
Lima bulan kemudian.
Tidak terasa ternyata Edgar dan Aninda sudah bersama selama delapan bulan terakhir. Mereka semakin akrab dan sudah saling mengenal satu sama lain dengan baik. Aninda juga lebih banyak menghabiskan waktu livenya untuk bicara dengan Edgar. Dan Aninda tidak hanya berbicara dengan Edgar saja, tapi dia juga dikenalkan pada teman teman tim Edgar dan juga keluarganya. Begitupun sebaliknya Aninda juga memperkenalkan Edgar pada Mama dan juga Tio.
Baik Edgar maupun Aninda saat ini sudah saling merasa nyaman saat berbicara. Meski menggunakan bahasa masing masing, mereka tetap melengkapi dengan bahasa isyarat. Sehingga mereka bisa mengerti satu sama lain dengan mudah. Dan tentunya juga tidak luput dari bantuan google terjemah.
Dalam sejarah pertemanan Aninda dengan cowok, hanya dengan Edgar dia bisa bertahan sampai selama itu. Biasanya Aninda selalu saja ditinggalkan sesaat setelah mereka berhasil sukses. Tapi, tidak dengan Edgar. Dia benar benar baik dan selalu membantu Aninda. Bahkan saat empat bulan lalu, Aninda live PK melawan Filipina, Edgar yang seharusnya membantu teman satu Negaranya itu malah membantu Aninda hingga Aninda menang.
Hal itu membuat Edgar dihujat habis habisan oleh haters di Negaranya. Tapi, Edgar menanggapi semua itu dengan tenang dan perlahan menjelaskan alasannya membuat Aninda menang. Karena lawan Pk Aninda saat itu adalah seorang yang picik dan curang. Edgar mengetahui, orang tersebut membayar penontonnya untuk membuatnya menang. Sedangkan Aninda bermain jujur apa adanya.
"Saya minta maaf atas ketidak nyamanan yang dirasakan oleh semua orang. Saya tidak bermaksud untuk membuat malu Negara saya. Saya hanya mencoba melakukan apa yang saya anggap benar. Saya tidak akan mengatakan apapun, cukup saya dan teman teman saya yang tahu. Karena saya yakin, suatu saat nanti kebenaran akan segera terungkap."
Edgar mencoba mengklarifikasi kesalah pahaman itu. Bukan untuk membela dirinya. Tapi, dia tidak ingin Aninda ikut terseret dan terluka karena kesalahpahaman itu.
"Tentang hubungan saya dengan Aninda, saya rasa kalian tidak perlu ikut campur. Saya sangat mencintai Aninda. Saya akan menjaganya sebaik mungkin. Tentang Aninda yang mungkin tidak punya rasa terhadap saya, saya juga tahu itu. Tapi, saya tidak peduli. Selama Aninda mau bersahabat dengan saya, maka saya akan selalu berusaha menjaganya dan saya akan melindungi wanita saya."
Edgar menegaskan itu pada para penggemar dan juga tentunya pada para haters.
"Untuk teman teman Aninda di Indonesia, saya titip Aninda, sampai saya datang sendiri kesana untuk melindungi dan menjaga Aninda." Sambung Edgar kembali menegaskan betapa dia sangat ingin melindungi Aninda.
"Ucapan saya ini akan di terjemahkan oleh sahabat saya yang bisa berbicara bahasa Inggris dengan baik. Supaya kalian fans Aninda dapat memahami apa yang saya katakan."
Dari ucapan Edgar itu, penggemar Aninda pun semakin heboh dan semakin berharap Edgar benar benar membuktikan ucapannya. Sayangnya Aninda masih tetap sama saat ditanya tentang perasaannya pada Edgar.
"Guys, gue sama Edgar itu cuma sahabat aja. Nggak mungkin gue pacaran. Kalau masalah nyaman sih, gue akui gue sangat amat nyaman bicara sama Edgar. Dia benar benar baik. Sama seperti yang sering kalian lihat melalui konten kontennya ataupun saat dia live sama gue, dia menag baik. Dan sebenarnya, gue itu sama dengan kalian. Gue ngefans banget sama Edgar."
Aninda mengungkapkan perasaannya pada para penggemarnya melalui siaran livenya.
"Kita. Ini kita ya, khususnya kaum hawa. Gue yakin, kita semua menginginkan, mendambakan lelaki yang seperti Edgar. Tampan, kaya, baik, suka menolong, bertanggung jawab, sayang keluarga dan selalu menepati janjinya." Celoteh Aninda pajang lebar memaparkan kekagumannya pada seorang Edgar.
Aninda memuji Edgar dalam siaran livenya, yang akhirnya diterjemahkan oleh Fans kedalam bahasa inggris dan diterjemahkan lagi oleh teman Edgar kedalam bahasa Filipina.
