
Potongan potongan video Rara dan Tina yang mengejek Aninda tersebar di tiktok dan menjadi viral. Ada berbagai tanggapan tentang video tersebut. Ada yang menyukai Rara dan Tina, dan ada juga yang mengutuk mereka.
"Dasar, nenek lampir. Pantasan mulutnya bau sampah, ternyata yang keluar dari mulutnya memang sampah semua." Rutuk seorang fans Aninda.
"Mereka iri. Merasa cantik, tapi nggak laku. Nggak ada laki laki yang mau sama sampah murahan seperti mereka." Sambung temannya.
"Benar bangat. Kalau saja dia ada di depanku sekarang, aku pasti sudah mencakar mulutnya. Menyebalkan." Cacinya kesal dan penuh amarah.
"Aku doa kan, semoga mereka nggak laku laku selamanya." Sambung yang lain.
Sementara itu, Ada juga beberapa yang menyetujui usulan dari Tina dan Rara.
"Benar tuh. Pake jilbab, tapi kok tayangan yang disajikan adalah kemesraan dan keuwuan dengan lelaki yang bukan mahromnya. Ini benar benar tindakan yang buruk."
__ADS_1
"Harusnya dia perhatikan dulu, dong. Mana yang benar dan salah. Jagan menghalalkan segala cara demi sebuah ketenaran. Kasihan sekali kamu mbak, mbak. Masih muda tapi, pikiranmu sempit. Malah memberi pengaruh buruk untuk anak anak generasi ini." Sambung temannya.
"Aku melihat kemesraan si dedek sama ayangnya itu sudah seperti suami istri aja. Jadi ji jik sendiri menonton kemesraan haram mereka. Dan anehnya, kok nggak di sensor ya dan malah diupload tanpa rasa malu, loh."
"Sungguh ini akhir zaman. Dunia semakin menjadi dan sering terbalik antara halal dan haram." Sambungnya.
"Semoga anak anakku kelak tidak belajar dengan manusia seperti mereka yang dipuji puji dengan kesopanan. Namun, pada kenyataannya, sama sekali tidak bermoral." Ungkapnya kesal dan merasa benci pada Aninda dan Edgar.
Meski banyak yang tidak suka dan mengecam Aninda tidak baik. Ada juga beberapa yang memberikan pemahaman dengan baik pada Aninda.
"Memang, dalam islam hukumnya haram untuk bersentuhan dengan yang bukan mahrom. Dan dalam islam, pacaran sebelum menikah itu haram. Menurutku, ke mesraan dan ke uwuan yang ditampilkan mbak Aninda dan pasangannya juga salah. Tapi, yang membuatku heran dan speak up tentang masaaah ini adalah karena aku heran, kenapa netizen hanya menghujatnya dan merendahkan dia, dan mengejeknya dia saja. Padahal, masih banyak kok public figur yang juga sudah hijrah dan berhijab, tapi masih pacaran dan saling berpegangan tangan. Apakah itu bisa dibenarkan?" Dia mencoba menjelaskan.
"Aku tidak bermaksud menyinggung pihak manapun, ya. Tapi aku cuma ingin kalian dan kita semua membuka mata dan pikiran kita. Jangan menghujat seseorang sementara yang dilakukannya masih banyak dilakukan juga oleh orang lain. Gitu loh maksudnya. Dan tentang memilih tayangan yang mendidik, ya, saya rasa orangtua lah yang harus memilihkan apa yang baik dan tidak baik untuk menjadi tontonan anak anak anda semua, betul nggak? Jadi, lebih baik kalau mau memberi nasehat itu dengan cara yang lembut dan jangan berkata kasar. Perbaiki dulu diri kita sendiri, barulah memberi nasihat pada orang lain."
__ADS_1
Sebentar dia menghela napas, lalu mereguk air putih. "Harusnya, kita doakan semoga mbak Aninda dapat hidayah dari Allah dan pasangannya itu bisa menjadi mualaf yang nantinya akan membela agama Allah. Soal jodoh atau tidaknya mereka nanti, semua itu rahasia Allah. So, guys… Pesan untuk kita semua, jangan menghujat seseorang dengan prilaku buruknya, karena bisa jadi, suatu saat nanti dia akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dari pada kita. Tugas kita sesama muslim, saling mengingatkan, saling nasehat menasehati dan saling mendoakan. Salam damai dari aku. Bye…"
Betapa sejuknya kata kata indah yang diucapkan oleh anak muda itu. Sehingga membuat fans Aninda dan Edgar yang tadinya tersulut emosi, malah merasa lebih tenang dan fokus untuk memberikan dukungan, semangat dan juga mendoakan kedua idola mereka itu.
Sementara, Aninda yang mendengarkan dan membaca semua hate komen untuknya pun, merasa lebih tenang saat menonton video dari anak muda itu. Aninda bahkan mengirimkan pesan rasa terimakasihnya.
"Adek baik baik saja, kan?" Tanya Tio yang sejak tadi berada di samping Aninda.
"Adek baik baik saja, mas. Hanya merasa agak bingung. Maklum adek hanya manusia biasa yang selalu berbuat salah dan dosa. Jujur, adek ingin menjadi wanita sholehah seperti yang diajarkan islam dan di contohkan oleh Sayyidah Fatimah Azzahra, Sayyidah Khodijah, Siti Maryam, Siti Aisyah dan wanita penghuni surga lainnya. Tapi, adek masih bingung dan adek masih ingin berteman baik dengan Edgar. Adek bingung mas." Ungkap Aninda.
Air mata menetes dari pelupuk matanya. Segera saja, Tio memeluknya dan menepuk pelan punggung keponakannya itu. Aninda memang terlihat tegar dan kuat dimata fans nya, tapi sebenarnya dia hanya gadis yang sangat lembut hatinya dan mudah menangis.
Sementara itu, diam diam Edgar yang tadinya mau menyusul Tio ke kamar Aninda, malah hanya diam mematung di depan pintu kamar Aninda yang tertutup rapat itu. Edgar mendengar pembicaraan Aninda dan Tio. Meski dia tidak tahu sama sekali apa yang sedang mereka bicarakan, setidaknya Edgar tahu, Aninda sedang bersedih. Edgar juga tahu tentang video yang menjelekkan Aninda.
__ADS_1
"Sorry Aninda. Pipili kong makasarili. Gusto ko pa ring gumastos ng oras sa iyo. Mahal na mahal kita." Ucapnya dengan suara serak menahan perasaan sakit melihat Aninda menangis.
(Maafkan aku Aninda. Aku memilih untuk egois. Aku masih ingin meluangkan waktu bersamamu. Aku sangat mencintaimu.) Ucapan Edgar.