Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 16


__ADS_3

Pertandingan selesai dan pemenangnya adalah Edgar Rich People. Aninda masih terus bernyanyi sambil memberikan jempol pada Edgar yang masih mengobrol dengan penontonnya.


"Aninda, how to say thank you In Indonesia?" Dia bertanya.


Edgar tidak terlalu bisa berbahasa inggris. Tapi dia berharap Aninda paham apa yang diucapkannya.


"Thank you in Indonesia... Terimakasih." Ucap Aninda yang memahami maksud Edgar.


Edgar mengangguk, "Terimakasih Indonesia." Ulangnya. Terdengar bagus saat mengucapkan itu.


"Good." Lagi lagi Aninda memberikan dua jempol untuk Edgar.


"Thank you in Filipina… Aninda!" Edgar ingin mengajarkan Terimakasih dalam bahasa Filipina, tapi Aninda malah sibuk bicara pada penggemarnya.


"Yes, Ok." Aninda menoleh sambil tersenyum merasa tidak enak hati. "What you say?" Tanya Aninda.


"Thank you in Filipina, Salamat." Ucapnya.


Aninda mengangguk paham. "In Indonesia, terimakasih. In Filipina salamat, right?" Ulang Aninda yang membuat Edgar tersenyum senang dan mengacungkan kedua jempolnya untuk Aninda.


"Ok, ok. Salamat Edgar." Ucap Aninda.


"Terimakasih, Aninda." Dia menjawab dengan bahasa Indonesia.


Aninda tersenyum senang, lalu dia kembali fokus pada layar Hpnya. Dia mulai membaca komentar.

__ADS_1


#Dek tanyain dong, udah punya pacar belum?#


#Kak Aninda, titip salam sama Edgar, keren abisszzz#


#Say, tanyain Edgar mau nggak cari pasangan di Indonesia?#


#Sampaikan salam rinduku pada Edgar. Please!!#


Komentar komentar itu membuat Aninda tersenyum. Sementara Edgar akan segera mengakhiri livenya. Dia harus pergi kesuatu tempat, untuk menemui kliennya.


"One more time, thank you Indonesia. Terimakasih guys. Aninda, salamat. Bye bye." Ucapnya berpamitan.


Sebelum Edgar benar benar mengakhiri live, Aninda langsung mengajukan satu pertanyaan yang membuat Edgar mengurungkan niatnya untuk segera mengakhiri live.


"Edgar, you have girl friend?" Tanya Aninda menyampaikan pertanyaan dari penggemarnya.


"Nah dengar tu, mbak. No girl friend." Aninda memberitahukan pada penggemarnya.


Edgar masih menunggu, dia tahu Aninda masih ingin bicara padanya. Sehingga dia mulai mengetik sesuatu di layar HP nya.


"Aninda, Aninda…" Panggil Edgar. Seketika Aninda menoleh. Edgar menunjukkan Hp nya dan mendekatkan ke kamera.


"Apakah kamu sudah punya pacar?" Mbak google rupanya menerjemahkan bahasa Filipina kedalam bahasa Indonesia.


"No, no. No boy friend." Jawab Aninda cepat.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Aninda, membuat Edgar tersenyum dan senyum manisnya itu membuat jantung para penonton seakan hendak copot. Aninda pun merasakan itu, tapi dia mencoba untuk terlihat baik baik saja.


"Edgar you… akun, Richman right!" Tanya Aninda mengulangi pertanyaan yang tadi belum dijawab Edgar.


Kali ini Edgar menjawab pertanyaan itu. Dia pun menulis lagi di Hp nya. Edgar kembali meminta mbak google membantunya.


"Kamu sangat lucu, Aninda. Karena itulah aku mengirim banyak hadiah untukmu. Aku tidak bisa menggunakan akun pribadiku untuk membantumu. Karena aku akan mendapat masalah. Maafkan aku." Mbak google bicara mewakili Edgar.


Aninda mengangguk paham dengan penjelasan Edgar. Lalu Aninda pun ikut meminta bantuan mbak google untuk menerjemahkan ucapannya kedalam bahasa Filipina.


"Salamat sa iyong tulong. Hindi ako makareply. Hindi ako mayaman. wag kang humingi ng tawad, inosente ka. Ako dapat ang magso-sorry sayo." Mbak google menerjemahkan bahasa Aninda untuk Edgar.


(Terima kasih atas bantuan Anda. Saya tidak bisa membalas. Saya tidak kaya. Jangan minta maaf, kamu tidak bersalah. Seharusnya aku yang meminta maaf padamu.)


Mendengar ucapan Aninda, Edgar langsung mengetik lagi. "Tidak Aninda. Aku juga bukan orang kaya. Aku hanya bekerja untuk membantu orang orang yang aku sayangi." Ucap mbak google lagi.


"Kamu tidak perlu membalas. Aku melakukannya karena aku menyukaimu." Sambung mbak google yang berhasil membuat Aninda tersenyum senyum senang.


"Edgar, salamat." Ucap Aninda dengan wajah menggemaskan, lalu dia memberikan love sign pada Edgar.


Edgar tersenyum dan membalas love sign Aninda.


"Bye bye Indonesia. Bye bye Aninda. See you soon." Ucap Edgar berpamitan.


"Bye bye Filipina, bye bye Edgar. Thank you. See you soon." Aninda melambaikan tangan sampai Edgar benar benar menghilang dari pandagannya.

__ADS_1


Seperti itulah awal pertemuan dua insan beda Negara, bahasa, budaya dan agama. Dan siapa yang menyangka, mereka benar benar melanjutkan perkenalan itu dengan menjadi sahabat baik.


__ADS_2