
Sebenernya tadi di ajakin ngobrol sama kakek dan kakak, tapi aku takut mereka sadar sama mata sembap aku maka nya aku bilang nya aku langsung tidur aja.
Untung nya mereka gk sadar, soalnya aku belum siap buat ceritain semua yang terjadi hari ini.
Aku melamun sangat lama. Mencerna apa yang baru saja terjadi. Kejadian itu begitu cepat.
Tok...tok...tok
Saat aku sedang melamun kakak tiba - tiba mengetuk pintu kamar ku.
" Masuk aja kak " kata ku.
Kakak pun masuk ke kamar ku.
" Kamu kenapa? " Tanya kakak.
" Kenapa apa nya kak? Aku gapapa " jawab ku.
" Gk usah bohong dek, kakak tau kalo kamu ada masalah. Mata kamu sembap gitu, pasti abis nangis " kata kakak.
" Emang yahh orang yang paling gk bisa di bohongi itu kakak sama Alex " entah kenapa pas menyebut nama Alex air mata ku menetes.
Kakak yang melihat nya langsung memeluk ku.
" Kamu bisa cerita sama kakak kapan pun kamu siap " kata kakak.
Aku yang mendengar itu langsung memeluk kakak dan menumpahkan semua kesedihan ku.
Kakak hanya memeluk ku dan mengelus rambut ku.
Saat aku tenang, aku menceritakan apa yang terjadi.
Kakak yang mendengar cerita itu tak tau harus berekspresi dan berkata apa.
Marah, sedih, kesal, bingung tercampur.
" Kak, besok aku bakal pergi. Kalo Alex ke sini tolong kasih ini ya kak " kata ku sambil memberikan sebuah surat.
" Kamu mau pergi kemana? " Tanya kakak.
" Yahh kemana aja kak. Aku pengen tenangin diri aku dulu " jawab ku.
" Kakak gk ngelarang kamu. Lakukan lah apa yang mau kamu lakukan. Tapi kamu harus inget kakak sama kakek selalu nunggu kamu di sini " kata kakak.
" Iya kak. Makasih selalu dukung apapun yang aku lakuin " kata ku sambil memeluk kakak.
" Anything for you my little sister " kata kakak.
" Sekarang kamu tidur ya, kamu pasti capek " kata kakak.
" Kakak, temenin aku sampe tidur ya " pinta ku manja.
" Manja " kata kakak.
Walaupun kakak berkata kayak gitu, dia tetap menemani ku sampai aku tertidur.
Keesokan hari nya...
Aku sengaja bangun pagi-pagi untunk menyiapkan sarapan dan setelah itu langsung pergi.
Walaupun aku gk berpamitan dengan kakak dan kakek tapi aku meninggalkan sebuah surat untuk mereka berdua.
POV Kakak
" Emm jam berapa ini " kata kakak sambil mencari-cari hp nya.
" Jam 09.00 tohh " kata kakak.
Kakak bangun dan turun ke bawah.
" Pagi kek " sapa kakak.
" Dimas, baca ini " kata kakek sambil memberikan sebuah surat ke kakak.
Kakak pun mengambil surat itu dan membaca nya.
Isi surat
Dear kakek dan kakak.
Maaf ya kalo aku tiba - tiba dateng dan tiba - tiba pergi. Soalnya aku gk tau harus ngomong apa sama kalian. Aku gk bisa jawab semua pertanyaan kalian kalo kalian liat muka aku yang abis nangis. Tapi sebagai permintaan maaf aku udah buatin sarapan, di makan ya:)
__ADS_1
Emm aku bingung mau ngomong apa. Inti nya yang aku mau sampein ke kalian adalah dimana pun aku berada aku bakal jaga diri.
Tolong jangan cari aku untuk saat ini, aku lagi pengen tenangin diri. Jangan khawatir, aku bakal pulang kok, tapi tidak untuk waktu dekat. Mungkin satu atau dua tahun, karena hati ini butuh istirahat dari semua nya.
Aku sayang kalian. Tolong jaga kesehatan kalian selama aku gk ada.
Salam hangat
Fika
Selesai...
" Ini ada apa sebenarnya Dimas? " Tanya kakek bingung.
" Yahh aku juga gk tau kek. Kita hanya bisa menunggu keputusan Fika selanjutnya " jawab kakak.
" Tapi bahaya kalo dia pergi sendirian " kata kakek.
" Kita gk bisa apa-apa kek. Kita gk tau apa yang lagi Fika rasain sekarang. Yang bisa kita lakuin cuma nunggu Fika " jelas kakak.
" Ya kamu benar Dimas " kata kakek.
Tak lama kemudia suara bel rumah berbunyi.
" Siapa itu? " Tanya kakek.
" Gk tau kek, coba aku buka pintu nya " jawab kakak.
Kakak membuka pintu dan...
" Kak, Fika ada di sini gk? " Tanya Alex.
Yapp yang dateng adalah Alex.
" Masuk dulu Lex " kata kakak.
Alex pun masuk dan menanyakan keberadaan Fika.
" Fika dimana kak? " Tanya Alex.
" Aku gk tau Fika ada dimana sekarang, tapi surat ini mungkin bisa kasih tau kamu sesuatu " kata kakak sambil memberikan surat titipan Fika.
Alex pun membuka surat itu dan membaca nya.
Isi surat
Aku gk tau harus gimana sama kamu. Aku gk tau harus marah atau sedih atau kecewa atau bodo amat.
Kamu orang yang memberi ku kebahagiaan, tapi kamu juga memberi ku kesedihan yang amat - amat menyakitkan.
Kamu membuat ku merasakan cinta, ingin saling memiliki dan menjaga, kasih sayang, dan banyak lagi.
