
" Anak nya Diva lucu ya " kata kak Rina.
" Iyaa, semoga anak aku juga selucu itu " kata ku.
" Pasti. Orang ibu nya lucu, anak nya pasti juga lucu " puji kak Rina.
" Kak Rina bisa aja. Yaudah ayo kita liat toko baju " ajak ku.
Aku dan kak Rina pun melihat-lihat toko di mall itu.
" Baju nya lucu-lucu banget " kata ku.
" Iyaa, jadi bingung mau pilih yang mana " kata kak Rina.
Tiba-tiba aku merasa perut ku sangat sakit.
" Aduhh aww sakit " rintih ku sambil memegangi perut ku.
" Fik, Fika? Kamu kenapa? " Tanya kak Rina panik.
" Pe...perut aku sa..sakit banget kak " jawab ku sambil menahan sakit.
" Serius? Jangan-jangan kamu mau lahiran lagi, aduh ini gimana donk? " Tanya kak Rina panik.
" Te...tenang du..dulu kak. Kakak tolong telepon ambulan " kata ku.
Kak Rina mengambil handphone nya di tas tapi karena kak Rina panik, handphone nya jadi terjatuh dan mati.
" Aduhh mati lagi handphone nya " kata kak Rina panik.
Seorang pelayan toko pun menghampiri kita.
" Ada apa kak? " Tanya nya.
" Ini adik ipar saya kayak nya udah mau lahiran, tapi handphone saya mati gara-gara jatuh " jawab kak Rina.
" Biar kami bantu telepon ambulan nya kak. Kakak nya silahkan duduk dulu di sana " kata pelayan itu.
" Baik, terima kasih " kata kak Rina.
Aku dan kak Rina duduk di dalam toko itu sambil menunggu ambulan nya.
" Kak to...long teleponin a..lex " pinta ku.
" Oke, aku ambil handphone nya ya " kata kak Rina.
Kak Rina mengambil handphone ku di tas dan menghubungi Alex.
" Halo Lex " kata kak Rina.
" Halo kak, kok handphone nya Fika bisa sama kakak? " Tanya Alex yang mulai curiga ada sesuatu.
" Lex, Fika mau lahiran " kata kak Rina.
" Hahh? Serius? " Tanya Alex kaget.
" Iyaa lah, ngapain aku bercanda. Sekarang kita lagi nunggu ambulan nya dateng " kata kak Rina.
" Kalian dimana? Biar aku jemput " kata Alex.
" Gk u...sah Lex. Ki...ta udah manggil ambulan kok, sebentar la...gi juga dateng " kata ku sambil menahan sakit.
" Fika? Sayang? Kamu bertahan ya, aku bakal nyusul kalian sekarang " kata Alex.
Alex mematikan telepon nya.
Ambulan nya tak lama kemudian datang.
Aku masuk ke ambulan itu dan di larikan ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit.
Perawat membawa ku ke ruang bersalin.
Di situ aku harus menunggu sampe pembukaan terakhir.
__ADS_1
" Dok ma..sih lama ya? " Tanya ku.
" Sebentar lagi kok " jawab dokter itu.
POV Kak Rina.
" Duhh Fika baik-baik aja kan? " Gumam kak Rina khawatir.
Tiba-tiba kak Dimas datang.
" Sayang " panggil kak Dimas.
Kak dimas menghampiri kak Rina dan memeluk nya.
" Dimas, Fika gk bakal kenapa-kenapa kan? " Tanya kak Rina khawatir.
" Kita doain aja semoga dia gapapa dan persalinan nya lancar " jawab kak Dimas.
" Aku takut Fika kenapa-kenapa. Harus nya aku gk usah ngajak di jalan-jalan, kalo dia gk pergi mungkin dia gk bakal kayak gini " kata kak Rina sambil menangis.
" Hushh cup cup, ini emang udah waktu nya Fika melahirkan sayang. Kalo pun kamu gk ngajak dia jalan tadi, pasti tetep aja dia bakal lahiran hari ini " kata kak Dimas berusaha menenangkan kak Rina.
" Hiks hiks aku gk tega liat Fika kesakitan kayak tadi " tangis kak Rina.
" Udah sayang udah, jangan nangis " kata kak Dimas.
" Aku denger kalo melahirkan bisa merenggut nyawa seseorang. Apa sesakit itu, sampe bisa renggut nyawa seseorang? " Tanya kak Rina.
Kak Dimas tak bisa menjawabnya dan hanya memeluk erat kak Rina.
" Kita berdoa aja yang terbaik " kata kak Dimas.
" Kak, Fika mana? " Tanya Alex khawatir.
" Fika lagi di ruang bersalin " jawab kak Rina.
" Oke, aku mau masuk dulu " kata Alex.
" Emang boleh? " Tanya kak Dimas.
Alex menggedor pintu nya.
" Lex, jangan gedor-gedor pintu kayak gitu " kata kak Dimas.
Tiba-tiba seorang suster keluar dari ruangan itu.
