Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Kekurangan darah


__ADS_3

Dalam perjalanan rumah sakit Alex selalu berdoa agar tidak terjadi hal buruk terhadap Fika.


" Tenang Lex, aku yakin Fika baik-baik aja " kata kak Dimas berusaha menenangkan Alex.


Alex tak menjawab perkataan kak Dimas, dia hanya memeluk erat Fika di pangkuan nya.


Sesampainya di rumah sakit.


Fika langsung di bawa ke ruang UGD.


" Sayang, aku harap kamu baik-baik aja. Pokoknya gk boleh terjadi apapun sama kamu " kata Alex dalam hati.


Kak Dimas hanya bisa berusaha menenangkan Alex.


Tiba-tiba seorang suster keluar dari ruangan UGD.


" Bagaimana keadaan istri saya? " Tanya Alex khawatir.


" Sabar dulu tuan, istri tuan sedang di tangani sama ahli nya. Saya permisi dulu " kata suster itu.


" Maaf, suster mau kemana? " Tanya kak Dimas.


" Saya mau ke tempat persediaan darah, karena pasien kekurangan banyak darah " jawab suster itu.


Suster itu bergegas pergi.


Tak lama kemudian suster itu kembali, tapi wajah nya begitu panik.


" Ada apa sus? " Tanya kak Dimas.


" Darah di tempat persediaan sedang habis, tapi kami butuh darah itu secepatnya " jawab suster itu.


" Emang nya golongan darah adik saya apa? " Tanya kak Dimas lagi.


" Golongan darah pasien sangat langka yaitu -AB, biasanya di tempat persediaan darah setidaknya di sediakan 2 atau 3 kantong. Tapi hari ini darah itu benar-benar sedang kosong


" jawab suster itu.


" Pantes aja waktu Fika kehilangan banyak darah semua orang panik mencari darah yang cocok untuk Fika " gumam kak Dimas.


" Golongan darah saya -AB sus, ambil aja darah saya " kata Alex.


" Baik tuan, kalo begitu silahkan tuan ikut saya ke laboratorium untuk melakukan pengecekan darah " kata suster itu.


Setelah darah Alex di cek dan memenuhi syarat sebagai pendonor, darah Alex pun.di ambil sebanyak yang di butuhkan.


Selesai mengambil darah nya, darah itu langsung di bawa ke ruangan UGD.


" Lex kok golongan darah kamu bisa -AB? " Tanya kak Dimas.


" Yaa mana aku tau kak " jawab Alex.


" Pas dulu kamu masih kecil pernah gk kamu donor'in darah? " Tanya kak Dimas.


" Emm aku gk terlalu inget, tapi sih kayak nya pernah. Waktu itu kata pengasuh aku kalo kita rajin donor darah, kita bisa sehat " jawab Alex.


" Berarti ada kemungkinan kalo yang donor'in darah buat Fika waktu dulu itu Alex " gumam kak Dimas.


" Emang nya kenapa kak? " Tanya Alex heran.


" Gapapa, cuma nanya aja " jawab kak Dimas.

__ADS_1


" Lebih baik aku gk perlu ceritain itu, tohh belum pasti kalo yang donor'in darah waktu itu adalah Alex " kata kak Dimas dalam hati.


POV alam bawah sadar Fika.


" Lohh kenapa aku bisa di sini lagi? " Tanya ku heran.


" Fika?! Kok kamu bisa di sini lagi? " Tanya seseorang.


" Ibu, ayah " kata ku.


" Apa yang kamu lakukan sampe kamu bisa kembali ke sini lagi? " Tanya ayah.


Aku menjelaskan kejadian nya secara rinci.


" Dasar anak nakal " kata ayah sambil menyentil kening ku.


" Emang kenapa sih kalian kaget gitu ngeliat aku di sini lagi? " Tanya ku bingung.


" Kalo kamu ada di sini itu berarti nyawa kamu ada di ambang kematian sayang " jawab ibu.


" Hah? Jadi aku udah meninggal? " Tanya ku kaget.


" Kamu belum meninggal, nihh kamu liat garis pembatas ini. Karena kamu ada di tengah-tengah garis pembatas ini artinya kamu tidak hidup tapi juga tidak mati " jelas ayah.


" Berarti ibu sama ayah juga belum meninggal? " Tanya ku.


" Ibu sama ayah udah gk hidup lagi karena kita udah ngelewatin batas kematian ini " jawab ibu.


