Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Menikah


__ADS_3

" Yaelahh giliran lagi mau manja-manjaan ada aja halangan nya " kata Alex sambil memeluk ku dari belakang.


" Ihh ngeluh mulu kamu mahh " kata ku.


" Abis nya kita kan jarang ada waktu berduaan kaya gini " kata Alex.


" Ntar juga ada waktu nya kita bisa berduaan sepuasnya " jawab ku.


" Hmphhh tapi kapan? " Gerutu Alex.


" Setelah kita sah " bisik ku.


Alex langsung menenggelamkan wajah nya ke pundak ku dan memeluk ku dengan erat.


" Kamu bisa gk sih gk ngegemesin " kata Alex.


" Hehehe gk bisa, kan aku emang gemesin orang nya " kata ku bangga.


Setelah semua yang terjadi telah selesai akhirnya aku dan Alex melangsungkan pernikahan.


Di ruang rias


Tok...tok...tok...


" Iya masuk " jawab ku.


" Gimana dek, udah siap? " Tanya kakak.


" Udah " jawab ku dengan senyuman yang disertai tangisan.


" Ehh jangan nangis, nanti make up nya luntur lohh " kata kak Dimas.


Kak Dimas mengusap air mata ku dengan tisu.


" Kok malah nangis sih, harusnya kamu seneng donk akhirnya setelah banyak penderitaan dan cobaan kamu dan Alex nikah juga " kata kak Dimas.


" Iya aku seneng kak, tapi aku juga sedih " kata ku.


" Lohh sedih kenapa? " Tanya kak Dimas.


" Sedih aja, aku takut gk bisa sering - sering ketemu kakak sama kakek " jawab ku sambil menangis memeluk kakak.


" Aduhh udah donk sayang nangis nya. Kamu bisa ketemu kakak sama kakek kapan pun kamu mau. Kalo emang kamu sibuk biar kakak sama kakek yang nemuin kamu " jawab kakak.


" Aku juga takut kakak sama kakek bakal kesepian kalo aku udah nikah nanti " kata ku lagi.


" Kalo kesepian mungkin iya, tapi demi kebahagian kamu kita gapapa kok. Lagian nanti kalo kamu udah punya anak, rumah kakek bakal rame lagi " jawab kakak.


" Udah cup cup cup jangan nangis lagi, ini kan hari bahagia kamu " kata kak Dimas sambil mengelus kepala ku.


" Permisi tuan, semua tamu undangan sudah hadir dan kakek Lingga meminta kalian untuk segera turun ke aula " kata asisten kakek.


" Oh oke, kita bakal turun bentar lagi " jawab kakak.


" Oke adik ku sayang. Udah siap menempuh hidup baru? " Tanya kak Dimas.


" Siap " jawab ku.


Kak Dimas dan aku turun ke aula pernikahan.


Saat kami menuruni tangga semua mata tertuju pada ku. Awal nya aku takut, tapi genggaman tangan kak Dimas memenangkan ku.


Saat sampai di aula pernikahan kakak menyerahkan ku ke kakek dan kakek mengantar ku ke pengantin pria ku.


Dan sampai lah aku di hadapan pengantin pria ku.


Sebenernya aku udah gk sanggup menahan air mata ini, tapi ucapan Alex berhasil membuatku menahan air mata.


Alex berkata


" Don't cry baby, it's our happy day "


Dan di sini lah, di waktu ini, di hadapan semua orang, kami mengucapkan janji suci.

__ADS_1


Janji agar kita selalu bersama dalam suka maupun duka.


Janji yang akan membuat kita mengalami semua hal bersama.


Setelah janji itu terucapkan, semua tamu menepuk tangan dan kami akhirnya sah menjadi suami istri.


Aku dan Alex saling bertukar cincin pernikahan dan kami mencium bibir satu sama lain.


Di situlah tangis ku sudah tak tertampung lagi, aku meneteskan air mata kebahagiaan.


Semua tamu pun ikut menangis bahagia, terutama kakak dan kakek.


" Sekarang mari kita persilakan kedua pasangan ini untuk mengatakan sesuatu " kata pembawa acara.


Pembawa acara itu memberikan mikrofon nya ke aku dan Alex.


" Pertama - pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang sudah datang. Terima kasih udah meluangkan waktu kalian untuk datang ke acara pernikahan kita. Di sini kalian menjadi saksi atas awal kehidupan kami. Gk banyak yang mau saya katakan. Inti nya saya cuma mau bilang kalo saya sangat mencintai istri saya dan saya janji bakal bikin dia bahagia " kata Alex.


" Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang datang. Saya juga berjanji akan menjadi istri yang baik dan saya berjanji akan selalu mencintai suami saya seorang " kata ku.


Semua tamu menepuk tangan dan sangat terharu dengan apa yang aku dan Alex katakan.


" Baiklah ini waktu nya untuk mempersilakan kedua pasangan ini memotong kue pernikahan " kata pembawa acara.


