Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 25


__ADS_3

Selain Aninda, Rich people tim juga sering ngajakin Tio live bareng. Mereka juga sering membantu Tio juga saat sedang pertandikan live Pk Internasional ataupun lokal.


"Dek, mas baru kali ini benar benar bisa ngerasain punya teman yang udah kayak keluarga. Mereka semua baik baik banget gitu loh." Ungkap Tio saat sedang menemani Aninda mengedit video untuk channel youtubenya.


"Adek juga merasa gitu, mas. Rasanya ingin benar benar jadi bagian dari mereka gitu. Bukan hanya sekedar partner sementara, tapi benaran keluarga selamanya." Ungkap Aninda.


"Kalau gitu kamu terima aja cinta Edgar, dek. Sepertinya dia serius mau nikahin adek." Ujar Tio yang membuat Aninda melotot.


"Jangan mancing mancing war deh, mas. Adek udah capek dihujat." Celotehnya agak kesal.


"Iya maaf, sayangku." Tio mencubit pipi gembul Aninda.


"Tapi kalau kalian benaran jodoh, mas setuju loh dek." Sambungnya sambil berlari menjauh dari Aninda.


Aninda hanya menatap kesal kepergian Tio. Lalu dia kembali melanjutkan pengeditan videonya.


Sementara itu, saat ini Edgar dan teman temannya sedang berembuk menentukan akan kemana mereka tahun baru kali ini. Mengingat kedatangan tahun baru hanya tinggal hitungan jari.


"I miss Indonesia, I love Bali." James begitu semangat untuk liburan tahun baru ke Bali.


"Tapi aku belum pernah bepergian ke luar Negeri." Ujar Edgar.


Semua mata kini menatap padanya. Lalu mereka mengangguk serentak. Edgar yang merupakan bos mereka itu memang belum pernah pergi meninggalkan Filipina. Itu karena dia mengkhawatirkan tuan putri Liezel. Dia tidak pernah bisa meninggalkan Liezel terlalu jauh dan lama.


"Apa kamu tidak ingin menemui Aninda?" Tanya Reyna serius.


Sebentat Edgar terdiam. "Aku sangat ingin menemui Aninda dan segera membawanya kesini. Tapi, aku tidak bisa meninggalkan Liezel terlalu jauh." Edgar dilema.


"Kita bisa membawa Liezel." Saran Ale dan Efran.


"Aku tidak setuju. Siapa yang akan merawatnya nanti. Kalian tahu aku tidak bisa ikut kalian liburan kali ini." Reyna menolak tegas anjuran membawa Liezel.


Sesaat semua terdiam. Merekapun kembali memikirkan ide yang lain. Tapi, sebelum ide itu kembali diutarakan, Edgar malah mengejutkan mereka semua.


"Aku akan membawa Liezel ke Indonesia. Aku akan mengenalkannya pada Aninda dan mengatakan siapa aku sebenarnya pada Aninda. Aku tidak ingin menyembunyikan ini lebih lama lagi dari Aninda. Aku takut kehilangan dia."


Perkataan Edgar barusan membuat semua orang terdiam tidak percaya dengan rencana Edgar.


"Justru kamu akan kehilangan Aninda segera setelah kamu mengakui siapa kamu sebenarnya, Ed." Ucap Reyna khawatir.


Mata Edgar yang tadi percaya diri, kini malah gemetar. Apa yang diucapkan Reyna benar. Mungkin dia akan langsung kehilangan Aninda saat itu juga.


"Aku setuju Ed mengatakan semuanya pada Aninda. Karena dengan begitulah Ed bisa tahu, bagaimana hati Aninda sebenarnya. Apakah dia benar benar menyukai Ed, atau hanya sekedar ingin berteman." Efran menjelaskan dengan sangat tegas.


James dan Ale mengelus pelan kepala Efran. Mereka bangga si bontot itu kini sudah dewasa dan mulai mengutarakan saran untuk kakaknya.


"Kamu benar. Ed juga sudah siap dengan segala sesuatu yang mungkin terjadi. Ed bahkan siap jika harus kehilangan Aninda. Ed tidak akan menahannya jika dia ingin pergi. Selama dia bahagia, Ed juga akan bahagia." Ucap Edgar yang membuat suasana menjadi sendu seketika.


🍁🍁🍁


Malam ini Edgar mengirim video pengakuannya pada Aninda melalui DM Instagram.


(Open this)…


Video.


Aninda menonton video yang dikirim Edgar padanya. Aninda tidak mengerti apa yang dikatakan Edgar pada awalnya. Hingga Aninda menonton video itu berkali kali baru dia mulai paham. Tapi, Aninda tidak langsung membenarkan apa yang didengarnya dari pengakuan Edgar melalui video tersebut.

__ADS_1


Aninda yang tidak ingin hanya menebak sesuatu yang mungkin saja salah, langsung mengirim pesan pada Edgar.


Aninda: *Edgar memiliki anak,


sudah berusia 6 tahun lebih?*


kalimat itu diterjemahkan kedalam bahasa Filipina.


