Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 9


__ADS_3

Quezon, 2020.


Kesuksesan berhasil diraih oleh Edgar dan teman teman timnya. Bukan hanya berhasil menjadi seorang youtuber saja, Edgar bahkan berhasil menjadi Tiktoker. Dia menjadi sangat terkenal di seluruh Filipina. Edgar bahkan sudah berka kali mendapatkan penghargaan sebagai anak muda berprestasi dan sebagai seorang conten creator yang menyajikan tayangan tayangan yang mendidik.


Terlepas dari masa lalunya, Edgar memang sudah sangat sukses saat ini. Tapi, dia tidak berubah sama sekali. Edgar masih tetap seperti dulu, memiliki hati yang tulus dan suka menolong. Bukan hanya menolong teman timnya saja, tapi semua orang siapapun itu, jika mereka datang dengan baik baik dan meminta pertolongan, maka Edgar akan menolong.


Edgar juga sangat humble pada para penggemarnya terlebih semua penggemar tiktoknya. Edgar selalu berusaha mengikuti semua saran dari mereka, dan sangat berhati hati agar tidak menyakiti mereka.


Terkadang Reyna, Efra, Ale dan James sangat kesal melihat Edgar selalu mengikuti keinginan para penggemarnya. Mereka tidak suka saat melihat Edgar harus tetap tersenyum didepan kamera, padahal kondisinya sedang tidak baik baik saja.


"Ed, jangan terlalu memanjakan penggemar. Mereka semua hanya menyukai kamu saat kamu terlihat baik baik saja. Mereka akan meninggalkan dan bahkan menghujat saat mereka tahu siapa kamu sebenarnya." Rutuk Reyna yang sudah tidak tahan melihat Edgar setiap malam kehilangan waktu istirahatnya, karena harus live tiktok dan PK dengan orang orang pilihan dari penggemarnya.


"Ed senang kok melakukan semuanya. Reyna jangan khawatir." Ucap Ed lembut, sambil membelai kepala adiknya itu.


"Selalu saja seperti ini. Ed tidak pernah mau mendengarkan aku, Efran, Ale bahkan Liezel sekalipun." Celotehnya kesal.


"Ed melakukan semuanya demi kebahagiaan kalian dan orang orang yang Ed sayangi." Jawabnya.


"Tapi kami tidak butuh itu. Kebahagiaan kami adalah saat melihat Ed bahagia. Hanya itu Ed." Dia sedikit membentak. Lalu dia berlari meninggalkan Edgar sendiri.


"Maafkan Ed, Reyna. Hanya dengan seperti ini Ed setidaknya bisa berpura pura bahagia." Menatap kearah Reyna yang sudah menghilang dari pandangannya.


Edgar menyalakan kamera, dan siap untuk live tiktok. Tapi, sebelum live Edgar terlebih dahulu menonton video video yang FYP di beranda tiktoknya. Edgar terus menggeser keatas layar Handphonenya, melihat video video tersebut. Sampai pada akhirnya, Edgar menemukan satu video yang membuat tangannya berhenti menggeser.


Dia menonton video tersebut. Dimana dalam video ada seorang cewek yang bertingkah sangat lucu. Dia berbicara sangat cepat dan terlihat tanpa jeda. Ekspresi wajahnya juga sangat menggemaskan. Sehingga membuat Edgar tertawa.


"Kenapa dia bertingkah sekonyol ini. Sangat lucu. Tapi, apa yang dia ucapkan?" Edgar penasaran dan dia pun masuk ke beranda tiktok itu.


"Aninda_C." Edgar melihat beberapa video di beranda Aninda. Sampai pada Video saat Aninda mengenalkan dirinya pada teman tiktok. Dari video singkat itu, Edgar tahu nama lengkap Aninda, umur Aninda, kota tempat tinggal Aninda dan juga agama Aninda.


"So cute. Follow." Edgar mengelik tombol follow. Dia menjadi follower Aninda, tapi tidak menggunakan akun aslinya. Edgar menggunakan akun lain dengan Id Richman.

__ADS_1


Tiba tiba Aninda Live, dan Edgar mendapat pemberitahuan untuk menonton live Aninda. "PK Internasional?" Karena penasaran Edgarpun akhirnya menyaksikan pertandingan antara Aninda dan Hyun Jie dari Korea.


Saat menonton live tersebut, Edgar tertawa bahkan sampai terbahak bahak. Dia benar benar terhibur dengan tingkah kocak Aninda. "Kenapa gadis ini sangat lucu?." Mengelap air mata diujung matanya. Dia bahkan tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat tingkah konyol Aninda.


