
Hari demi hari pun berlalu, tak terasa usia kandungan ku udah 9 bulan.
Saat ini aku dan Alex lagi di rumah kakek.
Kita udah mulai nginep di rumah kakek sejak usia kandungan ku 8 bulan.
Karena kakek khawatir gk ada yang jagain aku saat Alex ke kantor, kakek pun menyuruh ku nginep di rumah nya.
Dan karena Alex khawatir sama aku, jadinya kita berdua nginep di rumah kakek.
Jadi saat Alex lagi ke kantor, aku gk sendirian di rumah.
" Fika " panggil kakek.
" Iyaa kek " jawab ku.
" Aduh kamu jangan keluyuran sendiri donk, kalo mau kemana-mana panggil bi Lilis " omel kakek.
" Iya kek, lagian aku cuma ke halaman rumah kok " kata ku.
" Tetep aja kamu harus di temenin sama Bi Lilis. Inget! Bahaya bisa dateng kapan aja " kata kakek.
" Iyaa kek iyaa " jawab ku.
" Kenapa kek? " Tanya kak Dimas.
" Ini lohh adek kamu keluar sendirian lagi " jawab kakek.
" Fika! Kamu ini yaa, dasar gadis nakal. Di bilangin berkali-kali jangan keluar sendirian " omel kak Dimas sambil mencubit pipi ku.
" Iyaa kak, maaf " kata ku.
" Hadehh semenjak usia kandungan ku 9 bulan, kakek dan yang lain nya jadi over protektif banget sama aku " kata ku dalam hati.
" Lohh kok pada ngumpul di sini? " Tanya Alex yang tiba-tiba aja dateng.
" Tumben pulang nya cepet Lex " kata kak Dimas.
" Iyaa kak, tadi cuma rapat sebentar " jawab Alex.
" Oh iya, ini pada kumpul di sini ngapain? " Tanya Alex penasaran.
" Ini Fika tiba-tiba gk ada di kamar nya, pas di cari ternyata ada di sini " jawab kakek.
" Yaa ampun sayang, kamu keluar sendiri lagi? " Tanya Alex khawatir.
" Iyaa keluar nya kan cuma di sini, gk sampe keluar gerbang " jawab ku.
" Tapi tetep aja kamu harus di temenin sama bi Lilis " kata Alex.
" Aku gapapa kok " kata ku.
" Aduhh non, jangan pergi tiba-tiba kayak gitu donk. Saya kan jadi khawatir karena nona gk ada di kamar " kata bi Lilis dengan nafas terengah-engah.
" Maaf bi, tadi aku cuma cari angin sebentar " jawab ku.
" Harus nya nona bilang ke saya, biar saya temenin " kata bi Lilis.
" Iya iya, kalian gk usah khawatir kayak gitu donk. Aku baik-baik aja kok " kata ku.
" Fika, mending kita masuk sekarang. Diluar mulu nanti kamu kedinginan " ajak Alex.
" Yaudah ayo " kata ku.
Aku dan Alex pamit untuk masuk ke kamar.
" Kamu duduk dulu di sini, aku mau mandi " suruh Alex.
Aku hanya menuruti perkataan Alex.
Sambil menunggu Alex mandi, aku mengobrol dengan bayi ku yang ada di dalam kandungan.
" Sayang, kamu sehat-sehat kan di dalem? " tanya ku sambil mengelus perut ku.
" Ibu gk sabar banget mau ketemu kamu " kata ku lagi.
Ditengah-tengah pembicaraan ku dengan bayi ku, Alex keluar dari kamar mandi.
" Udah selesai mandi nya? " Tanya ku.
" Iyaa udah, tadi kamu ngobrol sama siapa? " Tanya Alex.
__ADS_1
" Ngobrol sama bayi kita " jawab ku.
Alex menghampiri ku dan memeluk ku.
" Alex, jangan peluk-peluk. Nanti aku ikutan basah " kata ku.
" Badan aku udah kering kok " kata Alex.
" Tapi rambut kamu masih basah " kata ku.
Aku mengambil hair dryer.
" Sini duduk, aku keringin rambutnya " suruh ku.
Alex duduk di lantai dan aku mengeringkan rambut nya.
" Gk kerasa ya, tinggal menghitung hari kita
bakal ketemu sama buah hati kita " kata ku.
" Iyaa, makanya kamu harus lebih hati-hati di usia kandungan kamu yang sekarang. Jangan kecapekan!!! " Nasehat Alex.
" Iyaa sayang. Oh iya aku udah mikirin nama buat anak kita " kata ku.
" Apa nama nya? " Tanya Alex.
" Karena bayi kita perempuan, jadi nama nya Pina Alexandra " jawab ku.
" Emm bagus kok nama nya " kata Alex.
" Iyaa lahh, kan aku yang kasih nama. Alexandra di ambil dari nama kamu ( Alex ) " Kata ku.
" Pasti nanti anak kita cantik seperti ibu nya " kata Alex sambil mengelus perut ku.
Saat aku dan Alex sedang ngobrol, seseorang mengetuk pintu kamar.
TOK TOK TOK
" Iyaa, siapa? " Tanya ku.
" Ini saya nona. Nona sama tuan Alex di panggil sama tuan muda di bawah " kata orang itu.
" Ngapain kak Dimas manggil kita? " Tanya Alex.
" Entah. Udah sana kamu pake baju dulu, Abis itu baru kita ke bawah " suruh ku.
Alex mengambil baju nya dan memakai nya.
