Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 11


__ADS_3

Usai sholat Isa, Aninda kembali duduk dikursi kebesarannya itu. Dia mulai fokus, untuk melawan pakcik asal Malaysia. Pakcik Malaysia ini sudah sangat sering menang dalam pertandingan PK Internasional. Sementara Aninda baru pemula.


"Assalamualaikum, dek Aninda." Ucap Pakcik Malaysia dengan ramah.


"Waalaikumsalam, pakcik." Sapa Aninda malu malu.


"Eeh malu malu pulak dek Aninda ni. Tambah comel. Suka pulak pakcik tengok." Goda pakcik bercanda.


Aninda hanya tersenyum menanggapi candaan pakcik. Aninda takut salah bicara yang akan menyebabkan dirinya diserang haters lagi. Jadi, Aninda memilih senyum senyum saja.


"Malam ni saye akan cuba yang terbaik. Dek Aninda juga cuba yang terbaik. Sesiapa pun yang menang, kita tetap saudara. Salam damai dari pada Malaysia." Ucap Pakcik Malaysia.


"Siap pakcik. Salam damai juga dari Indonesia." Balas Aninda.


Pertandinganpun dimulai. Pakcik sibuk meminta penontonnya mendukung dengan terus tekan tekan layar. Sementara Aninda, hanya diam melihat pointnya berjalan dengan sangat cepat. Banyak yang mendukungnya malam ini.


Penonton sepertinya ingin Aninda menang. Mereka memberikan banyak mawar untuk Aninda. Kemudian, tibalah kereta api pertama dari Tio. Lalu disusul oleh pulau dari Lingling dan Mobil dari Hyun Jie.


"Terimakasih mas Tio." Memberikan ciuman untuk Tio.


"Siek Siek, Lingling. Woaini. Mmuaachh." Ucap Anind senang.


"Oppa, saranghae. Gomawoyo oppa. Saranghae." Heboh sendiri mengucapkan terimakasih pada Oppa koreanya.


"Guys, oppa korea baik banget dah. Udah ganteng, baik lagi. Aaaa saranghae oppa." Aninda bertingkah menggemaskan dan lucu. Sehingga membuat pakcik Malaysia kehilangan fokusnya.


"Ayo teman teman. Kita cuba. Kesempatan untuk menang sudah sangat dekat. Terus tekan layar laju laju, tekan laju laju." Teriak Pakcik yang kembali Fokus.


Lalu, yang ditunggu tunggu datang lagi. Richman memberikan pesawat, kapal, kerera api, elang dan Singa.


"Weh, ape tu? Ape tu, banyak betul!" Teriaknya kaget melihat Aninda mendapat banyak saweran dari Richman.


"Daebak, luar biasa!" Ucapnya kaget.


"Thankyou Richman. Gue udah bilang kagak usah nyawer sebanyak itu, kenapa lu nyawer. Banyak banget lagi. Hhiiikkkss." Bukannya senang Aninda malah menangis.


Dia menangis seperti bayi yang sedang minta dibelikan jajan. Bibirnya meleber kebawah matanya menyipit dengan alis yang hampir menyatu.


"Dek Aninda top 1. Keren sangat... Selamat ye." Ucap pakcik Malaysia yang masih merasa tidak percaya, Aninda yang masih pemula ternyata punya jagoan yang Richman betulan.

__ADS_1


"Pakcik juga hebat. Terimakaseh karena selalu support saye. Salam damai dari Indonesia. Terimakaseh, pak cik." Ucapnya masih dalam keadaan menangis.


"Baek, Ok! Jangan nangis Aninda. Kamu juaranya. Assalamualaikum." Pakcik pamit setelah mengacungkan dua jempol untuk Aninda.


"Waalaikumsalam. Bye bye pakcik." Menghapus air matanya.


Pertandingan dimenangkan lagi oleh Aninda yang sama sekali tidak merasa senang. Dia malah merasa terbebani.


"Jujur guys. Gue takut loh. Takutnya gini, richman ini ternyata adalah seseorang dari masa lalu gue, dan gue udah kagak sudi kenal sama dia. Jadi, untuk kembali berteman sama gue, dia sengaja memberikan banyak bantuan seperi ini. Cewekkan biasanya susah lepas dari cowok yang banyak berbudi pada mereka. Itu ketakutan terbesar gue, guys." Celoteh Aninda dengan masih terisak.


