Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Meminta tolong


__ADS_3

Alex yang sedang mengecek dokumen-dokumen itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke Fika.


" Bertahanlah sebentar lagi, aku pasti bakal selesai'in masalah ini secepatnya " kata Alex sambil mengelus kepala Fika.


Alex menggendong Fika dan membawa nya ke kamar.


Setelah meletakkan Fika di ranjang, Alex berniat kembali ke ruang kerja nya. Tapi Fika menahan tangan nya.


" Jangan pergi " kata ku.


" Lohh kok kamu bangun? Kapan bangun nya? " Tanya Alex bingung.


" Aku bangun pas kamu gendong aku " jawab ku.


" Ohh maaf ya aku ngebangunin kamu, udah sekarang kamu tidur lagi ya " kata Alex.


" Temenin " pinta ku.


" Tapi aku masih banyak kerjaan sayang " kata Alex.


" Please " pinta ku manja.


" Oke oke, aku temenin " kata Alex.


Alex menemani ku sampai akhirnya aku tertidur lagi.


" Huhh gimana mau ke ruang kerja kalo tangan aku di pegang erat kayak gini " kata Alex.


" Yaudah lahh untuk malam ini aja, kasian juga Fika dari kemaren tidur sendirian " kata Alex.


Alex pun ikut tidur sambil memeluk Fika.


Dan akhirnya kami berdua sama-sama tidur.


Keesokan hari nya.


Fika terbangun tapi dia tak melihat sosok Alex.


Saat Fika turun ke ruang makan, dia terkejut karena ada banyak makanan di meja makan dan ada secarik surat di situ.


Fika pun membuka surat itu dan membaca nya.


Isi surat


Hai sayang


Good morning.


Maaf ya pas kamu bangun aku udah gk ada ,soalnya aku harus balik ke kantor lagi. Tapi aku udah siapin banyak sarapan kesukaan kamu. Dimakan ya:)


Setelah kerjaan aku selesai, aku janji bakal selalu nemenin kamu tidur dan buatin kamu makanan.


Jadi bersabarlah sebentar lagi.


Love you


Selesai.


Tanpa sadar aku meneteskan air mata ku.


" Yaa aku akan bertahan sebentar lagi " kata ku sambil memeluk surat itu.


Setelah itu hari-hari ku berjalan seperti biasa, tapi beda nya sekarang Alex tidak ada di sisi ku.


Yaa dia masih sibuk dengan masalah perusahaan nya, walaupun kadang dia suka ngirim pesan ke aku buat selalu jaga kesehatan. Tapi rasanya tetep beda saat dia gk ada.


Aku berusaha bersabar dan mencari banyak kesibukan.


Beberapa minggu kemudian.


Hari ini aku sedang jalan-jalan di taman dan aku melihat seorang wanita paru baya sedang menangis.

__ADS_1


Aku pun menghampiri wanita tua itu.


" Maaf, kenapa anda menangis di sini? " Tanya ku.


" Putri ku diculik dan aku tidak tau kemana penculik itu membawa nya " jawab wanita tua itu sambil menangis.


" Maaf kalo boleh saya tau kapan putri anda diculik dan dimana kejadian itu terjadi? " Tanya ku lagi.


" Tadi pagi, waktu dia pulang ke rumah tiba-tiba saja ada seseorang ber jas hitam membawa paksa putri saya. Awalnya putri saya melawan tapi orang itu membawa senjata tajam " jelas wanita tua itu.


" Sepertinya dia bukan penjahat biasa, apa jangan-jangan dia salah satu kelompok mafia? Tapi kenapa dia menculik putri ibu ini " gumam ku bingung.


" Nona, tolong bantu saya menemukan putri saya. Dia satu-satunya putri saya dan kami baru saja bertemu " pinta wanita itu.


" Baiklah, saya akan mencoba membantu sebisa saya. Lebih baik anda pulang saja ke rumah. Oh iya ini kartu nama saya, hubungi saya kalo ada apa-apa " kata ku sambil memberikan kartu nama ku.


" Terima kasih banyak nona. Oh iya pria ber jas itu ada lambang di jas nya " kata wanita itu.


" Lambang? Lambang apa? " Tanya ku.


" Lambang burung gagak " jawab wanita itu.


" Baiklah terima kasih info nya " kata ku.


Wanita paru baya itu pun pergi.


" Gimana caranya aku nyari anak ibu itu? Aduhh dasar bodoh, ngapain sihh kamu dengan gampang nya bilang iya " kata ku.


" Apa aku minta bantuan kakak aja ya? Yaudah lahh mending aku minta bantuan kakak, kakak kan juga kelompok mafia pasti dia bisa bantuin aku nyari anak dari ibu itu " kata ku.


Aku pulang untuk mengambil mobil dan langsung bergegas ke rumah kakek.


Sesampainya di rumah kakek.


" Kakek, Fika pulang " teriak ku.


" Ehh cucu kakek, kok tiba-tiba dateng? Ada apa? Oh iya Alex mana? " Tanya kakek.


" Ada. Kakak mu lagi di ruang latihan " jawab kakek.


" Oh yaudah aku mau samperin kakak dulu ya " kata ku.


" Gk makan dulu? " Tanya kakek.


" Gk usah, tadi aku udah makan kok sebelum ke sini " jawab ku.


