Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Tunangan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Alex ketiduran.


Aku yang masih tidur tiba - tiba merasa tidak enak karena mimpi buruk.


" GK GK PERGI KALIAN. TOLONG LEPASIN AKU " teriak ku karena mimpi buruk.


Alex pun terbangun karena mendengar teriakan ku.


" Fika. Kamu kenapa? " tanya Alex sambil mengguncangkan tubuh ku.


" HIKS PERGI KALIAN. JANGAN SENTUH AKU. ALEX, KAKAK TOLONG AKU " teriak aku yang disertai tangisan.


" Sayang bangun " kata Alex.


Tiba - tiba aku bangun dan tanpa aku sadari aku sedang menangis.


" Alex, aku kenapa nangis? " tanya ku yang gk tau apa yang terjadi.


" Gpp kamu cuma mimpi buruk tadi makanya kamu nangis " kata Alex mencoba menenangkan ku.


" Mimpi buruk? " tanya ku terheran.


Aku pun mencoba mengingat apa yang aku mimpikan tadi dan aku pun berhasil mengingat apa yang aku mimpikan tadi. Tapi mimpi itu benar - benar menakutkan. Entah kenapa aku menangis lagi.


" Kenapa kamu nangis lagi? " tanya Alex heran.


" Alex aku takut, tadi aku mimpi ada orang jahat yang mau sentuh aku " tangis ku sambil memeluk Alex.


" Udah udah itu cuma mimpi aja kok. Kamu tenang aja aku ada di sini " kata Alex balik memeluk ku dan menenangakan ku.


" Tapi tadi kamu bilang aku harus jadi wanita kuat dan kamu mau pergi jauh " kata ku.


" Itu gk usah kamu pikirin lagi, aku cuma asal ngomong aja tadi. Kamu gk harus jadi wanita kuat, aku pasti bakal selalu jagain kamu. Udah ya jangan nangis lagi " kata Alex.


" Iya aku bakal berhenti nangis, tapi kamu janji ya gk bakal ninggalin aku " kata ku sambil menunjukkan jari kelingking.


" Iya aku janji tapi sekarang kamu harus tidur ya " kata Alex sambil melingkarkan jari kelingking nya ke jari kelingking ku.


" Kamu tetep di sini temenin sampe aku tidur ya " pinta ku ke Alex.


" Iya sayang. Dahh sekarang kamu tidur aku bakal di sini nemenin kamu " jawab Alex.


Aku pun tidur dengan sangat pulas. Entah kenapa ada Alex di sini yang nemenin aku tidur rasa nya semua ke khawatiran ku hilang semua.


Keesokan hari nya.


" Hoamm nyenyak banget aku semalem tidur nya, rasa nya kayak di jagain sama pangeran tampan " kata ku sambil berhalusinasi.

__ADS_1


" Iya lah kan pangeran tampan nya aku " jawab seseorang.


" Waaa Alex kenapa kamu bisa di kamar aku? " tanya ku yang sedikit terkejut.


" Bukan nya semalem kamu yang minta aku temenin kamu tidur " jawab Alex.


" Hahh sejak kapan aku minta kamu nemenin aku tidur? " kata ku bingung.


" Dasar, nyonya kamu belum tua kenapa pikun banget sihh " ledek nya.


" Apa? Nyonya? Siapa yang kamu panggil nyonya hah? " tanya ku dengan nada mengomel.


" Yaa kamu lah sayang, siapa lagi yang bisa jadi nyonya ku selain kamu " jawab nya.


" Huhh siapa juga yang mau jadi nyonya. Aku mau nya jadi nona, sayang ku " kata ku sambil meledek.


" Wah wah *sayangku*. Nona ku ini memang sangat menggoda ya " jawab nya meledek ku balik.


" U...u..udah lah aku mau mandi dulu "


" Hehehe baiklah nona ku yang cantik. Aku akan di sini setia menunggu mu "


" Me...me...mending kamu tunggu di ruang makan aja dehh nanti aku nyusul " suruh ku ke Alex.


" Iya deh iya aku nurut aja daripada nanti nona ku mati karena gugup " ledeknya sambil meninggalkan kamar.


" ALEX " teriak ku.


Satu bulan pun berlalu datanglah hari dimana aku dan Alex bertunangan.


Di ruang rias.


" Fika kamu udah siap belum? Para tamu udah berdatangan dan sekarang tinggal nungguin kamu doank " tanya kakak.


