
Selesai mandi aku, kakek, dan kakak makan malam bersama.
" Kamu nginep aja di sini, daripada di rumah sendirian " kata kakek.
" Iya kek, aku juga niatnya mau nginep sampe Alex selesai sama kerjaan nya " kata ku.
" Kalo gitu kakek minta bibi Lilis buat bersihin kamar kamu " kata kakek.
" Ehh gk usah kek, selama tinggal di sini aku mau tidur bareng kakak aja " kata ku.
" Yakin kamu mau tidur sama Dimas? Kamu udah nikah lohh " kata kakek.
" Iyaa, emang kenapa kalo aku udah nikah? Tohh aku tidur sama kakak sendiri bukan sama cowo lain " kata ku.
" Yaudah lahh kalo kamu mau nya kayak gitu, kakek gk bisa nolak permintaan kamu " kata kakek.
" Yeyy makasih kakek " kata ku senang.
Selesai makan, kami mengobrol santai di ruang tamu hingga larut malam.
" Gk kerasa udah jam 12 aja. Baiklah sekarang udah saat nya istirahat " kata kakek.
" Yahh aku masih pengen ngobrol sama kakek " kata ku.
" Masih ada hari esok Fika " kata kakek.
" Yaudah dehhh " kata ku.
Kakek kembali ke kamar nya dan aku ke kamar kakak.
" Kak " panggil ku.
" Iyaa " jawab kak Dimas.
" Kakak gapapa kan kalo aku tidur di sini? " Tanya ku.
" Iya gapapa, apapun buat adek kesayangan kakak " jawab kak Dimas.
" Hehehe makasih kakak " kata ku senang.
Malam itu aku tertidur nyenyak di pelukan kak Dimas.
Keesokan hari nya kakak menepati janji nya untuk mengajari ku beladiri.
Seminggu sudah aku belajar beladiri.
" Oke sekarang kamu udah menguasai gerakan yang kakak ajarin. Setidaknya dengan ini kamu bisa jaga diri sendiri " kata kak Dimas.
" Makasih ya kak " kata ku.
" Iya. Oh iya ada beberapa hal yang harus kamu ingat! Jangan pernah lawan musuh mu kalo dia mempunyai senjata dan jangan lawan musuhmu kalo dia membawa banyak orang! " Tegas kak Dimas.
" Iya kak " jawab ku.
" Oke saat nya kita beraksi " kata ku dalam hati.
" Kak aku boleh minjem beberapa orang terkuat di kelompok kakak gk? " Tanya ku.
" Buat apa? " Tanya kak Dimas.
" Aku mau nanya beberapa hal ke mereka " jawab ku.
" Nanya apa? Mending nanya ke kakak aja, kakak lebih banyak tau hal daripada mereka " kata kak Dimas.
" Ihh aku mau nya sama mereka. Lagian kakak juga harus kerja kan abis ini " kata ku.
__ADS_1
" Yaudah iya, nanti kakak panggil orang-orang nya " kata kak Dimas.
" Makasih kak, kakak emang kakak terbaik sedunia " puji ku.
" Helehh giliran ada mau nya aja puji-puji kakak " kata kak Dimas.
Kak Dimas pergi dan tak lama kemudian orang-orang kak Dimas datang.
Aku menjelaskan maksud kenapa aku memanggil mereka. Awalnya mereka menolak, tapi akhirnya mereka mau membantu ku.
Aku pun menjelaskan strategi untuk menyelamatkan putri dari ibu tua itu ke pada mereka.
Setelah semua persiapan selesai kami langsung berangkat ke markas kelompok burung gagak.
Sesampainya di markas kelompok burung gagak, aku mendobrak pintu nya.
" Keluar kalian!!! " Teriak ku.
" Hahaha ada apa ini? Kita kedatangan tamu " kata seseorang.
" Siapa kamu? Keluar kalo berani! " Teriak ku lagi.
Tiba-tiba datang pria ber jubah hitam.
" Perkenalkan nama saya Hans, ketua kelompok ini. Bersikap santai saja terhadap ku " kata orang itu.
" Ternyata ketua kelompok nya masih muda. Bagus lah kalo begitu mungkin akan lebih mudah untuk aku bernegosiasi " gumam ku.
" Ada yang bisa saya bantu nona? " Tanya orang itu.
