
POV Alex.
" Makan apa ya enak nya " gumam Alex.
" Alex " panggil seseorang.
" Vivi? Ngapain lu di sini? " Tanya Alex kesal.
" Emmm aku mau jenguk Fika. Aku denger kalo dia udah lahiran " jawab Vivi.
" Ngapain pake jenguk segala, gk perlu " kata Alex.
" Ta...tapi aku udah bawa buah buat jenguk dia " kata Vivi.
" Yaa makan lah sendiri, gitu aja repot " jawab Alex.
Mata Vivi udah berkaca-kaca, tapi dia tetep berusaha supaya Alex izinin dia jenguk Fika.
" Yoo, jangan galak-galak lahh sama cewe " kata Nathan yang tiba-tiba dateng.
" Yaelahh bocah dari mana lagi ini " kata Alex.
" Bocah?! Songong lu yeee, gw dokter di rumah sakit ini tau gk!!! " Kata Nathan kesal
" Ohh gw kira lu OB di sini " jawab Alex.
" Nihh bocah emang nyolotin banget yee, minta di baku hantam " kata Nathan.
" Berisik lu!!! Udah ahh gw mau nyari makan " kata Alex.
" Yaudah gw juga mau ke ruangan Fika. Ayo Vi " ajak Nathan.
" E...e..emang nya boleh? Lagian ini juga udah lewat dari jam jenguk " kata Vivi.
" Boleh kok, udah santai aja " jawab Nathan.
" Hehhh curut. Siapa yang izinin dia buat jenguk Fika hahh?! " Kata Alex
" Gw! Lagian gk ada larangan kalo gk boleh jenguk Fika " jawab Nathan.
" Ada, gw yang larang!!! " Kata Alex.
" Tapi Fika nya kan gk larang siapapun yang mau jenguk dia " jawab Nathan.
" Gw suami nya!!! Jadi gw punya hak buat atur hidup nya " kata Alex.
" Wahh wahh, gw bilangin Fika lu " ancam Nathan.
" Berani lu bilangin Fika? Bilangin aja kalo berani " jawab Alex.
" Berani lahh. Paling nanti abis gw aduin, lu disuruh tidur di luar " kata Nathan.
" Udah udah, kalo gk boleh gapapa kok " kata Vivi.
" Yaudah lahh, gw izinin kali ini aja!!! " Kata Alex.
" Tuhh udah di izinin sama pak presiden, yaudah tuk kita jenguk Fika " ajak Nathan.
Nathan dan Vivi pergi ke ruang rawat Fika.
Sesampainya di ruang rawat Fika, Nathan dan Vivi masuk.
" Permisi " kata Vivi.
" Vivi " kata ku.
" Haii, selamat ya. Nih aku bawain buah " kata Vivi sambil memberikan parsel buah nya.
" Makasih. Lohh kok kamu bisa dateng sama Nathan? " Tanya ku.
" Iyaa tadi kita ketemu di depan dan katanya Nathan juga mau jenguk kamu, jadi sekalian bareng " jawab Vivi.
" Oalahh, aku kira kalian ada sesuatu " ledek ku
" Yaa gk lah. Aku belum kepikiran yang lain, soalnya aku mau fokus rawat ibu aku.
" Ohh iya kamu gimana keadaan nya? " Tanya Vivi.
" Aku udah mendingan kok, walaupun bekas jaitan nya masih sakit banget " jawab ku
__ADS_1
" Anak kamu lucu banget. Nama nya siapa? " Tanya Vivi.
" Nama nya Pina Alexandra " jawab ku.
" Beruntung nya Alex punya anak yang cantik dan lucu kayak gitu " kata Nathan.
" Hehehe siapa dulu ibu nya " kata ku bangga.
" Sayang " panggil Alex
" Ehh udah balik, cepet banget? " Tanya ku.
" Iyaa soalnya aku gk tenang ninggalin kamu sendiri " jawab Alex.
" Ishh kan aku udah bilang, santai aja " kata ku.
" By the way, ruangan nya nyaman banget ya " kata Vivi.
" Iyaa soalnya Alex minta nya yang VIP " jawab ku.
" Ohh pantesan aja kayak mewah gitu ruangan nya " kata Vivi.
" Iyalah, buat istri kesayangan harus yang terbaik " sindir Alex.
" Alex, gk boleh gitu ahh " kata ku sambil memukul Alex pelan.
" Udahh mending kalian pulang. Fika nya mau istirahat " usir Alex.
" Alex jangan gitu. Biarin aja mereka di sini " kata ku.
" Gk!!! Kamu butuh istirahat " kata Alex.