Diluar, Reyna dan Ale yang sedang berbincang merasa heran mendengar Edgar yang tiba tiba tertawa. Sehingga diam diam mereka membuka pintu ruangan Edgar. Sekilas mereka melihat Edgar sedang menonton siaran live dua orang yang sedang bertanding.


"Ed tertawa. Ale, Ed tertawa. Tawanya tidak bercampur kesedihan. Dia benar benar tertawa." Bisik Reyna pada Ale.


Ale setuju dengan ucapan Reyna. Mereka pun buru buru merekam moment itu untuk ditunjukkan pada teman teman tim lainnya.


"Wah, dia akan kalah. Apa tidak ada teman teman yang akan membantunya?" Edgar pun langsung mengambil Handphonenya dan masuk ke akun tiktok dengan nama Richman. Dia langsung mengirimkan bantuan untuk Aninda.


"Yes, yes… kamu menang gadis kecil. Kamu hebat." Teriaknya kegirangan.


Sementara Aninda juga sangat girang dan bahkan mengucapkan sesuatu yang diyakini Edgar, ucapan itu ditujukan untuknya. "Ok, aku mengerti dia berterimakasih padaku. Good girl." Ucap Edgar.


Sementara itu, Ale dan Reyna masih terus merekam untuk mengabadikan moment kebahagiaan itu. Mereka berharap Edgar akan selalu bahagia mulai malam ini untuk seterusnya dan selamanya.


Sejak malam itu, tidak satupun lagi live Aninda yang terlewatkan oleh Edgar. Begitu juga dengan Ale, Efran dan Reyna. Mereka berhasil menemukan akun seorang gadis asing yang berhasil membuat Edgar tertawa bahagia.


"Ternyata benar benar gadis yang lucu." Ucap Efran sambil tersenyum.


Reyna dan Ale saling bertatapan untuk beberapa saat. Mereka merasa Efran sangat menggemaskan dengan senyuman itu. Terlebih, ini kali pertama Efran memuji seorang gadis asing. Biasanya dia selalu tidak suka pada gadis gadis yang mencoba dekat dengan Edgar.


"Dia asal Indonesia. Indonesia itu dimana, Ale?" Efran bertanya.


"Indonesia itu adalah tempat dimana lebih banyak orang orang islam dibandingkan orang orang seperti kita." Jawab Ale yang juga tidak begitu tahu letak persisnya Indonesia. Tapi, dia tahu tentang penduduk Indonesia yang mayoritas Islam.


"Kamu pernah kesana?"


Kali ini Reyna yang mulai penasaran.

__ADS_1


"Belum pernah. Tapi, di Indonesia ada satu tempat wisata yang paling terkenal. Pulau Dewata Bali. Orang orang menyebutnya Bali." Jelasnya, karena pernah mendengar nama itu dari salah satu klien Papanya.


"Bali? Sepertinya tidak asing." Ucap Efran.


Reyna dan Ale menoleh pada Efran. "Kamu pernah mendengar tentang Bali? Dimana?" Reyna begitu penasaran.


Sebentar Efran berpikir. Bali memang terasa sangat akrab dalam pikirannya. Bahkan terlintas pantai indah dikepalanya saat mencoba mengingat Bali.


"Bukannkah James pernah ke Bali." Ucapnya yang sudah mengingat dimana dia pernah mendengar kata Bali.


"James?" Sahut Ale dan Reyna berbarengan yang dianggukkan oleh Efran.


Lalu, mereka segera melangkah cepat untuk menemui James dan menanyakan dimana Indonesia dan seperti apa keindahan Pulau Bali itu.


"James..."


Panggilan Reyna membuat James yang sedang mengedit video pun terkejut.


"Ada apa?" Menghentikan pekerjaannya.


"Dimana Indonesia?" Tanya Reyna.


Belum sempat James menjawab, Ale pun ikut memberikan pertanyaan lain. "Seperti apa Bali?"


"Kenapa kalian tiba tiba menanyakan Indonesia dan Bali?" Merasa heran.


"Sepertinya tidak akan lama lagi kita akan berangkat ke Indonesia." jawab Efran yang membayangkan betapa indahnya pantai dipulau Bali.


"Kenapa ke Indonesia? Apa Ed ada projek di sana?" Tanya James terlihat sangat antusias. "Bali sangat Indah. Aku pernah kesana, tapi lima tahun yang lalu." Jawabnya.


Hanya senyuman yang terlihat di wajah, Efran, Ale dan Reyna. Mereka merasa lega, karena setidaknya James tahu Indonesia dan pernah ke Bali. Jadi, keberadaan gadis yang membuat Edgar bahagia, benar benar nyata ada di bumi ini.

__ADS_1


__ADS_2