" Ya, aku dengar salah satu anggota dari kelompok mu menculik putri dari seorang wanita tua " jawab ku.
" Sepertinya saya tau orang yang sedang
anda sebutkan itu " kata Hans.
" Hahaha tidak semudah itu gadis kecil " jawab Hans
" Apa yang kau inginkan? Uang? " Tanya ku.
" Yang ku inginkan adalah dirimu " jawab Hans.
" Jangan macem-macem kamu " kata ku sambil mengarahkan pistol ke arah nya.
" Tenang tenang, jangan gegabah begitu" kata Hans.
" Cepatlah Hans! Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain dengan mu di sini " kata ku.
" Baiklah kalo begitu, lawan aku dulu. Kalo kamu menang, aku akan membawamu ke anak itu. Tapi kalo kamu kalah, kamu harus menuruti semua perkataan ku " jelas Hans.
" Oke " kata ku setuju.
" Kau terlalu cepat menyetujui nya gadis kecil. Baiklah jangan menyesal " kata Hans.
Tiba-tiba saja banyak orang yang mengepung ku.
" Apa maksudnya ini?! " Tanya ku.
" Kalo aku punya bawahan untuk apa aku menyelesaikan ini sendiri " jawab Hans santai.
" Dasar licik!!! " Kata ku.
" Selamat bertarung gadis kecil " kata Hans.
" Huhh aku udah tau ini bakal terjadi " kata ku dalam hati.
__ADS_1
Aku pun memanggil orang-orang yang ku bawa.
" Kau pikir aku bodoh, Hans?! " Kata ku.
" Hahaha tidak ku sangka kau merencanakan nya dengan baik. Aku semakin tertarik untuk menaklukkan mu " kata Hans.
" Sekarang lawan ku adalah kau!!! " Kata ku.
Aku pun menyerang Hans dengan penuh amarah.
" Sabar dulu gadis kecil, kau terlalu nafsu untuk menyerangku " kata Hans.
" Jangan banyak ngomong! Lawan lah aku! " Kata ku.
" Baiklah kalo itu yang kau mau, jangan salahkan aku jika aku menyakitimu " kata Hans.
Hans membalas serangan ku. Dia menendang perut ku sangat kencang.
" Akhhh " rintih ku.
" Sudah ku bilang kan, jangan salahkan aku jika aku menyakitimu. Ayolah berdiri!!! " kata Hans.
" Dasar kau iblis, Hans! " Teriak ku.
Hans memukul wajahku kali ini.
" Iblis? Kalo kau berpikir seperti itu tentang ku akan ku kabulkan kata-kata mu itu " kata Hans.
Hans melepas ikat pinggang nya dan memukul seluruh tubuh ku dengan benda itu.
Dia memukul ku berkali-kali sehingga membuat seluruh tubuhku berdarah.
" Hahaha ayo, lawanlah aku gadis kecil. Mana gadis kecil yang pemberani tadi!!! " Kata Hans.
" Sial dia memang iblis! Aku gk bisa cuma diem aja, aku harus melakukan sesuatu " kata ku dalam hati.
Aku menangkap ikat pinggang nya dan menarik nya. Setelah itu ke tendang perut Hans sekuat tenaga.
Karena tendangan ku Hans terjatuh.
" Kuat juga kau " kata Hans.
Sekarang gantian aku yang memukul Hans dengan ikat pinggang. Tapi Hans menarik nya.
" Apa lagi yang kau punya sekarang? " Tanya Hans.
Hans memukul ku berkali-kali sehingga
membuat seluruh tubuhku berdarah.
POV asisten kak Dimas.
" Duhh gawat nona Fika lagi di serang sama ketua kelompok burung gagak, aku harus hubungi bos " kata asisten itu.
Asisten itu mengambil handphone nya dari saku dan segera menelepon kak Dimas.
" Halo bos " kata asisten itu.
" Halo Dino, ada apa? " Tanya kak Dimas.
" Gawat bos! Nona Fika lagi di serang sama ketua kelompok burung gagak " kata Dino.
" Dimana mereka sekarang? " Tanya kak Dimas panik.
" Di markas kelompok burung gagak bos " jawab Dino.
__ADS_1
" Oke saya akan segera ke sana, kamu bantuin Fika sekarang! " Kata kak Dimas.
" Baik bos " jawab Dino.