
Setelah kami selesai makan, aku membereskan piring kotor dan Alex yang mencuci piring kotor nya.
" Hahh akhirnya selesai juga nyuci piring nya " kata Alex.
" Anak pintar " kata ku sambil mengelus elus kepala Alex.
" Yaudah ke kamar yuk " ajak Alex.
" Ng...ng...ngapain ke kamar? " Tanya ku terbata - bata.
" Hmm? " Gumam Alex bingung.
Alex menatap ku dengan tatapan bingung.
" Ohh dia salah paham sama kata - kata ku " kata Alex dalam hati.
Alex pun mendekatkan wajah nya ke wajah ku dan berbisik.
" Aku cuma mau main game kok, gk ada niat yang lain " kata nya sambil berbisik di telinga ku.
Wajahku pun memerah dan aku segera mendorong Alex.
" I...i...iya udah ayo kita ke kamar ma...ma...main game " kata ku gugup.
Aku dan Alex pun masuk ke kamar dan bermain game.
Dan karena aku gk suka main game, aku hanya membaca buku tentang ilmu kedokteran.
Tak lama kemudian Alex melempar stik PS nya dan menggerutu sebal, dia pun tiduran di atas paha ku dan mengganggu aku baca buku.
Awalnya aku menghiraukan perbuatan dia, tapi karena lama - lama jadi sebel aku pun menanggapi nya.
" Apa sihh?! " Tanya ku kesel.
" Aku bosen " jawab nya.
" Yaa itu urusan kamu lahh. Bukan nya tadi main game, kenapa gk lanjut main game aja? " Tanya ku lagi.
" Gk mau ahh males. Yang main nya pada noob semua " gerutu nya.
" Hmm??? Kamu kali yang noob " ledek ku.
" Ehh sorry ya aku itu pemain pro tauu " kata nya dengan bangga.
" Iyain dehh daripada ngambek nanti nya " kata ku meledek.
Alex mencubit pipi ku gemas.
" Ihh apa sih cubit - cubit, sakit tau " kata ku kesal.
" Suka - suka aku donk. Abis nya kamu ngeselin sih " kata Alex.
" Humphhh, yaudah sana jangan tiduran di paha aku lagi. Tuhh tiduran aja di bantal " kata ku ngambek.
" E...e...eh jangan gitu donk. Iya iya maaf "
Dia pun memegang tangan ku dan mengusapkan nya ke kepala nya.
" Hmm manja banget sihh cowo satu ini " kata ku dalam hati.
Aku mengusap kepala Alex sambil membaca buku.
" Hoamm ngantuk, tidur ah " kata ku sambil meletakan buku nya.
Aku pun tidur sambil memeluk Alex.
Keesokan hari nya...
" Alex, aku berangkat ya " kata ku.
" Ehh tunggu dulu " kata nya.
" Hahh ngapain lagi? Aku udah mau telat nih " kata ku.
Alex mengambil kunci mobil dan mengunci pintu rumah.
" Ayo aku anter " kata nya.
" Gk usah aku jalan aja. Lagian deket kok rumah sakit nya " kata ku menolak.
" Hehh gk usah pede ya kamu. Aku tuhh sekalian berangkat kerja tau " kata nya sambil mencubit pipi ku.
" Ihh sakit tau " kata ku kesal.
Alex mengantarku ke rumah sakit dengan mobil nya.
Sesampainya di rumah sakit...
" Udahh berhenti aja di sini " kata ku.
" Lahh gk sampe masuk aja? " Tanya nya.
__ADS_1
" Udah gk usah elahh, nanti bayar parkir kalo sampe masuk " jawab ku.
" Yaudah terserah kamu " jawab nya.
Aku turun dari mobil.
" Yaudah aku masuk dulu ya " kata ku.
" Ehh tunggu " kata Alex.
" Apa lagi siii??? Udah mau telat nih " ketus ku.
" Gk cium dulu sebelum berangkat " kata nya sambil menunjuk pipi nya.
" Ihh dasar gk tau malu, di sini banyak orang tau " kata ku.
" Peduli amat sama orang, lagian kita kan udah sah " kata nya lagi.
" Sah sah pala lu somplak. Gk mau ah malu tau " gerutu ku.
" Dosa tau gk nurutin permintaan pasangan nya " kata Alex menakuti ku.
" Ihh bawa - bawa dosa segala. Iya iya " jawab ku.
Aku pun menuruti permintaan Alex.
Ku cium pipi nya yang lembut dan bersih ini.
" Udah kan " kata ku malu.
" Hehehe iya " jawab Alex terkekeh.
" Yaudah aku masuk dulu ya, bye " kata ku meninggalkan Alex.
" Dasar kucing kecil yang pemalu " gumam Alex sambil memegangi pipi nya yang di cium tadi.
Alex pergi meninggalkan rumah sakit.
" Ehemm cie elahh pasangan baru mesra - mesraan di tempat umum " kata seseorang.
" Ehh Tina, apaan pasangan baru " kata ku.
" Elehh ngaku aja udah. Tadi aku liat kamu mesra - mesraan sama cowo, udah gitu cowo nya pake mobil Bugatti lagi wihh tajir itu cowo pasti " ledek Tina.
" Mesra dari mana nya? " Tanya ku.
" Yaa itu sebelum berangkat kerja pake cium - cium pipi segala. Cerita donk siapa sih cowo itu " kata Tina penasaran.
" Hahh tunangan?! Gilaa beruntung banget kamu bisa tunangan sama dia " kata Tina.
" Beruntung darimana? Sial iya " kata ku.
