Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Pernikahan kak Dimas


__ADS_3

Hari pun berlalu, akhirnya acara pernikahan kak Dimas akan segera dilaksanakan.


Di ruang rias.


" Aduhh aku deg-deg'an banget " kata kak Rina.


" Tenang aja kak. Aku juga dulu kayak gitu kok " kata ku menenangkan kak Rina.


" Aku takut nanti ada masalah " kata kak Rina.


" Gk bakal kok kak. Kan semua udah di atur dengan baik " kata ku.


Tok...tok... tok


" Iyaa, masuk " kata ku.


" Permisi nona. Nona sama pengantin wanita udah boleh memasuki aula pernikahan " kata pelayan itu.


" Okee, kamu bisa keluar sekarang " suruh ku.


Pelayan itu pun keluar.


" Oke kak, ini saat nya kakak bersinar di hadapan semua orang dan di hadapan calon suami kakak " kata ku.


Kak Rina hanya mengangguk.


Dan kami pun berjalan ke aula pernikahan.


Aku mengiringi kak Rina sampai ke tangan ayah nya.


Ayah nya kak Rina mengggandeng tangan kak Rina dan membawa nya ke kak Dimas.


Kak Rina dan kak Dimas mengucapkan sumpah pernikahan dan akhirnya mereka pun sah menjadi suami istri.


" Akhirnya kak Dimas menemukan kebahagiaan nya sendiri " kata ku sambil menangis.


" Yaa, sekarang dia udah punya seseorang yang bakal menjaga nya " kata Alex sambil memeluk ku.


" Aku turut seneng buat kak Dimas. Tapi aku juga sedih karena sekarang aku bukan lah prioritas kak Dimas lagi " kata ku.


" Kamu emang bukan prioritas kak Dimas lagi, tapi kamu prioritas aku sekarang " kata Alex.


Aku meluapkan tangisan ku di pelukan Alex.


" Sayang, berhentilah menangis. Sekarang itu hari bahagia kak Dimas, jadi jangan sampe kak Dimas ngeliat kamu nangis kayak gini " kata Alex.


Aku mengangguk dan menghapus air mata ku.


" Ayo, kita samperin kak Dimas sama kak Rina " ajak Alex.


Aku dan Alex menghampiri kak Dimas dan kak Rina.


" Selamat ya kak, akhirnya kakak gk jomblo lagi " ledek Alex.


" Ehh thank you " kata kak Dimas.


" Selamat ya kak Rina " kata ku.


" Makasih Fika " kata kak Rina.


" Tolong jagain kakak ku yang bandel ini ya " kata ku sambil menahan tangis.


" Pasti. Aku bakal jagain kakak kamu " kata kak Rina.


" Akhirnya aku punya kakak ipar juga " kata ku sambil tersenyum.


" Aku juga. Akhirnya punya adik ipar yang imut " kata kak Rina sambil memeluk ku.


" Fika " panggil kak Dimas.


" Iya kak, kenapa? " Tanya ku.


" Mata kamu kok bengkak gitu? Perasaan tadi mata kamu biasa aja " Tanya kak Dimas.


" Masa sih? Perasaan kakak doank kali itu mahh " jawab ku.

__ADS_1


" Gk! Tadi mata kamu biasa aja, tapi kok sekarang bengkak kayak gini? Kamu abis nangis ya? " Tanya kak Dimas penasaran.


" Gk kok kak. Udah ah aku mau ambil makanan dulu " jawab ku.


Aku pun langsung pergi untuk menghindari pertanyaan kak Dimas.


" Lex, itu Fika abis nangis kan? " Tanya kak Dimas.


" Yaa gitu deh kak " jawab Alex.


" Dia nangis kenapa? " Tanya kak Dimas.


" Kak Dimas ini gk peka banget ya!!! Yaa jelas lah dia nangis karena kakak kesayangan nya udah punya prioritas nya sendiri dan kehidupan nya sendiri " jawab Alex.


Kak Dimas yang mendengar itu langsung mengejar Fika.


" Fika " panggil kak Dimas.


" Kenapa kak? Kok lari-lari gitu? " Tanya ku.


" Kamu lagi ngapain disini? " Tanya kak Dimas.


" Yaa lagi makan lah " jawab ku.


" Gila nih ibu hamil. Gw udah panik mikirin dia, ehh ni anak malah enak-enak makan " kata kak Dimas dalam hati.


" Kakak kenapa sih? Kok lari-lari gitu kayak orang lagi dikejar setan aja " kata ku.


" Nyebelin banget sihh kamu " kata kak Dimas sambil mencubit pipi ku.


" Apa sihh kak. Jangan kebiasaan cubit aku kayak gini!!! Kakak sekarang udah punya istri, nanti istri kakak cemburu lagi sama aku " kata ku sambil menepis tangan kak Dimas.


" Busetttt, mood nya cepet banget berubah nya. Ngeri juga nihh gw ngomong nya kalo kek gini mah " kata kak Dimas dalam hati.


" Kakak ngapain ke sini? Mau ngambil makanan buat kak Rina? " Tanya ku.


" Bukan " jawab kak Dimas.


" Terus mau ngapain? Kalo gk ada urusan mending balik sana, temenin kak Rina. Kasian kak Rina ditinggal sendiri " suruh ku.


Kak Dimas tiba-tiba memeluk ku.


Tapi kak Dimas tak menjawab pertanyaan ku.


" Lepasin donk kak. Gk enak ihh di liatin tamu " kata ku sambil berusaha melepaskan pelukan kak Dimas.


" Kamu gk perlu tahan lagi Fik " kata kak Dimas.


