
Alex, Nathan, dan Doni bermain game hingga larut malam.
Pukul 02.00.
" Lohh kenapa sayang? Kamu ngidam lagi? " Tanya Alex yang melihat Fika tiba-tiba turun.
" Gk kok " jawab ku.
" Terus kenapa? " Tanya Alex.
Aku tak menjawab nya.
Aku menghampiri Alex, lalu duduk di pangkuan nya.
" E...ehh ka...kamu mau ngapain? " Tanya Alex gugup.
" Aku mau bobo di sini " jawab ku sambil memeluk Alex dan menempelkan kepala ku ke dada Alex.
" Jangan tidur di sini donk, nanti kamu sakit " kata Alex.
" Gk mau!!! Pokoknya aku mau tidur di sini! " Tegas ku.
" Huh kamu ini ya, kalo udah mau sesuatu gk bisa di bantah " kata Alex.
" Hehehe makanya aku mau bobo sambil peluk kamu di sini " kata ku.
" Tapi kita lagi main game sayang " kata Alex.
" Emang nya kenapa? " Tanya ku.
" Nanti kamu ke ganggu. Mending kamu tidur di kamar aja ya, aku temenin sampe kamu tidur " kata Alex.
" Gk mau!!! Aku gk ke ganggu kok, santai aja. Udah ahh jangan ngomong mulu, aku mau bobo " kata ku.
Aku pun tidur di pangkuan dan pelukan Alex.
" Pasti sulit nahan nya ya bos? " Tanya Doni.
" Ya iyalah. Apalagi semenjak dia hamil, dia makin manja " kata Alex.
" Hehehe lu gk tau, Lex ? " tanya Nathan.
" Gk tau apa? " Tanya Alex balik.
" Yaudah dehh kalo gk tau " kata Nathan.
" Nat!!! Lu berani macem-macem sama gw hah?!! " Kata Alex kesal.
" Ehh iya iya ampun " kata Nathan.
" Emang tau apaan sih? " Tanya Alex penasaran.
" Sebenernya lu bisa ngelakuin itu sama Fika, tapi dengan prosedur tertentu " jawab Nathan.
" Serius?! " Tanya Alex kaget.
" Iyaa, tapi lu harus nanya ke dokter kandungan dulu gimana cara aman melakukan hubungan intim " jawab Nathan
" Ohh jadi gw bisa ngelakuin itu tohh " kata Alex.
" Hahaha jadi selama ini lu gk tau? Kasian banget sih lu, pasti berat ya nahan hasrat selama ini " ledek Nathan.
" Berisik lu!!! Lagian gw gk tega ngelakuin itu ke Fika. Nanti aja lahh kalo dia udah lahiran " kata Alex.
" Wahh wah wahh suami yang pengertian sekali anda " ledek Nathan.
" Iyaa lah, kalo lu cewe mungkin lu juga bakal suka sama gw " kata Alex.
" Ehem sorry ya, tapi gw gk bakal suka sama lu walaupun gw cewe " kata Nathan.
" What the hell " kata Alex.
" Udah udah, mending kita lanjut main lagi " kata Doni.
" Ehh bentar, Nat tolong tarikin sofa yang
bawah donk " pinta Alex.
" Hahh? Buat apaan dah? " Tanya Nathan
" Biar sofa nya jadi kasur, kalo kayak gini kasian Fika nanti badan nya pegel-pegel " kata Alex.
" Emang bisa sofa berubah jadi kasur? " Tanya Nathan bingung.
" Ya bisa lah, udah jangan banyak tanya! " Kata Alex.
Nathan pun mengikuti perintah Alex.
" Wahh ternyata beneran bisa " kata Nathan kaget.
" Norak lu!!! " Kata Alex.
" Yaelahh, emang ngapa sihh " kata Nathan
__ADS_1
Alex menidurkan Fika di samping nya. Dan tiba-tiba Fika memeluk nya.
" Dasar gadis manja " kata Alex sambil mengelus kepala Fika.
