
POV Kak Dimas
" Udah ku duga, pasti dia mau berbuat sesuatu. Tapi aku gk nyangka dia ngelawan kelompok burung gagak " gumam kak Dimas.
Kak Dimas mengambil handphone nya dan menelepon Alex.
" Halo Lex " kata kak Dimas.
" Halo kak, ada apa? " Tanya Alex.
" Lex sekarang kamu ke markas kelompok burung gagak!!! " Kata kak Dimas.
" Hah? Mau ngapain? " Tanya Alex bingung.
" Fika lagi di sana sekarang dan dia lagi ngelawan ketua kelompok burung gagak " jawab kak Dimas.
" Hahh?! Kok bisa Fika ada di sana? Dia ngapain di sana? " Tanya Alex panik.
" Aku juga gk tau, udah mending kamu ke sana. Aku juga mau ke sana. Oh iya jangan lupa bawa beberapa orang-orang kamu, karena kelompok burung gagak susah buat di taklukan " kata kak Dimas.
" Oke kak aku segera ke sana " jawab Alex.
Alex pun mematikan telepon nya.
Kak Dimas bergegas ke markas kelompok burung gagak.
POV Alex
" Duhh Fika kamu ngapain sihh di sana. Apa jangan-jangan dia tau yang udah buat masalah di kantor itu kelompok burung gagak? Tapi gk mungkin dia tau " gumam Alex.
" Ada apa bos memanggil saya? " Tanya Doni.
" Sekarang kamu kumpulin orang-orang terkuat dari kelompok kita!!! Kita akan ke markas kelompok burung gagak " Suruh Alex.
" Hahh ngapain kita ke sana bos? Bukan nya belum waktunya kita nyerang mereka? " Tanya Doni.
" Fika ada di sana sekarang, jadi mending kamu cepet panggil mereka!!! " Suruh Alex.
" Baik bos " jawab Doni.
Doni pergi meninggalkan Alex dan melakukan perintah Alex.
Alex mengambil kunci mobil nya dan bergegas ke markas kelompok burung gagak.
POV Fika
" Aku gk bisa diem aja, aku harus lawan balik dia. Kalo gini terus bisa-bisa aku kalah " kata ku dalam hati.
Aku menyerang Hans dengan gerakan yang di ajarkan kakak.
Sekali, dua kali serangan ku gk kena. Tapi ketiga kali nya serangan ku kena.
Kali ini aku yang memutar balik keadaan, kali ini aku yang menyerang Hans sehingga Hans tak ada kesempatan untuk menyerang balik.
POV Alex
Sesampainya nya di markas kelompok burung gagak, Alex langsung turun dari mobil nya dan segera masuk.
Alex sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. Gadis kesayangan nya belumuran darah dan saat ini sedang berusaha melawan ketua kelompok burung gagak.
" Apa yang kau lakukan di sini gadis bodoh?! " Teriak Alex.
Fika yang mendengar suara Alex langsung menoleh ke arah nya.
__ADS_1
" Alex?! Kamu ngapain ke sini? " Tanya ku kaget.
" Harusnya aku yang nanya ke kamu, ngapain kamu di tempat kayak gini? " Tanya Alex.
Karena Fika lengah, perutnya di tendang oleh Hans.
" Akhhh " teriak ku kesakitan.
" Fika?! " Teriak Alex kaget.
" Jangan coba-coba mendekat atau gk nyawa gadis ini yang menjadi taruhan nya " kata Hans sambil mengarahkan pistol ke arah ku.
Di keadaan genting ini kak Dimas tiba-tiba datang.
" Lex, mana Fika? " Tanya kak Dimas khawatir.
Alex tak menjawab pertanyaan kak Dimas.
" Siapa lagi ini? " Tanya Hans.
Kak Dimas yang mendengar suara itu menoleh ke arah nya.
" Lepasin adik saya!!! " Teriak kak Dimas.
Kak Dimas berjalan ke arah ku.
" Eitsss berhenti, jangan bergerak selangkah pun!!! Atau gk nyawa gadis ini taruhan nya " kata Hans yang semakin mendekat kan pistol nya ke arah ku.
" Kak udah stop. Aku gapapa kok " kata ku berusaha menenangkan kak Dimas.