#Tidak usah takut dek. Richman itu benaran dari Filipina. Akun aslinya Edgar Rich People. Dia punya banyak followers dan juga sangat sangat terkenal di Filipina. Dia benaran richman dek.#


Aninda menghapus lagi air matanya saat membaca komentar tersebut. Tapi, sepertinya Aninda masih belum yakin Richman itu adalah si Edgar tiktoker Filipina, seperti yang mereka katakan. Menurutnya sangat mustahil seorang tiktoker sukses menyumbang hadiah yang banyak disetiap pertandingan PK Internasionalnya.


"Oke, dia dari Filipina dan real rich man. Terus, apa hubungannya sama gue. Kenapa dia malah nyawer sebanyak itu?" Rutuk Aninda yang merasa bingung.


#Dia penggemar adek sepertinya. Adek kan cantik dan lucu. Imut dan manja. Jadi punya banyak penggemar.#


"Kalau memang si Edgar itu yang kalian bilang adalah Richman, terus dia ngefans sama gue, lah kenapa dia tidak Follow akun gue? Ayo, tebak kenapa coba?" Aninda mengajak penggemarnya main teka teki.


"Kenapa dia harus menggunakan akun samaran? Harusnya, dia follow gue dengan akun aslinya. Gitu harusnya."


"Lah apa hubungannya sama gue. Mau dia baik kek, humble kek, sambal kek atau apapun itu, apa pentingnya bagi gue! Gue siapalah, hanya butiran debu jalanan." Celoteh Aninda.


Sejenak dia mengatur napas mengelap ingus dihidungnya yang terasa akan tumpah gara gara menangis.


"Tapi, mungkin juga sih dia ngefans sama gue. Haahaaii." Aninda malah kegirangan dan malu malu sendiri.


Mengingat ternyata penggemarnya bahkan ada yang dari luar Negeri, seorang tiktoker tampan lagi. Dia pun berhenti menangis dan terus tertawa, sehingga membuat penontonpun ikut tertawa.


Seperti itulah Aninda. Dia sangat susah untuk serius dalam waktu yang lama. Meski mencoba untuk serius, ujung ujungnya dia akan tertawa dan melakukan hal hal konyol. Seperti saat ini, dia memutar musik dangdut dengan volume tang kencang, lalu mulai berjoget joget nggak jelas.


"Assyyiiikkkk, semua tangannya diatas..." Mencontohkan.


Aninda sudah melupakan tangisannya barusan. Kini dia bergoyang tidak karuan. "Yang penting kepala manggut manggut guys. Yeaahhh... Asyyiiikkk." Teriaknya.


Penonton tertawa melihat kekonyolan Aninda. Mereka memenuhi kolom komentar Aninda dengan berbagai emot, seperti:


😄😄😄

__ADS_1


💃💃💃


🙊🙊🙊


🙈🙈🙈


👏👏👏


#Kalau Aninda bergoyang. Itu tandanya, kita akan ikut bergoyang teman teman.#


#Jangan kasih kendor...#


#Assyiiikkk, sampai pagi Aninda.#


Membaca komentar komentar itu membuat Aninda tertawa dan semakin bersemangat untuk terus berjoget.


#Stop Aninda. 😡#


Komentar itu membuat Aninda berhenti berjoget dan langsung mendekati kamera. Dia memeriksa lagi komentar itu yang benaran dari Richman.


#Dek itu Richman komen.#


Penonton heboh sendiri. .


#Go sleep Aninda. 😴😴#


"Wah benaran richman yang nyawer itu loh guys. Dia nyuruh gue tidur." Ucap Aninda.


Matanya melotot menatap kolom komentar. Dia merasa tidak percaya mendapat perintah seperti itu dari orang yang bahkan belum dikenalnya sama sekali.


"Elu Richman! Jangan mentang mentang nyawer banyak, sok sok merintah gue, hhmm." Ujar Aninda dengan wajah sinis.


"Siapa elu merintah merintah gue." Dia membuat garis dilehernya menggunakan jari telunjuk seakan sedang menggorok leher.


Rupanya Aninda memberi peringatan pada Richman untuk berhenti memberi perintah. Dia yakin richman akan paham maksudnya.


"Jangan berani memerintah gue, hanya karena elu memberi banyak, yee. Ingat itu." Dia menegaskan.


Sayangnya, Richman di Filipina sana hanya tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Aninda. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud Aninda. Dia bahkan tidak tahu, kalau ternyata Aninda bicara padanya.

__ADS_1


"So cute. Berhentilah membuatku tertawa, gadis kecil." Ucapnya sambil menatap layar komputernya yang memperlihatkan wajah Aninda dan semua tingkah konyolnya.


__ADS_2