
Kring... Kring... Bunyi jam beker ku
Aku pun segera bangun dan mandi
Selesai mandi aku merapikan tempat tidur ( biasa anak rajin hehehe )
Aku kaget saat melihat jam menunjukkan pukul 06.50
" Siall, aku bisa terlambat kalo ngga segera berangkat " kata ku sambil bergegas mengambil tas
Aku pun lari sampe ke tempat kerja karena ngga bakal keburu kalo nunggu ojek.
Lagian tempat kerja nya juga ngga terlalu jauh
Setelah lari - larian, akhirnya aku sampe di tempat kerja.
" Huhh akhirnya sampai juga " kata ku dengan nafas terengah - engah.
Saat aku ingin masuk ada seseorang yang memanggil ku.
" Fika " kata nya dengan nada marah.
" Eh bos, a..a..ada apa bos ?" tanya ku gagap.
" Ada apa ada apa, udah jam berapa sekarang ?" kata nya tambah marah dengan mata melotot.
Saat aku liat jam tangan ku, aku kaget banget karena ternyata udah jam 07.10.
" Whatt udah jam segini? " kata ku kaget.
" Kamu akan lembur malam ini sebagai hukuman karena telat "
" Whatt? Lembur? Haduhh sial banget aku hari ini " kata ku dalam hati.
" Denger gk? " tanya nya kesal.
" De...de...denger bos " kata ku terbata - bata
Bos itu pun akhirnya meninggalkan ku.
" Hahhh coba aja tadi ngga telat, pasti aku ngga bakal lembur kek gini " kata ku mengeluh.
" Lu kenapa? Kok kek lesu gitu ? " Tanya seseorang yang tiba - tiba udah ada dibelakang ku.
" Ehh Vino ngagetin gw aja lu " kata ku kaget.
" Lagian lu diem dari tadi dan juga muka lu kek lesu gitu, kenapa sih? Ada masalah? Cerita coba sama gw "
" Hehehe gw cuma lagi mikir aja, hari ini kek nya gw sial banget dahh "
" Hahh? Hahaha ohh gara - gara lu kena hukuman sama bos "
" Lohh lu kok ketawa sih? Emang ada yang lucu ya?
" Yaa gk ada sihh, tapi lucu aja gitu. Cuma suruh lembur aja dibilang sial "
" Iyalah "
__ADS_1
" Belum tau aja lu "
" Belum tau apaan ?"
" Gw waktu itu dihukum sama bos suruh beresin gudang, trus pas gw lagi beresin gudang barang- barang nya pada jatoh dan nimpa badan gw trus badan gw pada kotor semua. Ehh tapi penderitaan gw belum selesai, pas gw di perjalanan pulang gw ngeliat anak kucing diatas pohon kan, nahh gw niatnya pengen bantuin tuh. Trus pas gw mau bantuin ntuh kucing ehh tiba - tiba kucingnya cakar gw yahh otomatis gw jatoh lah dari pohon udah gitu pas gw jatoh ngga sengaja megang kotoran sapi lagi" cerita nya panjang lebar.
" Hahahaha yaa ampun, kasian banget lu No "
" Yee malah di ketawain "
" Yaa maap, abis nya lucu sih cerita lu "
" Nahh makanya itu lu jangan nganggep kalo lu itu sial banget hari ini. Ini mahh belum seberapa "
" Iya iya "
" Dahh lanjutin sana kerja nya, jangan ngeluh mulu. Banyakin senyum " kata nya sambil mengelus lembut kepala ku.
" Ok lu juga lanjutin sana kerjaan nya "
Dia pun pergi melanjutkan kerjaan nya, begitu pun dengan aku.
Hari pun semakin larut dan di sini tinggal aku sendiri.
Yaa mau gimana lagi lahh aku lagi dihukum gara - gara telat.
Udah lah jangan ngeluh terus nanti rejeki nya ngga berkah.
Krekk... Bunyi pintu terbuka.