" Woy, inget masih ada orang di sini! " Kata Nathan.
" Sirik aja lu jones " ledek Alex.
" Wahh parah Don, kita di katain jones " kata Nathan.
" Heh gw cuma ngatain lu doank! " Kata Alex.
" Lahh kan si Doni juga jomblo " kata Nathan.
" Jomblo darimana, Doni mah udah punya pacar " jawab Alex.
" What?! Jadi cuma gw yang jomblo di sini? " Tanya Nathan kaget.
" Iya hahaha " jawab Alex.
" Parah lu Don, gk setia kawan " kata Nathan kesal.
" Ya ampun, salah lagi gw " kata doni dalam hati.
" Udah udah, mending kita lanjut main " ajak Alex.
Mereka pun bermain sangat lama.
Pukul 05.00.
" Woyy woyy bantuin gw donk " teriak Nathan.
" Sabar botak! Gw juga lagi di serang " kata Alex.
Karena Alex dan Nathan sangat berisik, Fika pun terbangun.
" Lohh kalian dari tadi belum selesai main nya? " Tanya ku.
" Ehh sayang kamu kok bangun? " Tanya Alex.
" Iya aku ke bangun gara - gara denger kalian teriak - teriak gitu " jawab ku.
" Maaf ya sayang, yaudah kamu lanjut tidur gihh " kata Alex.
" Gk mau, aku kalo udah bangun gk bisa tidur lagi " jawab ku.
" Kalian seriusan belum tidur dari tadi? " Tanya ku.
" I...iya " jawab mereka ketakutan.
" I..iya ma..maaf " kata mereka.
" Huhh yaudah sekarang game nya aku sita. Kalian cepet tidur!!! " Suruh ku.
" Lah lah, belum selesai. Bentar lagi ya pliss " pinta Nathan.
" Gk boleh!!! Kalian cepet tidur, gk mau tau!!! " Kata ku.
" Iya iya, kamu juga tidur lagi " kata Alex.
" Aku gk bisa tidur lagi kalo udah ke bangun. Udah kalian tidur aja, aku mau masak nasi dulu " kata ku.
" Ngapain masak nasi? Beli aja, nanti kamu kecapekan " kata Alex.
" Masak nasi doank kok, gk bakal kecapekan. Lagian nasi beli gk enak " kata ku.
" Yaudah, aku tidur tapi kamu temenin aku sampe tidur " pinta Alex.
" Hadehh, nasib punya bayi besar " kata ku.
" Bayi besar itu bukan nya kamu ya " kata Alex.
" Enak aja, kamu itu mah!!! " kata ku.
" Udah tidur, jangan ngomong mulu " suruh ku.
" Mau di elus " pinta Alex.
" Manja banget sii " kata ku.
Walaupun aku berkata kayak gitu, tapi aku tetep mengelus kepala Alex sampe dia tertidur.
Beberapa menit kemudian.
" Akhirnya big baby ku tidur juga " kata ku.
" Kira-kira kalo nanti bayi ku udah lahir bakal kayak gini gk ya rasanya, tapi mungkin lebih susah karena dia bayi asli " gumam ku.
" Yaa apapun yang akan terjadi nanti, aku siap menghadapi nya bersama Alex " kata ku.
Setelah Alex tidur, aku memasak nasi.
" Masak nasi udah, mau mandi sekarang tapi masih pagi banget. Apa aku jalan-jalan aja ya, sekalian cari sarapan " gumam ku.
__ADS_1
Aku mengganti piyama ku menjadi baju kaos dan celana training.
Aku jalan-jalan memutari komplek sekalian cari sarapan.
Saat aku melewati taman perumahan, aku melihat kak Dimas bersama seorang wanita yang tak asing.
Aku pun menghampiri kak Dimas.
" Kak Dimas " panggil ku.
" Ehh Fika " kata kak Dimas.
" Lohh kok kak Rina ada di sini? Udah gitu kak Rina sama kak Dimas lagi barengan, kak Dimas kenal sama kak Rina? " Tanya ku.
