
Aku pun segera memesan taksi online.
Tak lama kemudian taksi itu pun datang dan aku pun masuk ke dalam taksi bersama cowo itu.
Saat supir taksi nya melihat cowo ini dia amat kaget, tapi aku gk tau dia kaget kenapa.
" Ada apa pak? Kok seperti nya bapak kayak kaget gitu pas ngeliat cowo ini ?" Tanya ku heran.
" O...o..oohh gapapa mba hehehe " kata supir itu.
Sampai lah kami di rumah.
Aku pun segera membuka pintu karena udah ngga tahan lagi memapah tubuh cowo ini.
" Berat banget sihh ini cowo. Makan apa coba bisa jadi seberat ini " oceh ku.
Ku baring kan dia di tempat tidur ku.
" Uhh badan ku pegel semua. Ehh kok tangan ku berdarah ya, perasaan aku ngga luka deh "
" Apa jangan - jangan darah ini dari tubuh cowo ini ? "
Saat aku mengecek nya, benar saja perut bagian kiri cowo ini terluka. Pantas aja dia memegang perut kiri nya dari tadi.
Aku pun mengambil kotak P3K dan segera membalut luka cowo ini.
" Lelah nya hari ini. Udah dihukum karena telat dan juga bertemu cowo ini "
Aku tertidur lelap di samping cowo ini.
Keesokan hari nya...
Aku terbangun karena aku merasakan ada sesuatu yang bergerak. Dan benar saja ternyata tangan cowo itu bergerak kayak nya dia mau sadar deh.
"Dimana aku ? " Tanya cowo itu.
" Kamu ada dirumah ku sekarang karena semalem aku nemuin kamu tergeletak didepan pintu supermarket " jawabku.
" Awww " rintih nya sambil memegang perut kiri nya yang udah ku balut rapih.
" Siapa yang membalut luka ini ? " tanya nya lagi.
" Yaa siapa lagi kalo bukan aku " jawab ku santai.
" Sekarang kan kamu udah bangun dan juga luka mu udah aku balut mending sekarang kamu pulang " usir ku ke cowo itu.
" Tapi aku lapar " kata nya memelas.
" Apa urusan nya dengan ku? "
" Aku akan pergi setelah makan " kata nya bernegoisasi.
" Okee tapi janji ya "
" Iya "
Aku pun beranjak ke dapur untuk membuat sarapan.
" Hehehe gadis kecil ini mudah sekali di bohongi dan di suruh " kata pria itu dalam hati sambil tertawa kecil.
Aku pun mendengar dia tertawa.
__ADS_1
" Ada apa? Ada yang lucu? " Tanya ku heran.
" Hahh ngga ada yang lucu kok "
" Tapi kamu kok ketawa? Kayak orang gila aja "
Tiba - tiba cowo itu mendekat dan memeluk ku dari belakang.
" Aku kayak orang gila kata mu? Hati - hati kalo ngomong "
" I...i...iya maaf aku ngga akan ngomong sembarangan lagi " kata ku gemetaran.
Cowo itu duduk kembali di meja makan.
" Mana makanan nya? Lama banget "
" Iya iya sabar donk, lagian kamu tadi tiba - tiba meluk aku "
" Huhh lamban banget sihh jadi orang "
" Ihh udah nyuruh ngga sabaran lagi " omel ku dalam hati.
" Jangan ngomel - ngomel mulu, cepet selesaikan masakan nya atau aku ngga bakal pernah pergi "
" Ehh kok dia tau sihh kalo aku lagi ngomel - ngomel " tanya ku dalam hati.
Setelah beberapa menit masakan nya pun matang.
Saat aku menghidangkan makanan nya, betapa terkejutnya aku melihat cowo itu tertidur di meja makan.
" Heii bangun " teriak ku
" Emm kenapa sih ribut banget? " Tanya nya sambil mengucek - ngucek mata.
