Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Awal masalah part 3


__ADS_3

Keesokan hari nya...


Terdengar suara orang memasak dari dapur.


Karena aku penasaran aku pun pergi ke dapur dan melihat apa yang terjadi.


" Vivi? Kamu ngapain pagi - pagi di dapur? " Tanya ku yang melihat Vivi sedang sibuk di dapur.


" Selamat pagi Fika. Aku ganggu kamu tidur ya? Maaf ya, aku lagi siapin sarapan buat kalian. Soalnya gk enak kalo aku numpang di sini tapi gk ngapa - ngapain " jelas Vivi.


" Ohh padahal kamu gk perlu repot-repot loh, biarin aja Alex yang masak " kata ku.


" Ahh gk repot kok, aku udah biasa masak sendiri " kata Vivi.


" Hoammm pagi sayang " sapa Alex sambil mencium ku dan memeluk ku.


" Alex?! Malu tau di liatin Vivi " kata ku.


Vivi hanya tersenyum dan Alex menghiraukan kata - kata ku.


Setelah itu kami semua sarapan bersama.


Selesai makan, Vivi membersihkan piring kotor.


" Sini Vi, aku bantu " kata ku yang mau membantu nya mencuci piring.


" Ehh gk usah Fik, kamu kan belum sembuh total " tolak Vivi.


" Udah gapapa segini doank mah aku masih bisa " kata ku.


" Ihh udah jangan Fik, biar aku aja " tolak Vivi lagi.


" Hmm yaudah deh kalo gitu aku mau mandi dulu " kata ku.


" Eitss kamu gk boleh mandi. Luka di kepala kamu gk boleh kena air dulu " larang Alex.


" Ihh yaudah kalo kayak gitu kepala nya gk aku basahin, badan nya aja " kata ku.


" Gk tetep gk boleh. Kamu belum sembuh total, ntar kalo kamu jatoh di kamar mandi gimana? Udah sihh istirahat aja di kamar " suruh Alex.


" Tapi aku kan mau berangkat kerja, masa gk mandi " kata ku.


" Kerja?! Gk gk gk, apalagi kerja. Kamu harus cuti dulu, nanti biar aku yang bilangin ke pihak rumah sakit kalo kamu izin cuti dulu " kata


Alex.


" Pokok nya kamu sekarang istirahat aja di kamar, gk usah mikirin apa - apa " perintah Alex.


" Huftt iya deh iya " aku pun menuruti perkataan Alex dan kembali ke kamar.


POV Vivi


Di kamar Vivi.


" Enak banget si Fika, punya calon suami yang cakep, baik, perhatian, kaya pula " gumam Vivi.


" Alex itu sempurna banget lahh tapi sayang nya si Fika itu gk pantes buat Alex, yang pantes itu cuma aku " kata Vivi.


Tiba - tiba terlintas niat jahat di pikiran Vivi.


" Apa aku bunuh aja si Fika ya. Mumpung gk ada orang. Kan kalo Fika mati, Alex bakal jadi milik ku seutuh nya " kata Vivi tertawa.


Vivi pun pergi ke dapur untuk mengambil pisau. Dan entah kenapa Vivi berpikir sesuatu.


" Ehh kalo langsung aku bunuh pasti Alex bakal tau kalo aku pelaku nya, soalnya di rumah ini cuma ada aku dan dia " gumam Vivi yang masih memegang pisau.

__ADS_1


" Tapi kalo aku sewa penculik juga gk ada uang. Duhh gimana donk, aku mau Alex milik aku seutuh nya " kata Vivi.


POV Fika


Di kamar Fika dan Alex.


" Duhh haus, ke dapur ahh ambil minum " kata ku.


Aku bangun dari tempat tidur dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.


" Ehh Vivi kamu ngapain di sini? Dan juga kenapa kamu megang pisau? " Tanya ku.


Karena aku dateng tiba - tiba dan tanpa sengaja membuat Vivi kaget. Vivi menoleh dan tanpa sengaja menusuk perut ku dengan pisau yang di pegang nya.


" Astaga Fika, maaf maaf aku gk sengaja " kata Vivi kaget.


Aku terjatuh dan memeggangi perut ku yang tertusuk pisau.


" Duhh si Fika pake muncul tiba - tiba kan jadi nya ke tusuk. Gimana nih bisa gawat kalo Alex tiba - tiba dateng " kata Vivi dalam hati.


" Vi...tolong telepon Alex " pinta ku lemah.


Aku udah sangat lemas karena banyak darah yang keluar dari tubuhku.


" Gimana nihh. Ah iya aku pergi aja, jadi nanti pas aku pulang pasti si Fika udah mati tuhh abis itu aku tinggal pura - pura kaget dan nangis " kata Vivi dalam hati.


Vivi pun kabur meninggalkan Fika.


" Vi...to... long a...ku " kata ku untuk terakhir kali nya.


Aku pun pingsan.


