
Dua minggu sudah Aninda, Edgar dan teman teman di Bandung. Sudah banyak juga tempat wisata yang mereka kunjungi. Mereka berfoto, membuat konten dan merekam kegiatan mereka untuk nantinya di upload melalui channel youtube mereka masing masing.
Aninda dan Edgar tidak berubah sama sekali. Mereka tetap menghabiskan waktu kebersamaan itu dengan kebahagiaan. Edgar bahkan berusaha memperlakukan Aninda sebaik mungkin. Begitupun sebaliknya. Mereka ingin menghabiskan waktu kebersamaan itu seakan tidak ada hari lain lagi untuk berjumpa.
Kini tibalah saatnya mereka harus kembali ke Jakarta. Edgar, Ale, Efran dan James juga akan segara kembali ke Filiphina. Namun, sebelum kembali mereka akan mampir dulu ke rumah Aninda untuk bertemu dengan ibunya.
Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Tio, Ale dan James tidak lupa mengabadikan moment keuwuan Aninda dan Edgar. Semua moment ke uwuan itu di posting di akun tiktok mereka masing masing. Sementara, dua insan yang selalu ber uwuria itu juga ikut mengabadikan moment kebahagiaan mereka.
"Halika sa Pilipinas, oo!"
(Ikut ke Filipina, ya!) Edgar mencoba membujuk Aninda agar mau ikut dengannya.
"Ok." Jawab Aninda.
Sontak saja Edgar tertawa bahagia, dia juga memeberitahukan pada fans kalau Aninda akan ikut dengannya ke Filipina. Dia menceritakan betapa bahagia dirinya pada fans melalui siaran live di tiktoknya.
"But, not now, Ed." Sambung Aninda.
Senyum bahagia diwajah Edgar berubah sendu seketika mendengar ucapan Aninda.
"Kung hindi ngayon, kailan?"
(Jika tidak sekarang, kapan?) Tanya Edgar dengan sedikit merengek.
"Nanti ya, Ed. Mama belum memberi izin. Karena terlalu jauh dan juga mama tidak punya teman."
Ucapan Aninda di terjemahkan. Edgar mengangguk paham dan langsung menjelaskan pada fans nya alasan Aninda tidak bisa ikut denganya ke Filipina.
"Terimakasih doanya ya, guys." Aninda bicara dengan fans nya melalui siaran live di tiktoknya.
Aninda baru saja live. Karena Edgar juga sudah fokus pada layar handphonenya, sehingga Aninda merasa tidak lagi dihiraukan. Karena itulah dia akhirnya juga melakukan siaran live.
"Cool boy, say helo…" Aninda menghadapkan layar handphonenya pada Efran yang sejak tadi asik bermain game.
__ADS_1
"Helo, guys." Efran tersenyum sambil melambaikan tangan.
"Ale, say helo." Pinta Aninda pada Ale.
"Helo guys. Jika salah satu dari kalian bisa memahami bahasaku dan sedang menonton live Edgar, tolong jangan memberitahu Aninda apa yang Edgar katakan." Ucap Ale memberi tahu fans Aninda menggunakan bahasanya.
Aninda mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti apa yang Ale kataka. Tapi, Ale menyebut namanya dan Edgar.
"Guys, Ale bilang kalian harus tetap memberi support untuk gue dan Edgar." Ucap Aninda menjelaskan ucapan Ale pada fansnya.
Lalu, layar handphone juga diarahkan pada Tio dan James yang asik sendiri dengan handphone mereka masing masing. Dan tidak lupa, Aninda juga mengarahkan layar handphonenya pada Edgar yang terlihat serius bicara pada fans nya. Aninda tidak memahami sama sekali apa yang sedang Edgar ucapkan. Tapi, melihat dari ekspresi wajah Edgar, Aninda dapat menebak bahwa saat itu Edgar sedang merundingkan sesuatu atau pun mungkin sedang ngobrol serius tentang suatu masalah.
Entahlah, Aninda tidak mau ambil pusing. Dia pun akhirnya merebahkan kepalanya di bahu Edgar. Segera saja Edgar mengecup puncak kepalanya, kemudian mengelus lembut punggung Aninda.
"Guys jangan iri, apa lagi baper yak." Goda Aninda pada para fans nya.
