
Keesokan hari nya...
Terdengar suara orang memasak dari dapur.
Karena aku penasaran aku pun pergi ke dapur dan melihat apa yang terjadi.
" Vivi? Kamu ngapain pagi - pagi di dapur? " Tanya ku yang melihat Vivi sedang sibuk di dapur.
" Selamat pagi Fika. Aku ganggu kamu tidur ya? Maaf ya, aku lagi siapin sarapan buat kalian. Soalnya gk enak kalo aku numpang di sini tapi gk ngapa - ngapain " jelas Vivi.
" Ohh padahal kamu gk perlu repot-repot loh, biarin aja Alex yang masak " kata ku.
" Ahh gk repot kok, aku udah biasa masak sendiri " kata Vivi.
" Hoammm pagi sayang " sapa Alex sambil mencium ku dan memeluk ku.
" Alex?! Malu tau di liatin Vivi " kata ku.
Vivi hanya tersenyum dan Alex menghiraukan kata - kata ku.
Setelah itu kami semua sarapan bersama.
Selesai makan, Vivi membersihkan piring kotor.
" Sini Vi, aku bantu " kata ku yang mau membantu nya mencuci piring.
" Ehh gk usah Fik, kamu kan belum sembuh total " tolak Vivi.
" Udah gapapa segini doank mah aku masih bisa " kata ku.
" Ihh udah jangan Fik, biar aku aja " tolak Vivi lagi.
" Hmm yaudah deh kalo gitu aku mau mandi dulu " kata ku.
" Eitss kamu gk boleh mandi. Luka di kepala kamu gk boleh kena air dulu " larang Alex.
" Ihh yaudah kalo kayak gitu kepala nya gk aku basahin, badan nya aja " kata ku.
" Gk tetep gk boleh. Kamu belum sembuh total, ntar kalo kamu jatoh di kamar mandi gimana? Udah sihh istirahat aja di kamar " suruh Alex.
" Tapi aku kan mau berangkat kerja, masa gk mandi " kata ku.
" Kerja?! Gk gk gk, apalagi kerja. Kamu harus cuti dulu, nanti biar aku yang bilangin ke pihak rumah sakit kalo kamu izin cuti dulu " kata
Alex.
" Pokok nya kamu sekarang istirahat aja di kamar, gk usah mikirin apa - apa " perintah Alex.
" Huftt iya deh iya " aku pun menuruti perkataan Alex dan kembali ke kamar.
POV Vivi
Di kamar Vivi.
" Enak banget si Fika, punya calon suami yang cakep, baik, perhatian, kaya pula " gumam Vivi.
" Alex itu sempurna banget lahh tapi sayang nya si Fika itu gk pantes buat Alex, yang pantes itu cuma aku " kata Vivi.
Tiba - tiba terlintas niat jahat di pikiran Vivi.
" Apa aku bunuh aja si Fika ya. Mumpung gk ada orang. Kan kalo Fika mati, Alex bakal jadi milik ku seutuh nya " kata Vivi tertawa.
Vivi pun pergi ke dapur untuk mengambil pisau. Dan entah kenapa Vivi berpikir sesuatu.
" Ehh kalo langsung aku bunuh pasti Alex bakal tau kalo aku pelaku nya, soalnya di rumah ini cuma ada aku dan dia " gumam Vivi yang masih memegang pisau.
__ADS_1
" Tapi kalo aku sewa penculik juga gk ada uang. Duhh gimana donk, aku mau Alex milik aku seutuh nya " kata Vivi.
POV Fika
Di kamar Fika dan Alex.
" Duhh haus, ke dapur ahh ambil minum " kata ku.
Aku bangun dari tempat tidur dan pergi ke dapur untuk mengambil minum.
" Ehh Vivi kamu ngapain di sini? Dan juga kenapa kamu megang pisau? " Tanya ku.
Karena aku dateng tiba - tiba dan tanpa sengaja membuat Vivi kaget. Vivi menoleh dan tanpa sengaja menusuk perut ku dengan pisau yang di pegang nya.
" Astaga Fika, maaf maaf aku gk sengaja " kata Vivi kaget.
Aku terjatuh dan memeggangi perut ku yang tertusuk pisau.
" Duhh si Fika pake muncul tiba - tiba kan jadi nya ke tusuk. Gimana nih bisa gawat kalo Alex tiba - tiba dateng " kata Vivi dalam hati.
" Vi...tolong telepon Alex " pinta ku lemah.
Aku udah sangat lemas karena banyak darah yang keluar dari tubuhku.
" Gimana nihh. Ah iya aku pergi aja, jadi nanti pas aku pulang pasti si Fika udah mati tuhh abis itu aku tinggal pura - pura kaget dan nangis " kata Vivi dalam hati.
Vivi pun kabur meninggalkan Fika.
" Vi...to... long a...ku " kata ku untuk terakhir kali nya.
Aku pun pingsan.
