Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Kata tersirat


__ADS_3

Suara tembakan yang begitu keras. Aku menolehkan kepala ku dan betapa terkejutnya aku kalo Alex yang tertembak karena menyelamatkan ku.


" ALEX " teriak ku.


Tapi tanpa ku duga Alex menembak balik preman itu dan bawahan nya.


" Maaf bos kami datang terlambat " kata seseorang yang di ikuti beberapa orang lain nya.


" Dasar tidak berguna kenapa lama banget dateng nya " bentak Alex ke mereka semua.


" Ma...ma...maaf bos kami siap menanggung hukuman nya " kata mereka semua serempak.


" Udah udah mending sekarang kita ke rumah sakit dulu buat obatin luka kamu " kata ku ke Alex.


" Gk, aku gk mau ke rumah sakit " tolak Alex.


" Tapi luka kamu harus di obatin kalo gk bakal infeksi " kata ku lagi.


" Yaudah aku mau obatin luka ini tapi harus kamu yang obatin gimana pun aku kan luka


karena nolongin kamu " kata Alex.


" Bos biar saya saja yang ngobatin luka nya " kata orang itu.


" Diam kamu dasar asisten tidak berguna " bentak Alex.


" Ma..ma...maaf bos " jawab nya.


" Oh jadi dia itu asisten Alex " gumamku dalam hati.


" Udah udah Alex kamu jangan omelin dia terus, kasian tau dia " kata ku.


" Ohh jadi kamu lebih peduli sama asisten itu daripada aku? " kata Alex.


" Yaa bukan kaya gitu, u...u..udah lah mending sekarang kita pulang buat obatin luka kamu " ajak ku.


Aku dan Alex pun pulang ke rumah kakek.


Sesampainya dirumah kakek aku langsung membaringkan tubuh Alex di sofa.


" Ada apa ini? " tanya kakek.


" Lohh Alex kenapa? " tanya kakak.


" Aduh kakak sama kakek baru dateng udah di tanyain " omel ku.


" Doni apa yang terjadi sebenarnya? " tanya kakek ke asisten Alex.


Doni pun menjelaskan secara rinci apa yang terjadi.

__ADS_1


" Astaga tapi kalian berdua gpp kan? " tanya kakak.


" Kita gpp kok kak, cuma Alex kena tembak tadi untung gk kena organ vital nya " kata ku.


" Tunggu kenapa kamu ngerti sama peralatan medis kayak gini? " tanya kakak lagi.


" Aduhh kakak lupa ya kalo aku ini lulusan universitas jurusan kedokteran " jawab ku.


" Oia abis nya kamu kerja nya di supermarket sih jadi kakak kan lupa kamu lulusan apa " kata kakak.


" Lagian kamu kenapa gk kerja di rumah sakit aja sih, sayang kan kalo kamu kerja jadi karyawan padahal kamu lulusan kedokteran? Kalo belum nemu yang cocok biar Kakak bantu " tanya kakak lagi.


" Itu urusan ku kak " kata ku.


Tiba - tiba ada suara tembakan yang entah dari mana.


" A..a...apa itu? " tanya ku terbata - bata sambil gemeteran.


" Apa sih itu cuma suara tembakan dari TV aja kok kenapa kamu sampe sekaget dan setakut itu sih " kata kakak.


Tanpa sadar aku pun lari ke kamar sambil menangis ketakutan.


" Lohh Fika kamu kenapa? " tanya kakak tapi aku tidak mendengar nya.


" Kayak nya nona Fika masih trauma sama yang tadi " kata Doni.


" Iyaa yang kamu katakan bener. Kayak nya dia trauma sama kejadian kali ini, ini salah ku karena gk jagain dia dengan baik " kata Alex.


" Kakek jangan kayak gitu juga. Kita juga harus tetep tenangin Fika. Lagian ini juga bukan kejadian penculikan biasa " kata kakak.


" Tenang aja kok kak, aku gk bakal lepasin mereka semua. Mereka harus membayar apa yang mereka lakukan ke Fika " kata Alex.


" Yaudah sekarang aku mau liat keadaan Fika dulu. Aku mau tenangin dia, dia pasti syok berat " kata kakak.


" Gk usah kak, biar aku aja " kata Alex.


Alex pun masuk ke kamar aku.


