Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Kelahiran Pina Alexandra


__ADS_3

Alex pergi ke ruang rawat Fika.


Di dalem ruang rawat itu, terlihat Fika yang sedang terbaring lemah.


Dan ada buah hati nya di samping istri tersayang nya.


" A..lex " panggil ku lemah.


" Iya sayang? " Tanya Alex.


" Aku berhasil " kata ku sambil tersenyum.


" Yaa, kamu hebat sayang. Makasih udah berjuang sejauh ini " kata Alex sambil mengelus kepala ku.


" Putri kita cantik ya " kata ku.


" Iyaa, dia cantik seperti ibu nya " kata Alex.


" Kamu mau gendong? " Tanya ku.


" E...e..eh emang boleh? " Tanya Alex gugup.


" Pfftt boleh lahh, dasar bodoh " jawab ku sambil terkekeh.


" Udah sehat ya kamu? Bisa-bisa nya ngatain aku bodoh " kata Alex.


" Hahaha ampun ampun " kata ku.


Seorang suster masuk untuk memeriksa keadaan ku


" Permisi, saya periksa dulu ya keadaan nya " kata suster itu.


" Iyaa, silahkan " jawab ku.


Suster itu memeriksa keadaan ku dan mencatat nya di kertas.


" Suster, suami saya mau gendong bayi nya. Tolong di kasih tau gimana cara gendong nya " pinta ku.


Suster itu memberi arahan ke Alex untuk menggendong bayi nya.


" Ya, gendong nya seperti ini. Jangan terlalu di tekuk " kata suster itu.


" Ehhh i...iya " kata Alex gugup.


" Gk usah gugup gitu Lex, santai aja " kata ku.


" Aku tuhh baru pertama kali gendong bayi, apalagi ini bayi kita. Jadi aku harus extra hati-hati " kata Alex.


Dan akhirnya Alex berhasil menggendong bayi nya dengan benar.


" Liat ini, aku berhasil gendong bayi kita " kata Alex senang.


" Iyaa iyaa " jawab ku.


Alex mendekatkan bayi nya ke aku.


" Lihat lahh, putri kita sangat cantik seperti mu " kata Alex.


" Iyaa " jawab ku sambil mengelus kepala bayi ku.


" Kamu belum gendong Pina kan? " Tanya Alex.


" Belum, soalnya aku baru sadar kan tadi " jawab ku.


" Yaudah nihh coba gendong Pina, dia kayaknya mau di gendong sama ibu nya " kata Alex.


" Tau darimana kamu, ada-ada aja. Tapi emang aku belum gendong Pina sih " kata ku.


Aku mengambil Pina dari tangan Alex dan menggendong nya.


" Lucu " kata Alex gemes.

__ADS_1


" Ihh jangan di pencet-pencet gitu pipi nya " omel ku sambil memukul tangan Alex.


" Aww sakit sayang, jangan galak-galak gitu napehh " gerutu Alex.


" Kita mau langsung bikin acara kelahiran Pina gk? " Tanya Alex.


" Gk usah dulu, nanti aja kalo Pina udah gede an dikit " jawab ku.


" Emang kenapa? " Tanya Alex lagi.


" Ya kasian lahh, anak bayi itu gk suka sama yang rame. Nanti Pina risih, jadi nanti aja kalo umur dia udah 2 tahun " jawab ku.


" Yaudah lahh terserah sayang ku aja " kata Alex.


" Sayang ku? Jijik ihh " kata ku.


" Jijik? Jahatt nya kamu " kata Alex.


Aku hanya tertawa melihat tingkah Alex.


Tiba-tiba kakek, kak Dimas, kak Rina, Doni, Diva, dan Roy dateng.


" Mana cicit kakek? " Tanya kakek.


" Ini kek " jawab ku.


" Wahh cantik nya cicit kakek. Nama nya siapa? " Tanya kakek.


" Nama nya Pina Alexandra " jawab Alex.


" Kakek ikut seneng atas kelahiran putri pertama kalian " kata kakek.


" Kakak juga. Kamu hebat Fik, bisa berjuang sekeras ini untuk melahirkan Pina. Kamu wanita hebat dan kuat " puji kak Dimas.


" Fikaaaa, hiks kakak khawatir banget sama kamu " kata kak Rina sambil memeluk ku.


" Maaf ya kak, aku bikin kakak khawatir " kata ku


" Aku udah gapapa kok kak " kata ku.


" Sesakit apa sihh? " Tanya kak Rina.


" Rasa nya nyawa kita tuhh kayak udah di ujung kepala saking sakit nya " jawab ku.


