
Jakarta, 2020.
Kini Aninda sedang live. Dia tidak berduet dengan siapapun. Dia hanya membaca komentar dari para penggemarnya.
#Siang anak baik. Tetap semangat ya dek. Kan sekarang adek semakin viral karena undah berhasil menang PK Internasional 2 kali loh.#
"Iya dong, kak Susi yang cantik. Sebenarnya gue senang. Tapi, gimana yak. Akun yang sering hate komen itu selalu muncul saat gue lagi nggak butuh dia gitu. Jadi bawaannya tu kesal." Curhatnya.
#Nggak usah dipikirkan, dek. Semua penggemar adek kenal adek dengan baik. Kami semua tahu bagaimana kerja keras adek sampai ditahap sesukses ini.#
#Biarkan saja mereka, kak Aninda. Mereka hanya mencoba menjatuhkan kak Aninda.#
#Buktikan dengan prestasimu, Aninda. Buat mereka terdiam dengan semua prestasimu.#
#Dek, nanti malam PK Internasional lagi, kan? Fokus saja pada pertandingan. Adek pasti menang, kan ada Richman yang selalu support adek.#
"Thank you guys. Jujur aku sangat bahagia memiliki kalian yang selalu ada dan support gue dalam keadaan seperti apapun. Sungguh aku bertahan sejauh ini dan bisa sesukses ini juga karena support dari kalian semua. Love you guys..." Memberikan dua love sign kecil.
"O iya, guys! Gue jadi ingat Richman. Gue penasaran juga, siapa sebenarnya beliau. Pasti benaran Rich dengan segala kekayaannya. Tapi jujur ya guys. Gue merasa kagak enak aja gitu. Dia bantuin sebegitu banyaknya, tapi gue kagak bisa bantu apa apa untuk dia." Ungkap Aninda.
"Dek, lagi live ya?" Tio nongol tiba tiba.
"Iya. Kenapa, mas?" Menoleh pada Tio.
"Mau ikutan." Jawabnya santai, dan langsung duduk disebelah Aninda. "Hello guys. Aninda lovers, Tio lovers yang mungkin nonton juga." Sapanya dengan ramah dan sok kegantengan.
Tepatnya bukan sok ganteng, tapi memang ganteng. Lebih tepat lagi, duren alias duda keren.
"Dek, Richman itu dari luar negeri loh." Ujar Tio tiba tiba.
"Oya? Dari mana Mas? Atau jangan jangan oppa Hyun Jie?" Aninda mengkhayal dengan wajah menggemaskannya itu.
"Bukan lah. Ngehayal oppa Korea terus. Mimpi kali dek." Menjetak jidat Aninda.
"Yee, biarin mimpi. Dari pada situ, kagak laku." Ejeknya. Pertengkaranpun dimulai.
Tio mulai mencubit kedua pipi Aninda. Lalu Aninda hendak membalas untuk mencubit pipi Tio, tapi tidak sampai. Hingga akhirnya kakinya yang bergerak untuk menendang pergelangan kaki Tio.
"Mama, mas Tio jail iihhh." Adunya sama mama.
"Aninda duluan yang mulai, mbak." Tio juga berteriak tidak kalah lantangnya.
__ADS_1
Penonton yang menyaksikan pertikaian itu pada tertawa semua. Mereka bahkan mengirim banyak emotikon tertawa terpingkal pingkal, di kolom komentar.
Tio itu adik bungsu Mamanya Aninda. Sejak kakek dan nenek Aninda meninggal, Tio tinggal bersama mereka. Tio itu paman Aninda, dan harusnya Aninda memanggilnya Om. Tapi, Tio tidak suka dipanggil Om dan malah mengajari Aninda sejak kecil untuk memanggilnya Mas. Terlebih karena memang jarak usia mereka juga tidak terlalu jauh.
Tio juga sudah pernah menikah dua tahun lalu, dan bercerai setelah tiga bulan pernikahan. Tio belum memiliki anak. Jadi, setelah bercerai secara resmi, Tio kembali menjadi bujang yang berharap bertemu cinta sejatinya.
"Lepas nggak, sakiiit. Mas kasar iiihhh." Aninda akhirnya menjambak rambut Tio.
"Aaaa, aaaww, lepas dulu rambut mas. Baru mas lepas pipi adek." Tio menjerit kesakitan. Karena rambutnya ditarik sangat kuat oleh Aninda.
