Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 36


__ADS_3

Usai sarapan pagi dan berberes. Rombongan Edgar pun pamit untuk kembali ke Filipina. Tapi, sebelum benar benar kembali ke Filipina, dia akan ke Shanghai Cina terlebih dahulu. Karena ada beberapa projek kerja sama dengan seorang designer brand ternama. Edgar sudah memberitahukan hal itu pada Aninda. Dia juga sempat ingin mbatalkan projek itu jika saja Aninda tidak mengizinkan. Karena, projek ini mengharuskan Edgar bekerja sama dengan wanita wanita.


Tapi, ternyata tebakan Edgar diluardugaan. Aninda tidak keberatan dan malah memberinya izin untuk tetap menerima projek itu.


"Apa kamu tidak akan cemburu?" Tanya Edgar saat akan segera berangkat ke bandara.


"No." Jawab Aninda tegas.


Dia tidak berhak untuk cemburu ataupun melarang larang Edgar. Karena memang statusnya Edgar bukan siapa siapa kecuali seorang sahabat yang berasal dari Negeri asing. Memang Aninda akui dia memiliki perasaan yang sama dengan Edgar. Tapi, tetap saja Aninda tidak mungkin untuk menjalin hubungan lebih dengan Edgar.


"Mama, Ed pamit pulang." Ucap Edgar dibantu oleh Aninda untuk mengatakannya menggunakan bahasa Indonesia.


"Iya. Hati hati ya, nak. Semoga selamat sampai tujuan." Ayuni menepuk lembut punggung Edgar yang memeluknya.


Ale, Efran dan James sudah berpamitan lebih dulu dan mereka sudah berada di mobil. Sedangkan Tio baru saja mencium punggung tangan kakaknya itu, lalu segera masuk ke mobil.


"Ma, adek pamit ngantar mereka ke Bandara." Ucap Aninda sambil mencium kedua pipi Ayuni.


"Jangan sedih saat Ed pergi." Ucap Ayuni.


Dia tahu, Aninda mudah menangis. Terlebih saat harus berpisah dengan orang orang yang memperlakukannya dengan baik.


Aninda hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi ucapan mamanya. Lalu dia juga ikut masuk ke dalam mobil.


"Bye Mama…" Semua teman asing Aninda melambaikan tangan pada Mama yang juga melambaikan tangan melepas kepergian mereka.

__ADS_1


Lalu, saat keluar dari perkarangan rumah, beberapa tetangga juga ikut melambaikan tangan pada mereka.


"Bye…" Teriak Ale sambil tertawa.


Mobil terus melaju menuju Bandara. Dan sepanjang perjalanan James, Ale dan Tio kembali merekam moment kebersamaan Edgar dan Aninda. Seperti saat ini, Aninda duduk di antara Edgar dan Efran.


Efran yang masih mengantuk, merebahkan kepalanya di pundak Aninda. Dia benar benar terlelap nyenyak. Sedangkan Edgar, malah merebahkan kepalanya di pangkuan Aninda. Dia tidak tidur, hanya sedang melakukan siaran live tiktok. Dia bicara pada fans nya yang sudah menunggu untuk kepulangannya di Filipina.


Sampai Akhirnya Edgar mendapat berita yang tidak mengenakan hati. Seorang fans nya menerjemahkan beberapa ujaran ketidak sukaan seseorang kepada Aninda. Bahkan ada yang mengatai Aninda cewek yang sangat buruk dan hanya menginginkan uang dari cowok kaya seperti Edgar.


Membaca itu membuat Edgar hampir tersulut Emosi. Tapi, dia menahannya, karena tidak ingin membuat Aninda khawatir.


Sedangkan Tio, yang sejak tadi asik membaca berita di google, dikejutkan dengan berita yang mengatakan Aninda adalah pelakor dan pela*ur. Kehadiran Aninda di hidup Edgar hanya untuk memberikan tu*uhnya agar Edgar memberikan uangnya pada Aninda. Sungguh artikel yang sudah sangat keterlaluan.


Tidak terima keponakannya di fitnah begitu, Tio langsung menerjemahkan artikel itu kedalam bahasa Inggris dan memperlihatkan pada James dan Ale.


"Akhir bulan depan, Ed jemput Aninda, ya?" Ucap Edgar tiba tiba.


"No." Tolak Aninda.


"Ed tidak mau tau. Akhir bulan depan Ed akan jemput Aninda untuk ikut ke Filipina." Ucapnya tegas dan sangat serius.


"Mas, katanya akhir bulan depan, Ed mau jemput adek. Mau di bawa ke Filipina." Adu Aninda pada Tio.


"Iya in aja, dek."

__ADS_1


Tio malah merasa senang dan bahagia, jika benaran Ed akan mengajak Aninda ke Filipina. Karena dia pasti akan ikut juga.


"Iih mas kok malah gitu." Rutuknya kesal.


"Liburan dek, menenangkan pikiran. Sekalian, tunjukkan sama haters kalau adek adalah pemenangnya." Jelasnya.


Raut wajah yang tadinya kesal, mulai terlihat senyuman disana. Perlahan, ucapan Tio mulai meluluhkan hati Aninda.


"Ikut ke Filipina, ya!" Ulang Edgar lagi.


"Iya. Tapi jangan lama lama di sananya. Kasihan Mama sendirian." Jawab Aninda pada akhirnya.


"Ok. Hanya dua minggu saja." Sambung Edgar dengan senyum bahagia mengembang di bibirnya.


"Aninda ikut ke Filipina?" Tanya Ale penasaran.


"Yes." Jawab Edgar.


"Wwuaahhhaaaa... hahahahhaa… Aninda ikut ke Filipina." Tawanya kegirangan. Karena dia pikir, Aninda akan ikut ke Filipina hari ini.


"Bukan hari ini. Tapi, akhir bulan depan." Ujar Efran menjelaskan pada calon kakak iparnya itu.


Mendengar penuturan Efran. Ale akhirnya meminta penjelasan langsung dari Edgar. Dan Edgar pun mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Efran. Sehingga raut wajah cerianya, berubah menjadi raut wajah kesal.


"Wweeekkkk…" Aninda mengejeknya.

__ADS_1


"Aninda no good. Aninda bobo." Ucapnya kesal pada Aninda karena tidak ikut ke Filipina hari ini, melainkan akhir bulan depan.


__ADS_2