
Waktu istirahat pun tiba.
" Akhirnya istirahat juga, cepet-cepet cari makan deh " kata ku.
Aku pun meninggalkan supermarket untuk mencari makanan.
Di perjalanan mencari makan, aku tidak sengaja melihat ada anak kecil yang sedang di bully sama preman.
Aku pun segera menghampiri anak kecil itu.
" Heyy badan besar tapi kok berani nya sama anak kecil " bentak ku ke preman itu.
" Wah wah gadis kecil berani sekali kamu membentak kami, kamu tidak tau kah siapa kami ?" tanya nya sambil tertawa.
" Aku tidak tau dan tidak mau tau. Lagipula apa urusan siapa kalian, gk penting juga bagiku "
Salah satu preman itu mencekik leher ku sampe aku gk bisa bernafas.
" Berani juga kamu gadis kecil, jangan salahkan kami kalo menyakitimu "
" Paman paman jangan mencekik kakak ini, ini ini aku serahin semua uang nya tapi lepasin kakak ini " kata anak kecil itu sambil memberikan beberapa uang.
" Pergi kamu anak kecil " kata preman itu sambil mendorong anak kecil tersebut.
Tiba - tiba
BRUKKKK.....
" Lepasin wanita itu, atau kalian akan menerima akibatnya " kata seseorang.
" Wahh wahh ada pahlawan kesiangan di sini ya "
Aksi pukul-pukulan pun terjadi, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria itu karena badan ku mulai lemas akibat di cekik preman tadi.
" Ampun ampun kami janji gk bakal gangguin orang - orang di sekitar sini "
" Bagus, cepat pergi sana sebelum ku patahkan lengan kalian semua "
Preman - preman itu pun pergi.
" Adik kecil kau gpp ? Ada yang terluka ? " Tanya nya ke anak kecil itu.
" Aku gpp paman, terima kasih ya. Sekarang paman harus cepet nolongin kakak itu " kata anak kecil itu sambil menunjuk ke arah ku yang sudah terduduk lemas.
" Yaudah sekarang kamu pulang aja, kakak itu biar paman yang urusin " kata nya sambil mengelus rambut anak kecil itu.
Anak kecil itu pun bergegas pulang.
" Lain kali jangan menghampiri bahaya, jadi gini kan " kata nya dengan nada mengomel.
" Aku gk bakal kayak gini kalo preman tadi gk mencekik leher ku tau " omel ku balik.
" Maka nya jangan sok - sok'an jadi pahlawan "
" Huhh aku mau bantuin anak itu, emang nya salah ? "
" Kamu gk salah, tapi aku yang salah karena gk bisa jagain kamu dengan baik " kata nya sambil menggendong ku.
Kenapa pria ini tiba - tiba berbicara seperti itu? Aduh jangan sampe muka ku memerah.
Sampailah kami di suatu tempat yang aku pun tidak tau ini dimana.
" Ini dimana? Kamu mau ngapain bawa aku ke sini,,, eh eh jangan macem - macem ya. Kalo kamu macem - macem aku bakal telepon polisi " kata ku sambil mengancam.
Dia tak berkutik satu kata pun dan pergi mengambil kotak P3K.
" Sini aku bersihin dulu luka nya " kata nya dengan lembut.
Dia pun mulai membersihkan luka ku.
" Sttt pelan - pelan donk, sakit tau " rintih ku.
" Diam dulu jadi susah nih bersihin nya, lagian lebay banget si cuma gini aja merintih kesakitan "
Setelah dia selesai membersihkan luka ku, aku pun beranjak bangun dari sofa.
" Eh kamu mau kemana? " tanya nya.
" Yaa mau pulang lah " jawab ku.
__ADS_1
" Udah kamu tidur di sini aja, lagian juga udah malem. Emang nya kamu mau ketemu sama preman tadi lagi? " kata nya lagi.
" Yaa gk mau sih tapi masa tidur disini. Di sini aja cuma ada 1 tempat tidur " kata ku menolak.
" Yaa gpp, kita kan bisa berbagi tempat tidur "
" Dihh, dasar gila. Gk mau ah "
" Kamu ngomong apa tadi, gila? Mana ada orang gila seganteng aku "
" Dihh narsis banget nih orang "
"Udah sekarang kita tidur "
Dia pun menarik ku ke kasur dan menarik selimut.
" Tapi kamu jangan macem - macem lohh "
" Duhh iyaiya bawel, lagian badan kamu juga gk menarik " kata nya sambil tertawa kecil.
Kami pun tidur.
Keesokan hari nya.
" Lohh cowo itu mana? Ntah lah mungkin dia udah pergi "
Saat aku hendak mau bersiap untuk pergi, aku mencium harum masakan.
" Emmm, harum banget. Siapa yang lagi masak ? "
Aku pun mencari sumber harum masakan itu.
Dan saat aku udah sampe di tempat sumber itu. Betapa terkejutnya aku melihat cowo gangster itu sedang masak.
" Ehh kamu udah bangun? Ayo sini makan " kata nya.
" E..e.eeh iya. Eumm kamu bisa masak? " tanya ku
" Menurut mu? " tanya nya balik.
" Ihh kan aku nanya, kok kamu malah balik nanya sih " kata ku mengomel.
" Hahaha iya iya aku bisa masak. Kamu kan bisa liat sendiri aku lagi masak, berarti aku bisa masak donk " jawab nya sambil tertawa.
