
Akhirnya mereka tiba di Bandung. Mereka langsung membooking empat kamar untuk dua malam saja. Satu kamar untuk Aninda, satu kamar untuk Tio dan Edgar dan satu kamar Efran dan Ale. Sementara James membooking satu kamar juga untuk dirinya sendiri.
Sebagai seorang kameramen sekaligus editor, James memilih untuk memiliki kamar sendiri, karena dia akan tetap bekerja sepeti biasa. Seperti, setelah merekam sesuatu tentang Edgar, dia harus langsung mengedit dan menguploadnya baik itu di akun youtube Edgar ataupun di akun tiktoknya. Karena itulah tugas yang harus dilakukannya.
Perjalanan ini adalah untuk bekerja yang berkedok liburan tahun baru. Karena itulah, James juga membawa semua peralatan untuk syuting. Dia juga membawa drone kecil kesayangan yang dibelikan oleh Edgar untuk melengkapi peralatan James saat mengambil gambar.
Saat ini James sudah berada di kamarnya sendiri, dia sudah selesai mandi dan juga siap menemui yang lain dan siap untuk mencari makan malam di diluar.
Tidak berbeda dengan James, Efran, Ale, Tio dan Edgar juga sudah siap. Mereka hanya tinggal menunggu Aninda yang baru saja selesai sholat isa. Saat ini Aninda sedang memoles pipinya dengan sedikit bedak dan bibirnya diberi pelembab saja. Lalu, dia merapikan jilbabnya.
"Guys, gue sudah siap. Sekarang, saatnya untuk makan malam. Kita akan makan malam diluar. Rencananya mau mengenalkan Ed dengan makanan Indonesia." Celoteh Aninda berbicara dengan Fans.
Usai sholat tadi, Aninda langsung live di tiktok. Dia akan memperlihatkan Edgar, Efran dan Ale pada fans yang sejak tadi menanyakan tentang mereka. Karena, yang sangat viral di dunia pertiktokan saat ini adalah saat Edgar dan Aninda bertemu untuk pertama kalinya di bandara tadi siang.
Aninda dan Edgar tahu tentang itu. Karena memang, mereka viral bukan hanya di satu Negara saja, melainkan dua Negara sekaligus. Mereka bahkan sudah memiliki fans yang sangat menyukai mereka dan mendoakan agar mereka benar benar bersama bukan hanya sekedar sahabat, atau partner kerja saja, melainkan sebagai pasangan yang nyata.
"Ini gue mau manggil mas Tio dan Ed dulu, guys."
__ADS_1
Aninda mulai berjalan keluar dari kamarnya. Dia melangkah sendirian di koridor untuk menuju kamar Tio dan Edgar yang berjarak tiga kamar dari kamarnya. Sedangkan kamar James, Ale dan Efran ada di lantai bawah.
Tok… tok…
"Mas, aku udah siap!" Seru Aninda dari luar kamar.
Edgar dan Tio yang mendengar suara Aninda pun langsung membuka pintu.
"Aninda." Sapa Edgar yang langsung menggenggam tangan Aninda, lalu mereka mulai melangkah.
"Aku jadi obat nyamuk guys. Tapi, aku sangat senang." Tio mengatakan pada Fans. Dia juga sedang siaran live dan sesekali merekam betapa mesranya Aninda dan Edgar yang berada di depannya.
"Guys, Edgar tu baik banget. Aku kan satu kamar sama dia, dia sangat sopan dan sangat menghargai perbedaan." Tio memuji kebaikan Edgar.
"Tadi kan, aku sholat. Dia lagi telponan sama mamanya. Nah, waktu aku masih wudu, mereka ngobrolnya asik banget gitu. Tapi, pas aku mau sholat, dia langsung berbisik pada mamanya, aku nggak tahu dia ngomong apa, tapi saat aku udah takbir dia langsung mengakhiri perbincangannya dengan mamanya. Jadi, saat sholat aku merasa terharu dan langsung bersoa saja gitu, supaya Edgar terus menjadi manusia yang baik seperti itu." Tuturnya bercerita.
Aninda yang ternyata mendengar penuturan Tio tentang Edgar pun menoleh pada Tio.
__ADS_1
"Ed, you are good people." Ucap Aninda sambil memberikan jempol untuk Edgar.
"No. Ed not good. Aninda, Tio good." Balasnya yang juga memperlihatkan jempol pada Aninda dan Tio.
"Jadi, mas Tio cerita, katanya Ed sangat baik dan pengertian. Nah, mas Tio merasa terharu, gitu loh guys." Ulang Aninda menuturkan pada Fans nya.
Edgar menatap Aninda, dia seperti bertanya apa yang Aninda bicarakan pada fansnya.
"Tio talk to his fans, Ed good. Ok!" Aninda menjelaskan dan mengajak Ed mengangguk.
"Ok." Ed mengangguk dan tersenyum pada Aninda. "Tio good." Sambungnya sambil menoleh pada Tio yang berjalan di belakang mereka.
Jangan lupa
LIKE DAN KOMEN
OK teman teman. 😄👌
__ADS_1