Aku dan Alex bersama-sama memotong kue pernikahan kami.


Setelah acara pemotongan kue, semua tamu menikmati acara dan makanan.


" Fika " sapa seseorang.


" Ehh Diva " kata ku.


" Selamat ya akhirnya kamu sah juga sama Alex. Selamat menempuh hidup baru sahabat


ku " kata Diva.


" Thank you. Oh iya kamu sama siapa ke sini? " tanya ku.


" Aku sama Vino ke sini, tapi dia lagi sapa temen nya dulu jadi aku duluan " jawab Diva.


" Fika " sapa seseorang lagi.


" Kak Rina. Oh my God, kakak dateng " kata ku senang.


" Iya donk, sesibuk - sibuknya aku pasti bakal aku usahain buat dateng ke pernikahan kamu. By the way selamat ya " kata kak Rina.


" Aaaaa thank you " kata ku.


" Oh iya kak, ada gosip baru gk? " Tanya ku.


" Hahh gosip? Gosip apaan? " Tanya kak Rina.


" Yeee kok kakak malah balik nanya sih. Maksud aku ada gosip tentang Diva sama Vino gk? Soalnya mereka berdua dateng nya bareng " kata ku.


" Ihh Fika apaan sih, kan cuma dateng bareng " kesel Diva.


Aku hanya terkekeh.


" Dasar ya kamu, lagi kayak gini masih aja ngegosip " kata kak Rina.


" Fika, selamat ya " kata seseorang.


" Vino. Thank you banget udah dateng " kata ku.


" Pasti lahh aku dateng " kata Vino.


" Oh iya, Alex mana? " Tanya Vino.


" Alex lagi sapa tamu yang lain. Ehh itu Alex " kata ku sambil menunjuk Alex.


Alex menghampiri ku dan yang lain.


" Sayang sini " kata ku memanggil Alex.

__ADS_1


" Kenapa? " Tanya Alex.


" Ini temen - temen aku mau ketemu kamu " kata ku.


" Selamat ya Alex, jangan bikin Fika nangis lagi lohh!!! " Kata Diva.


" Eh i...iya gk bakal aku bikin nangis kok. Tapi aku gk janji yaa kalo malem ini dia gk nangis " kata Alex sambil tersenyum licik.


Aku yang mendengar itu langsung mencubit perut Alex.


" Hah maksudnya? " Tanya Diva bingung.


" Hahahaha selamat ya Lex. Oh iya awas aja kalo lu berani sakitin Fika lagi, gw gk akan tinggal diem!!! " Ancam Vino sambil memegang kuat tangan Alex.


" Wahh berani juga nii orang " kata Alex dalam hati.


" Selamat ya. Tolong jaga dan sayangi Fika, dia gadis baik yang pernah aku kenal " kata kak Rina.


" Emm thank you " jawab Alex.


" Humphhh laper " gerutu Diva.


" Kamu tuh ya laper mulu " kata Vino sambil mencubit pipi Diva.


" Ehem udah langsung lamar lahh, nunggu apa lagi " kata ku.


" Apasihh Fik " kata Vino.


" Gw tau kok lu suka sama Diva. Udah sihh langsung lamar aja, keburu Diva diambil orang lohhh " kata ku.


Kak Rina dan Alex kaget sama apa yang aku ucapkan.


" Hahh Vino suka sama Diva?! " Kata Alex dan kak Rina kompak.


" Hahaha kalian lucu banget sih kaget bisa sampe kompak gitu ngomong nya. Yaa wajar sih kalo kalian belum tau " kata ku.


" Kamu tau darimana? " Tanya kak Rina.


" Tau lahh aku kan orang nya peka " jawab ku bangga.


Vino hanya diam karena dia malu saat semua nya mengetahui perasaannya.


" Yaudah ayo kita makan " ajak ku.


Aku dan yang lain nya mengambil makanan.


" Yahh penuh lagi kursi nya " kata Diva.


" Lohh kok bisa penuh ya? Kita mesen kursi sama meja nya sesuai undangan kan Lex? " Tanya ku.


" Iya, yaudah biar aku telepon Doni buat ambilin kursi dan meja lagi " kata Alex.


Alex menelepon asisten nya itu dan asisten itu segera membawakan kursi dan meja lagi.


" Fika " panggil seseorang.


" Eh kakak " kata ku.


" Kamu udah makan? " Tanya kak Dimas.


" Belum, ini mau makan " jawab ku.


" Kakak sendiri, udah makan? " Tanya ku.


" Belum, kakak nanti aja " jawab kak Dimas.


" Oh iya selamat ya kalian berdua akhirnya menjadi sepasang suami istri " kata kak Dimas.


" Makasih kak. By the way, kakek mana? " Tanya ku.


" Kakek lagi sapa tamu yang lain " jawab kak Dimas.


" Ohh, yaudah aku mau samperin kakek ahh " kata ku.

__ADS_1


Aku pun pergi mencari kakek.


__ADS_2