Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 19


__ADS_3

Malam ini Aninda sedang fokus mengedit video untuk di upload di channel youtubenya. Dia belum live lagi dalam dua hari ini, karena membantu Mama yang mendapat banyak orderan dari penyelenggara acara hajatan dan aqiqah. Dan rencananya nanti jam sepuluh Aninda akan live sebentar.


"Dek, lagi apa?" Sapa Mama yang mendekatinya dengan membawa buah apel yang sudah dikupas dan dipotong potong.


"Lagi ngedit video, Ma." Jawabnya sambil tersenyum.


"Nah makan buah dulu. Mama suapin." Mengarahkan sepotong buah apel yang ditusuk dengan garpu.


Aninda membuka lebar mulutnya, saat apel sampai dia langsung mengunyah dengan lahap.


"Terimakasih, Mama." Aninda menggoyang goyangkan kepalanya karena merasa senang.


"Ya sudah, adek lanjutin ngeditnya." dia pun pergi membiarkan Aninda fokus dengan pekerjaanya.


Sepuluh menit kemudian, Aninda berhasil menyelesaikan pengeditan video dan langsung di uploadnya saat itu juga. "Alhamdulillah, selesai juga akhirnya." Merasa sangat senang.


Kini saatnya Aninda memulai siarang live yang sudah dijanjikannya pada para fans yang masih setia menunggu dirinya untuk live.


"Assalamualaikum. Selamat malam teman teman." Sapa Aninda saat kamera live menyala.


"Wuahhh, kalian hebat." Pekik Aninda saat mengetahui jumlah penontonnya yang langsung ratusan ribu dalam beberapa detik.


Lalu, saat itu juga ada notif undangan untuk melakukan siaran bersama dari Edgar. Aninda hanya melihat saja pada awalnya.


"Guys, kalau seandainya gue punya partner lagi, bagaimana?" Tanya Aninda dengan nada agak lesu dari biasanya.


Mata Aninda melotot membaca komentar dari penonton yang bertanya tentang keadaannya yang terlihat lesu.


"Sebenarnya gue capek, ngantuk juga. Tapi, gue nggak mau membuat kalian kecewa. Jadi gue tetap live meski mungkin hanya sebentar." Jawabnya, lalu Aninda menguap dengan santainya tanpa menutup mulutnya yang terbuka lebar.


Edgar kembali mengirimkan permintaan untuk siaran bersama.


"Guys, ada yang mau ngajak gue live bareng. Terima kagak ya?"


#Terima dong, Nin. Biar seru!#


"Oke deh, nih tak terima." Menerima permintaan Edgar.


Wajah Edgar terlihat dikamera. Penonton Aninda bisa melihat Edgar yang tampil apa adanya namun tetap terlihat keren. Begitu juga dengan penonton Edgar yang bisa melihat wajah Aninda tanpa make up dan dengan bola matanya yang seperti mata panda.


"Hello Aninda." Sapa Edgar sambil tersenyum.


"Hai Edgar." Jawab Aninda singkat.


"May sakit ka ba?" (Apakah kamu sakit?) Edgar bertanya dan menatap Aninda dengan khawatir.

__ADS_1


Aninda mulai beracting. Dia memajukan bibirnya, lalu membuat bibir bagian bawahnya terjulur dan dia pun mulai menangis. "Guys, dia ngomong apa?" Ucap Aninda dengan ekspresi itu.


Edgar tertawa melihat Aninda yang merengek seperti itu. "Aninda, may sakit ka ba?" Ulang Edgar dengan bantuan isyarat gerakan tangan. Dia berharap Aninda mengerti maksudnya.


"What? Sakit?" Ulang Aninda sambil melotot pada Edgar.


Anggukan dan acungan jempol diberikan Edgar pada Aninda saat Aninda mengatakan kata sakit yang ternyata pengucapannya sama dengan bahasanya.


"Ha, sakit!" Gumam Aninda.


"No. Aku capek." Sambungnya.


Edgar bingung dia tidak mengerti apa yang Aninda katakan. Menyadari hal itu, membuat Aninda akhirnya tertawa terbahak bahak.


"Dia kagak ngerti apa yang gue ucapkan." Sambung Aninda yang bicara pada penonton.


"Aninda, google." Edgar menyarankan Aninda untuk menggunakan google terjemah.


"Ok ok." Aninda setuju.


Dia pun menggunakan google terjemah. Aninda menekan tombol rekam, lalu dia bicara. "Aku merasa sangat lelah." Ucap Aninda yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Filipina.


