Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Suprise


__ADS_3

Sesampainya di rumah.


Tiba-tiba Alex memojokkan ku ke tembok.


" A..Alex ka..kamu ngapain? " Tanya ku gugup.


" Sebenernya apa yang udah kamu lalui selama ini? " Tanya Alex.


" Hah? Maksudnya? Aku gk ngerti " kata ku pura-pura gk tau.


" Alex gk boleh tau apa yang sebenarnya udah aku lalui " kata ku dalam hati.


" Jangan pura-pura gk ngerti Fika! Kamu tau gk, aku tuh berasa orang yang paling gk ngerti kamu " kata Alex.


" Aku bener-bener gk ngerti maksud kamu Lex " jawab ku berusaha agar Alex gk nanya terus.


" Ohh oke kalo kamu gk ngerti, biar aku bikin kamu ngerti maksud perkataan ku " kata Alex.


" Maksud kamu? " Tanya ku bingung.


Alex menggendong ku ke kamar dan melempar ku ke ranjang.


" Aww sakit " rintih ku.


Alex mengelus paha ku dan mencium bibir ku.


Aku berusaha memberontak, tapi sia-sia karena tenaga Alex lebih kuat daripada aku.


Alex yang mencium Fika secara paksa tiba-tiba merasa ada air mata yang jatuh mengenai pipi nya.


Ternyata air mata itu adalah air mata Fika.


" Sial!!! Apa yang udah ku lakukan?! " Kata Alex dalam hati.


Alex keluar sambil mendobrak pintu.


" Maafin aku, Lex. Aku belum bisa jujur sama kamu " kata ku dalam hati.


Beberapa hari kemudian.


Semenjak hari itu, Alex gk pernah kembali ke rumah lagi.


" Kok Alex beberapa hari ini gk pulang ya? " Gumam ku.


Aku udah coba telepon Alex tapi gk di angkat, akhirnya aku memutuskan buat telepon asisten Alex.


" Don, Alex ada di kantor? " Tanya ku.


" Ada nona, bos dari kemaren gk pulang katanya karena lagi banyak urusan. Tapi saya khawatir bos kecapekan " jawab Doni.


" Yaudah kalo begitu saya mau ke kantor hari ini, kalo Alex mau pergi tolong cegah dia ya " kata ku.


" Baik nona " jawab Doni.


" Alex pasti masih marah gara-gara waktu itu, apa aku buatin makanan kesukaan nya ya " gumam ku.


Aku pun memutuskan untuk membuat makanan kesukaan Alex, setelah itu baru pergi ke kantor nya Alex.


Sesampainya di kantor Alex.


Aku masuk ke kantor itu dan bertanya pada HRD ruangan Alex.


HRD itu menunjukkan ruangan Alex.


" Huhh semoga aja Alex gk marah karena aku dateng tiba-tiba " gumam ku takut.


Aku membuka pintu ruangan Alex.


Saat aku masuk, aku melihat Alex yang sedang tidur di sofa kantornya.


" Ya ampun, apa dia dari kemaren gk tidur dengan nyaman ya? Harus nya aku gk buat dia marah waktu itu " kata ku.


Aku menaruh makanan yang ku bawa di atas meja.


Setelah itu aku menghampiri Alex yang sedang tidur dan mengelus kepala nya.


" Maafin aku ya " kata ku.


Tiba-tiba Alex memegang tangan ku.


" Kamu ngapain disini? " Tanya Alex.


" A..Alex?! Ka..kamu udah ba..bangun? " Tanya ku terbata-bata.


" Iya, aku udah bangun pas kamu ngelus kepala aku " jawab Alex.


" Maaf aku gangguin kamu tidur " kata ku.


" Trus kenapa kamu ada di sini? " Tanya Alex.


" Duhh kok nada bicara nya Alex nyeremin ya, kalo dia marah karena aku tiba-tiba dateng gimana nihh " kata ku dalam hati.


" Fika, aku nanya di jawab donk " kata Alex.

__ADS_1


" A..aku kesini ma..mau anterin makanan ke..kesukaan ka..kamu " jawab ku ketakutan.


Alex melihat ada tempat makan di meja nya.


" Kamu gk perlu repot-repot bikinin aku makanan " kata Alex sambil mengelus kepala ku.


" Kamu gk marah? " Tanya ku.


" Marah kenapa? " Tanya Alex.


" Karena aku tiba-tiba dateng tanpa ngabarin dulu " jawab ku dengan cepat sambil menutup mata karena takut.


" Huftt aku gk marah kok, malah aku seneng karena kamu inisiatif sendiri dateng ke sini " kata Alex.


" Se..serius? Kamu gk marah? " Tanya ku.


" Gk sayang, emang nya kenapa kamu tiba-tiba dateng? " Tanya Alex.


" Aku mau minta maaf karena belom bisa jujur sama kamu, soalnya pengalaman itu terlalu menyakitkan buat aku ceritain " jawab ku.


" Kamu bisa cerita kapan pun kamu mau " kata Alex.


" Emm makasih udah ngertiin aku, yaudah sekarang kamu cobain masakan aku " kata ku.


Aku mengambil tempat makan nya dan menyuapi Alex.


" Gimana rasanya, enak gk? " Tanya ku.


" Enak sihh tapi... " Kata Alex tak melanjutkan kata-katanya.


" Tapi apa? " Tanya ku penasaran.


" Tapi lebih enak kamu " jawab Alex.