Kak Rina yang mendengar itu ketakutan dan memeluk kak Dimas.


" Huweee sayang aku takut " rengek kak Rina.


" Tenang tenang, kita bisa nunda dulu punya anak kalo kamu masih belum siap " kata kak Dimas.


" Jangan nunda-nunda donk, biar Pina nanti ada temen nya " kata kakek.


" Kalo kak Rina takut, kakak bisa lahiran secara sesar " kata ku.


" Ohh yang perutnya di belah-belah gitu ya? " Tanya kak Rina.


" Yaa kaya gitu lah kurang lebih " jawab ku.


" Yaudah nanti kalo aku lahiran, kamu aja yang jadi dokter nya " kata kak Rina.


" Gk bisa donk " kata ku.


" Emang kenapa? " Tanya kak Rina.


" Kan aku bukan dokter kandungan, jadi aku gk bisa asal bantuin orang lahiran " jawab ku


" Yahh padahal aku mau nya kamu yang jadi dokter nya " kata kak Rina.


" Tenang kak, dokter lain hebat-hebat kok nanganin nya " kata ku.


" Mama, dede nya lucu " kata Roy.

__ADS_1


" Iya ya, mulai sekarang kamu harus baik sama Pina ya " pinta Diva.


" Pina? Ohh jadi namanya Pina. Aku bakalan baik kok sama dia " jawab Roy.


" Selamat ya Fik. Oh iya ini aku bawain hadiah buat Pina " kata Diva sambil memberikan hadiah.


" Wahhh makasih aunty. Vino mana, Div? " Tanya ku.


" Vino akhir-akhir ini lagi sibuk. Tapi dia juga titip salam buat kamu, dia bilang " selamat yaa temen ku yang berharga ". Dia bilang kayak gitu " jawab Diva.


" Sampein juga ke Vino makasih ya " kata ku.


" Wahh selamat ya bos. Anak nya bos lucu banget " kata Doni.


" Pasti lahh " kata Alex bangga.


Kami semua mengobrol sangat lama di ruang rawat.


Sampe akhirnya suster memberitahu kalo jam jenguk udah habis.


Kakek, kak Dimas, kak Rina, Doni, Diva, dan Roy akhirnya pulang.


" Akhirnya mereka pulang juga " kata Alex.


" Lahh emang kenapa? " Tanya ku.


" Aku kasian sama kamu " jawab Alex.


" Kasian kenapa? " Tanya ku lagi.


" Kamu baru aja sadar, tapi udah di kerumunin banyak orang. Pina juga, dia pasti risih " jawab Alex.


" Ohh karena itu. Aku udah gapapa kok. Emang masih sakit bekas jaitan nya, tapi aku baik-baik aja " kata ku.


" Yaudah sekarang kamu istirahat, biar aku yang jagain Pina " suruh Alex


" Ehh? Kamu gk pulang? " Tanya ku.


" Ngapain pulang? Orang istri aku di sini " jawab Alex.


" Kamu dari kantor langsung ke rumah sakit kan? Kamu pasti belum makan sama sekali " kata ku menebak.


" Yaa soalnya aku gk laper, gk napsu makan juga " jawab Alex.


" Walaupun kamu gk laper, kamu harus tetep makan. Besok kamu kan ada rapat, jadi gk boleh sampe sakit " kata ku.


" Kamu sendiri juga belum makan kan? " Tanya Alex.


" Iyaa sih, tapi aku dapet nutrisi dari infusan. Jadi gapapa kalo gk makan, lagian aku belum mood makan " jawab ku


" Tuhh kamu sendiri aja gk napsu makan " kata Alex


" Aku mahh beda. Walaupun aku gk makan, aku tetep dapet asupan nutrisi dari infusan. Kalo kamu kan gk " jelas ku.


" Tapi tetep aja kamu gk makan sesuatu " kata Alex.


" Gk sama! Udah sana kamu makan dulu, aku tungguin di sini " suruh ku.


" Ntar kalo kamu kenapa-kenapa gimana? " Tanya Alex.


" Gk bakal. Disini ada bel nya kok, jadi kalo aku butuh sesuatu aku tinggal pencet aja " jawab ku.


" Iya iya, aku ngalah. Yaudah, aku makan dulu ya " kata Alex.


" Iyaa, makan yang kenyang ya. Jangan mikirin aku " kata ku.


" Mana bisa aku gk mikirin kamu. Ayah makan dulu ya, nanti ayah balik lagi kok " kata Alex


sambil mencium kepala Pina.


Alex pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2