"Napapagod ako." Mbak google bicara.


Edgar mengangguk dan ikut bicara melalui Hp nya dan di perdengarkan pada Aninda.


Mata Edgar agak berkaca menatap khawatir pada Aninda yang malah tertawa sambil mendumal tak jelas.


"Guys, kenapa aku jadi terharu." Aninda kembali merengek.


"Are you ok?" Tanya Edgar.


Aninda tidak menjawab dia hanya memberikan tanda ok melalui tanganya. Edgar mengangguk paham.


"Istirahatlah Aninda. Bye bye." Pamitnya.


"No no, Edgar dont go." Teriak Aninda menghentikan Edgar.


"Dia benaran mau pergi guys. Kasihan juga yak. Gue kan benaran capek, bukan bermaksud untuk memintanya pergi." Celoteh Aninda tidak tega melihat Edgar dengan ekspresi wajahnya yang terlihat sedih.


"Ok, Aninda. Hindi ako pupunta." Mengangguk pasti.


Aninda tidak mengerti apa yang diucapkannya. Tapi, Aninda yakin Edgar mengatakan akan tetap live bersamanya.


"Edgar, what you say eat in Filipina?" Aninda menanyakan bagaimana mengatakan makan dalam bahasa Filipina.

__ADS_1


"Eat?" Ulang Edgar sambil mencontohkan dengan tangannya.


"Yes yes. Eat…" Mengangguk senang karena Edgar mengerti maksudnya.


Edgar mengetik sesuaru di hpnya dan memperlihatkan pada Aninda. "Eat in Filipina kumain." Jawab Edgar.


"Hah, apaan. Gue kagak dengar." Menggeleng.


"Kumain." Ulang Edgar.


"Kuman?" Teriak Aninda yang akhirnya tertawa, membayangkan makan dalam bahasa Filipina adalah kuman.


"Kumain..., Aninda follow me. Ku ma in." Mengucapkan dengan tempo pelan.


"Ku ma in." Ikut Aninda.


Lalu Edgar tersenyum senang.


"Hahhai, gue benaran dengarnya Edgar ngomong kuman guys. Ternyata kumain, right?" Menanyakan pada Edgar lagi.


"Yes, Eat in Filipina kumain." Ulang Edgar lagi.


Mereka pun sama sama tersenyum senang.


"Aninda, what kumain in Indonesia?" Tanya Edgar ingin belajar bahasa Indonesia.


"Makan." Jawab Aninda.


"Makan." Edgar mengucapkannya dengan sangat pasih.


Aninda tersenyum. "Apakah kamu sudah makan." Merekam di google terjemah.


"Kumain ka na ba?" Memperdengarkan suara mbak google pada Edgar.


Edgar mengangguk cepat. Senyum dibibirnya selalu terlihat indah saat merasakan kebahagiaan bisa berbicara dengan Aninda.


"Aninda, kumain ka na ba?" Edgar balik bertanya.


"Yes, kumain yes." Sahut Aninda semangat.


Pembicaraan mereka berlanjut. Dan banyak hal lucu terjadi saat mereka mencampurkan tiga bahasa untuk saling berkomunikasi. Dan pembicaraan inilah yang menjadi awal kedekatan keduanya, bukan hanya sekedar partner live saja, tapi, perasaan saling nyaman dan saling menyayangipun semakin bertumbuh diantara mereka.


Dan penggemar Edgar maupun Aninda juga akhirnya mengaktifkan tagar Hashtags pasangan dua Negara itu. Mereka sangat menginginkan kedua idola mereka itu benar benar menjadi pasangan nyata bukan hanya di dunia maya.


Tapi, tidak semudah itu perjuangan Edgar untuk membuat Aninda yakin dan nyaman dengannya. Masih banyak hal yang harus Edgar lakukan dan tempuh untuk mendapatkan hati seirang Aninda Cantika.

__ADS_1


Ya, Aninda memang ramah kepada siapa saja yang pernah menjadi partnernya. Tapi, Aninda tidak pernah mau bermain hati dengan mereka. Semua itu Aninda lakukan karena memang dia belum bisa membuka hatinya kembali setelah pernah putus dari cinta pertamannya beberapa tahun yang lalu.


Sejak saat itulah, Aninda tidak lagi mudah percaya pada omongan manis dan rayuan gombal semua laki laki. Dalam pikiran Aninda, semua lelaki itu sama. Mereka hanya akan jatuh cinta pada wanita yang cantik saja. Sementara, dia sangat sadar seperti apa penampilan dan keadaanya.


__ADS_2