
Sesampainya di kafe kami memesan minuman dan ngobrol banyak hal.
Tiba - tiba terdengar suara gaduh dari luar kafe. Aku dan yang lain keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Saat aku melihat wanita itu betapa terkejut nya aku mengetahui kalo wanita itu adalah sahabat ku waktu kecil.
Aku menghampiri wanita itu dan memeluk nya, melindungi dia dari pukulan pria yang tidak aku kenal.
Duk...Duk... Duk
Suara tendangan pria itu yang mengenai tubuh ku.
" Vivi kamu kemana aja? Aku cari kamu dari dulu " tangis ku.
" Fi...Fi... Fika. Ka...kamu kok bi...bi...bisa ada disini? " Tanya Vivi terbata - bata.
" Iya aku selalu di sini nunggu kamu " kata ku sambil menangis.
" Fika kamu di tendangin sama cowo itu. Kamu minggir dulu " pinta Vivi.
" Gk aku gk mau minggir. Biarin aja aku di tendang asal jangan kamu " kata ku yang memeluk Vivi semakin erat.
" Dasar cewe sialan, minggir gk lu atau gk gw tarik rambut lu " kata pria itu.
Pria itu menarik rambut ku sekuat tenaga dan
memukul wajah ku.
" FIKA " teriak Vino dan Diva.
Aku pingsan dan tak tau lagi apa yang terjadi.
Saat aku bangun, aku ada di rumah sakit.
" Enghh dimana ini? " Tanya ku sambil melihat kanan dan kiri.
" Fika kamu udah sadar?! Aku panggilan dokter ya " kata seseorang yang terlihat panik sekaligus senang.
" Alex? Aku dimana ? " Tanya ku ke Alex.
" Kamu di rumah sakit " jawab Alex.
" Di rumah sakit? " Aku mencoba mengingat apa yang terjadi.
Saat aku mengingat bahwa aku bertemu sahabat ku, aku tersontak bangun dan mencari nya.
" Alex, Vivi dimana? " Tanya ku ke Alex.
Alex menunjuk ke arah Vivi yang sedang duduk di sofa.
Aku melepas semua alat medis yang menempel di tubuh ku dan berlari ke arah Vivi.
" Vivi kamu gapapa? " Tanya ku ke Vivi.
" Fika kamu harus istirahat di tempat tidurmu!!! " Amuk Alex.
" Hikss Fika, kamu akhirnya sadar. Aku khawatir banget sama kamu " tangis Vivi dan memeluk ku.
" Berapa lama aku pingsan? " Tanya ku.
" Kamu udah 5 hari gk sadarkan diri " jawab Alex.
" 5 hari?! " Sontak ku kaget.
" Hikss iya soalnya ada beberapa luka dalam di tubuh kamu dan itu semua gara - gara kamu berusaha melindungi aku dari cowo itu " jawab Vivi.
" Akhhh kepala ku sakit!!! " teriak ku kesakitan.
" Fika Fika, kamu kenapa?! " Tanya Vivi kaget.
" DOKTER DOKTER " teriak Alex.
Aku di gendong Alex ke ke kasur.
" Alex hikss kepala aku sakit, tubuh aku sakit semua Lex " tangis ku kesakitan.
" Iya iya sabar ya sayang, bentar lagi dokter nya dateng kok " kata Alex berusaha menenangkan ku.
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadaan ku.
" Gimana keadaan Fika saya dok? " Tanya Alex ke dokter.
" Nona Fika gapapa tadi itu cuma reaksi akibat nona Fika mencabut alat medis nya " jelas dokter.
" Tapi dia gk bakal kesakitan kayak tadi lagi kan dok? " Tanya Alex khawatir.
" Kalo rasa sakit mungkin akan ada dari beberapa luka dalam nya dan dari kepala nya.
Soalnya luka di kepala nya cukup parah.
" Tapi itu bisa di ringankan dengan minum obat secara rutin " jelas dokter.
" Baiklah kalo begitu. Terima kasih dok " kata Alex.
" Ya sama - sama. Oh iya ini resep obat nya nanti Tuan bawa ke tempat pengambilan obat
" kata dokter sambil memberikan secarik kertas.
" Oh iya dok " jawab Alex.
" Baiklah kalo begitu saya tinggal dulu " kata dokter sambil meninggalkan ruang rawat ku.
" Nona Vivi tolong jaga Fika sebentar ya. Saya mau ambil obat nya Fika dulu " pinta Alex.
" I...iya saya akan jagain Fika " jawab Vivi.
Alex meninggalkan ruang rawat ku dan pergi
ke tempat pengambilan obat.
" Fika sekali lagi maafin aku ya " kata Vivi.
" Iya gapapa Vi. Oh iya gimana keadaan kamu selama ini? " Tanya ku.
" Keadaan aku gk terlalu baik Fik " jawab Vivi yang tiba - tiba menunduk.
" Vi? Kamu gapapa kan? Emang keadaan kamu selama ini kenapa? Coba cerita sama aku " kata ku.
Vivi menceritakan kehidupan nya setelah berpisah dari ku.
