Ketika Aninda Jatuh Cinta

Ketika Aninda Jatuh Cinta
Episode 20


__ADS_3

Sejak malam itu, Edgar jadi sering mengirim DM pada Aninda. Bukan hal penting yang di tanyakan Edgar. Hanya pertanyaan seputar keseharian Aninda. Dia benar benar ingin mengenal Aninda lebih dan lebih lagi setiap harinya.


Hari ini mereka live bareng lagi. Aninda tidak keberatan, dia hanya merasa senang karena punya teman asing yang membuat Aninda jadi lebih banyak mendapat ilmu. Seperti, bisa belajar bahasa Filipina, belajar bahasa inggris juga dan jadi punyak banyak followers asing juga, terutama dari Filipina.


"Tio your boyfriend?" Tanya Edgar.


Awalnya Aninda tersenyum dan hampir menjawab tidak. Tapi, kemudian ide jail muncul di kepalanya.


"Yes, Tio my boyfriend." Jawab Aninda sambil menahan tawa.


Edgar terdiam, ekspresi diwajahnya tampak berubah menjadi sedih. Tapi, dia masih tetap mengangguk paham.


"You love Tio?"


"Yes, I love Tio so much." Jawabnya sambil mengangguk yakin.


Edgar tersenyum getir. Aninda melihat itu, tapi dia biasa saja. Karena menurutnya itu hal yang biasa dilakukan laki laki saat menggoda wanita. Aninda masih belum melihat ketulusan Edgar yang berbeda dari cowok cowok buaya darat lainnya.


Berbeda dengan Aninda. Penonton malah merasa kasihan pada Edgar. Mereka dapat melihat ketulusan dimata Edgar. Sehingga mereka meminta Aninda untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Guys, kalian kenapa sih. Kok pada baper. Gue udah berkali kali bilang sama kalian, kalau saat gue live bareng partner, apa yang kita omongin saat live, semua itu hanya settingan. Nah si Ed itu sedang mendalami perannya." Dia menjelaskan pada semua penonton agar tidak terbawa suasana.


"Tio not angry with you?" Tanya Edgar.


Dia menggunakan bahasa inggris seingatnya saja. Karena dia tidak bisa berbahasa inggris dengan baik.


"No. He knows about we. I said to Tio, we just friend." Jawabnya dengan bahasa inggrisnya yang juga belepotan.


"Walah guys, jangan di hujat yak. Bahasa inggris gue mah gitu, yang penting ngertilah ya maksudnya." Bisik Aninda pada Penonton. Lalu dia ketawa cekikikan sendiri.


Sedangkan Edgar, hanya mengangguk saja. "We just friend." Ulangnya untuk sekedar meyakinkan dirinya sendiri.


"Yes. We just friend." Jawab Aninda yakin.


"Ok. I know, we just fried. But I love you Aninda. Mahal kita." Ucap Edgar menatap Aninda dengan tatapan penuh ketulusan.


Aninda yang sok sok berani menatap mata Edgar, malah kalah sendiri. Dia merasa ada yang lain dari tatapan Edgar. Tatapan itu berbeda dari tatapan cowok yang biasa mengubar janji manis padanya.


"Guys tatapannya mematikan. Hampir gugur jantung gue." Bisik Aninda yang mulai salting dengan ekspresi wajah yang sangat menggemaskan.


"Aninda, do you love me?" Tanya Edgar.


"No. I love Tio." Tegas Aninda dengan wajah serius.


"No, Tio not your boyfriend. I know, my fans say." Ucapnya menatap agak marah pada Aninda yang membohonginya.


Yang ditatap, bukannya takut malah ketawa tekitiwi kesenangan.


"Aninda pembohong." Ucapnya dalam bahasa Filipina dan tidak dimengerti oleh Aninda.

__ADS_1


"Apa? What?" Tanya Aninda penasaran dengan arti ucapan Edgar.


"Aninda pembohong. Kamu sangat buruk." Ulangnya masih dengan bahasa Filipina.


Mata Aninda melotot dan alisnya bahkan hampir menyatu. Dia menatap kolom komentar, berharap ada seseorang yang menerjemahkan ucapan Edgar untuknya.


"Guys, tolong dong yang ngerti ucapan Ed. Kirim artinya yak!" Aninda memohon.


"Kamu sangat buruk." Ulang Edgar lagi dengan wajah yang sedikit lebih tenang dari sebelumnya.


"What the meaning?" Tanya Aninda berharap dijawab oleh Edgar.


"Kamu pembohong." Ulangnya lagi.


"Serah lu dah. Gue kagak tau artinya juga." Ucap Aninda agak kesal.