Edgar: *Iya. Edgar punya anak perempuan.


Ed sudah pernah menikah sebelumnya.*


(Foto Liezel saat bayi dan foto saat ini.)


Jawaban Edgar diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.


Aninda: *Lucu dan sangat cantik.😍


Lalu, mana istri Ed?*


Edgar: *Kami sudah bercerai


dan itu saat Liezel lahir.*


Sejenak Aninda terdiam. Dia tidak bisa berpikir jernih. Dia bahkan sampai mengira Edgar sengaja mengatakan semua itu untuk membuat dirinya berhenti berharap. Tapi, rasanya mustahil Edgar memintanya berhenti, setelah mengenalkan dirinya pada keluarga dan juga teman temannya.


Edgar: *Maafkan Ed, Aninda. Ed tidak jujur.


Itu Ed lakukan, karena takut Aninda pergi.*


Masih tidak ada respon dari Aninda. Dia bingung harus merespon seperti apa.


Edgar ingin menjadi milik Aninda selamanya.*


Mata Aninda berkaca kaca. Sungguh dia tidak mengerti harus melakukan apa dan harus merespon seperti apa.


Edgar: *Aninda ok?*


I am sorry Aninda.


Ed tidak bermaksud untuk berbohong.*


Dengan perasaan yang campur aduk, akhirnya Aninda merespon pesan yang dikirim Edgar untuknya.


Aninda: *I am Ok, Ed. Terimakasih


karena sudah jujur.*


Edgar: *Do you love me?*


Aninda: *Aku tidak tahu.


Tapi, aku merasa bahagia mengenalmu.*


Edgar: *Maukah kamu bertemu denganku?*


Aninda: *Yes. Aninda mau bertemu Edgar.*

__ADS_1


Edgar: *Tahun baru nanti, kita akan bertemu.*


Entah mengapa membaca pesan itu membuat Aninda yang tadi sempat ragu, malah merasa senang dan merasa sangat ingin bertemu langsung dengan Edgar.


Aninda: *Tahun baru aku akan pergi


ke Bandung bersama mas Tio.*


Edgar: *Dimana itu? Apa masih di Indonesia?*


Aninda: *Iya masih di Indonesia.*


Edgar: *Aku akan menyusul kesana.*


Senyum Aninda mengembang. Dia merasa sangat bahagia, dan tidak sabar untuk segera bertemu Edgar. Sahabat asing yang selama ini begitu baik dan membuatnya sangat nyaman.


Aninda: *Aku tunggu.😘*


Membaca pesan Aninda yang diakhiri dengan emot ciuman itu membuat Edgar bahagia. Dia bahkan mencium Hp miliknya sendiri.


"Apa Aninda tidak marah?" Tanya teman temannya yang penasaran bagaimana reaksi Aninda setelah pengakuan Edgar.


Edgar menggeleng sambil tersenyum. "Kita ke Indonesia tahun baru ini." Ucapnya semangat.


"Bali I am coming…" Teriak James semangat.


"No Bali, but Bandung." Jelas Edgar yang seketika merubah raut wajah James.


"Bagaimana dengan Liezel?" Tanya Efran yang akhirnya merubah raut wajah bahagia Edgar menjadi bingung.


"Aku akan membawa Liezel bersamaku." Ucap Edgar yang membuat semua orang terdiam.


"Tapi, mungkin Aninda akan merasa tidak nyaman kalau Ed membawa Liezel." Ujar James.


Efran, Ale dan Reyna menggangguk setuju dengan apa yang dikatakan James barusan.


"Jika Aninda tidak nyama karena ada Liezel, maka aku akan langsung pulang ke Filipina." Ed mengatakan semua itu dengan perasaan yang susah untuk dijelaskan.


"Aku sangat mencintai Aninda. Tapi, Liezel adalah putriku yang selamanya akan tetap menjadi putri terbaikku." Ucap Edgar, lalu dia pergi menemui Liezel yang sedang bermain bersama Rich People tim lainnya.


"Baby." Panggil Ed lembut.


Liezel yang sedang bermainpun langsung menoleh dan berlari kearah Edgar.


"Papa." Memeluk Edgar yang berlutut dihadapan putrinya itu.


"Apa baby bahagia?" Tanya Edgar sambil mengelus punggung gadis kecil itu.


"Tentu. Aku selalu bahagia saat Papa juga bahagia." Melepas pelukannya dan menatap wajah Edgar.


"Maukah baby ikut papa ke Indonesia?" Tanya Edgar.


Liezel tersenyum lalu mengangguk setuju. "Papa akan mengenalkan aku pada Mama Aninda?" Panggilan Mama untuk Aninda dari Liezel membuat Edgar bahagia.


"Iya." Jawab Edgar singkat.


"Apa Mama Aninda mau berteman denganku?" Pertanyaan itu hanya dijawab dengan anggukan ragu dari Edgar.

__ADS_1


'Semoga saja Aninda mau menerima kita, baby.' Gumamnya dalam hati. Lalu, Edgar kembali memeluk erat tubuh Liezel.


__ADS_2