" Yaudah kalo gitu aku pulang ya Fik " kata Vivi.
" Ehh iya, maafin Alex ya. Dia emang gitu orang nya " kata ku.
" Iyaa gapapa kok, lagian aku juga masih ada urusan " jawab Vivi.
Vivi pun pergi.
" Ngapain lu masih di sini? " Tanya Alex.
" Lahh gw juga di usir nihh? " Tanya Nathan.
" Yaelah, bentar lagi kek. Gw masih mau liat anak lu " kata Nathan.
" Gk gk gk. Udah sono balik lu " usir Alex.
" Elahhh galak amat lu " kata Nathan.
Nathan pun pergi.
" Sayang ihh, kamu gk boleh gitu " omel ku.
" Udah biarin aja, lagian ini emang udah waktu nya kamu istirahat " kata Alex.
" Tapi bisa kan bilang nya pelan-pelan, jangan kayak orang ngusir gitu " kata ku.
" Gk bisa. Udah kamu tidur aja, gk usah mikirin yang lain " kata Alex.
Alex menutup tubuh ku dengan selimut.
" Kamu gk pulang juga? " Tanya ku.
"
Gk lah, orang kamu di sini. Ngapain aku pulang " jawab Alex.
Alex duduk di ranjang dan memeluk ku.
" E..ehhh ka..kamu ngapain? " Tanya ku gugup.
" Aku takut " jawab Alex.
" Takut kenapa? " Tanya ku lagi.
" Aku takut kehilangan kamu " jawab Alex.
Aku memeluk Alex balik dan mengelus kepala nya
__ADS_1
" Sayang " panggil ku.
" Hmm? " Sahut Alex.
" Kamu jangan terlalu khawatir gitu sama aku.
Aku baik-baik aja dan aku bisa jaga diri " kata ku.
" Gapapa kan aku khawatir istri aku sendiri? " Tanya Alex.
" Iyaa sih, tapi khawatir berlebihan itu gk baik " kata ku.
" Kita gk tau apa yang bakal terjadi di masa depan. Kita gk tau sampe kapan kita hidup " kata Alex
" Karena kita gk tau masa depan kayak apa, makanya nikmati lahh hidup mu yang sekarang " kata ku.
" Aku udah nikmati hidup aku kok. Tapi pas liat kamu berjuang melahirkan Pina, aku takut banget. Takut kalo terjadi apa-apa sama kamu. Aku gk bisa ngurus anak kita sendiri " kata Alex.
" Tapi nyata nya aku gapapa kan. Aku baik-baik aja " kata ku.
" Karena kamu baik-baik aja makanya aku bersyukur banget. Biarin aku peluk kamu sebentar aja " pinta Alex.
" Dasar bayi besar ku " kata ku sambil mencium kepala Alex.
Alex memeluk ku sangat erat.
Yaaa, aku bisa merasakan kekhawatiran nya dari pelukan nya.
" Udah donk, masa ketua gangster lemah kayak gini " ledek ku.
" Aku emang lemah kalo soal kamu " jawab Alex.
Tiba-tiba tangan Alex masuk ke baju ku dan meraba punggung ku.
" A...Lex " panggil ku.
" Iya sayang? " tanya Alex.
" Tangan kamu ngapain? " tanya ku.
" Gk ngapa-ngapain kok " jawab Alex.
Alex mencium bibir ku.
" Aku kangen sama itu kamu " kata Alex.
" Tapi kita gk bisa ngelakuin itu sekarang " kata ku.
" Sebentar aja kok " jawab Alex.
Tangan Alex meraba seluruh tubuh ku.
Saat Alex mau buka baju ku, Pina tiba-tiba nangis.
" Pina nangis, kamu minggir dulu " suruh ku.
Aku berusaha bangun untuk mengambil Pina yang ada di ranjang bayi.
" Udah biar aku aja yang gendong Pina " kata Alex.
" Dia pasti laper, makanya nangis " kata ku.
Alex menggendong Pina dan membawa nya ke aku.
Aku pun menyusui Pina.
" Masa cuma Pina yang di kasih susu, aku juga mau " pinta Alex.
" Ya beli lah " jawab ku.
" Ihh tapi aku mau nya susu kamu " goda Alex.
" Alex ishh, jangan ngegoda aku mulu ahh. Udah kamu diem!!! Atau gk aku panggil petugas keamanan " ancem ku.
" Kamu berani? " tanya Alex.
" Berani lahh " jawab ku.
Alex mencium ku lagi.
__ADS_1
" Alex, gk tau malu kamu ya!!! " omel ku sambil mencubit Alex.
Alex cuma terkekeh.