" Ya gitu lah keadaan ku selama ini. Menjijikan banget kan aku, maka nya itu Fik aku gk pernah menemui kamu " kata Vivi.
" Gk Vi, kamu gk menjijikan. Malah kamu wanita kuat yang bisa bertahan menjalani kehidupan suram itu sendirian " kata ku sambil memeluk Vivi.
Kriet....suara pintu terbuka
Alex kembali membawa obat-obatan dan makanan.
" Nihh makan dulu abis itu baru minum obat " suruh Alex.
" Ayo Vi ikut makan. Alex beli nya banyak nih " ajak ku.
" Oh iya Nona Vivi kalo mau ikut makan gapapa. Saya beli nya banyak kok " kata Alex.
" Emm iya makasih. Panggil aja aku Vivi gk usah pake nona segala " kata Vivi canggung.
" Alex " panggil ku.
" Hmm? " Sahut Alex.
" Suapin " pinta ku manja.
" Huftt dasar manja " walaupun Alex berkata seperti itu dia tetap menyuapi aku.
Setelah selesai makan, aku minum obat dan abis itu aku mengobrol banyak hal sama Vivi.
" Oh iya, Alex nanti kamu jangan lupa anterin Vivi pulang ya " suruh ku.
" Iya " jawab Alex singkat.
" Vi, nanti kasih tau Alex aja dimana rumah kamu " kata ku ke Vivi.
" Emm sebenernya aku gk punya rumah. Aku gk tau harus pulang kemana " kata Vivi.
" Rumah kamu yang dulu kenapa? " Tanya ku.
__ADS_1
" Rumah itu udah di jual sama orang tua ku untuk membayar hutang mereka " jawab Vivi.
" Terus orang tua kamu kemana? " Tanya ku lagi.
" Orang tua ku kabur meninggalkan aku sendirian di pinggir jalan " jawab Vivi.
" Astaga jahat banget orang tua kamu. Kalo kamu mau, kamu boleh kok tinggal di rumah kita " ajak ku.
" Gk usah, aku gk mau ngerepotin dan gk mau ganggu kalian berdua " tolak Vivi.
" Gk ngerepotin kok dan gk ganggu juga " kata ku.
" Aku mau, tapi pacar kamu? " Tanya Vivi ragu.
" Oh Alex, udah Alex biar aku yang bilangin " kata ku.
" Emm makasih ya Fik " kata Vivi.
" Bilangin apa? " Tanya Alex.
" Alex, Vivi boleh kan tinggal di rumah kita " pinta ku.
" Gk! Dia bisa ganggu rumah tangga kita " tolak Alex.
" Rumah tangga? " tanya Vivi.
" Iya aku sama Fika udah tunangan dan sebentar lagi kita menikah. Aku suami nya bukan pacar nya! " Kata Alex.
" Ka...kalo kayak gitu aku gk jadi tinggal dirumah kalian. Maaf ya Fik aku gk bisa terima ajakan kamu " kata Vivi.
" Ehh kok gk jadi?! Udah gk usah dengerin Alex, dia mah emang kayak gitu orang nya. Nanti biar aku bujuk dia " kata ku.
" Gk Fik, gk usah. Aku gk mau kamu ngebantah kata - kata suami kamu cuma gara - gara aku " kata Vivi.
" Alex ayolah boleh ya Vivi tinggal di rumah kita " pinta ku manja.
" Gk boleh!!! " Tolak Alex.
" Ayolah biar aku ada temen ngobrol nya " bujuk ku lagi.
" Kamu kan kerja dan juga kalo kamu butuh temen ngobrol kan ada aku " jawab Alex.
" Ihh kamu mah ngobrol sama cewe itu beda rasa nya kalo ngobrol sama cowo " kata ku.
" Pokok nya gk boleh titik! " Perintah Alex.
" Ihh kamu mah, yaudah aku bakal pindah ke apartemen aku yang dulu sama Vivi " ambek ku.
" Lahh kok gitu " kata Alex.
" Iyalah abis kamu gk bolehin Vivi tinggal di rumah kita " jawab ku ketus.
" Bukan nya gk boleh, tapi aku jadi gk bisa manja - manja'an sama kamu " bisik Alex.
" Ihh dasar mesum " kata ku.
" Boleh ya sayang " pinta ku lagi dengan extra manja.
" Huftt iya deh. Kalo udah kayak gini aku gk bisa nolak kemauan kamu " kata Alex pasrah.
" Yeyyy makasih sayang " kata ku senang.
" Iya sama - sama " jawab Alex sambil mencium kening ku.
" Kamu mau pulang atau mau nginep di sini? " Tanya Alex.
" Emang udah boleh pulang? " Tanya ku.
" Udah " jawab Alex.
" Yaudah aku mau pulang aja " kata ku.
" Gk nginep aja? " tanya Alex.
" Gk, aku udah mendingan kok. Nanti sampe rumah langsung istirahat " jawab ku.
" Yaudah sini aku gendong ke mobil " Alex menggendong ku ke mobil dan Vivi membantu membawa barang ku.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah Alex menunjukan kamar buat Vivi dan aku sama Alex kembali ke kamar kita.
Setelah hari yang panjang itu aku tidur di pelukan Alex.