Setelah itu kami turun ke bawah bersama.
" Kenapa kak malem-malem gini manggil kita berdua? " Tanya Alex
" Ini kakak mau ngebahas tentang pernikahan kakak sama Rina " jawab kak Dimas.
" Kak Rina " panggil ku sambil memeluk kak Rina.
" Haii, udah lama banget kita gk ketemu. Kamu apa kabar? " Tanya kak Rina.
" Aku baik kok kak, kakak sendiri apa kabar? " Tanya ku balik.
" Kakak baik juga kok. By the way udah berapa bulan kandungan kamu? " Tanya kak Rina sambil mengelus perut ku.
" Udah 9 bulan kak " jawab ku.
" Wahh udah mau lahir donk bentar lagi. Apa kita tunda dulu aja acara pernikahan nya sampe Fika lahiran? " Tanya kak Rina.
" Ehh kok gitu sih " kata kak Dimas kecewa.
" Yaa soalnya takut Fika nya gk menikmati acara nanti " jawab kak Rina.
" Aku gapapa kok kak. Lagian gk baik lama-lama nunda " kata ku.
" Tuhh bener kata Fika " kata kak Dimas
" Lagian kasian kak Dimas udah ngebet banget mau punya istri, maklum jomblo 15 tahun " ledek ku.
" Kak, aku punya permintaan " kata ku.
" Permintaan apa sayang? " Tanya kak Dimas.
" Aku mau kembaran baju nya sama kak Rina " jawab ku.
__ADS_1
" Hahh? Kembaran gimana maksudnya? Kamu mau pake baju pengantin juga gitu? " Tanya kak Dimas.
" Ihh bukan. Maksudnya aku mau pake baju yang model nya dan warna nya sama kayak kak Rina. Tapi kalo kak Rina kan megah gitu baju nya, kalo aku di bikinin nya dress biasa aja yang penting warna sama modelnya sama " jelas ku.
" Oke oke gampang itu mahh, nanti kakak urus " kata kak Dimas.
" Emmm aku juga punya satu permintaan lagi " kata ku.
" Astaga, apalagi permintaan kamu? " Tanya kak Dimas.
" Nanti pas kak Dimas cari cincin pernikahan nya, aku mau ikut " jawab ku.
" Mau ikut? Yang bener aja, gk boleh!!! Kakak mau berduaan sama Rina, jadi kamu gk boleh ikut " tolak kak Dimas.
" Hiks hiks kak Dimas jahat " kata ku sambil memeluk Alex dan menangis
" Huweee kak Dimas jahat, Lex " kata ku.
" Iya iya udah jangan nangis " kata Alex sambil menepuk punggung Fika.
" Astaga, kamu jadi emosional banget semenjak hamil " kata kak Dimas.
" Kamu boleh ikut kok Fika " kata kak Rina.
" Beneran? " Tanya ku.
" Iyaa bener " jawab kak Rina.
" Tapi sama kak Dimas kan gk boleh " kata ku lagi.
" Dimas mahh gk usah di dengerin " kata kak Rina.
" Yeyyy makasih kak Rina " kata ku senang.
" Cepet banget seneng nya " kata kak Dimas.
" Yaa nama nya juga ibu hamil, kak. Jadi suasana hati nya cepet berubah " jawab Alex.
" Berarti selama ini kamu sabar banget ya Lex " kata kak Dimas.
" Yaa gitu lah kak " jawab Alex.
" Ada apa ini? Kok pada ngumpul di sini semua? Terus wanita ini siapa? " Tanya kakek.
" Ehh kakek. Ini Rina calon istri aku " jawab kak Dimas.
" Calon istri? " Tanya kakek.
" Iyaa, minggu depan aku berniat nikahin Rina " jawab kak Dimas.
" Minggu depan? Mendadak banget, pernikahan gk bisa dilakukan secara mendadak gini " kata kakek.
" Iya kek aku tau. Sebenernya aku udah lama ngerencanain ini sama Rina, tapi karena waktu nya belum tepat jadi aku gk kasih tau ke kalian dulu " jelas kak Dimas.
" Tapi tetep aja kamu harus kasih tau kita dulu " kata kakek.
" Iya kek, tapi waktu itu bener-bener gk tepat. Masalah Fika gk selesai-selesai, jadi aku gk ngasih tau kakek tentang ini " jawab kak Dimas.
" Apa maksud kakak? Jadi ini ke tunda gara-gara aku gitu?!! " Tanya ku kesal.
" Bu...bukan gi...gitu " jawab kak Dimas ketakutan.
" Sayang, kamu tenang dulu. Jangan marah-marah kayak gini " kata Alex berusaha menenangkan Fika.
" Hmphhh aku sebel sama kak Dimas " kata ku ngambek.
" E...e..eh sa...sayang jangan gi..gitu donk " kata kak Dimas terbata-bata.
" Jadi kamu udah yakin sama keputusan kamu? " Tanya kakek.
" Udah kek, aku yakin banget kalo aku mau nikahin Rina " jawab kak Dimas.
" Kamu udah minta restu ke orang tua nya Rina? " Tanya kakek lagi.
" Udah kek dan mereka setuju. Malah mereka yang minta buat kita cepetan nikah " jawab kak Dimas.
" Baiklah kalo gitu, kakek dukung apapun keputusan kamu " kata kakek.
" Makasih kek " kata kak Dimas.
Setelah itu kami semua berbincang untuk perencanaan acara nikahan kak Dimas.
__ADS_1