Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Ke mall


__ADS_3

Selesai acara, semua tamu berpamitan untuk pulang.


" Selamat ya. Sekarang gantian aku yang ngomong selamat hehehe " kata ku.


" Iya ya, padahal waktu itu kakak yang bilang selamat ke kamu. Tapi sekarang gantian kamu yang ngomong " kata kak Dimas.


" Jagain kak Rina ya. Jangan bikin dia sedih!!! " Kata ku.


" Uhhh makasih adik ku " kata kak Rina sambil memeluk ku.


" Kalo kak Dimas jahatin kakak, bilang sama aku ya. Nanti biar aku pukul dia " kata ku.


" Okay " jawab kak Rina.


" Sekarang Fika tanggung jawab aku sepenuhnya " kata Alex.


" Ehh? Kok gitu? " Tanya kak Dimas.


" Iya lah, kan kakak udah berkeluarga sekarang. Jadi gk bakal ada waktu buat mikirin yang lain pasti " jawab Alex.


" Yaudah kita pamit pulang ya " kata ku.


Aku dan Alex pun pulang.


Seminggu kemudian.


" Sayang " panggil ku.


" Aku di dapur " jawab Alex.


Aku menghampiri Alex di dapur.


" Kamu ngapain pagi-pagi di dapur? " Tanya ku.


" Bikin sarapan " jawab Alex.


" Rajin nyaa suami ku " puji ku sambil memeluk Alex.


" Kami tumben udah bangun? Biasanya harus aku bangunin dulu " tanya Alex.


" Hari ini aku janjian mau ke mall sama kak Rina. Jadi aku pasang alarm semalem biar gk telat " jawab ku.


" Kok gk minta bangunin aku? " Tanya Alex lagi.


" Gapapa, gk mau aja " jawab ku.


Sebenernya alasan aku gk minta bangunin Alex, takut nya dia ngelarang aku dan akhirnya gk bangunin aku.


" Tunggu, tadi kamu bilang kamu mau ke mall? " Tanya Alex.


" Iyaa, emang kenapa? " Tanya ku.


" Kamu lagi hamil, ntar kalo kenapa-kenapa di jalan gimana? " Tanya Alex khawatir.


" Gk bakal. Lagian kita juga belum tau kapan lahiran nya " jawab ku.


" Karena kita gk tau makanya harus waspada " kata Alex.


" Udah lahh, aku udah terlanjur janji sama kak Rina " kata ku.


" Kan bisa di batalin " kata Alex


" Gk enak sama kak Rina nya. Soalnya ini kan pertama kali nya aku shopping bareng kakak ipar " jawab ku.


" Elehh sok-sok an gk enak. Kak Rina juga pasti ngerti lahh " sindir Alex.


" Ihh udah gk usah banyak komen. Sarapan nya udah mateng belum? " Tanya ku.


" Udah nih sebentar lagi, mending kamu mandi dulu " suruh Alex.


" Iyaa juga ya " jawab ku.


Aku mandi dan setelah itu sarapan bareng Alex.


Kring...kring...kring...


Aku mengambil handphone ku.


" Halo " kata ku


" Fika, nanti jadi kan? " Tanya kak Rina.


" Jadi kak, ini aku udah mau berangkat " jawab ku.


" Oke, kakak juga mau berangkat nihh " kata kak Rina.


" Aku gk sabar banget pengen shopping bareng kakak " kata ku senang.


" Aku juga. Oh iya, kamu berangkat sama siapa? Mau aku jemput gk? " Tanya kak Rina.

__ADS_1


" Gk usah kak, kita kan udah janji ketemuan di mall. Aku di anter sama Alex kok " jawab ku.


" Ehh iya, sii Alex emang izinin kamu keluar? " Tanya kak Rina.


" Izinin kok. Tapi emang butuh rengekan dikit hehehe " jawab ku.


" Oalahh hahaha, kalo kamu ngerengek dia gk bakal bisa bilang gk " kata kak Rina.


" Iyaa makanya dia izinin aku ke mall " jawab ku.


" Yaudah udah dulu ya. Sampe ketemu di mall " kata kak Rina.