" Apa aku akan mati? Kenapa Vivi ninggalin aku gitu aja? Apa Alex dan yang lain bakal sedih kalo aku mati? Apa akan ada yang tau penyebab kematian ku ini? " Tanya ku di alam bawah sadar.


" Fik...Fik... " Terdengar suara samar - samar yang memanggil ku.


Aku perlahan membuka mata ku dan menyesuaikan cahaya yang masuk.


" Nathan? " kata ku.


" Iya ini aku Nathan, gimana perasaan kamu? Ada yang sakit gk? " Tanya Nathan.


" Aku dimana Nat? " Tanya ku.


" Kamu di rumah sakit " jawab Nathan.


" Hahh rumah sakit lagi?! Oh iya aku inget apa yang terjadi. Trus siapa yang bawa aku ke sini? " Tanya ku.


Tiba - tiba datang seseorang yang berteriak nama ku setelah itu memeluk ku.


" Fika lu gapapa? Gila gw takut banget kalo lu kenapa - kenapa " kata Vino.


" Vino? Lu yang bawa gw ke rumah sakit? " Tanya ku.


" Iyaa. Tadi pas gw mau jenguk lu, gw liat lu pingsan di lantai dan banyak darah berlumuran " jawab Vino.


" Makasih ya No, kalo gw kenapa - kenapa pasti selalu lu yang nyelamatin gw " kata ku sambil tersenyum.


" FIKA " teriak seseorang.


" Alex?! " Kata ku kaget.


Alex berlari ke arah ku dan memeluk ku.


" Bodoh!!! Luka yang lama belum sembuh kenapa ada luka baru lagi sih " kata Alex.

__ADS_1


" Lex tenang dulu " kata Nathan.


" Kasih tau ke aku siapa yang bikin kamu kayak gini? " Tanya Alex.


" Aku pengen bilang Vivi yang lakuin tapi takut nya Vivi ngelakuin itu gk sengaja. Gimana nihh " gumam ku.


" Fik? Jawab siapa yang bikin kamu kayak gini? " Tanya Alex lagi.


" Bukan siapa-siapa, aku aja yang ceroboh " jawab ku.


" Gk, kamu bohong. Kamu pikir aku bodoh? Mana mungkin orang ceroboh sampe bisa nusuk diri nya sendiri " kata Alex.


Karena Alex orang nya gk bisa di bohongi, mau gk mau aku cerita kejadian yang sebenar nya.


Sudah ku duga Alex pasti murka kalo tau kejadian yang sebenarnya.


" Ini lah alasan kenapa aku gk mau cewe itu tinggal di rumah kita " kata Alex.


" Maksud kamu? " Tanya ku.


" Aku sebenarnya udah ngerasa dia itu punya niat jahat sama kamu " jawab Alex.


" Kamu gk boleh berpikir kayak gitu, siapa tau dia gk sengaja " kata ku.


" Kalo emang dia gk sengaja, kenapa dia


pergi ninggalin kamu gitu aja? " Tanya Alex.


" Yaa aku emang gk tau alasan dia pergi ninggalin aku, tapi aku yakin dia punya alasan nya sendiri " jawab ku.


" Kamu itu terlalu baik Fik. Pokok nya aku bakal usir dia hari ini juga " kata Alex.


" Jangan Lex, kasian dia gk punya tempat tinggal " tolak ku.


" Aku gk peduli kalo dia gk punya tempat tinggal. Pokok nya aku bakal usir dia detik ini juga " kata Alex.


Alex bergegas pergi tapi aku berusaha menahan nya.


" Fika lepasin aku " bentak Alex.


" Gk, aku gk bakal lepasin kamu " kata ku.


Alex menepis tangan ku dan pergi. Aku pun melepaskan infus yang ada di tangan ku dan mengerjarnya.


" ALEX " teriak ku.


Alex yang terkejut mendengar suara Fika segera menoleh ke arah nya.


" Bodoh!!! Apa yang kamu lakukan di sini " kata Alex.


" Alex, aku mohon jangan usir Vivi. Setidaknya biarin dia tinggal di rumah kita sampai dia punya tempat tinggal " pinta ku.


" Kamu ngejar aku sampe sini cuma gara - gara ini? " Tanya Alex murka.


" Iya, aku gk mau kamu usir Vivi. Kasian dia Lex, dia gk punya tempat tinggal " jawab ku.


" Pokok nya sekarang kamu kembali ke kamar dulu " kata Alex sambil menggendong ku.


Alex mengantar ku sampe ke kamar. Dan tanpa ku sadar, aku tertidur.


" Alex, aku mohon jangan usir Vivi " kata ku mengigau.


Alex mengelus rambut ku.


" Kamu wanita baik yang pernah ku kenal Fik. Aku janji bakal jagain kamu apapun yang terjadi " kata Alex sambil menatap wajah Fika yang sedang tidur.

__ADS_1


__ADS_2