Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Pindah


__ADS_3

Tiba - tiba kakek pun datang.


" Oh iya Dimas gimana masalah tempat tinggal buat Alex dan Fika? " tanya kakek.


" Oh kalo itu aku masih belum nyari tempat yang pas buat mereka berdua " jawab kakak.


" Sebenernya kalian berdua tinggal di sini juga gapapa, tapi karena tempat kerja Fika jauh dari sini maka nya kakek minta Dimas nyari tempat tinggal buat kalian " kata kakek.


" Emm atau gk Alex sama Fika tinggal di rumah nya si Alex aja, kan deket dari tempat kerja Fika tuh " usul kakak.


" Hemm bener juga kamu Dimas, tapi Alex nya keberatan gk? " Tanya kakek.


" Ehh aku sih gk keberatan, lagian dirumah aku gk ada siapa - siapa. Sayang juga kalo gk di tempatin " kata Alex.


" Oke udah di tentukan Alex sama Fika bakal tinggal di rumah nya Alex " kata kakek.


" Kamu gk keberatan kan Fika? " Tanya kakak.


" Gk kok kak " jawab ku.


" Yaudah mending sekarang kalian cepet beres - beres buat pindah ke tempat Alex.


Ntar kalo ada kebutuhan lain biar kakek yang urus " kata kakek.


Aku pun ke kamar dan membereskan barang - barang yang akan ku bawa.


" Kamu beneran gapapa pindah ke tempat aku? Kalo kamu gk mau biar aku yang bilang ke kakek " kata Alex yang tiba - tiba muncul.


" Ihh ngagetin aja sih. Aku gapapa kok, walaupun emang agak gk rela pergi dari sini tapi aku kan masih bisa sering main ke sini " kata ku sambil tersenyum dan tanpa aku sadari air mata ku menetes.


Alex pun menghampiri aku dan memeluk aku.


" Tuhh kan kok nangis lagi sih. Kan aku udah bilang jangan nangis terus, nanti mata kamu bisa bengkak " kata Alex.


" Aku cuma agak sedih aja karena bagaimana pun kamar ini tersimpan banyak kenangan " kata ku.


" Kan kamu sendiri yang bilang kalo kita bisa sering main ke sini. Aku bakal sering anterin kamu ke sini kok " kata Alex sambil menenangkan ku.


" Tapi kan aku masih harus fokus untuk kerjaan baru aku nanti "


" Hmm yaudah gini aja nanti kita bikin banyak kenangan di rumah ku oke " kata Alex sambil berbisik di telinga ku.


Aku pun mendorong Alex.


" Lohh kok aku nya di dorong? " tanya nya.


" A...a...abis nya kamu tiba - tiba ngomong kayak gitu " kata ku terbata - bata dengan muka memerah.


" Hahahaha yaudah ayo kita turun kebawah pamitan sama kakak dan kakek " kata Alex sambil tertawa.


Aku dan Alex meninggalkan kamar dan turun ke bawah.


" Kek, Fika pamit ya. Jaga kesehatan kakek ya, Fika bakal sering main ke sini kok " kata ku sambil memeluk kakek.


" Iyaa, kamu juga jaga kesehatan ya. Baik - baik sama Alex di sana " kata kakek.


" Kek Alex pamit ya " kata Alex.


" Iyaa, jaga Fika ya " kata kakek.


" Kak, aku sama Alex pamit dulu ya. Kakak sering - sering temenin kakek. Jaga kesehatan juga ya kak " kata ku sambil memeluk kakak juga.


" Iya adek kesayangan ku, kamu juga jaga kesehatan ya. Kalo Alex macem - macem atau buat kamu sedih bilang sama kakak ya, biar kakak baku hantam nanti " kata kakak sambil manatap tajam Alex.


Setelah berpamitan dengan kakak dan kakek, aku dan Alex pergi ke rumah Alex.


Di dalam mobil...


" Hoamm "


" Kenapa? Kamu ngantuk? Tidur aja kalo ngantuk, nanti kalo udah sampe aku bangunin " kata Alex.


" Hahh, iya nih aku ngantuk banget gara - gara nangis tadi " kata ku.

__ADS_1


" Aku gk ngelarang kamu buat nangis, tapi kamu harus janji sama aku kamu jangan sering nangis ya. Itu gk baik buat kesehatan kamu " kata Alex sambil mengelus rambut ku.


" Iyaa, maka nya kamu jangan bikin aku sedih " kata ku.


Alex hanya tersenyum sambil mengelus mengelus rambut ku.


Aku pun tertidur selama perjalanan ke rumah Alex.


Akhirnya sampe di rumah Alex dan Alex pun membangunkan ku.


" Fika, bangun. Kita udah sampe nih " kata Alex membangunkan ku.


" Emm 5 menit lagi ya, masih ngantuk nih " kata ku yang masih setengah sadar.


" Hehehe lucu nya tunangan ku ini " kata Alex sambil terkekeh.


Alex pun menggendong ku dan menaruh ku di kamar nya.


" Hahh ringan banget sih kamu. Gk makan sebulan ya, tapi pipi tembem banget " kata Alex sambil mencubit pipi ku gemas.


Alex juga tertidur di samping ku.


Aku dan Alex pun tidur seharian karena perjalanan yang cukup panjang tadi karena rumah kakek dan Alex berbeda kota dan itu jarak nya cukup jauh.


Keesokan hari nya...


Drett...drett...drett hp ku bergetar.


Aku mengambil hp ku dan mengangkat telepon.


