Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Akhir masalah


__ADS_3

POV Fika


Fika yang sedang duduk terdiam, tiba-tiba mendengar suara gaduh.


" Suara apa itu?! " Tanya ku kaget.


Aku pun melihat apa yang terjadi dari jendela.


" Alex?! Kok dia bisa ada di sini, udah gitu muka Nathan kenapandi pukul? " Tanya ku.


Aku berlari keluar dan menghampiri mereka.


" BERHENTI!!! " Teriak ku.


Alex dan Nathan langsung berhenti setelah mendengar teriakan Fika.


" Fika?! " Kata Alex kaget.


Alex menghampiri Fika, tapi Fika menghampiri Nathan.


" Nat, ya ampun. Kamu kenapa bisa kayak gini? " Tanya ku khawatir.


" Aku gapapa Fik, tadi cuma di pukul sama Alex tapi gk sakit kok " jawab Nathan.


" Fika kamu kemana aja sihh sayang, aku nyariin kamu tau gk " kata Alex sambil berjalan menghampiri Fika.


" Berhenti Lex. Jangan deketin aku!!! " Bentak ku.


" Kenapa sayang? " Tanya Alex.


" Tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu " pinta ku.


Tiba - tiba seseorang menangkap Fika.


" Jangan bergerak! Atau gk nyawa cewek ini yang jadi taruhan nya " kata orang itu.


" Lepasin dia!!! " teriak Alex.


" Aku gk bisa diem aja " kata ku dalam hati.


Aku menggigit tangan penjahat ini dan menginjak kaki nya.


" Arghhhh " teriak penjahat itu.


Aku langsung memanfaatkan keadaan dan berlari ke arah Alex.


Tapi ternyata penjahat itu memiliki senjata api dan...


DOR...


" ALEX " teriak ku yang kaget melihat Alex tertembak demi melindungi nya.


Aku langsung menghampiri Alex.


" Alex, kamu gk boleh kenapa-kenapa " tangis ku.


" Fika, ssttt jangan nangis " kata Alex sambil mengusap air mata nya.


Fika mengambil handphone dari saku celananya dan menelepon kakak nya.


" Halo, Fika? Ya ampun kamu kemana aja sayang? " Tanya kak Dimas kaget.


" Kak, tolongin Alex kak " kata ku panik di sertai tangisan.


" Fika Fika, kamu tenang dulu. Coba bilang pelan-pelan sama kakak apa yang terjadi " kata kak Dimas menenangkan Fika.


" Gk ada waktu buat ceritain nya. Pokoknya sekarang kakak ke rumah Nathan!!! " Pinta ku.


" Sebenernya apa yang terjadi? " Tanya kak Dimas ikutan panik.


" Aduh kakak pokoknya ke...akhhhh " Fika teriak karena rambut nya di tarik sama penjahat itu.

__ADS_1


" Fika Fika, halo " kata kak Dimas.


Kak Dimas langsung bergegas ke tempat Nathan.


" Berani juga kamu " kata penjahat itu sambil menarik rambut Fika.


" Lepasin dia!!! Teriak Alex.


" Hahahaha masih bisa teriak juga kamu. Berarti kurang ya tembakan nya? " Tanya penjahat itu.


Penjahat itu mengambil pistol nya dan mengarahkan nya ke Alex.


" Gk!!! Jangan tembak dia lagi!!! " Teriak ku.


DOR.....


Dan tanpa di sangka sekarang Nathan yang menghadang tembakan untuk Alex.


" Nathan?! " Kaget ku.


" Bodoh!!! Kenapa menghadang pistol itu " bentak Alex.


" Anggap aja ini permintaan maaf gw " kata Nathan.


Alex tak kuasa menahan amarah nya, dia pun berusaha bangkit.


DOR.....


Lagi-lagi terdengar suara tembakan.


Tapi kali ini penjahat itu yang tertembak.


" KAKAK " teriak ku saat melihat kakak nya bersama anak buah nya yang banyak.


Aku berlari ke arah kakak dan memeluk nya.


" Kakak " kata ku sambil menangis ketakutan.


" Bos " kata Doni sambil menghampiri Alex.


" Cepet panggil ambulan!!! " Perintah Alex.


Doni pun segera memanggil ambulan.


Tak lama kemudian ambulan nya datang, mengangkat Nathan dan Alex.