Aku menghampiri kakak di ruang latihan.


" Kakak " teriak ku sambil berlari ke arah kak Dimas.


" Ehh Fika. Tumben pulang, ada apa? " Tanya kak Dimas.


" Ihh kok semua nya pada ngomong tumben pulang. Emang segitu jarang nya aku ke sini atau kalian yang gk mau ketemu aku " gerutu ku.


" Bukan gitu sayang, aduhh kamu udah nikah tapi masih aja suka ngambek kayak gini " kata kak Dimas.


" Abis nya aku pulang bukan nya di sambut dengan baik malah ditanyain tumben pulang " kesal ku.


" Iyaa deh iya. Selamat datang tuan putri " kata kak Dimas.


" Telat! " Kata ku.


" Kamu ke sini sendiri? " Tanya kak Dimas.


" Iya " jawab ku.


" Lohh Alex mana? " Tanya kak Dimas lagi.


" Dia lagi kerja " jawab ku.


" Lahh ini kan hari Minggu kok dia kerja?! " Tanya kak Dimas lagi.

__ADS_1


" Ihh banyak nanya dehh. Dia kan bos perusahaan, wajar aja kalo hari Minggu pun dia kerja " jawab ku.


" Iyaa tapi kalo bukan masalah serius dia kan bisa minta asisten nya aja " kata kak Dimas.


" Gk tau, kata Alex di perusahaan nya ada sedikit masalah " kata ku.


" Oalah, bener tuhh lagi ada masalah? Nanti tau-tau nya dia malah selingkuh sama cewe lain lagi " ledek kak Dimas.


" Ihhh apa sih kak, jangan ngomong aneh-aneh dehhh. Alex gk mungkin selingkuh! Soalnya pas dia pulang ke rumah dia bawa banyak dokumen-dokumen gitu " jelas ku.


" Tumben-tumbenan Alex bawa kerjaan ke rumah, biasanya masalah apapun dia gk pernah bawa kerjaan sampe pulang ke rumah


" gumam kak Dimas dalam hati.


" Kak " panggil ku.


" Hmm " jawab kak Dimas.


" Kakak tau gk kelompok mafia yang lambang nya itu burung gagak? " Tanya ku.


" Burung gagak?! Kamu digangguin sama kelompok itu?! " Tanya kak Dimas khawatir.


" Gk kok " jawab ku.


" Terus kenapa kamu bisa tau ada kelompok mafia dengan lamabang burung gagak? " Tanya kak Dimas


" Yaa tadi aku ngeliat ada orang pake jas hitam dengan lambang burung gagak " jawab ku.


" Ohh syukurlah. Inget ya Fik, kamu jangan pernah berurusan sama orang-orang dari kelompok burung gagak! " Nasehat kak Dimas.


" Emang nya kenapa kak? " Tanya ku.


" Mereka itu bahaya! Sekali kamu tertangkap sama mereka, jangan harap kamu bisa pulang. Tapi karena kamu punya kakak sama Alex, kamu gk usah khawatir. Tapi tetep aja sebisa mungkin kamu jangan sampe berurusan sama mereka! " Tegas kak Dimas.


" Aduhh iya iya kak " jawab ku.


" Duhh kayaknya kelompok mafia itu susah di tangani, apalagi aku kan gk bisa beladiri " kata ku dalam hati.


" Oh iya kak, aku minta tolong donk " kata ku.


" Minta tolong apa? " Tanya kak Dimas.


" Tolong ajarin aku beladiri, ya setidaknya sampe aku bisa jaga diri aku sendiri " kata ku.


" Hahh?! Ajarin beladiri? Kamu serius? " Tanya kak Dimas.


" Iyaa iya lah kak, emang muka ada tampang lagi bercanda? " Tanya ku.


" Ya gk sih, tapi kenapa tiba-tiba kamu minta ajarin beladiri? " Tanya kak Dimas heran.


" Emang aneh banget ya, aku tiba-tiba minta ajarin beladiri? " Tanya ku.


" Iyaa, soalnya kamu tuhh paling anti sama yang kaya begini " jawab kak Dimas.


" Yaelahh sekarang tuh aku sadar kalo setidaknya aku harus bisa jaga diri sendiri. Apa kata orang kalo istri dari ketua mafia gk bisa jaga diri " kata ku.


" Bener juga sihh, tapi serius dahh kamu hari ini aneh banget " kata kak Dimas.


" Aneh gimana? Perasaan biasa aja dahh " tanya ku.


" Kamu tiba-tiba minta ajarin beladiri dan lagi tadi kamu juga tiba-tiba nanyain tentang kelompok mafia gitu " jawab kak Dimas.


" Kan aku cuma nanya, udah ahh ini kakak jadi nya mau ngajarin aku atau gk? " Tanya ku.


" Iya mau, tapi aneh banget sumpah " kata kak Dimas.


" Ahh kak Dimas mahh kebanyakan mikir yang aneh-aneh, orang aku cuma minta di ajarin beladiri doank. Gk aneh yang aneh tau " kata ku.


" Fik kalo ada sesuatu cerita aja sama kakak " kata kak Dimas.


" Lahh apa sih kak, gk ada apa-apa kok. Aku emang mau belajar beladiri dari dulu, tapi belum sempet " kata ku

__ADS_1


Aku pun masuk ke rumah untuk mandi.


__ADS_2