Alex mengambil makanan nya dan menaruh nya di meja. Dia menarik tangan ku dan mendorong ku ke sofa.


" Aww, sakit Lex " rintih ku.


Alex menarik dasi nya dan mengikat nya di tangan ku.


" Ka..kamu ma..mau ngapain? " Tanya ku gugup.


" Aku mau makan kamu " jawab Alex.


Alex mencium leher ku dan memberikan tanda kepemilikan disana.


Tangan Alex masuk ke baju ku dan meraba punggung ku.


" A...Lex berhenti " kata ku.


" Jangan di sini " kata ku.


" Trus kamu mau dimana? Di kamar mandi? Di lantai? Atau di meja? " Tanya Alex jail.


Aku mendorong dada Alex.


" Alex stop, masa kita mau ngelakuin itu di sini " kata ku.


" Ya emang kenapa? " Tanya Alex.


" Malu lah, ntar kalo tiba-tiba ada yang masuk gimana " kata ku.


" Gk bakal ada yang bisa masuk ke sini tanpa seizin ku " kata Alex.


" Udah lahh sayang di sini aja ya, aku udah gk tahan " pinta Alex


" Gk Lex!!! " Tolak ku.


Alex mengalah dan membuka ikatan dasi nya di tangan ku.


Setelah ikatan nya terbuka, aku langsung pergi.


Aku bergegas pulang.


Sesampainya di rumah.


Aku langsung masuk ke kamar dan menenggelamkan wajah ku di bantal.


" Gila, kalo tadi kita ngelakuin itu di kantor aku yakin gk sebentar. Bisa-bisa aku gk bisa jalan besok " kata ku.


" Tapi kasian juga dia harus tahan itu. Tohh kita udah gk ngelakuin itu belakangan ini " gumam ku.


Tiba-tiba aku memiliki ide untuk memberi Alex kejutan.


Aku mengambil handphone ku dan mengirim


pesan ke Alex.


Isi pesan.


Jangan lupa pulang hari ini, aku ada suprise buat kamu.


POV Alex

__ADS_1


Karena tadi dia gk berhasil ngelakuin itu sama Fika, akhirnya dia menenangkan junior nya sendiri di kamar mandi.


Setelah selesai Alex mengambil handphone dan melihat ada sebuah pesan.


" Dari Fika? " Gumam Alex.


Alex membuka pesan itu dan membaca nya.


" Hmm kira - kira suprise apa yang udah dia siapin " gumam Alex.


Alex langsung menyelesaikan pekerjaan nya dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah.


" Sayang " panggil Alex.


Tapi tak ada jawaban dari siapapun.


" Lohh kok sepi? Fika mana? " Tanya Alex.


Alex pergi ke kamar nya dan....


Fika duduk di atas ranjang sambil membaca buku. Dia terlihat sangat menggoda menggunakan lingerie merah.


Alex yang udah gk tahan langsung menghampiri Fika.


" Apa maksudnya ini, sayang? " Tanya Alex sambil mengelus paha ku.


Aku tak menjawab pertanyaan Alex dan langsung menarik nya ke ranjang.


Ku lepas kan dasinya dan ku ikatkan ke tangan nya.


Aku membuka kancing kemeja nya satu persatu dan terlihat lahh perut sixpack nya.


Aku mencium leher, dada, dan perut Alex dan tak lupa ku tinggalkan tanda kepemilikan di sana.


Alex hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Fika, tapi dia cukup menikmati permainan Fika. Sesekali terdengar desahan dari mulut nya.


Sekarang aku beralih ke celana nya, ku buka celana nya dan sekarang Alex hanya mengenakan celana dalam nya saja.


Aku elus junior nya yang masih terbalut celana.


" Sa... sayang " desah Alex.


" Wahh wahh ternyata udah berdiri tegak " kata ku.


" Buka..lahh sa...yang a..ku udah gk ta..han " kata Alex.


" Kamu sangat tidak sabaran sayang " kata ku.


Aku membuka celana dalam Alex dan memainkan junior nya.


" Fasterr.... " kata Alex.


Alex pun mengeluarkan cairan kenikmatan nya itu dan ku jilat sampai habis tanpa rasa jijik.


" Sejak kapan kamu jadi lihai begini sayang? " Tanya Alex.


Lagi-lagi Fika tak menjawab nya.


Fika membuka tali lingerie nya dan nampak lahh dada besar nya itu yang tak terbalut apapun.


Alex berhasil melepaskan ikatan di tangan nya dan langsung memakan dada besar nya Fika.


" Emhh pelan-pelan Lex " desah ku.


Tangan Alex tak hanya tinggal diam. Dia membuka celana dalam ku dan sekarang aku tak memakai sehelai pakaian pun.


Alex menarik ku ke pangkuan nya supaya bisa memasukan itu nya.


Alex mendorong nya lebih kuat dan akhirnya masuk juga.


" Oke, sekarang aku mulai ya " kata Alex.


" Iya " jawab ku.


Alex mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur.


" Faster babyyy... " desah ku.


" Okay " jawab Alex.


Alex mempercepat goyangan nya.


Alex mencium bibir ku dan turun ke leher.


Aku meremas rambut Alex.


Dan keluar lah cairan kenikmatan itu.


" Ayo lagi " kata Alex.


Aku hanya mengangguk.

__ADS_1


Kami pun melakukan itu selama berjam-jam dan berbagai macam gaya.


__ADS_2