" Fika, aku tau kamu takut karena kejadian hari ini. Tapi kamu gk boleh kayak gini terus, kamu harus bisa jadi wanita yang kuat " kata Alex.


" Buat apa aku jadi wanita yang kuat kalo ada kamu yang jagain. Kan kamu sendiri yang bilang bakal jagain aku, trus sekarang kamu suruh aku jadi wanita yang kuat? Apa maksudnya? Kamu mau ninggalin aku gitu " kata ku sambil menangis.


Alex pun memeluk ku tiba tiba.


" Bukan gitu Fika. Akug gk bakal ninggalin kamu kok, aku bakal jagain kamu sampe kapan pun. Tapi kamu tetep harus jadi wanita kuat setidaknya kamu bisa menjaga diri kamu di saat aku gk ada nanti " kata Alex yang seakan dia mau pergi jauh dan gk pernah kembali.


Aku kaget dengan apa yang Alex katakan dan mendorong nya.


" Apa maksud kamu? Kamu ngomong kayak gitu mau kemana? Kamu ngomong kayak gitu kayak seolah - olah kamu mau pergi dan gk pernah kembali. Kamu jahat Alex, aku udah begitu percaya sama kamu, aku udah sayang sama kamu dan sekarang kamu mau ninggalin aku gitu aja? " tanya ku sambil menangis terisak-isak.

__ADS_1


" Gk gitu sayang " kata Alex.


" Gk usah manggil sayang kalo kamu gk bener - bener sayang sama aku. Kamu mau ninggalin aku itu berarti kamu gk sayang sama aku " kata ku dengan tangisan yang semakin kencang.


" Ada apa ini? " tanya kakak yang tiba - tiba masuk ke kamarku.


" Kakak Alex mau ninggalin aku. Kakak bilang Alex sayang sama aku tapi kenapa dia mau ninggalin aku " tangis ku sambil memeluk kakak.


" Fika dengerin aku dulu, maksud aku bukan ka... " belum sempat Alex menyelesaikan kata - kata nya tiba - tiba nafas ku sesak.


" Fika kamu kenapa? " tanya kakak dengan nada khawatir.


" Kak nafas aku se... " belum selesai aku ngomong tiba - tiba aku pingsan.


" FIKA FIKA " teriak kakak.


" Tenang dulu kak aku panggil temen aku, dia dokter kepercayaan aku " kata Alex menenangkan kakak.


Alex pun memanggil temen nya yang seorang dokter.


Tak lama kemudian temen nya pun datang dan memeriksa keadaan ku.


" Gimana keadaan adik saya dok? " tanya kakak khawatir.


" Kakak tenang dulu Fika baik - baik saja kok. Dia cuma kaget dan kemudian pingsan karena terlalu stress maka dari itu tolong jangan sampe Fika merasa tertekan. Dan juga santai aja ngomong nya panggil aja aku Nathan " kata dokter itu.


" Ohh iya makasih ya Nathan " jawab kakak.


" Oia aku denger - denger Fika mau tunangan sama Alex ya? Kok aku gk di undang sih? " ledek Nathan.


" Acara tunangan nya masih bulan depan kok nanti kamu pasti kita undang " kata kakak.


" Oh iya jangan sampe Fika kecapekan juga ya kak. Sekarang Fika udah baik baik aja istirahat sebentar juga sembuh " kata Nathan.


" Oh iya aku jadi lupa menjamu tamu. Ayo Nat kita ke ruang tamu ngobrol - ngobrol " ajak kakak.


" Baiklah. Alex ayo biarin Fika istirahat " kata Nathan.


" Gk. Aku di sini aja jagain Fika takut nanti dia kenapa - napa " tolak Alex.


" Tapi Fika butuh istirahat " kata Nathan.


" Aku gk bakal berisik kok. Aku cuma mau jagain Fika " kata Alex.


" Udah gpp Nat, biarin Alex jagain Fika lagian dia juga gk bakal gangguin Fika istirahat kok " bujuk kakak.


" Yaudah deh, kita tinggal ya Lex " kata Nathan.


Kakak dan Nathan pun pergi ke ruang tamu.

__ADS_1


" Fika sayang maafin aku karena bikin kamu kayak gini ya. Gk seharusnya aku ngomong kayak tadi ke kamu " kata Alex menyesal.


" Kamu harus cepet sembuh dan balik lagi ke Fika yang ceria dan bawel " kata Alex sambil mencium kening ku.


__ADS_2