" Tahan apaan sih? Kakak gk jelas banget dahh. Coba kakak lepasin dulu pelukan nya baru ngomong " kata ku yang masih berusaha untuk melepaskan pelukan kak Dimas.


" Kakak udah tau alasan mata kamu bengkak dari Alex " kata kak Dimas.


" Dasar Alex!!! Ember banget mulut nya!!! " Kata ku kesal.


" Nangis lahh kalo kamu mau nangis " kata kak Dimas.


" Aku udah gapapa kok kak. Kak please, lepasin dulu pelukan nya. Aku gk enak sama tamu dan kalo kak Rina ngeliat dia bakal salah paham " kata ku.


" Kakak gk bakal lepasin sampe kamu nangis " kata kak Dimas.


" Whatt?!! Jadi kak Dimas mau nya aku nangis gitu? " Kata ku dalam hati.


" Gk usah di tahan Fik. Lepasin semua nya " kata kak Dimas.


Mendengar itu tiba-tiba aja air mata ku langsung jatuh.


" Yaa seperti itu. Kamu dulu anak yang periang dan kamu selalu nangis kalo cuma di depan kakak " kata kak Dimas.


Aku hanya diam dan menangis.


" Dulu kamu selalu cerita sama kakak apapun masalah yang lagi kamu hadapi. Kamu selalu meluk kakak sambil nangis dan akhirnya tidur " kata kak Dimas.


" Kak, please. Aku gk mau denger itu " pinta ku.


" Dulu kamu sangat bergantung sama kakak, tapi sekarang udah ada laki-laki lain di hati kamu " kata kak Dimas.

__ADS_1


Semua tamu mulai membicarakan tingkah kak Dimas.


" Kak, semua orang pada liatin kita " kata ku yang masih berusaha melepaskan pelukan kak Dimas.


" Biarin aja, kakak meluk adek sendiri kok " kata kak Dimas.


Kak Rina dan Alex tiba-tiba datang.


" Dimas " panggil kak Rina.


" Jangan kak " kata Alex sambil menahan kak Rina.


" Jangan kenapa? Para tamu jadi ngomongin mereka " kata kak Rina.


" Ini bukan masalah yang bisa kita selesai'in, cuma mereka berdua yang bisa selesai'in " jawab Alex.


Kak Rina pun mengalah dan tak jadi menghampiri kak Dimas dan aku.


" Dimas!!! " Teriak kakek.


" Apa yang kamu lakukan?! " Tanya kakek kesal.


" Kakek?! Kakek tenang dulu, jangan marah-marah kayak gitu " kata ku berusaha menenangkan kakek.


" Gk bisa!!! Anak ini udah malu-maluin " kata kakek murka.


" Adik kesayangan ku berubah semenjak dia menemukan cinta sejati nya. Dia udah gk pernah bergantung sama aku lagi, dia udah gk pernah nangis di depan aku lagi " kata kak Dimas.


Mendengar itu air mata ku tiba-tiba menetes lagi.


" Itu karena aku gk mau di anggep anak manja sama kakak " jawab ku sambil menangis.


" Kakak gk pernah nganggap kamu anak manja, bagi kakak kamu boleh manja kapan pun dan dimana pun sama kakak " kata kak Dimas.


" Tapi sekarang aku gk boleh manja lagi sama kakak kan " kata ku.


" Gk boleh kenapa? Karena kakak udah nikah? Itu bukan alasan kamu gk boleh manja sama kakak lagi. Bagi kakak kamu satu-satunya prioritas pertama kakak " kata kak Dimas.


" Kakak gk boleh gitu!!! Kak Rina ngeliat kita " kata ku.


Kak Rina menghampiri aku dan kak Dimas, lalu memeluk kami.


" Aku gapapa Fik. Apapun yang penting bagi suami ku, berarti itu juga penting buat aku. Kalo Dimas prioritasin kamu, berarti kamu juga prioritas aku " kata kak Rina sambil memeluk kami.


Semua tamu yang melihat kejadian ini, ikut menangis karena terharu.


Para tamu terharu atas ikatan persaudaraan antara aku dan kak Dimas.


" Cucu nya tuan Lingga ikatan persaudaraan nya kuat banget ya " kata seorang tamu.


" Yaa begitu lah mereka. Mau di bentak seperti apapun, kalo emang masalah nya tentang mereka berdua, saya pasti gk bisa ikut campur " jawab kakek.


" Iyaa ya, padahal tadi tuan Dimas udah sempet di bentak tapi gk mau nurut " kata tamu itu.


" Saya juga kagum sama mereka. Gk ada satu orang pun yang bisa ikut campur urusan mereka " kata kakek.


" Mulai sekarang, apapun masalah nya kamu harus cerita sama kakak " kata kak Dimas.


" Iyaa kak " jawab ku.


" Kamu harus nya bilang kalo kamu cemburu " kata kak Dimas.


" Cemburu? A..aku gk ce...cemburu tuh " kata ku.


" Jangan boong! Alex tadi bilang sama kakak kalo kamu cemburu sama Rina gara-gara kamu bukan prioritas kakak lagi " kata kak Dimas sambil menyentil dahi ku.


" Udah udah ayo jangan di sini terus. Dimas, Rina kalian masih harus sambut tamu " kata kakek.


Kak Rina dan kak Dimas pergi menyambut para tamu yang baru datang.


" Udah jangan nangis lagi " kata Alex sambil menghapus air mata ku.


" Gosah sok keren dehhh!!! " Kata ku kesal.


Aku pergi meninggalkan Alex.

__ADS_1


" Lahh? Salah gw apalagi dah? " Gumam Alex bingung.


Setelah itu, acara berjalan dengan lancar.


__ADS_2