Betapa Edgar sangat bahagia saat mengetahui Aninda menyukainya walaupun cuma sebatas ngefans. Tapi, bagi Edgar itu sudah cukup membuatnya sangat amat bahagia dan semakin tidak sabar ingin bertemu langsung dengan Aninda.
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Desember 2020.
Sebagai seorang Katolik yang taat, Edgar pun menghambiskan Desember untuk merayakan hari raya Natal dan tahun baru. Dia bekerja hanya sekedarnya saja. Karena waktunya lebih banyak dihabiskan bersama kekuarga dan juga teman temannya.
"Saya tidak menghubungi Aninda dalam beberapa hari ini, bukan karena kami bertengkar. Tapi, karena kami saling menjaga kepercayaan masing masing. Meski saya terlahir sebagai katolik sejak kecil, saya memahami sedikit sedikit tentang Islam. Saya menghargai Aninda, dia juga menghargai saya. Jadi berhentilah kalian menduga duga bahwa hubungan saya dan Aninda sudah berakhir." Jelas Edgar pada kesempatan live streamingnya di malam tahun baru.
#Toleransi yang indah.#
#Kalian benar benar pasangan yang luar biasa.#
#Perbedaan mungkin yang akan menjadi penghalang cinta kalian, EdAn.#
#EdAn… We love you.#
#Selamanya EdAn.#
Banyak komentar komentar yang membuat Edgar tersenyum. Ternyata hashtags 'EdAn' (Edgar Aninda) Menjadi trending nomor lima di Indonesia dan nomor tiga di Filipina.
"Thank you guys. Salamat guys, kalian selalu support EdAn. Meski mungkin akhirnya sudah jelas. Tapi, saya akan terus berjuang dan berusaha agar bisa bersama dengan Aninda." Ucap Edgar.
"Mas, Edgar sepertinya mau bicara sama adek." Ujar Aninda.
"Oh, ok. Kita ngobrol nanti aja. Mas jam sebelas mau kerumah adek juga. Mas nginap disana, malas sendirian di rumah." Jelas Tio.
"OK, tak tunggu ya mas."
Live mereka berakhir. Dan saat itu juga Aninda langsung menerima undangan Edgar untuk bicara dengannya.
"Aninda, Kamusta ka?" Tanya Edgar saat sudah melihat wajah yang dirindukannya itu.
"Malusog ako." Jawab Aninda.
Dia sudah bisa bahasa Filipina sedikit sedikit. Sering diajarkan juga oleh Edgar.
"Edgar, apa kabar?" Tanya Aninda dengan bahasa Indonesia.
__ADS_1
"Saya baik." Jawab Edgar.
"Ed bobo." Ujar Aninda yang membuat Edgar tertawa.
"Kumain ka naba?"
Aninda menggeleng, kemudian mengetik sesuatu di hpnya.
"Aku belum makan. Aku ingin makan tapi Ed yang suapin." Mbak google menerjemahkan ucapan Aninda.
Edgar tersenyum senang. Lalu dia mengambil piring kue yang beberapa saat lalu sudah berada di dekatnya.
"Aninda, aaa…"
Edgar menyodorkan sepotong kue kecil yang tertusuk digarpu kearah kamera.
"Aaaaa…" Aninda membuka mulutnya dan mendekatkan ke kamera.
Lalu keduanya tertawa. Mereka merasa lucu dengan apa yang mereka lakukan. Sungguh kekanakan, tapi itulah yang membuat mereka saling merasa nyaman dan bahagia.
"Tahun baru Ed akan ke Indonesia." Ucap Edgar dengan bantuan google terjemah.
"Oh really?!"
Aninda kegirangan mendengar berita itu. Bukan hanya Aninda yang girang. Penonton dan juga EdAn lovers pun sangat senang mendengar berita itu dari Edgar secara langsung.
"You…" Aninda membuat isyarat pesawat terbang. "Indonesia?" Tanya Aninda lagi.
Edgar tersenyum. Dia mengambil pesawat kertas di mejanya, lalu menulis namanya disalah satu sayap pesawat dan menulis Indonesia di sayap lainnya.
Aninda kegirangan. Dia melompat lompat seperti anak kecil. Edgar ikut bahagia melihat tawa ceria diwajah Aninda.
"Guys, Ed akan ke Indonesia." Teriaknya senang.
Untuk sesaat Aninda melupakan sesuatu tentang dirinya dan semua peraturan dalam agamanya. Dia benar benar bahagia akan segera berjumpa dengan lelaki yang berhasil membuatnya luluh dan merasa nyaman saat bersamanya.
__ADS_1