" Ihh kamu tuh beruntung tau dia kaya, ganteng, trus apa lagi ya...aku gk terlalu ngeliat dia sih " kata Tina.
" Yayaya udah dulu ya aku mau kerja nihh, udah ada pasien " kata ku.
Aku pun meninggalkan Tina dan pergi ke ruangan ku.
" Iyaa dehh orang sibuk mahh. Tapi jangan lupa cerita ya " teriak Tina.
Di ruangan ku...
" Duhh Alex sih tadi segala minta di cium segala. Kan gawat sekarang keliatan sama orang " kata ku menghela nafas.
Tok...tok...tok
" Iya masuk " kata ku.
" Hai udah lama ya gk ketemu " kata seseorang.
" Vino. Lu ngapain di sini? " Tanya ku saat mengetahui orang itu vino.
" Ya kerja lahh masa main " jawab Vino.
" Kok lu bisa kerja di sini? " Tanya ku lagi.
" Bisa donk, emang lu doank yang bisa jadi dokter " jawab nya
" Tapi lu kan bukan sarjana kedokteran. Jangan - jangan lu jadi o..."
" Jangan mikir aneh - aneh dah lu. Gw kuliah kedokteran tahun kemaren dan bisa lulus secepat ini karena kemampuan gw " jelas vino.
" Ohh, lah berarti Diva sekarang sendirian di supermarket donk? " Tanya ku lagi.
" Sendirian darimana? Kan banyak karyawan di sana, ada kak Rina, mas Joko, sama karyawan lain nya " jawab Vino.
" Iya juga sih. Tapi kan setidaknya kalo ada lu dia gk kesepian " kata ku.
" Udah udah nanti pulang kerja kita mampir ke supermarket gimana mau gk? " Tanya Vino.
" Mau mau " jawab ku antusias.
__ADS_1
" Yaudah nanti pulang kerja kita ke supermarket ya. Gw mau lanjut kerja dulu nihh sekarang " kata Vino.
" Ok gw juga mau lanjut kerja " kata ku.
Vino pun kembali ke ruangan nya dan aku melanjutkan pekerjaan ku.
Hari menjelang malam, aku bersiap untuk pulang dan seperti janji tadi, aku sama Vino mau mampir ke supermarket.
Sesampainya di supermarket...
" Wahh kok gedung supermarket jadi lebih bagus ya? " Tanya ku.
" Iyaa gw denger abis di renovasi " jawab Vino.
" Ahh si bos mahh giliran gw masih kerja di sini kagak di renovasi, pas gw udah resign malah di renovasi. Kan gw jadi mau kerja di sini lagi " gerutu ku.
" Yaudah lamar kerja lagi di sini lahh " kata Vino.
" Gk bisa donk, gw kan sekarang dokter. Banyak pasien gw yang udah nyaman sama gw " jawab ku.
" Iyaa dah yang populer mahh beda " sindir Vino.
" Hahaha iya donk. Iri lu yaa " ledek ku.
" Dihh siapa yang iri. Lagian ngapain iri, gk ada untung nya juga " jawab Vino.
" Eh iya sii Diva mana ya, kok gk keliatan. Biasanya jam segini dia suka duduk di depan supermarket " kata ku mencari Diva.
" Lahh iyaya mana tuhh anak " kata Vino.
" Nahh itu dia " kata ku sambil menunjuk ke arah Diva.
Aku dan Vino menghampiri Diva yang sedang mengobrol dengan seseorang.
" DIVA " teriak ku.
" FIKA " teriak Diva kaget.
Diva lari ke arah ku dan memeluk ku.
" Huhuhu udah lama banget kita gk ketemu " kata Diva sambil menangis.
" Iya iya maaf ya aku gk pernah ke sini " kata ku menenangkan Diva.
" Iyaa kamu jahat banget si Fik, aku selalu nungguin kamu di sini tau " kata Diva.
" Yaudah mending sekarang kita cari kafe buat ngobrol. Udah lama kita gk ngobrol " ajak ku.
" Hooh, ayo " kata Diva.
" Woyy woyy gw nya gimana? Lu pada jahat banget yak kagak nganggap gw di sini " kata Vino.
" Ehh iya hahahaha maaf ya Vin, gw lupa kalo ada lu " kata ku tertawa.
" VINO " teriak Diva.
Diva beralih memeluk Vino.
" Ehh ehh tunggu, lu kesambet apaan main peluk - peluk gw aja " kata Vino kaget.
" Huhuhu kangen Vino " kata Diva yang kembali menangis.
" Duhh nangis lagi. Cengeng banget sih lu " ledek Vino.
" Ihh Vino mahh jahat " gerutu Diva.
" Iya dehh iya " pasrah Vino.
" Fika, Vino udah lama ya gk ketemu. Gimana kabar kalian? " tanya seseorang.
" Kak Rina?! " kata ku kaget.
" Baik kok kak. Kakak apa kabar? " Jawab Vino.
" Kakak juga baik kok. Lah ini si Diva kenapa nangis? " Tanya kak Rina.
" Biasa kak. Diva kan emang kayak gitu anak nya. Dikit - dikit nangis " kata Vino.
" Oh, ya nama nya juga kangen udah lama gk ketemu " maklum kak Rina.
" Kak Rina juga ikut kita ke kafe yuk. Ngobrol - ngobrol " ajak ku.
" Kakak masih ada urusan. Maaf ya lain kali deh " jawab kak Rina.
" Yaudah deh gapapa " maklum ku.
" Kakak pergi duluan ya " kata kak Rina.
" Iya kak. Hati - hati ya kak " kata ku.
Kak Rina pergi. Aku, Vino dan Diva pergi ke kafe terdekat.
__ADS_1