" Oh iya, tadi kamu bilang kalo kamu itu pingsan karena kekurangan darah? Berarti sekarang kakak mu pasti lagi kesulitan mencari pendonor darah buat kamu " gumam ayah.


" Lahh kok gitu? Emang nya kenapa? " Tanya ku.


" Karena golongan darah kamu -AB dan golongan darah itu termasuk langka, jadi sangat jarang orang yang golongan darah nya -AB " jawab ayah.


" Trus yang donor'in darah buat aku siapa? " Tanya ku.


" Nahh itu dia, kita sampe sekarang belum tau siapa yang donor'in darah nya ke kamu " jawab ibu.


Tiba-tiba tubuh ku perlahan menghilang.


" Ehh kok aku kayak gini? Kenapa nihh? " Tanya ku bingung.


" Itu artinya kamu udah mau sadar, berarti kakak kamu berhasil mencari pendonor darah buat kamu " jawab ibu.


" Kalo udah sadar nanti jangan lupa ucapin terima kasih ke pendonor kamu dan jangan melakukan hal berbahaya lagi " kata ayah.


Dan aku membuka mata ku perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk.


" Fik, Fika " panggil seseorang yang masih terdengar samar-samar.


" Alex? " Kata ku.


" Iya ini aku, syukurlah kamu sadar " kata Alex sambil memeluk ku.


" Akhirnya kamu sadar juga dek, ada yang sakit gk? " Tanya kak Dimas.


" Gk ada, aku baik-baik aja kok kak " jawab ku.


" Lain kali jangan lakuin hal berbahaya lagi, atau gk kamu akan tau hukuman nya " bisik Alex.


" Iya iya " jawab ku.

__ADS_1


" Ehh Fika, kok kamu bisa ada di sini? " Tanya Nathan yang tiba-tiba aja datang.


" Emm biasa lahh " jawab ku.


" Dasar ya kamu ini, langganan masuk UGD " kata Nathan sambil mencubit pipi ku.


" Aww sakit tau " kata ku sambil mengelus pipi ku yang di cubit Nathan.


" Nat, berani-beraninya lu megang istri gw!!! " Kata Alex kesal.


" Eh iya ampun, lupa gw kalo ada pawang nya di sini " kata Nathan.


" Fika " panggil seseorang.


" Vivi? Ngapain kamu ke sini? " Tanya ku.


" Aku nganterin makanan buatan ibu ku. Ini ucapan terima kasih dari dia buat kamu " jawab Vivi sambil menyerahkan rantang makanan yang di pegang nya.


" Oke sini makanan nya, bilang ke ibu mu gk perlu repot-repot nganterin makanan kayak gini. Dan kamu jangan sering-sering ketemu Fika " kata Alex sambil mengambil rantang makanan dari tangan Vivi.


" Alex, jangan galak-galak kayak gitu ihh. Kasian Vivi " kata ku.


" Cewe kayak dia ini gk pantes buat di kasihani!!! " Tegas Alex.


" Wah wah tenang dulu bro. Sabar! Dia ini cewe " kata Nathan melindungi Vivi.


" Bodo amat!!! " Kata Alex.


" Makasih buat makanan nya ya Vi " kata ku.


" Iya sama-sama" jawab Vivi.


" Lex, pulang yuk " pinta ku.


" Emang kamu udah boleh pulang? " Tanya kak Dimas.


" Yaa gk tau sih, tapi aku gk betah di sini " jawab ku.


" Yaudah kakak coba tanyain dokter nya " kata kak Dimas.


" Oke " jawab ku.


Kak Dimas pergi mencari dokter ku dan tak lama kemudian kak Dimas kembali.


" Gimana kak? Aku udah boleh pulang belum? " Tanya ku.


" Kata dokter kamu masih harus disini buat jaga-jaga kalo misalnya nanti ada apa-apa " jawab kak Dimas.


" Yaelahh, aku gk suka ada di rumah sakit. Aku mau pulang " rengek ku.


" Kamu bisa pulang, tapi harus ada dokter yang bertanggung jawab " kata Nathan.


" Yaudah Nat, lu aja yang bertanggung jawab atas istri gw " kata Alex.


" Nahh iya tuh, mau ya Nat. Please " pinta ku.


" I...iya udah deh, tapi kamu di rumah nanti jangan banyak ngelakuin aktivitas berat ya " jelas Nathan.


" Siap bos " jawab ku.


Nathan menulis surat izin atas nama ku dibawah pertanggung jawaban dia.

__ADS_1


Setelah itu aku dan Alex pulang ke rumah.


__ADS_2