" E..ehh i...iya. Kakak lupa ngenalin dia ke kamu, tapi ternyata kamu udah kenal " jawab kak Dimas.
" Kak Rina ini senior aku di tempat kerja yang dulu " kata ku.
" Oh gitu " kata kak Dimas.
" Terus hubungan kak Dimas sama kak Rina apa? Kok kakak bisa kenal sama kak Rina? " Tanya ku.
" Emm Rina ini pacar kakak dan sebentar lagi kita mau nikah " jawab kak Dimas.
" Hahh?! Nikah? Kakek udah tau? " Tanya ku lagi.
" Belum. Kakak niat nya mau ngenalin Rina waktu kita lagi kumpul di rumah kakek " jawab kak Dimas.
" Kakak gimana sih, kabar baik kayak gini bukan nya langsung dikasih tau ke kita " kata ku.
" Kakak takut kamu gk setuju " kata kak Dimas.
" Ya gk bakal lahh, kak Rina ini orang nya baik banget. Kak Rina selalu bantu aku " kata ku.
" Jangan berlebihan kayak gitu ahh, aku gk sebaik itu kok " kata kak Rina malu.
" Kak Rina itu baik banget, aku setuju kok kalo kak Rina jadi kakak ipar aku " kata ku.
" Serius? " Tanya kak Dimas.
" Iyaa " jawab ku.
" Kamu setuju pasti gara-gara orang yang bakal jadi kakak ipar kamu itu orang yang kamu kenal. Coba kalo orang lain, pasti kamu gk bakal setuju " kata kak Dimas.
" Ya aku sih tergantung sifat orang nya kayak gimana. Tapi kalo kakak mencintai orang itu, aku bakal restuin asal kakak bahagia " jawab ku.
" Makasih ya dek " kata kak Dimas sambil mengelus kepala ku.
" Ehh aku gk sadar kalo kamu lagi hamil " kata kak Rina kaget.
" Iya, adek aku lagi hamil " kata kak Dimas.
" Udah berapa bulan? " Tanya kak Rina.
" Udah 7 bulan kak " jawab ku.
" Lohh kamu kok sendirian, Alex mana? " Tanya kak Dimas.
" Alex lagi tidur, jadi aku keluar jalan-jalan sebentar sambil cari sarapan " jawab ku.
" Gk baik loh beli makanan di luar mulu " kata kak Dimas.
" Iya kak aku tau, jarang-jarang kok aku beli makanan di luar " kata ku.
" Yakin? " Tanya kak Dimas.
" Ya gk sih hehehe, soalnya aku kan masih suka ngidam jadi lebih sering makan di luar " jawab ku.
" Tuh kan. Susah juga sih kalo kayak gitu, yah mau gimana lagi " kata kak Dimas.
" Oh iya kak Dimas sama kak Rina kok bisa ada di sini? Rumah nya kak Rina kan bukan di sini kan? " Tanya ku.
" Iya bukan, kita mau jogging di sini " jawab kak Rina.
" Kenapa harus di sini? Kan masih banyak taman yang lebih luas dari ini " kata ku.
" Soalnya di sini banyak jajanan, biasa lahh cewe mah gitu " jawab kak Dimas.
" Iya juga sih, di sini emang banyak banget jajanan. Aku juga sering jogging di sini terus abis itu beli banyak jajanan " kata ku.
" Oh iya tadi kamu bilang, kamu lagi nyari sarapan. Gimana kalo kita cari sarapan bareng " ajak kak Rina.
" Wahh boleh juga tuh, ayo " kata ku.
Aku menggandeng tangan kak Rina.
" Hei hei, jangan lupakan aku " kata kak Dimas.
" Makanya yang cepet jalan nya " kata ku.
" Fika, jangan pegang-pegang Rina! " Kata kak Dimas.
" Biarin aja " kata ku.
__ADS_1
Kami pun mencari tukang bubur terdekat dan sarapan bersama.