" Gapapa darimana, tubuh mu berlumuran darah dan nyawa kamu sedang terancam!!! " Teriak kak Dimas.
" Tenanglah kak, aku bisa mengatasi ini sendiri " kata ku.
Hans terjatuh dan pistol nya terlempar. Aku segera menangkap pistol itu dan mengarahkan ke Hans.
" Aku menang Hans. Sesuai kesepakatan kita, kalo aku menang bawa aku ke anak itu!!! "
Kata ku.
" Oke oke, kamu menang " kata Hans.
" Hahh?! Tumben langsung iya " kata ku dalam hati.
Tapi sesuai dugaan ku, orang seperti Hans tidak akan menyerah begitu aja.
Ternyata Hans memiliki senjata lain di saku nya.
Hans mengeluarkan pisau tajam, tapi karena aku udah tau dari awal aku langsung
menembak pisau itu.
" Jangan pikir kau bisa membodohi ku " kata ku.
Kak Dimas dan Alex yang melihat itu sangat terkejut. Mereka gk tau kalo Fika bisa menggunakan pistol. Dan mereka juga terkejut karena tingkah Fika yang beda dari biasanya.
" Sebenernya apa yang membuat Fika bisa se-berani ini? " Tanya Alex bingung.
" Cepatlah Hans!!! Aku punya batasan kesabaran!!! " Tegas ku.
Hans pun mengaku kalah dan membawa ku ke tempat dimana anak itu di sembunyikan.
" Anak itu berada di dalam " kata Hans.
__ADS_1
" Mendingan aku ikut masuk ke dalem " kata Alex.
" Eitsss yang boleh masuk hanya Fika, karena yang membuat kesepakatan ini hanya kami berdua. Tidak boleh ada ikut campur orang lain " kata Hans.
" Aku bukan orang lain!!! Aku suami nya!!! " Bentak Alex.
" Alex udah tenang. Aku gapapa kok, aku bisa masuk sendiri " kata ku.
" Tapi aku takut di dalem sana ada bahaya " kata Alex khawatir.
" Tenang Lex, aku bisa jaga diri kok. Kan kamu liat sendiri tadi, aku udah bukan Fika yang dulu. Sekarang aku bisa jaga diri aku sendiri " kata ku.
Aku pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam.
Kriett...
Ceklek...
Hans menutup pintu nya dan mengunci nya dari luar.
" Apa yang kau lakukan?! Dasar brengsek!!! " Teriak Alex.
" Tenang tenang, ini baru permulaan " kata Hans.
" Maksudnya?! " Tanya Alex.
" Aku udah memasang bom di dalam sana dan bom itu akan meledak dalam 3 menit " jawab Hans.
" Apa?! Dasar iblis!!! " Teriak Alex.
" Ayo lah ini waktu nya kita menonton pertunjukan seru " kata Hans seperti orang mabuk.
" Dasar kau tidak waras!!! " Kata Alex sambil memukul wajah Hans.
" Tenang Lex, sekarang yang harus kita pikirin gimana cara nya ngeluarin Fika dari sini " kata kak Dimas.
" Kalian gk akan bisa buka pintu ini " kata Hans.
" Sial, aku lengah " kata Alex dalam hati.
" FIKA FIKA " teriak Alex memanggil Fika.
" Fika, kamu denger kita kan? " Tanya kak Dimas.
" Iya kak denger " jawab ku dari dalam.
" Fika di dalem situ ada bom, kamu harus cepet cari jalan keluar " kata kak Dimas.
" Apa?! Bom?! " Tanya ku kaget.
" Iyaa Fika " jawab kak Dimas.
" Fika, kamu tenang aja aku pasti bakal nyelamatin kamu apapun cara nya " teriak
Alex sambil menggedor pintu nya.
" Alex, kamu yang harus tenang!!! Aku baik-baik aja di sini " kata ku.
" Mana bisa aku tenang saat kamu terkunci di ruangan yang ada bom nya. Dan akan meledak dalam waktu 3 menit " kata Alex.
" Apa?! 3 menit?! " Kata ku kaget.
Aku mencari bom itu dan benar aja waktu nya tinggal tersisa 2 menit lagi.
__ADS_1