Kak Rina mematikan panggilan nya.


Aku juga bergegas berangkat.


Sesampainya di mall.


" Kamu hati-hati ya " kata ku.


" Harus nya aku yang bilang gitu. Kamu hati-hati di mall, jangan nyusahin kak Rina. Kalo ada apa-apa langsung telepon aku " kata Alex


" Iyaa iyaa, udah sana berangkat. Nanti telat lohh " kata ku.


" Iya ini mau berangkat, kamu hati-hati ya " kata Alex.


Alex pun pergi.


Aku masuk ke mall dan mencari kak Rina.


" Fika " panggil seseorang.


" Kak Rina " kata ku


" Kamu udah lama di sini? " Tanya kak Rina.


" Belum kok kak, ini baru sampe " jawab ku.


" Aku kira kamu udah nunggu dari tadi " kata kak Rina.


" Belum kok, lagian waktu janjian nya masih ada 5 menit lagi. By the way kakak kok ngos-ngosan gitu? " Tanya ku.


" Iyaa, aku kira aku telat makanya langsung buru-buru " jawab kak Rina.


" Kok kakak bisa mikir kayak gitu? Bukan nya tadi kakak bilang mau berangkat ya pas jam 08.55 dan itu kan belum telat dari jam janjian kita " tanya ku.


" Emm tadi Dimas nahan aku biar gk pergi, jadi aku harus tenangin dia dulu " jawab kak Rina.


" G...gk kok, yaa kamu tau sendiri lahh gimana cara tenangin nya " jawab kak Rina.


Aku pun berpikir sebentar dan akhirnya aku ngerti apa yang dimaksud " tenangin ".


Muka aku pun ikut memerah.


" U...u..udah yuk kita belanja " ajak kak Rina.


" A...a...ayo " jawab ku.


Kita berdua sama-sama canggung karena baru pertama kali belanja bareng dan karena obrolan tadi.


" Fika " panggil seseorang tiba-tiba.


" Diva? " Kata ku.


" Haii udah lama banget gk ketemu. Kangen " kata Diva sambil memeluk ku.


" Iyaa. Div, perut aku ke teken nihh lepasin dulu donk " kata ku.


" E..ehh iya maap maap, aku gk sadar kamu lagi hamil sebesar ini " kata Diva merasa bersalah.


" Huhh kenapa sih pada gk sadar kalo aku lagi hamil " gerutu ku.


" Hehehe mungkin karena kamu kayak anak kecil, jadi gk ada yang sadar kalo ternyata kamu lagi hamil " jawab Diva.


" Emang apa hubungan nya " kata ku kesal.


" Udah berapa bulan? " Tanya Diva.


" 9 bulan " jawab ku.


" Wahh sebentar lagi mau lahiran donk. Apa gapapa kamu ke mall gini? Rawan lohh kalo ibu hamil pergi-pergi, lagian si Alex tumben bolehin kamu keluar? " Tanya Diva.


" Tadi aku agak maksa sihh biar di izinin hehehe " jawab ku.


" Kamu itu kebiasaan yah, kalo gk di bolehin pasti jurus andalan nya ngerengek " kata Diva.


" Astaga aku gk sadar kalo ada kak Rina " kata Diva kaget.


" Haii Diva " kata kak Rina.

__ADS_1


" Kalian kok bisa berduaan di mall? " Tanya Diva.


" Yaa kita mau shopping " jawab ku.


" Kok kamu di bolehin keluar sama orang yang Alex gk kenal? " Tanya Diva.


" Emm sebenernya kak Rina itu kakak ipar aku sekarang " jawab ku.


" Ohh kakak ipar. Hahh?! Gimana maksudnya?! Kak Rina jadi kakak ipar kamu? Kakak kamu kan cuma kak Dimas, trus siapa yang nikahin kak Rina? " Tanya Diva kaget.


" Yaa kak Dimas lahh. Udah tau kakak aku cuma satu, pake nanya lagi " jawab ku.


" Tapi kak Dimas kan tipe orang yang gk suka deket sama cewe, tapi kok tiba-tiba nikah sama kak Rina? " Tanya Diva.