" Ayo, kamu juga harus ke rumah sakit " ajak kak Dimas.


" Iya " jawab ku.


" Akhhhh " teriak ku.


Tiba-tiba seseorang menarik lengan ku.


Dan semua orang langsung menoleh ke arah ku dan bersiap.


" Lepasin dia!!! " Teriak kak Dimas dan Alex barengan.


" Hahaha lama tak bertemu, Dimas " kata orang itu.


" Suara ini? Jangan-jangan " gumam kak Dimas.


" Ya aku Danu. Pemimpin kelompok harimau putih yang di musnahkan oleh ayah kalian " kata orang itu.


" Kakek Danu?! " Kata ku kaget.


" Hai cucu kecil ku " kata kakek Danu.


" Apa-apaan ini? Kamu kenal orang ini " tanya kak Dimas.


" Iya kak. Kakek Danu adalah orang yang selama ini rawat aku selama aku pergi dari rumah " jawab ku.

__ADS_1


" Ya ampun kenapa dari sekian banyak nya orang kamu harus ketemu sama orang tua ini " kata kak Dimas.


" Ya ini lah yang nama nya takdir " jawab kakek Danu.


" Takdir? Ketemu sama anda adalah kesialan terbesar dalam hidup " teriak kak Dimas.


" Hahahaha benar-benar sudah besar ya kamu Dimas. Padahal dulu kamu sangat takut kepada saya " kata kakek Danu sambil tertawa.


" Yaa itu dulu, tapi sekarang saya udah gk takut sama anda kakek tua!!! " Bentak kak Dimas.


" Buat apa anda ganggu cucu saya lagi tuan Danu? " Kata kakek yang tiba-tiba datang.


" Buat apa? Hahaha gk buat apa-apa, saya cuma mau menyaksikan cucu anda tersiksa secara perlahan " kata kakek Danu sambil tersenyum kejam.


" Apa maksud anda? " Tanya kakek.


" Nanti juga anda tau sendiri tuan Lingga " jawab kakek Danu.


" Tidak cukup kahh anda menculik dan menyiksa cucu saya dulu? " Tanya kakek.


" Cukup? Seberapa pun penyiksaan saya waktu dulu tidak akan pernah cukup untuk membayar semua nyawa anak buah saya " teriak kakek Danu.


" Bunuh lahh saya kalo begitu " kata kakek.


" Jangan kek!!! " Teriak ku.


" Nyawa mu pun tidak akan cukup membayar nya " kata kakek Danu.


" Bunuh lahh saya juga kalo begitu " kata kak Dimas.


" Gk kak! Kalian berdua ini kenapa sih?!! Segitu ingin kahh kalian mati? Kalian mau ninggalin aku? " Teriak ku.


" Tenang cucu kecil ku, aku tidak akan membunuh mereka berdua " kata kakek Danu.


" Serius? Anda gk bakal bunuh kakak sama kakek saya? " Tanya ku.


" Iyaa, tapi sebagai ganti kamu yang bakal membayar semua nya " kata kakek Danu.


Kakek, kakak, dan Alex kaget mendengar perkataan nya.


" Selamat tidur cucu kecil ku " kata kakek Danu sambil mencium kening ku.


Dan setelah itu


BRUK....


Aku jatuh pingsan.


" Apa yang anda lakukan kepada adik saya, tuan?!!! " Tanya kak Dimas murka.


" Kamu akan mengetahui nya nanti " jawab kakek Danu dan dia pun pergi.


Kakak langsung menghampiri ku dan menggendong ku.


Kakek, kakak, Alex, dan Fika pergi ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit...


Fika langsung dibawa ke UGD.


Kakek, kakak, dan Alex menunggu di luar ruangan UGD.


" Alex, sebaiknya kamu obatin dulu luka nya " perintah kakek.


" Gk kek, aku mau tetep di sini sampe aku tau keadaan Fika " tolak Alex.


" Tapi tangan kamu bisa infeksi kalo gk langsung di obatin " kata kakek.


" Yang kakek bilang bener Lex, nanti masalah Fika biar aku kabarin. Lagian juga ngobatin luka itu gk lama kok " kata kakak.


Alex menyerah dan menuruti perkataan kak Dimas dan kakek.

__ADS_1


__ADS_2