
Quezon, 2017.
Seorang gadis kecil berlari sambil tertawa. Dia mengejar paman Efran yang mengambil mainannya. Setelah beberapa saat mengejar, namun tidak bisa mendapatkan mainannya kembali. Gadis kecil itu akhirnya berhenti mengejar.
"Liezel, wwuuhuuu, ayo kejar paman."
Efran menggodanya dengan terus memperlihatkan boneka kucing milik Liezel yang ada digenggamannya. Tapi, sikecil tidak berkutik, dia hanya diam tanpa mau menatap pamannya.
"Papa, papa…" Liezel memanggil papanya yang tidak sedang bersamanya.
Gadis kecil itu menunjuk kearah Efran. Wajahnya sedih, bibir bagian bawahnya menjulur, lalu dia menangis dengan keras.
"Papa tidak ada. Papa tidak menyayangi Liezel." Ia semakin senang menggoda sikecil yang akhirnya berteriak semakin kencang.
"Efran, jahat. Hhhiizzz." Ia berjongkok, lalu menyembunyikan wajahya diatas lutut sambil terus menangis dan memaki Efran.
Sebentar Efran tersenyum, lalu dia menghampiri ponakan kesayangannya itu. Meraih tubuh mungilnya dan membawanya dalam gendongan. "I am sorry, ok." Membelai punggung Liezel dengan lembut.
Begitu mendengar ucapan permintaan maaf pamannya, Liezelpun langsung mengangguk dan mengalungkan kedua tangan mungilnya dileher pamannya dengan erat.
"Liezel..., Reyna pulang." Panggil Reyna yang baru saja pulang kuliah.
__ADS_1
"Reyna." Ia langsung turun dari gendongan Efran dan berlari mengejar Reyna.
"I miss you, honey." Reyna memeluknya dan mencium keningnya.
"Efran jahat." Adunya pada Reyna.
"Apa yang telah Efran lakukan pada tuan putri?" Tanya Reyna sambil menyapu sisa air mata di pipi Liezel.
"Efran mengambil boneka kucing kesayanganku. Boneka itu hadiah dari Papa." Tuturnya menggunakan bahasanya sendiri.
Awalnya Reyna tidak bisa memahami bahasa planet itu, tapi setelah Efran memberi kode, barulah dia mengerti dan langsung menghampiri Efran.
"Efran nakal, harus dihukum!" Ia berpura pura memarahi Efran sambil merebut boneka kesayangan Liezel.
Sebentar Liezel terdiam, dia terlihat seperti sedang berpikir. Lalu tiba tiba dia menangis, berontak ingin turun dari gendongan Reyna dan berlari untuk memeluk Efran.
"Jangan laporkan Efran. Aku sayang Paman Efran." Celotehnya. Tangan mungilnya melingkar erat dileher Efran.
Reyna dan Efran tersenyum melihat tingkah lucu tuan putri kecil mereka itu. Oh iya, Reyna dan Efran sengaja mengajarkan Liezel untuk memanggil mereka dengan nama bukan dengan sebutan paman dan bibi. Karena mereka ingin Liezel merasa lebih dekat pada mereka, dan agar Liezel tahu, kalau dirinya disayangi banyak orang. Bukan hanya papa saja yang menyanginya, tapi ada Efran dan Reyna juga.
Sementara itu, Edgar saat ini sedang syuting di taman Eco La Mesa. Dia membuat video untuk konten youtubenya. Edgar sudah hampir lima bulan terakhir, aktif mengisi channel youtubenya dengan video yang berbau komedi, tapi tetap mendidik. Disetiap video komedi yang mereka rekam, akan selalu ada pelajaran terbaiknya dan nasihat penting untuk para penonton yang sudah setia menonton kontennya.
__ADS_1
"Guys, aku rasa cukup dulu untuk syuting hari ini. Sudah terlalu lelah, iya kan?" Bertanya pada teman temannya yang ikut andil dalam bermain drama komedi didalam konten youtubenya.
"Iya Ed. Lanjut besok. Cuacanya juga mendung, sepertinya akan turun hujan. Lebih baik kita kembali." Saran mereka.
"Bereskan semuanya, dan kita langsung menuju tempat makan. Kita makan dulu, baru pulang. Ok." Saran Edgar yang juga ikut membantu berberes.
"Siap..." Jawab mereka kompak sambil membereskan peralatan syuting mereka.
Edgar punya tim yang diberinya nama Rich People. Edgar bekerja bersama teman temannya untuk menjadi orang kaya. Mereka bekerja keras sejak awal terbentuknya tim Rich People. Dan bagi Edgra, tim Rich People bukan hanya teman bekerja saja tapi, mereka adalah keluarga.
Awalnya Edgar berencana membuat channel youtube yang hanya akan menayangkan video pendek mengcover lagu lagu yang sedang hits. Tapi, begitu mencoba untuk tiga lagu yang dicover, Subsribernya sangat lambat. Sehingga Ia memberanikan diri menghubungi teman temannya saat masih sekolah dulu dan mengajak mereka membentuk tim. Beberapa diantara mereka setuju dengan ajakan Edgar. Dan merekapun akhirnya patungan untuk membeli peralatan yang diperlukan saat syuting, agar hasil video mereka bagus.
Memang sangat sulit pada awalanya. Mereka harus memikirkan ide untuk membuat video yang bisa diminati banyak orang dan bisa ditonton oleh semua kalangan. Dan ketika mereka mendapat ide untuk membuat drama komedi yang berdurasi lima belas menit, mereka lagi lagi kesulitan untuk memerankan karakter dalam drama tersebut.
Karena kesulitan untuk beracting, Edgar pun sempat menyarankan untuk membayar orang lain yang bisa menjadi actor dan actris untuk drama komedi singkat mereka. Tapi, dilarang keras oleh semua temannya.
"Ed, biarkan aku mempelajari karakter itu. Aku akan berusaha. Beri aku waktu empat hari." Jason menyarankan itu.
"Iya Ed, kami juga akan berusaha sebaik mungkin dan belajar selama empat hari." Sambung Bianka, Amanda dan Alexsa.
Jack, Trian dan James juga setuju untuk mempelajari semuanya dulu selama empat hari ini.
__ADS_1
"Ok. Aku setuju. Kita pasti bisa..." Teriak Edgar bersemangat.
Dia bahagia, karena memiliki teman teman tim yang saling support dan benar benar berusaha keras untuk bisa berhasil dalam karya mereka. Karena semangat dan kerja keras teman temannya itulah, Edgar pun menjadi lebih semangat dan ingin melakukan yang terbaik untuk membalas kebaikan mereka.