" Haloo " kata ku.


" Fika cepetan dateng, bos lagi ngomel - ngomel. Dia gk sadar kamu belum dateng " kata seseorang di telepon.


" Jam berapa emang sekarang?! " Tanya ku kaget.


" Jam 07.30. Dah kamu cepetan dateng, keburu bos sadar " kata nya di telepon.


" Aduh aduh aduh mati aku, semoga aja bos belum sadar kalo aku gk ada di tempat kerja " kata ku panik.


Tiba - tiba Alex masuk ke kamar.


" Fika makan dulu ayo " ajak nya.


" Emmm aku gk makan, aku langsung berangkat ya " kata ku.


" Tapii... " Belum selesai Alex melanjutkan kata - katanya, aku mencium pipi Alex.


Muachhh...


" Udah ya aku berangkat dulu. Bye " kata ku sambil pergi.


" Hemm kok kayak aku yang jadi istri nya ya " kata Alex dalam hati.


Di sisi lain...


Fika yang sedang lari - larian ke tempat kerja dan berharap bos nya gk sadar kalo dia belum dateng.


Setelah 5 menit Fika berlari, akhirnya sampe juga di tempat kerja nya.


Hoshh...hoshh...hoshh


" Akhirnya sampe juga " kata Fika dengan nafas terengah - engah.


" Fika " panggil seseorang.


Aku pun menoleh untuk melihat siapa yang memanggil ku.


Ternyata yang memanggil ku Diva, teman baik ku di tempat kerja.


" Untung kamu cepet dateng nya. Yaudah ayo cepet masuk terus taro tas kamu di loker, biar bos gk curiga " kata Diva.


Aku pun masuk lewat pintu belakang dan segera menaruh tas ku di loker.

__ADS_1


Setelah selesai menaruh tas, aku langsung segera mengerjakan pekerjaan ku.


" Untung aja Diva ngasih tau aku. Aku harus berterima kasih sama dia nanti " kata ku dalam hati.


" Fika " sapa seseorang.


" Ehh Vino, kenapa? " tanya ku.


" Gapapa, cuma mau sapa lu aja. Ehh tunggu kok muka lu pucet sih, lu sakit? " tanya nya panik.


" Hahh seriusan muka gw pucet? " tanya ku balik.


" Iyaa serius, coba aja lu ngaca " kata nya.


Aku mengambil kaca dari saku ku.


" Iya ya kok muka gw pucet sih " kata ku.


" Lahh gimana sih lu, emang lu gk merasa ada yang gk enak gitu? " Tanya nya.


" Tadi sih gk ada, tapi pas lu nanya gitu gw kok jadi berasa pusing sama mual ya " kata ku yang mulai merasa pusing dan mual.


" Serius? Mending lu pulang aja dehh, daripada nanti tambah parah sakit nya " kata nya tambah panik.


" Ehh gk bisa " tolak ku.


" Gk bisa kenapa? Kan cuma pulang buat istirahat " tanya nya.


" Gw masih bisa kok lanjutin kerjaan gw. Lagian ini hari terakhir gw kerja di sini " jelas ku.


" Lu mau resign? Kenapa? Lu gk suka sama pekerjaan ini atau lu gk suka sama orang - orang si sini? " Tanya nya lagi.


" Bukan gitu. Gw kan lulusan kedokteran jadi gw mau lamar kerja jadi dokter aja. Gw juga gk mau sia - sia'in uang yang dikeluarin kakek gw buat kuliah gw " jawab ku dengan jelas.


" Yahh kalo lu resign dari sini gk ada yang bisa gw jailin lagi donk " kata nya murung.


" Hahahah apa sih lu No. Kayak anak kecil aja " kata ku sambil mengacak - acak rambut nya.


" Tapi gw masih boleh ketemu sama lu kan? " tanya nya tiba - tiba.


" Yaa boleh lahh " jawab ku.


" Hahh kamu mau resign Fik? " tanya Diva yang tiba - tiba dateng entah dari mana.


" Iya Div, aku mau resign dan sekarang hari terakhir ku kerja di sini " jawab ku.


" Huhuhu jangan resign donk Fik. Kalo kamu resign aku sama siapa di sini " kata nya sambil menangis.


Dan tanpa aku sadari, aku juga ikut menangis karena nya.


" Jangan ngomong kayak gitu donk Div, aku kan jadi ikutan nangis juga. Lagian kita kan masih bisa sering ketemu nanti " kata ku sambil menenangkan Diva.


" Yaa tapi kan gk bakal sering kayak sekarang, apalagi kamu mau jadi dokter. Pasti nanti kamu sibuk banget " kata nya sambil menangis makin kenceng.


Tangisan Diva yang semakin kenceng membuat semua karyawan berdatangan.


" Diva kenapa nangis? " Tanya seorang karyawan.


" Kak Rina, Fika mau resign dari sini " jawab Diva.


" Hahh kamu seriusan mau resign? Aku kira itu cuma rumor " kata kak Rina.


" Iya kak aku mau resign dari sini " kata ku sambil tersenyum di ikuti dengan air mata.


" Huhuhuhu Fika jangan resign donk. Kalo kamu gk ada pasti bakal sepi di sini " kata semua karyawan kompak.


Kami semua pun berpelukan dan menangis.


" Tenang kok kakak - kakak semua, aku bakal sering main ke sini dan belanja di sini " kata ku ke mereka semua.


Tiba - tiba kepala ku pusing.


BRUKK...aku jatuh pingsan.

__ADS_1


__ADS_2