Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Masalah part 1


__ADS_3

Beberapa menit kemudian...


Aku terbangun dan tidak melihat Alex.


Tiba - tiba seseorang masuk ke ruangan ku.


" Aku cek dulu ya, tekanan darah kamu " kata Nathan.


" Oh iya silakan. Biasa nya yang cek kayak ginian kan suster, kok ini kamu sendiri yang ngecek? " Tanya ku.


" Iyaa Alex minta aku yang cek kalo ada sesuatu, soalnya dia gk mau kamu di sentuh sama siapa pun " jawab Nathan.


" Yaa ampun sampe segitu nya " kata ku menghela nafas.


" Dia kayak gitu kan karena khawatir sama kamu. Takut kamu di jahatin sama orang lagi " jawab Nathan.


" Ya tapi kan gk sampe kayak gitu juga. Oh iya Alex kemana? " Tanya ku.


" Emm tadi sih kata nya mau ke rumah sebentar, tapi sampe sekarang belum balik " jawab Nathan.


" Hahh, Alex balik ke rumah?! " Tanya ku kaget.


" Iyaa, emang kenapa? " Tanya Nathan bingung.


" Gawat aku harus ke rumah sekarang " kata ku.


Aku melepas infus dan mencoba berdiri, tapi tubuh ku lemas dan aku pun terjatuh.


" Fika, astaga kamu mau ngapain sampe buru - buru kayak gini? " Tanya Nathan heran di sertai khawatir.


" Nat, aku harus ke rumah sekarang juga " kata ku panik


" Emang kenapa? " Tanya Nathan bingung.


" Aku takut Alex usir Vivi dari rumah " jawab ku.


" Alex gk bakal ngelakuin itu. Aku yakin " kata Nathan.


" Kita gk tau apa yang bakal Alex lakuin sama Vivi. Nat, aku mohon anterin aku ke rumah " pinta ku.


" Tapi tubuh mu masih lemah Fik. Kamu harus istirahat. Biar aku aja yang ke rumah " kata Nathan.


" Alex gk bakal dengerin kamu " kata ku.


" Tapi Fik kamu masih lemah " kata Nathan.


" Nat, please " pinta ku.


" Oke oke tapi kamu harus tetep pake infus " kata Nathan.


Aku pun menuruti perkataan Nathan.


Aku dan Nathan bergegas ke rumah Alex.


Sesampainya di rumah Alex, aku langsung terburu - buru masuk.


" VIVI " teriak ku.


" FIKA, JANGAN LARI - LARI " teriak Nathan.


Saat aku mencari-cari Vivi, aku mendengar suara tangisan dari kamar Vivi.


Aku pun bergegas ke kamar Vivi.


Sesampainya di kamar Vivi betapa terkejutnya aku melihat Alex dan Vivi sedang berduaan dalam satu kamar tanpa busana.


" Hikss Fik, maafin aku. Aku gk tau kenapa tiba - tiba kayak gini " kata Vivi sambil menangis.


Aku tak tau harus berkata apa.


" Kenapa Fik? " Tanya Nathan yang tiba-tiba dateng.

__ADS_1


Nathan yang melihat nya pun ikut terkejut dan tak berkutik satu kata pun.


" Ughh ada apa ini? " Tanya Alex yang tiba-tiba bangun.


Alex yang kaget melihat diri nya tanpa busana langsung berteriak.


" KEMANA PAKAIAN KU " teriak Alex.


" A...lex, kenapa kamu ngelakuin ini " kata ku sambil menahan tangis.


Alex yang mendengar suara Fika langsung menoleh ke arah nya.


" Tunggu Fik, ini bukan seperti yang kamu bayangin " kata Alex berusaha agar Fika tak salah paham.


Tapi semua udah terlanjur, Fika lebih percaya dengan apa yang dia lihat.


Fika melepas paksa infus di tangan nya dan berlari keluar rumah.


" FIKA TUNGGU " teriak Nathan dan Alex barengan.


" Hehh kalian pasangan sempurna " kata Nathan ke Alex dan Vivi.


" Apa maksud dia? " Tanya Alex heran.


Vivi masih keadaan menangis.


" Hei ******, gk usah pura - pura nangis. Gw tau ini rencana lu " kata Alex.


Alex bergegas berpakaian dan mengejar Fika.


Di sisi lain.


" FIKA TUNGGU " teriak Nathan yang masih berusaha mengejar Fika.


" Jangan ikuti aku Nat " kata ku.