" Kenapa - kenapa, tuhh sarapan nya udah jadi "
" Lama banget sihh masak nya sampe - sampe aku ketiduran "
" Mau makan ngga? Udah untung aku masakin "
" Hehh kamu harus terus masakin aku makanan setiap hari tau "
" Hahh maksud dia apaan? Harus terus masakin makanan buat dia setiap hari? "
Tanya ku dalam hati.
" Udah ngga usah nanya sama diri sendiri ntar juga kamu bakal tau "
" Lohh kok dia bisa tau isi pikiran ku terus sih? " tanya ku dalam hati.
Kami pun sarapan bersama.
Selesai sarapan aku pun membersihkan piring - piring nya dan saat ku tengok ke meja makan cowo itu udah ngga ada.
" Hmm bagus lahh dia menepati janji nya "
" Wahh aku harus segera berangkat nihh atau ngga aku bakal telat lagi kek kemaren "
Aku pun bergegas berangkat.
Sesampai nya di tempat kerja aku menyapa semua karyawan dengan senyuman.
__ADS_1
" Selamat pagi semua nya " sapa ku.
" Selamat pagi juga Fika " sorak mereka barengan.
" Tumben ngga telat " ledek seseorang.
" Yaa ngga lah masa mau telat mulu " jawab ku santai.
Saat aku hendak bekerja, aku mendengar ada yang sedang menggosipi sesuatu.
" Ehh kamu denger kabar ngga kalo semalem ada ketua gangster yang terluka parah? " Katanya.
" Ehh ngga, aku ngga denger. Ihh serem banget ya "
" Tapi jangan salah loh ketua gangster nya ganteng banget "
" Ahh masa sih " jawab nya ngga percaya.
" Iyaa, walaupun dia ketua gangster tapi dia ngga pernah ngelukain orang yang ngga bersalah. Malah dia suka membantu orang - orang jalanan. "
" Wahh gentlemen banget, tapi sayang banget yaa kenapa dia harus jadi anggota gangster "
" Iya juga sih "
Karena aku penasaran, aku pun menghampiri mereka.
" Haii kalian lagi ngomongin apa? Kayak nya serius banget " sapa ku sambil bertanya.
" Ehh Fika, kita lagi ngomongin tentang ketua gangster yang semalem kata nya terluka " kata nya menjelaskan kepada ku.
" Ehh ketua gangster? Kok aku baru denger ya kalo di kampung kita ada ketua gangster. Berarti kampung kita udah ngga aman donk? " tanya ku.
" Kamu tenang aja, walaupun ada ketua gangster di kampung kita dia juga ngga bakal nyakitin kita kok " jelas nya.
" Tunggu deh, kenapa kamu yakin banget kalo dia ngga bakal nyakitin kita? " tanya ku lagi.
" Yaa soalnya aku pernah denger katanya dia bukan tipe orang yang ngebunuh tanpa alasan dan juga dia sering ngebantuin anak jalanan gitu "
" Ohh, terus terus ketua gangster nya gimana sekarang? "
" Yaa katanya sih dia sekarang lagi terluka gara - gara di serang sendirian. Kasian banget yaa "
" Emm kamu tau ngga nama ketua gangster itu? " tanya ku penasaran.
" Wahh wahh kenapa nih kok tiba - tiba seorang Fikaa tertarik banget sama berita kayak begini. Ada apa hayoo? " ledek mereka.
" E...e...ehh ngga ada apa - apa. Aku cuma penasaran aja, takut nya aku ketemu sama ketua gangster itu " jawab ku terbata - bata.
" Oalahh gitu toh, kalo ngga salah nama nya sihh Alex "
" Emm, kira - kira nama cowo semalem siapa yaa? Ntar kalo aku ketemu dia lagi bakalan aku tanya dehh " gumam ku dalam hati.
" Ehh Fika kamu kenapa? Kok malah bengong? "
" E...e...ehhh gapapa kok hehehe "
" Hehhh malah ngegosip pagi - pagi, cepet kerja sana " kata seorang bos.
" Eh ehh iya bos " jawab kami.
Kami pun lanjut mengerjakan pekerjaan kami.
__ADS_1