" Iya bentar lagi udah siap kok " jawab ku.


" Wah wah adik ku ini cantik banget ya dan sebentar lagi bakal jadi milik orang lain " kata kakak.


" Apa sih kak, kalo nanti aku udah nikah sama Alex aku bakal tetep jenguk kakak dan kakek di rumah kok " kata ku.


" Selamat ya sayang akhirnya kamu bisa nerima Alex dengan tulus tanpa terpaksa. Kakak berharap kamu bahagia terus sama Alex " doa kakak.


" Hmm makasih kak. Kakak cepetan cari istri donk, aku kan pengen ngerasain jalan - jalan bareng kakak ipar " ledek ku.


" KAMU YA " omel kakak.


" Tuan, para tamu sudah datang semua " ucap seorang pelayan.

__ADS_1


" Baiklah kami akan segera ke sana. Adik ku tersayang udah siap? " kata kakak .


" Udah, ayo kita ke aula " kata ku.


Aku dan kakak pun ke aula dimana acara pertunangan ku dilaksanankan.


Kakak mengantar ku ke hadapan Alex dan kakek.


" Baiklah selamat pagi para hadirin. Saya mengucapkan terima kasih karena sudah datang ke acara pertunangan cucu perempuan ku. Sekarang mari kita persilahkan kepada kedua pasangan ini untuk saling bertukaran cincin " kata kakek untuk membuka acara.


Aku dan Alex pun saling memakaikan cincin satu sama lain.


PROK...PROK...PROK.


Suara tepuk tangan dari para tamu.


" Saya sebagai kakak nya sangat bahagia atas moment ini karena akhirnya adik kesayanganku ini sudah bisa menemukan kebahagiaan nya sendiri " kata kakak.


" Aku sebagai calon pengantin wanita di sini ingin mengucapkan terima kasih kepada kakek, kakak, dan tunanganku Alex. Aku amat berterima kasih kepada kalian karena kalian selalu ada saat duka maupun suka. Kalian selalu mendukung apapun yang aku lakukan. Walaupun aku awalnya gk setuju sama pertunangan ini tapi semakin hari aku semakin tau seperti apa Alex itu dan aku bahagia karena memiliki nya sekarang " ucapku dan tanpa sadar meneteskan air mata kebahagiaan.


Para tamu pun ikut menangis bahagia karena aku.


Acara pertunangan pun selesai.


Setelah acara pertunangan selesai, kakak dan kakek membicarakan rumah untuk aku dan Alex tempati bersama.


" Hahh tinggal di rumah yang sama? Aku sama Alex tinggal bareng? " tanya ku kaget.


" Iya lah. Kamu sama Alex harus lebih kenal lebih deket lagi " kata kakek.


" Tapi kan aku sama Alex belum sah jadi suami istri. Mana boleh tinggal bareng. Dosa tau " tolak ku.


" Hehh adek ku ini udah tau - tau'an dosa " ledek kakak.


" Iya lah aku kan bukan anak kecil lagi. Lagian gk perlu tinggal satu rumah kan bisa. Kita tinggal sering jalan bareng aja udah cukup kan biar jadi lebih deket " jelas ku.


" Iya juga sih. Kek emang Fika harus banget ya satu rumah sama Alex? Ntar kalo Alex macem - macem sama Fika gimana " tanya kakak ke kakek.


" Alex gk bakal macem - macem sama Fika. Mereka berdua udah dewasa. Lagian juga kalo emang mau macem - macem yaudah, tohh mereka juga bakalan jadi suami istri nanti nya " jelas kakek.


" Yaa kalo kayak gitu kenapa gk langsung di nikahin aja? " tanya kakak lagi.


" Udah - udah nanti lagi nanya nya, Alex sama Fika pasti capek. Mending kalian berdua istriahat sana " suruh kakek.


" Alex kamu nginep aja di sini, tidur nya bareng Fika di kamar nya. Biar kalian bisa lebih kenal satu sama lain " suruh kakak sambil mengedipkan mata ke Alex


" KAKAK " teriak ku

__ADS_1


" Fika kamu ini anak gadis jangan teriak - teriak, jaga sopan santun kamu. Lagian yang di bilang Dimas bener kok, kalian harus lebih kenal deket lagi " kata kakek


Aku pun pergi meninggalkan mereka.


__ADS_2