" Iyaa juga sih, aku juga awalnya kaget. Tapi aku gk mau nanyain apa-apa, liat kak Dimas sayang banget sama kak Rina jadi aku cukup dukung aja " jawab ku.


" Kak Rina gk di ancem sama kak Dimas kan? " Tanya Diva.


" E...e..eh gk kok. Kenapa kamu bisa mikir kayak gitu? " Tanya kak Rina.


" Ya soalnya kak Dimas itu udah jomblo 15 tahun dan gk pernah deket sama cewe. Jadi aku kaget aja tiba-tiba kak Dimas udah punya istri " jawab Diva.


" Hahaha emang sampe segitu nya ya? Sampe kalian kaget pas tau Dimas udah nikah sama aku " tanya kak Rina.


" Iyaa kak. Asal kakak tau aja, dulu aku pernah deketin kak Dimas tapi dia cuek banget sama aku. Palingan kalo ada Fika doank baru mau ngobrol sama aku, itu pun sedikit " jelas Diva.


" Ohh, maklum aku belum tau apa-apa soal Dimas " kata kak Rina.


" Kok bisa? Kakak kan istri nya dan pasti sebelum kalian nikah, kalian pacara dulu kan? " Tanya Diva.


" Iya sih, tapi kita pun pacaran cuma 3 bulan setelah itu dia ngelamar aku dan akhirnya kita menikah " jawab kak Rina.


" Whatt the hell? Apa mungkin kak Dimas terpaksa? " Tanya Diva asal ceplos.


" Diva, gk boleh ngomong kayak gitu. Kak Dimas bukan tipe orang yang kayak gitu " kata ku.


" Ehh i...iya maap kak. Mulut aku ini emang dari dulu gk pernah bisa di kontrol " kata Diva merasa bersalah.


" Gapapa kok, santai aja " kata kak Rina.


" Mama " panggil seorang anak kecil.


" Roy " kata Diva.


" Anak kecil ini siapa? " Tanya ku.


" Ohh iya, kenalin ini anak aku nama nya Roy " kata Diva memperkenalkan anak nya.


" Anak kamu? Sama siapa? " Tanya ku.


" Sama Vino " Jawab Diva.


" Sama Vino? Kamu hamil di luar nikah? Upss " kata ku keceplosan.


" Enak aja!!! Aku udah nikah sama Vino " kata Diva.


" Ehh maap maap. Abis aku gk tau kamu nikah sama Vino. Kamu kok gk undang aku sih? " Tanya ku kesal.


" Bukan nya gk undang, tapi waktu itu kamu lagi gk ada. Aku mau kirim surat tapi setelah nikah aku langsung ke luar negeri sama Vino " jelas Diva.


" Mama, kakak ini siapa? " Tanya anak kecil itu.


" Kakak ini, temen mama " jawab Diva.


" Halo, nama kakak Fika " kata ku.


" Nama aku Roy. Mah, kok perut kakak ini gede? " Tanya Roy.


" Kakak ini lagi mengandung anak " jawab Diva.


" Mengandung anak itu apa mah? " Tanya nya lagi.


" Emm intinya kakak ini bakal punya anak " jawab Diva.


" Anak nya cewe atau cowo kak? Kalo cowo mau aku ajak main nanti " tanya Roy.


" Anak kakak cewe " jawab ku.


" Yahh, yaudah deh gapapa. Aku tetep mau main sama anak kakak nanti " kata Roy.


" Makasih Roy " jawab ku.


" Ya ampun, kelamaan ngobrol jadi lupa kalo aku sama kak Rina mau belanja " kata ku.


" Iyaa, aku juga udah lama ninggalin si Vino. Kayak nya dia lagi nyariin aku dan Roy " kata Diva.


" Ya udah, kapan-kapan kita ngobrol lagi ya " kata ku.


" Okay, bilang dadah sama kakak " suruh Diva.

__ADS_1


" Dadah kakak " kata Roy sambil melambaikan tangan.


Aku pun melambaikan tangan juga.


__ADS_2