" Apa aku akan mati? Kenapa Vivi ninggalin aku gitu aja? Apa Alex dan yang lain bakal sedih kalo aku mati? Apa akan ada yang tau penyebab kematian ku ini? " Tanya ku di alam bawah sadar.
" Fik...Fik... " Terdengar suara samar - samar yang memanggil ku.
Aku perlahan membuka mata ku dan menyesuaikan cahaya yang masuk.
" Nathan? " kata ku.
" Iya ini aku Nathan, gimana perasaan kamu? Ada yang sakit gk? " Tanya Nathan.
" Aku dimana Nat? " Tanya ku.
" Kamu di rumah sakit " jawab Nathan.
" Hahh rumah sakit lagi?! Oh iya aku inget apa yang terjadi. Trus siapa yang bawa aku ke sini? " Tanya ku.
Tiba - tiba datang seseorang yang berteriak nama ku setelah itu memeluk ku.
" Fika lu gapapa? Gila gw takut banget kalo lu kenapa - kenapa " kata Vino.
" Vino? Lu yang bawa gw ke rumah sakit? " Tanya ku.
" Iyaa. Tadi pas gw mau jenguk lu, gw liat lu pingsan di lantai dan banyak darah berlumuran " jawab Vino.
" Makasih ya No, kalo gw kenapa - kenapa pasti selalu lu yang nyelamatin gw " kata ku sambil tersenyum.
" FIKA " teriak seseorang.
" Alex?! " Kata ku kaget.
Alex berlari ke arah ku dan memeluk ku.
" Bodoh!!! Luka yang lama belum sembuh kenapa ada luka baru lagi sih " kata Alex.
__ADS_1
" Lex tenang dulu " kata Nathan.
" Kasih tau ke aku siapa yang bikin kamu kayak gini? " Tanya Alex.
" Aku pengen bilang Vivi yang lakuin tapi takut nya Vivi ngelakuin itu gk sengaja. Gimana nihh " gumam ku.
" Fik? Jawab siapa yang bikin kamu kayak gini? " Tanya Alex lagi.
" Bukan siapa-siapa, aku aja yang ceroboh " jawab ku.
" Gk, kamu bohong. Kamu pikir aku bodoh? Mana mungkin orang ceroboh sampe bisa nusuk diri nya sendiri " kata Alex.
Karena Alex orang nya gk bisa di bohongi, mau gk mau aku cerita kejadian yang sebenar nya.
Sudah ku duga Alex pasti murka kalo tau kejadian yang sebenarnya.
" Ini lah alasan kenapa aku gk mau cewe itu tinggal di rumah kita " kata Alex.
" Maksud kamu? " Tanya ku.
" Aku sebenarnya udah ngerasa dia itu punya niat jahat sama kamu " jawab Alex.
" Kamu gk boleh berpikir kayak gitu, siapa tau dia gk sengaja " kata ku.
" Kalo emang dia gk sengaja, kenapa dia
pergi ninggalin kamu gitu aja? " Tanya Alex.
" Yaa aku emang gk tau alasan dia pergi ninggalin aku, tapi aku yakin dia punya alasan nya sendiri " jawab ku.
" Kamu itu terlalu baik Fik. Pokok nya aku bakal usir dia hari ini juga " kata Alex.
" Jangan Lex, kasian dia gk punya tempat tinggal " tolak ku.
" Aku gk peduli kalo dia gk punya tempat tinggal. Pokok nya aku bakal usir dia detik ini juga " kata Alex.
Alex bergegas pergi tapi aku berusaha menahan nya.
" Fika lepasin aku " bentak Alex.
" Gk, aku gk bakal lepasin kamu " kata ku.
Alex menepis tangan ku dan pergi. Aku pun melepaskan infus yang ada di tangan ku dan mengerjarnya.
" ALEX " teriak ku.
Alex yang terkejut mendengar suara Fika segera menoleh ke arah nya.
" Bodoh!!! Apa yang kamu lakukan di sini " kata Alex.
" Alex, aku mohon jangan usir Vivi. Setidaknya biarin dia tinggal di rumah kita sampai dia punya tempat tinggal " pinta ku.
" Kamu ngejar aku sampe sini cuma gara - gara ini? " Tanya Alex murka.
" Iya, aku gk mau kamu usir Vivi. Kasian dia Lex, dia gk punya tempat tinggal " jawab ku.
" Pokok nya sekarang kamu kembali ke kamar dulu " kata Alex sambil menggendong ku.
Alex mengantar ku sampe ke kamar. Dan tanpa ku sadar, aku tertidur.
" Alex, aku mohon jangan usir Vivi " kata ku mengigau.
Alex mengelus rambut ku.
" Kamu wanita baik yang pernah ku kenal Fik. Aku janji bakal jagain kamu apapun yang terjadi " kata Alex sambil menatap wajah Fika yang sedang tidur.
__ADS_1