Note : aku bekerja di sebuah supermarket
" Ada yang bisa saya bantu ? " Kata ku ramah.
" Ahh aku butuh pertolongan mu " jawab nya lemah.
" Bantuan apa ? " Tanya ku bingung.
Belum sempet dia jawab tiba - tiba terdengar suara gaduh di luar dan pria itu pun tiba - tiba bersembunyi di balik rak yang terjajar makanan ringan.
" Kemana dia lari, cepet banget lari nya " kata salah satu seorang di luar.
" Akan gawat kalo kita kehilangan dia " jawab temen satu nya.
" Coba kita cari di supermarket ini ! Siapa tau dia bersembunyi di sini " kata seseorang lagi.
" Aduhh gimana nihh mereka pengen masuk ke supermarket ini " kata ku berbisik ke pria itu.
" Kalo dia nyariin pria ber jas bilang aja ngga pernah liat " kata nya berbisik juga.
Segerombol pria ber jas hitam itu pun masuk ke supermarket ini.
" Permisi mba kami mau nanya apakah mba pernah melihat orang ini ? " Kata seorang pria sambil menunjukkan sebuah foto.
" Lohh ini kan pria itu " kata ku dalam hati sambil melirik nya.
" Mba mba "
__ADS_1
" Hahh hahh iya? Oh saya ngga pernah liat orang ini "
" Oh gitu ya mba makasih ya, maaf menggangu waktu nya " kata pria itu dengan ramah.
" Oh iya gapapa mas "
Orang - orang itu pun meninggal kan supermarket.
" Padahal mereka kelihatan nya orang yang ramah, tapi kenapa pria itu sembunyi dari mereka ya? " tanya ku dalam hati.
Pria itu keluar dari tempat persembunyian nya.
" Terima kasih atas bantuan nya, ini untuk anda sebagai tanda terima kasih " kata pria itu sambil memberi ku sebuah cek.
" Ngga perlu " kata ku singkat.
" Ini buat mba aja "
" Gw bilang ngga perlu ya ngga perlu " kata ku kesal.
" Udah sana pergi, udah ngga ada mereka diluar " usir ku.
Tiba - tiba pria itu memojokan ku dan mendekatkan wajah nya ke wajah ku dan berkata.
" Kau akan menyesal menolak kebaikan ku gadis kecil " kata nya dengan senyum sinis.
Pria itu pun meninggalkan supermaket ini dan sial nya aku kasian melihat nya karena dia keliatan kesakitan karena terluka.
" Heii tunggu dulu " teriak ku.
Pria itu ngga denger kalo aku memanggilnya.
" Cakep cakep kok budeg sih, padahal mau aku bantuin. Yaudah lah kalo ngga denger " kata ku.
" Wahh udah jam pulang, akhirnya aku bisa pulang " kata ku senang.
Aku pun menutup supermarket nya dan saat aku ingin pulang aku melihat pria tadi tergeletak di depan pintu supermaket.
" Lahh ini kan cowo tadi, kenapa dia bisa ada di sini ? " Heran ku.
" Ahh udah lah biarin aja, ngapain juga aku urusin dia "
Saat aku mau pergi meninggalkan cowo itu tiba - tiba aja dia mengerang kesakitan.
" Enghhh " erang nya kesakitan.
" Heii kamu kenapa? Mana yang sakit ? Aduhh kenapa dia mengerang kesakitan kayak gini sih. Mau dibawa kerumah sakit ngga ada uang "
Tiba - tiba muncul ide di otak ku.
" Apa aku bawa aja ke rumah ku ya? Ehh apa yang kamu pikirin sihh. Ya kali kamu bawa
orang asing ke rumah "
" Tapii kalo dia kenapa - kenapa gimana " kata ku dengan panik.
" Udah lah bawa aja urusan lain mah gampang "
__ADS_1
Akhirnya aku memutuskan untuk membawa dia ke rumah ku.