"Kagak mau. Mas penipu. Lepas dulu pipiku. Baru aku lepas rambut mas." Ucap Aninda lebih tenang dari sebelumnya.
"Oke lepaskan barengan. Mas hitung nih. Satu, dua tiga." Aninda melepas rambut Tio dan Tio pun akhirnya melepas pipi Aninda.
Keduanya terdiam sebentar, lalu mereka tertawa terbahak bahak mengingat kelakuan mereka yang masih seperti anak kecil.
"Tuh, penggemarmu komen." Tunjuk Tio kelayar handphone Aninda.
#Udah dulu geludnya atuh babang Tio yang ganteng, Aninda yang cantik secantik putri duyung. π#
#Kak Aninda, nih aku ada info tentang Richman.#
#Akhirnya pergeludan dimenangkan oleh Aninda.#
#Richman itu akun samaran loh, kak! Akun aslinya Edgar Rich People. Dia tiktoker asal Filipina.#
Membaca komen itu membuat Aninda melongo. Sementara Tio langsung menelusuri akun tersebut melalui kolom pencarian di tiktok.
"Dek, gagah betul." Tio memperlihatkan video terbaru Edgar yang sangat keren.
Anindapun melirik layar HP Tio yang sedang memutar salah satu video tiktoker Filipina itu.
"Iya ganteng sih, mas. Tapi masalahnya, kenapa dia ngawer sebegitu banyaknya mas?" Tanya Aninda.
"Mana saya tahu. Dia suka kali sama adek." Ujar Tio dengan terus fokus menonton video video kocak dan keren itu.
Mendengar ucapan Tio membuat Aninda tertawa sangat keras. Tio heran melihat Aninda yang tertawa mendengar ucapannya yang tidak mengandung unsur komedi.
"Mas iki kenapa sih. Look dong mas. Kagak mungkin dia suka sama gue. Ibaratnya itu gue bumi, dia langit. Kejauhan, mas." Celoteh Aninda tidak jelas, karena dia masih terus tertawa.
"Siapa tahu jodoh. Pepatah mengatakan. Meski asam digunung dan garam dilautan, tetap bertemu dalam semangkuk sayur asem dek. Begitu kalau jodoh." Tio menjitak pelan dahi Aninda.
__ADS_1
"Gitu ya mas." Aninda malah tersenyum senyum. Dan senyumnya itu membuat Tio merasa ingin muntah.
"Koe baru umur 22 tahun, ndak usah mikir yang terlalu jauh." Tio mengusap wajah Aninda dengan kedua telapak tangannya.
"Iihh, mas Tio jail ah. Memangnya gue mikir apaan. Wweee." Mengepalkan tinjunya dan diarahkan pada Tio yang sudah keluar dari ruang kerjanya.
"Kagak usah ditiru ya guys. Gue itu sama mas Tio memang sering gelud kayak tadi. Tapi, meskipun begitu, dia sangat perhatian dan baik banget sama gue." Jelas Aninda.
"Hikkss..." Merengek manja. "Jadi sedih gue guys. Kenapa pria sebaik mas Tio bisa diselingkuhin." Sambungnya.
#Nanti malam live lagi, dek?#
"Iya kak, inshaaAllah aku live lagi. Kalian tunggu aja yak. Pantengin terus akun gue. Hahhaii." Tertawa sendiri.
#Kak Aninda boleh minta dinyanyiin sebuah lagu, gak?#
"Boleh bangat say. Lagu apa nih?" Tanya Aninda yang mulai mencari lagu di HP yang satunya dan akan disambungkan ke sound sistem, supaya kedengaran suara musiknya.
#Aku lagi galau banget. Nyanyikan lagu Gantung aja deh.#
"Ok siap. 'Gantung' spesial untukmu say. Jangan terlalu galau, jika seorang pria menggantungkan cintamu, maka putuskan saja talinya. Capek say digantung. Salah salah gantung, bisa berakhir meninggoi." Ujar Aninda sekedar mencoba menghibur.
Musik mulai terdengar merdu. Aninda pun siap bernyanyi dengan ekspresi yang sangat menghayati.
πΆπΆπΆπ€π§π€πΆπΆπΆ
Detik detik waktuku terbuang...
teganya kau menggantung cintaku
bica...ralah, biar...
Semua pasti...
Kasih...
sampai... kapan kau gantung
cerita cintaku memberi harapan.
Hingga mungkin ku tak sanggup lagi,
__ADS_1
dan me...ninggalkan dirimu. huwoo.