" Ada apa ini? Mohon jangan ribut ya tuan " kata suster itu.
" Istri saya di dalem kan? Saya mau ketemu istri saya sekarang " kata Alex.
" Maaf tuan, sekarang tidak ada seorang pun yang boleh masuk " tolak suster itu.
" Apa-apaan itu, saya gk mau tau!!! Saya mau ketemu istri saya sekarang " kata Alex
" Tuan!!! Tolong tenang!!! Kalo tuan gk bisa tenang, saya akan panggil petugas keamanan " ancam suster itu.
" Kamu ngancem saya?!! Kamu gk tau saya siapa?!! " Bentak Alex.
" Ada apa ini? " Tanya seorang dokter yang tiba-tiba dateng.
" Tuan ini memaksa untuk masuk, dok " jawab suster itu.
" Maaf, ada urusan apa tuan ingin masuk ke dalam? " Tanya dokter itu.
" Saya mau ketemu istri saya " jawab Alex.
" Kalo boleh tau istri tuan namanya siapa? " Tanya dokter itu lagi.
" Istri saya nama nya Fika " jawab Alex.
" Fika? Fika yang lulus dari universitas tinggi di umur nya yang muda itu? " Tanya dokter itu.
" Iyaa, ternyata ada juga yang tau kemampuan istri saya " kata Alex.
" Berarti anda adalah tuan Alex, CEO muda di perusahaan besar itu? " Tanya dokter itu lagi
__ADS_1
" Iyaa. Udah tau saya siapa kan? Maka dari itu jangan buang-buang waktu saya lagi, saya mau ketemu istri saya di dalem " kata Alex
" Baik tuan, silahkan ikuti saya " kata dokter itu.
Dokter itu membawa Alex ke ruangan Fika.
Sesampainya di ruangan Fika.
Terlihat Fika yang sedang terbaring menahan sakit.
" Sayang " panggil Alex.
Alex menghampiri Fika dan memegang tangan nya.
" A...lex " panggil ku lemah.
" Iyaa sayang, aku di sini " kata Alex.
" Pe...rut aku sa...kit banget, rasa nya semua sakit nya berpusat ke perut " kata ku.
" Iyaa sayang, kamu yang kuat ya. Aku bakal nemenin kamu di sini " kata Alex.
" Ka...lo aku gk ku...at, apa a..ku bakal meninggal? " Tanya ku sambil menangis.
" Gk bakal, kamu pasti baik-baik aja. Tenang lahh sayang, jangan berpikir macem-macem " kata Alex berusaha menenangkan Fika.
" Aku takut " kata ku sambil menangis.
" Aku juga takut Fik. Aku takut kehilangan kamu lagi " kata Alex dalam hati.
" Kamu pasti bisa ngelewatin ini " kata Alex sambil mencium kening Fika.
Beberapa menit kemudian dokternya datang dan persalinan nya dimulai.
Kak Dimas dan kak Rina hanya bisa berdoa semoga Fika baik-baik aja.
Sementara Alex yang sedang menemani Fika sangat takut Fika kenapa-kenapa. Padahal tadi dia sangat percaya diri kalo semua bakal baik-baik aja.
Tapi setelah melihat Fika yang sangat berjuang keras, membuatnya takut Fika gk bisa melewati ini semua.
Karena terlihat di raut wajah nya kalo Fika sangat kesakitan.
Dan dari buku yang Alex pernah baca, rasa sakit saat melahirkan itu sangat luar biasa. Rasa sakitnya seperti di injak 1000 gajah.
Membayangkan nya aja membuat Alex merinding, tapi sekarang itu yang sedang istri nya rasakan.
Alex hanya bisa menggenggam erat tangan
Fika.
" Kamu pasti bisa sayang " kata Alex dalam hati.
Setelah berjuang sangat lama, akhirnya bayi nya keluar juga. Dan bayi nya lahir dalam kondisi sehat.
" Makasih sayang, sekarang istirahat lah " kata Alex sambil mencium kening Fika.
Fika di pindahkan ke ruang rawat dan bayi nya di letakkan di samping Fika.
" Gimana Lex? Fika baik-baik aja kan? " Tanya kak Dimas.
" Iyaa kak. Tapi sekarang dia harus banyak istirahat " jawab Alex.
" Iyaa sih, kan melahirkan membutuhkan banyak tenaga. Fika bisa baik-baik aja itu udah syukur banget " kata kak Dimas.
" Yaa, aku bersyukur banget karena kedua nya baik-baik aja " kata Alex.
" Selamat ya, sekarang kamu udah jadi seorang ayah " kata kak Rina.
" Makasih kak. Kalian juga cepet nyusul donk " kata Alex
" Nanti dehh itu mahhh, belum siap ngeliat Rina kayak gitu " kata kak Dimas.
" Yaudah aku mau ke ruangan Fika dulu " kata Alex.
" Yaudah sana, aku juga mau pulang dulu. Sekalian ngasih tau kakek dan orang rumah " kata kak Dimas.
__ADS_1