" Hahaha dasar wanita bodoh " kata nya sambil meledek.
" Huhh aku pintar tau "
" Oh ya? Kalo pintar kok masih nanya aku bisa masak atau gk " kata nya lagi.
" I...i...itu aku tuhh salah pertanyaan. Harus nya tadi aku nanya nya kamu jago masak. Nahh iya tadi tuh aku mau ngomong kayak gitu tapi karena laper jadi salah ngomong " kata ku membela diri.
" Iya iya kamu pinter. " kata nya mengiyakan perkataan ku.
Tak lama kemudian dia pun selesai memasak dan menghidangkan nya di meja makan.
" Nihh makanan nya udah jadi, cepet dimakan sebelum keburu dingin makanan nya "
" Eummm "
Aku mengambil makanan itu dengan ragu - ragu.
" Kenapa? Kamu meragukan masakan ku? " tanya nya.
" Hehehe abis nya muka kamu gk kayak orang yang bisa masak "
" Don't judge a book by its cover " kata nya.
" Dih dih sok - sok an pake bahasa Inggris, lagian emang kamu buku ? "
" Itu kan cuma peribahasa doank "
" Iya sih kamu bener, jangan menilai seseorang dari penampilan nya aja "
Aku pun makan masakan nya.
" Wahh enak banget, aku gk nyangka bakal se'enak ini makanan nya " kata ku terpana.
" Udah terpesona belum? "
__ADS_1
" Dihh apaan sih, aku gk mungkin terpesona sama orang kayak kamu. Tapi masakan kamu enak lohh "
" Mau di masakin sama aku setiap hari gk? "
" Wahh wahh ada apa nih? Seorang ketua gangster mau masakin rakyat kecil kayak aku "
" Hah ketua gangster, tau darimana kamu kalo aku ketua gangster? Perasaan aku belum ngomong sama kamu " tanya nya.
" Tadi aku gk sengaja liat beberapa senjata kamu di kamar. Karena itu aku yakin kamu pasti ketua gangster yang di omongin semua orang " jelas ku.
" Ohh karena kamu udah tau aku ketua gangster, aku mau nanya sama kamu " kata nya.
" Mau nanya apa? " tanya ku.
" Kamu takut gk sama aku? tanya nya.
" Ehh? Ya gk lahh. Ngapain takut sama kamu, lagian kalo ketua gangster emang nya kenapa sih " jawab ku.
" Hemm makasih ya. Oia kamu masih mau di masakin sama aku setiap hari gk? " tanya nya lagi.
" Lah kan kita gk bakal sering ketemu kali, gimana cara nya kamu masakin aku? " tanya ku.
" Yaa ada lah cara nya. Kamu nikah sama aku " jawab nya santai.
Uhuk...uhuk...uhuk.
" Duh duh kok dia tiba - tiba ngomong kayak gitu sih " kata ku dalam hati.
" Ya ampun makan aja bisa tersedak, kenapa? Terharu ya aku lamar "
" Kamu " kata ku kesal.
" Tapi dia gk salah ngomong sih,,, aku emang terharu. Karena selama ini gk ada cowo yang baik dan perhatian sama aku kecuali kakak dan kakek " kata ku dalam hati dan tanpa ku sadari air mata ku menetes.
" Ehh ehh kok malah nangis sih, sebegitu terharu nya kah kamu sampe nangis kayak gitu "
" Aku gk tau kamu serius atau cuma bercanda atau kamu cuma jadiin aku pelampiasan doank, tapi makasih ya "
" Pfttt, tanpa aku ngomong kayak gini juga kamu pasti bakal nikah sama aku " kata nya dalam hati sambil senyum - senyum.
" Heloww, kamu kenapa? Senyum - senyum sendiri? " tanya ku heran.
" Hahh ohh gapapa,,, udah ayo lanjut makan "
Kami pun melanjutkan makan nya.
Setelah selesai makan, aku pun membantu dia membereskan piring - piring kotor.
" Oia kita belum kenalan satu sama lain loh " kata ku.
" Lahh iya juga yaa. Nama ku Alex, ketua gangster internasional " kata nya.
Setelah dia memperkenalkan diri betapa terkejutnya aku kalo dia itu ternyata ketua gangster internasional.
" Heyy kamu kenapa? " tanya nya.
" Hah? Oh gapapa. Oia perkenalkan nama ku Fika "
" Nahh karena kita udah selesai perkenalan diri nya aku pergi dulu ya udah mau telat berangkat kerja nih. Dahh " kata ku sambil bergegas pergi.
Saat aku mau keluar pintu, dia menahan tangan ku.
" A...a...ada apa? Aku harus berangkat kerja sekarang " tanya ku terbata - bata.
" Aku anterin kamu ya " kata nya.
" Eh gk usah, aku bisa berangkat sendiri kok "
" Kamu ini kenapa sih, perasaan tadi masih baik - baik aja sama aku. Tapi kenapa sekarang tiba - tiba kayak orang ketakutan sama aku? " tanya nya
" A...a...aku bukan nya takut, tapi.... "
" Udah gk ada tapi - tapi'an, aku anterin kamu sekarang. Naik ke mobil duluan sana " kata nya memaksa.
Aku pun menuruti perkataan nya.
Sampailah di tempat kerja.
" Makasih ya buat yang semalem sama tadi " kata ku sambil turun dari mobil.
__ADS_1
" Iyaa sama - sama "
Dia pun langsung pergi.