Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 31


__ADS_3

Hari ini Aninda, Edgar dan yang lain bersenang senang di Little Seoul. Little Seoul merupakan salah satu tempat wisata yang digemari banyak orang, terutama Masyarakat Bandung. Tentunya yang lebih menyukai Little Seoul adalah orang orang yang suka dengan segala pernak pernik dan makanan khas dari Negeri Gingseng tersebut.


Nah di Little Seoul ini, pengunjung akan disajikan dengan kota kecil yang mirip dengan kota Seoul Korea. Pengunjung juga akan menikmati berbagai macam makanan khas Negeri Gingseng.


Itu juga yang saat ini dilakukan Aninda. Dia mengajak Edgar untuk berkeliling di Little Seoul sambil mencicipi beberapa jajanan dan juga makanan khas Korea.


"Daebak, Masissoyo!" Ucap Aninda saat memakan ramyeon atau ramen yang sering dilihatnya saat nonton drama Korea.


"Guys, guys… Ramen ini benaran enak banget loh. Cinca masissoyo. Mmhh…" Bicara pada penggemarnya.


Sedangkan Edgar yang baru pertama kali juga mencicipi ramen, malah ketagihan. Dia makan begitu lahap.


"Masisso?" Tanya Aninda.


Edgar tidak mengerti apa yang dikatakan Aninda. Tapi, dia mengangguk dan meneruskan menyantap ramen itu dengan ekspresi kebahagiaan diwajahnya.


Tio, Ale dan James juga menyukai rasa ramen. Tapi, mereka tidak seperti Edgar yang sangat menyukai ramen. Mereka hanya sekedar suka saja, biasa seperti saat menyukai makanan lainnya. Namun, berbeda dengan Efran yang sama sekali tidak suka dengan ramen. Bahkan saat baru mencium baunya saja dia sudah merasa mual, sehingga dia hanya memesan teh tawar tradisional Korea. Dan rupanya, dia menyukai rasa dari teh tersebut.


Mereka tidak hanya memakan ramen, tapi mereka juga mencicipi Teokbokki dan berbagai makanan khas Korea lainnya. Hingga berakhir memesan ice cream kacang untuk pencuci mulut.


Dari semua makanan yang mereka cicipi, hanya teokbokki yang disukai Efran. Dia bahkan sampai menanyakan resepnya dan cara membuatnya pada pemilik kedai.


"Cool boy, you like teokbokki?" Tanya Aninda pada Efran yang diberinya gelar cool boy.

__ADS_1


"Yes, I like teokbokki because teokbokki so… yummy." Jawabnya sambil tersenyum.


"Teokbokki so yummy guys. Jadi kalau kalian ingin liburan dan kalian penasaran ingin mencicipi makanan Korea, maka datang ke Little Seoul adalah solusi terbaik." Jelas Aninda pada fans nya.


Setelah puas berburu makanan. Mereka pun akhirnya ngonten untuk mendapatkan berbagai pemandangan yang indah di little Seoul. Pada saat Tio, Ale, Efran dan Ale sedang ngonten juga ngevlog, Aninda dan Edgar duduk santai di kursi taman yang ada di little Seoul.


Mereka saling memperlihatkan foto foto hasil jepretan tangan mereka sendiri selama berkeliling di Little Seoul.


"Ini bagus. Good." Ucap Aninda.


"Good?" Tanya Edgar yang dibalas anggukan oleh Aninda.


Dan mereka terus mengobrol banyak hal tentang diri mereka masing masing. Aninda terkadang bicara menggunakan bahasanya sendiri di capur dengan bahasa inggrisnya yang terbatas. Begitu pula denga Edgar, dia juga bicara dengan bahasanya senidiri, dan saat ucapannya tidak bisa dimengerti oleh Aninda, maka dia akan meminta bantuan google terjemah.


"Aninda, ikutlah denganku ke Filipina!"


"Iya. Tapi belum bisa untuk saat ini." Jawab Aninda.


"Kenapa? Apa kamu masih belum mencintaiku?" Tanya Edgar penasaran.


"Aku juga merasakan hal sama. Mahal kita, Ed." Jawab Aninda jujur.


"Benarkah?"

__ADS_1


Aninda mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari Edgar. Hal itu membuat Edgar merasa sangat senang. Sangking senangnya, Edgar hampir saja mencium pipi Aninda. Tapi, sebelum terjadi, Aninda sudah lebih dulu menjauhkan wajahnya dari Edgar.


"No kiss." Ucap Aninda mengingatkan.


"Sorry." Edgar menyesal karena hampir mencium pipi Aninda.


Aninda mengangguk sambil tersenyum. Lalu, dia pun merebahkan kepalanya di bahu Edgar. Dan Edgar merangkul tubuh Aninda dan mencium puncak kepala Aninda yang tertutup jilbab.


Aninda bisa memaklumi ciuman itu. Tapi, tidak dengan ciuman di pipi ataupun bibir. Karena Aninda ingin menjaganya untuk lelaki yang pada akhirnya akan menjadi suaminya.


"Aku ingin menikahimu, Aninda." Bisik Edgar.


"Agama kita berbeda, Ed. Jika kita ingin menikah, maka salah satu dari kita harus rela berkorban untuk pindah agama. Dan aku tidak akan pernah bisa melepaskan agamaku." Jelas Aninda menggunakan google terjemah.


"Aku yang akan belajar agamamu. Aku akan berusaha untuk memahami Islam. Tunggulah aku, sampai aku benar benar pantas untuk berada disampingmu." Jawab Edgar.


"No, Ed. Jangan memaksakan diri untuk memahami Islam jika hanya karena aku. Aku tidak ingin ada penyesalan dikemudian hari." Aninda menegaskan.


Mendengar ucapan Aninda, membuat Edgar merasa tersentuh dan bisa memahami kekhawatiran Aninda. Karena, Edgar pun sebenarnya memang berat untuk melepas keyakinan yang selama ini selalu dipegangnya erat hanya karena keinginan untuk bisa hidup bersama Aninda. Tapi, melepas Aninda begitu saja, terasa sangat menyakitkan.


Moment Aninda duduk dengan menyenderkan kepala dibahu Edgar dengan tangan Edgar merangkul bahunya, diabadikan oleh James dalam jepretan kameranya.


"Semoga Tuhan memberkati kalian berdua." Ucap James mendoakan setelah mengambil foto Aninda dan Edgar.

__ADS_1


James adalah salah satu dari ribuan manusia yang menginginkan Edgar dan Aninda berjodoh. Meski, James tahu mereka berdua sedang dilema antara cinta dan agama.


"Kalian sangat cocok saat bersama." Gumam James sambil tersenyum melihat hasil jepretannya.


__ADS_2