Tanpa ku sadar, aku berlari ke arah jalan raya.


Nathan segera menarik ku.


" Fika, kamu gila ya. Kamu hampir ketabrak tadi " bentak Nathan.


Hikkk...hikk...hikkk


Aku menangis karena aku udah gk kuat menahan tangisan ini.


Aku udah berusaha supaya gk nangis, tapi


aku gk bisa.


" Nat, kenapa selalu aku yang tersakiti " kata ku sambil menangis.


Nathan yang mendengar perkataan ku langsung memeluk ku dan mengelus kepala ku.


" Aku gk pernah jahat ke siapapun, aku gk pernah nyakitin siapapun. Tapi kenapa selalu aku yang dijahatin dan tersakiti, kenapa Nat " tanya ku sambil menangis.


" Nat jawab aku!!! " bentak ku.


Nathan tak tau harus menjawab apa.


" Aku capek Nat, aku capek hiks hiks " teriak ku sambil menangis.


Alex yang mendengar teriakan dan tangisan Fika segera menghampiri nya.


" Astaga Fika, kamu ngapain duduk di sini. Ayo berdiri dulu " kata Alex.


" Jangan sentuh aku!!! " Kata Fika sambil menepis tangan Alex.


" Kamu kenapa? " Tanya Alex.


" Nat, tolong bawa aku masuk mobil " pinta ku.

__ADS_1


" Iyaa " jawab Nathan.


Nathan memapah Fika ke dalam mobil nya.


" Fika, kamu kenapa keluar dari rumah sakit? "


Tanya Alex.


Tapi tak ada satupun jawaban dari Fika.


" Fika jawab aku!!! " Bentak Alex.


" Alex jangan bentak - bentak Fika " kata Nathan.


" Emang kenapa kalo aku keluar dari rumah sakit? " Tanya ku.


" Kamu kan ma..." Belum selesai Alex berbicara, Fika memotong perkataan Alex.


" Kamu kaget aku dateng tiba - tiba? Atau kamu gk seneng aku dateng? Atau kamu marah karena aku ganggu kamu sama Vivi? " Tanya ku.


" Bukan gitu sayang " jawab Alex.


" Udah ya Lex, aku capek. Mulai sekarang kita gk tinggal satu rumah dulu sampe kita menjernihkan pikiran masing-masing " kata ku.


" Tapi Fik " lagi - lagi perkataan Alex di potong.


" Tolong hargai keputusan ku Lex " kata ku.


" Baiklah kalo itu mau kamu. Tapi satu hal yang harus kamu tau, aku gk ngapa-ngapain sama Vivi dan aku gk tau apa yang terjadi " jelas Alex.


" Nat, ayo kita pergi " ajak ku.


" Iyaa " jawab Nathan.


Aku dan Nathan pergi meninggalkan Alex sendirian.


Hikss hikss hikss lagi - lagi aku menangis.


" Menangis lah sepuas mu, tak ada melihat " kata Nathan.


Aku menangis sekeras-kerasnya.


Setelah aku puas menangis aku melamun sangat lama.


" Emm Fik ini kamu mau aku anterin ke mana? " Tanya Nathan.


" Ohh anterin aku ke rumah kakek aku aja " jawab ku.


Nathan pun mengantar ku ke rumah kakek.


Sesampainya di rumah kakek...


" Makasih ya Nat, maaf juga kalo aku ngerepotin kamu " kata ku.


" Iya sama-sama. Kamu gk ngerepotin aku kok, malah aku seneng bisa bantu kamu. Kalo ada apa - apa bilang aja sama aku " kata Nathan.


Nathan pun pergi dan aku masuk ke rumah.


" Kakek " kata ku memberi salam.


" Ehh Fika, tumben kamu malem - malem ke sini " kata kakek.


" Iyaa, tumben banget kamu ke sini apalagi malem - malem kayak gini " kata kakak.


" Gapapa lagi pengen aja. Lagian aku juga kangen sama kakek dan kakak " kata ku sambil tersenyum.


" Oh iya Alex mana? Kok kamu sendirian ke sini " tanya kakak.


" Alex lagi sibuk sama pekerjaan nya kak " jawab ku berbohong.


" Ohh gitu, yaudah kalo Alex lagi sibuk. Ayo masuk. Ngobrol nya di dalem aja, kasian kamu baru sampe " kata kakek.

__ADS_1


Setelah aku membersihkan diri, aku kembali ke kamar ku.


__ADS_2