"Elu ngomong apa juga terserah. Weekk..." Dia menjulurkan lidahnya dengan ekspresi wajah jutek.


Edgar tersenyum melihat Aninda kesal. Sehingga dia mengambil Hp dan berencana menerjemahkan ucapannya. Tapi, sebelum itu terjadi kamera Aninda dimatikan.


"Kok mati. Anida benaran marah ya!" Ucapnya bingung.


"Guys, Sorry. Aku mau cari tahu dulu, kenapa Aninda tiba tiba mengakhiri livenya. Bye bye."


Edgar pun mengakhiri livenya. Dia masuk ke akun Instagram dan mengirimkan Dm pada Aninda. Tapi tidak ada respon sama sekali. Edgar benar benar bingung dan khawatir karena tidak bisa menghubungi Aninda.


...🍁🍁🍁...


"Perasaan battrenya full deh. Kok bisa tiba tiba kosong. Kan live nya juga baru setengah jam." Rutuknya.


Diraihnya Hp yang satunya. Aninda pun mengaktifkan data Internetnya dan masuk ke akun intsagramnya.


"Wah, banyak amat DM yang masuk." Ucapnya.


Rupanya DM itu di kirim Edgar. Sangking bayaknya itu DM, Aninda jadi malas membacanya. Dia langsung membalas saja DM Edgar.


Aninda: *Ed, sorry! My phone lowbatt.*


Edgar: *Are you ok? Aku sangat khawatir. 😔*


Aninda: *Aninda, ok. 😄*


Edgar: *Aku pikir Aninda marah. 😟*


Aninda senyum senyum membaca DM dari Edgar. Dia tidak tahu, Edgar bisa sekhawatir itu padanya sehingga mengirim banyak sekali pesan.


Aninda: *Edgar bo doh. 😜*


(Edgar bobo)

__ADS_1


Edgar: *Aninda sinungaling.😤*


(Aninda pembohong.)


Membaca pesan itu yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, membuat Aninda tertawa terbahak bahak.


"Jadi dia ngatain aku pembohong." Ucapnya merasa lucu.


Edgar: *Aninda, napakasama mo.😡😡*


(Aninda, kamu sangat buruk)


Aninda: *😆😅😂😎*


Aninda: *Edgar bobo. 😝*


Edgar: *😏😏😤😡*


Baik Aninda maupun Edgar senyum senyum sendiri membaca pesan mereka.


Edgar: *Aku senang, kamu baik baik saja.*


Edgar: *Aku sangat takut kamu marah. 😟*


Edgar: *Jangan menghilang tiba tiba.


Aku takut kehilangan kamu.*


Gleegg...


Membaca itu membuat Aninda terharu. Entah mengapa hatinya melemah saat bersama Edgar. Dia jadi lebih mudah terharu dan baper dengan rayuan manis Edgar.


Aninda: *😝😝*


Setelah mengirimkan itu, Aninda pun mengakhiri pembicaraan melalui DM itu. Kini dia melangkah menuju dapur dan meninggalkan Hp di ruang studionya.


"Ma, sepertinya aku suka sama Edgar." Monolognya.


Aninda menuang air kedalam gelas, lalu mereguknya hingga habis satu gelas penuh.


"Aku kagak mau jatuh cinta. Aku takut kehilangan lagi disaat aku sedang cinta cintanya." Teriaknya sambil mengusak kepalanya yang terbungkus jilbab.


Sehingga jilbabnya menjadi berantakan. Wajahnya juga berantakan. Dia bingung dengan hatinya yang mulai terjerat oleh semua rayuan manis Edgar si manusia asing itu.


Bukan hanya Aninda yang galau. Edgar pun juga merasakan hal sama. Dia menyadari betapa sangat takutnya kehilangan Aninda.


"Apa yang harus aku lakukan, Aninda. Bagaimana caranya meyakinkan kamu, bahwa aku benar benar mencintaimu. Aku benar benar takut kehilanganmu." Celoteh Edar sendirian sambil menatap foto Aninda yang dijadikan wallpaper layar laptopnya.


"Perlahan... Ya, aku akan menyakinkan Aninda secara perlahan. Aku akan memperjuangkan Aninda dengan perlahan tapi pasti." Sambungnya.

__ADS_1


Edgar yakin, dengan kesungguhan dan ketulusan cintanya pada Aninda, akan membuat Aninda luluh perlahan lahan dan akan benar benar menjadi miliknya. Dan untuk sesaat Edgar mengesampingkan dulu tentang Liezel yang mungkin bisa saja menjadi masalah untuk hubungannya dengan Aninda dikemudian hari.


__ADS_2