Tapi entah kenapa saat aku bersama mu, aku yang selalu merasa tersakiti. Saat kita akhirnya bisa bersama setelah melewati semua masalah, masalah baru datang ke aku.
Aku gk paham, apa Tuhan gk mengizinkan kita bersama? Tapi apapun itu aku bahagia bisa ketemu sama kamu. Kamu membuat ku merasakan lika - liku kehidupan.
Kamu membuat ku lepas dari masa lalu ku.
Aku gk marah sama aku, tapi aku kecewa sama kamu.
Oh iya satu hal lagi, dimana pun aku berada tolong jangan cari aku. Aku lagi pengen tenangin diri.
Aku capek, aku pengen istirahat dulu dari semua ini.
Saat aku udah siap, aku akan kembali ke pelukan kalian semua.
Jaga diri kamu baik - baik ya Lex:)
I love you
Salam hangat
Fika
Selesai
Setelah membaca surat itu Alex terduduk lemas. Dia tak tau harus bagaimana sekarang. Tapi dia gk mungkin cuma diem menunggu Fika, karena di luar sana bahaya kalo Fika seorang diri.
" Sekarang kita cuma bisa tunggu Fika " kata kak Dimas.
" Gk, aku gk bisa tinggal diem biarin Fika di luar sana sendirian " kata Alex.
__ADS_1
Alex mengambil handphone dari saku celana nya dan menelepon asisten nya.
" Halo Doni, sekarang juga kamu cek keberadaan Fika!!! " perintah Alex.
" Siap laksanakan " jawab Doni.
Walaupun saat ini tak ada petunjuk tentang keberadaan Fika, tapi dengan teknologi yang di miliki Alex menemukan Fika hanya masalah kecil.
POV Fika
" Sekarang aku harus kemana " tanya ku pada diri sendiri.
" Tak ada tempat untuk ku berteduh dan tak ada orang untuk ku bersandar " kata ku.
" FIKA " teriak seseorang.
Aku menoleh ke arah orang tersebut.
" Di...va " kata ku lemas.
Diva pun menghampiri ku.
" Ya ampun Fika, kamu kenapa bisa kayak gini? " Tanya Diva khawatir melihat keadaan Fika yang lemah.
" Div, hikss sekarang gk ada tempat aku berteduh dan gk ada orang yang akan berbagi suka duka dengan aku " kata ku sambil menangis.
" Duhh sekarang mending kita ke rumah aku dulu yuk " ajak Diva.
Diva memapah ku sampe ke rumah nya.
Sesampainya di rumah Diva
Diva menyeduhkan aku segelas teh hangat.
" Coba cerita sama aku apa yang terjadi. Apa maksud perkataan kamu yang tadi " kata Diva.
" Aku gk tau harus mulai cerita nya dari mana. Setiap aku mengingat kejadian itu hati ku sakit Div " kata ku yang mulai menangis lagi.
" Aduhh udah Fik kamu jangan nangis terus, nanti kamu sakit kalo nangis terus " kata Diva yang mencoba menenangkan Fika.
" Yaudah kalo gitu kamu gk usah cerita, kamu cukup lupakan apa yang membuat kamu sakit " kata Diva.
" Alex selingkuh sama sahabat aku sendiri Div " kata ku tiba - tiba.
Diva yang shock mendengar itu langsung bertanya banyak hal.
" Hahh kok bisa? Gimana cerita nya? Kamu sama Alex baik - baik aja kan? Trus Alex nya sekarang mana? " Tanya Diva.
Tapi tak ada satu pun jawaban yang terlontarkan dari mulut Fika.
" Pokok nya besok aku harus samperin mereka berdua. Aku mau kasih pelajaran ke mereka berdua " kata Diva.
" Gk usah Div " tolak ku.
" Gk usah gimana? Mereka udah keterlaluan " kata Diva marah.
" Biarin aja, aku udah gk peduli sama apa yang terjadi kemaren " kata ku.
" Hahh maksudnya kamu mau lupain gitu aja tanpa balas dendam? " Tanya Diva.
" Iyaa, untuk saat ini aku mau menjauh dari semua nya dulu " jawab ku.
" Termasuk aku? " Tanya Diva.
" Iya Div " jawab ku.
" Tapi kenapa? Apa aku juga ada salah? " Tanya Diva lagi.
" Kamu gk ada salah kok, aku cuma lagi pengen tenangin diri. Aku pengen kabur dari semua masalah ini untuk sementara " jawab ku.
" Gk bisa kahh kamu di sini aja? Kalo emang kamu mau tenangin diri, kamu cukup diem di rumah aku aja. Aku gk bakal kasih tau mereka keberadaan kamu " kata Diva.
" Gk Div, aku gk bisa ngerepotin kamu terus " jawab ku.
" Kalo gitu setidaknya kamu kasih tau aku, kamu mau pergi kemana " pinta Diva.
" Aku sendiri sebenernya belum tau mau kemana, tapi sebisa mungkin jauh dari kota ini. Mungkin aku bakal pindah negara " kata ku.
" Fik " perkataan Diva dipotong sama Fika.
" Div, tolong hormati keputusan ku. Aku ke sini mau pamitan sama kamu. Aku udah pamitan ke semua nya kecuali kamu. Selama aku pergi tolong jaga diri kamu baik-baik ya. Kami sahabat ku satu - satu nya sekarang yang ku punya tolong jangan pernah khianati aku " kata ku.
__ADS_1
" Iyaa Fik, aku bakal hormati keputusan kamu. Jaga diri kamu baik-baik juga ya, aku Vino, kak Rina, Alex, dan semua nya selalu menunggu kamu di sini " jawab Diva.
Aku dan Diva menangis dan berpelukan berusaha untuk kuat untuk semua ini.