dalam mengerjakan tugasnya, karena ayra tipe orang yang serius, dan jika bercanda letakkan lah pada tempat nya juga.
Setelah beberapa menit, zaki sudah mengerjakan selesai dalam mengerjakan tugasnya, ia menoleh ke arah ayra yang masih fokus dengan tugasnya.
"mau abang bantuin nggak dek?" tanya zaki.
"nggak usah bang, ini dikit lagi, abang santai aja dulu" ucap ayra yang masih fokus dengan laptop dan berkasnya.
Sedangkan zaki yang mendengar jawaban ayra kemudian membuka hp dan berselancar di sosmed.
***
Ini untuk visual nya, Author kasih dan semoga puas dengan visualnya, dan suka juga, nantik kalau suka author up lagi visual nya.
Part 1
1. Ayra Putri Adreson
2. Farhan Pranata
__ADS_1
3. Bima Aditia Putra
4. Rania Wijaya
5. Dika Mardika
6. Nathan Saputra
7. Zaki Adreson
8. Hendri Jakson
9. Fikri Putra Felix
10. Angel Kalista
***
DIsini aku mau kasih visualnya, yang menurutku pas dan tepat semoga semuanya suka, dan sesuai dengan harapan para pembaca.
Jika tidak sesuai, pembaca bebas menghalusinasi kan sesuai dengan keinginan pembaca.
Maaf kalau tidak sesuai harapan visualnya, semua bebas gimana bagusnya visual ini :)
Ini adalah karya baru author semoga pembaca bisa suka dengan hasil karya ini, disini masih banyak typo yang bertebaran karena aku sebagai author juga belajar.
Disini jika ada kekurangan mohon saran nya, agar karya ini menjadi lebih sempurna sesuai dengan harapan pembaca.
Dan jika tidak suka, harap di skip saja, dari pada memberikan kesan atau jejak yang membuat Author jadi tidak semangat upnya.
Di sini mungkin banyak yang bertanya kok cerita nya gini, bukan masa lalu, kan judulnya kenangan.
Nah disini Author jelaskan sedikit bahwa cerita ini author bikin alur mundur maju, jadi author bikin masa lalunya baru kejadian sekarang.
Jadi author ingin memberikan kesan pembaca menjadi lebih menarik lagi dan keinginan tahuan yang lebih tinggi lagi terhadap karya ini.
Dan author harap banyak yang suka dengan karya ini sekali lagi mohon dukungannya ya
Nah bagi yang ngikutin cerita Author dari awal maka akan tau gimana nantinya cerita ini akan menjadi kenangan bagi seorang gadis yang hanya dapat disimpan dihari mendatang.
Author harap ini banyak yang menyukainya agar author juga semangat upnya
Jangan lupa
* like
__ADS_1
*komen
* (+) kan favorit.