
Setelah hubungannya dengan Aninda benar benar berakhir, Edgar menjadi lelaki gila kerja. Dia mengambil semua pekerjaan yang ditawarkan padanya tanpa memperdulikan bayaran yang akan diterimanya.
"Ed, kerjaan ini sangat melelahkan. Lagi pula upahnya tidak sebanding." Ucap Ale yang tidak setuju dengan keputusan Edgar menerima tawaran pekerjaan dengan jumlah harga yang sangat minim.
"I dont care." Jawab Edgar.
"Ada apa Ed? Kenapa kamu jadi gila kerja seperti ini. Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Aninda?" Tanya Ale curiga.
"Ya. Kami memutuskan untuk berpisah dan menjalani kehidupan masing masing." Jawab Edgar santai.
Dia terlihat santai dan biasa saja. Itu mungkin yang dilihat oleh orang orang. Tapi, Ale bisa melihat dengan jelas, bahwa luka Edgar kali ini jauh lebih dalam dari pada lukanya saat ditinggalkan istrinya waktu itu.
Orang orang hanya melihat Edgar terlihat lebih bahagia setelah putus dengan Aninda. Begitu juga sebaliknya, orang orang melihat Aninda terlihat lebih bahagia setelah berakhir dengan Edgar.
Awalnya berita putus Aninda dan Edgar membuat fara Fans berselisih paham. Mereka saling menyalahkan dan menjelekkan satu sama lain. Bahkan fans Edgar banyak yang mencaci dan menghina Ainda. Begitu juga dengan Fans Aninda yang menyalahkan dan mencaci Edgar. Tapi, setelah mereka melihat Aninda dan Edgar baik baik saja, mereka pun nerhenti saling mencaci dan memilih mendukung idola mereka masing masing.
Satu tahun berlalu, Edgar sudah benar benar menjadi bintang Asia. Dia bahkan mendapat tawaran bermain Film dan juga drama di Negara asalnya.
"Ed, tidak bisakah cuti kerja beberapa hari saja. Sehari lagi Liezel ulang tahun yang ke delepan dan dia ingin merayakan bersama Papanya."
Reyna memohon agar Edgar mengambil cuti kerja.
"Kasihan Liezel, Ed. Dia merindukan kamu. Bahkan dia lebih sering menangis saat teringat kamu tidak ada di hari hari penting untuknya." Celoteh Reyna.
__ADS_1
"Aku tahu, pekerjaan sangat penting. Ed kerja juga untuk Liezel. Tapi, Liezel tidak butuh semua itu Ed. Saat ini dia butuh Ed. Dia mau Ed ada di sampingnya."
Edgar hanya terus diam. Ya, beginilah Edgar setelah kehilangan Aninda. Dia bahkan menjadi jauh dari Liezel. Dia menjadi sangat sibuk dan bahkan berpura pura tidak merindukan Liezel. Padahal, dia sangat merindukan putrinya dan ingin memeluknya. Tapi, Edgar terlalu malu dan takut untuk menemui Liezel. Dia takut Liezel akan menanyakan Aninda padanya, dan Edgar tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu.
"Ed, jawab? Bisakah Ed cuti?" Tanya Reyna.
Edgar masih tidak menjawab, dia terlihat sibuk menatap layar handphonenya.
"Apakah Aninda sepenting itu, sampai sampai Ed terluka seperti ini dan melupakan Liezel!" Teriak Reyna pada akhirnya.
Dan hal itu membuat Edgar menatap pada Reyna. Tatapan Edgar terlihat asing. Tatapan itu sangat sendu dan menyimpan luka yang teramat dalam.
"Ed takut, Ed malu untuk menemui Liezel." Ucapnya pada akhirnya.
"Apa Liezel tidak pernah menanyakan Aninda?" Tanya Edgar.
"Untuk apa Liezel menanyakan Gadis jahat itu." Ucap Reyna kesal.
"Kenapa Reyna menyebut Aninda jahat?" Kini giliran Edgar yang tidak mengerti.
"Sudahlah Ed, lupakah gadis itu. Dia hanya memanfaatkan Ed demi ketenarannya saja." Jawab Reyna.
Jawaban itu membuat Edgar melangkah mendekati adiknya.
__ADS_1
"Kenapa Reyna mengatakan seperti itu? Siapa yang mengatakan Aninda seperti itu?" Tanya Edgar.
"Semua orang. Dan hari itu aku mencoba menghubungi Aninda dan menanyakan semua kebenaran omongan orang orang. Tapi, Aninda tidak menjawabnya sama sekali, dan aku rasa itu adalah kebenarannya."
"Kenapa itu kebenarannya?"
"Karena, Jika memang Aninda tidak seperti itu dia pasti akan menjawab panggilanku dan dia akan bicara padaku." Jelas Reyna.
Mendengar itu, Edgar terduduk lemah. Dia mengusak wajahnya dan menghela napas dalam.
"Bukan itu masalahnya. Ed yang melepaskan Aninda. Ed yang pengecut." Ucapnya merasa bersalah dan menyesal.
Reyna terdiam. Dia melihat raut wajah Edgar yang tampak sangat terluka.
"Ed tidak bisa memiliki Aninda. Ed hanya lelaki pengecut yang berani mencintai Aninda dan merayunya agar mencintai Ed, lalu setelah saling mencintai, Ed hanya ingin terus berpacaran tanpa berani menikahinya. Aninda wanita istimewa, Aninda wanita yang sangat baik, dan Ed hanya akan menghancurkannya jika saja Ed tidak melepasnya."
Mendengar penjelasan itu, Reyna ikut duduk di lantai bersama Edgar.
"Aku mengatakan kata kata kasar pada Aninda. Aku mengatakan dia wanita yang tidak tahu terimakasih, aku mengatakan banyak hal buruk pada Aninda." Ucap Reyna.
Dia yakin Aninda membaca semua sumpah serapahnya saat itu. Dan ya, Aninda membacanya dan menangis saat itu. Aninda sengaja hanya membaca dan tidak membalas atau menjelaskan apapun, karena baginya, dengan begitu dia akan lebih mudah untuk melupakan Edgar dan semua keluarga Edgar yang memperlakukannya dengan sangat baik.
"Maafkan Reyna, Ed. Reyna bertindak sendiri tanpa menanyakan hal itu pada Ed." Ucap Reyna menyesal.
__ADS_1
Edgar memeluk Reyna. Dia mencoba menenangkan Reyna dan akhirnya air matanya tumpah untuk pertama kali setelah kehilangan Aninda.