"Ini nih, salah satu hal yang membuat gue nyaman banget sama Edgar. Karena, saat dia sedang sibuk sekalipun, atau pun sedang tersulut emosi dengan tingkah orang lain, ketika gue menghampiri dia, maka dia akan langsung merangkul gue, atau pun menggenggam tangan gue. Dia tidak pernah mengatakan ingin sendirian, atau pun meminta gue untuk jangan mengganggunya dulu. Dia akan selalu ada buat gue selamanya. Hahaaaiiiyy…" Dia merasa malu sendiri menceritakan hal itu pada fans.
#Fiks kalian pacaran.#
#Mau pacaran atau tidak, aku tetap mencintai EdAn. Karena aku EdAn lovers sejati.#
Masih banyak lagi komentar komentar lainnya yang membuat Aninda tersenyum saat membacanya.
"Kalian memamg terbaik lah pokoknya, guys." Puji Aninda.
"Kamu juga terbaik sepajang masa, dek." Sahut Tio dari kursi belakang.
"Kalau itu sudah pasti, mas." Ucap Aninda semangat.
Dia hendak menoleh pada Tio, tapi tangan Edgar menahan agar kepalanya tetap bersandar dibahu Edgar.
"Ikaw ay pagod. Kaya, dapat kang magpahinga. Matulog ka na!"
__ADS_1
(Kamu lelah. Jadi, Anda harus istirahat. Tidur!)
Edgar memerintahkan Aninda untuk tidur dibahunya. Tapi, Aninda tidak mengerti apa yang dikatakan Edgar, kecuali matulog. Sehingga Aninda mengambil kesimpulan, Edgar memintanya untuk segera tidur.
"No matulog…" Mencoba meluruskan kepalanya.
"Matulog, Aninda!"
Edgar mengatakan itu dengan ekspresi serius. Dia langsung mengambil alih handphone Aninda, lalu mengucapkan selamat tinggal pada penggemar dan segera mengakhiri live.
"Bye bye guys. See you next time."Ucap Edgar pada fans Aninda.
Bibir Aninda manyun. Dia sedikit kesal karena Edgar memintanya untuk segera tidur dan tidak diizinkan untuk live. Sementara, Edgar sendiri masih terus bicara pada fansnya.
"Ed, matulog, oo!" Pinta Aninda.
Dia juga melakukan hal yang sama pada Edgar. Dia mengambil alih handphone Edgar dan mengakhiri live Edgar.
"Bye guys. See you in Jakarta." Ucap Aninda pada fans Edgar.
Bukannya marah, Edgar malah tersenyum dan hampir saja menerkam Aninda. Dia benar benar gemas pada gadisnya itu.
"Matulog…" Ajak Aninda.
"Ok." Jawab Edgar setuju.
Kemudian, Aninda merebahkan kepalanya dibahu Edgar. Sedangkan Edgar merebahkan kepalanya di kepala Ainda. Barulah keduanya memejamkan mata hingga akhirnya benar benar terlelap. Moment sweet itu diabadiakan Ale, Tio dan James.
"Edgar benar benar luar biasa, guys. Dia barusa nmengatakan pada netizen yang suka berkomentar jahat pada Aninda, untuk berhati hati mulai saat ini. Karena, Edgar akan melaporkan mereka atas ujaran yang menyakiti perasaan. Itu khusus hater Filipina ya, guys. untuk haters Indonesia, Edgar hanya menegaskan, kalau dia akan melindungi Aninda. Edgar juga menegaskan akan menjaga Aninda dengan baik dan akan menjadikan Aninda sebagai satu satunya wanita yang memiliki tahta tertinggi di hatinya."
Tio menjelaskan apa yang tadi diucapkan Edgar melalui siaran livenya barusan. Tio mengetahui itu dari James dan Ale. mereka membantu menjelaskan pada Tio, agar memberitahukan pada semua fans Aninda untuk menjaga Ainda dengan baik, selama dia berada jauh dari Aninda.
"Edgar juga mengatakan, dia akan segera kembali untuk menjemput Aninda untuk dibawa ke Filipina dan dikenalkan pada keluarga besarnya. Itupun kalau Mamanya Aninda setuju." Sambung Tio menjelasakan.
__ADS_1
"Kalau aku sih, selaku paman dari Aninda, sudah yes. Tapi, mbakku yang belum siap memberikan izin pada Ainda untuk terbang jauh ke Filipina yang sangat jauh itu. Maklum guys, mbakku hanya punya tiga putri saja. Kedua kakak Aninda berada di luar negeri juga, untuk ikut suami mereka. Yang dia punya hanya Aninda saja saat ini. Jadi, dia masih belum sanggup jika harus melepas Aninda juga." Ungkap Tio.