Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Terjebak


__ADS_3

Setelah aku berpamitan dengan Diva, aku pun pergi.


" Kemana sekarang aku harus pergi? " Tanya ku dalam hati.


Aku terus berjalan tanpa tujuan.


Tiba - tiba...


BRUK.....


Suara barang terjatuh.


Aku menoleh ke arah suara tersebut berasal dan kemudian aku melihat seorang kakek tua yang sedang kesulitan mengambil barang-barang nya yang jatuh.


Aku menghampiri kakek itu dan membantu nya.


" Sini kek saya bantu " kata ku sambil mengambil barang-barang yang jatuh itu.


" Terima kasih nak " kata kakek itu.


" Rumah kakek dimana? Biar saya bantu bawain aja kek " kata ku.


" Gk usah nak, nanti merepotkan " kata kakek itu.


" Gapapa kek, gk ngerepotin kok " jawab ku.


" Yaudah kalo begitu, rumah kakek udah deket kok " kata kakek itu.


Aku membantu kakek itu membawa barang nya sampe ke rumah nya.


" Ayo nak mampir dulu ke dalem " ajak kakek itu.


" Gk usah kek " jawab ku.


" Tolong jangan nolak, anggap aja sebagai balas Budi kakek " kata kakek itu.


Aku pun di ajak nya masuk dan di seduh kan teh hangat.


" Kakek tinggal sendirian? " Tanya ku.


" Iya, istri kakek udah lama meninggal dan kami gk di karuniai anak " jawab kakek itu.


" Ehh maaf kek saya gk bermaksud " kata ku.


" Gapapa nak, lagian kejadian itu udah lama. Udah jadi masa lalu " jawab kakek itu.


" Oh iya kamu mau kemana? Kok bawa tas besar? " Tanya kakek itu.


Aku tak menjawab nya karena ragu.


" Gapapa nak ceritakan aja sama kakek " kata kakek itu.


" Emm sebenernya saya pergi dari rumah, tapi saya gk tau sekarang harus tinggal dimana " jawab ku.


" Kalo kamu bersedia, kamu boleh kok tinggal di sini. Toh kakek tinggal sendirian di sini " kata kakek itu.


" Gk usah kek, nanti aku coba cari hotel atau gk kost aja " tolak ku.


" Udah gapapa kamu tinggal di sini aja, lagian udah malem juga " kata kakek itu memaksa.


" Gk usah kek beneran dehh " tolak ku lagi.


" Udah kakek memaksa kamu tinggal di sini " kata kakek itu lagi.


" Yaudah deh kalo begitu, maaf ya kek kalo saya ngerepotin " kata ku.


" Oh iya kek nama saya Fika " kata ku lagi.


" Nama yang cantik " jawab kakek itu.


Aku pun mau gk mau harus tinggal di situ, karena udah malem juga sekarang.

__ADS_1


POV Alex


Di rumah Alex.


" Fika kamu kemana sih " gumam Alex khawatir.


Karena udah beberapa minggu setelah kepergian Fika waktu itu dan sampe sekarang belum ada kabar tentang Fika.


" Alex " panggil seseorang.


" Kak Dimas, kok gk ngetok pintu dulu sih " kata Alex.


" Aku udah ngetok pintu berkali-kali tadi, tapi gk ada yang jawab " kata kak Dimas.


" Ohh maaf maaf tadi aku lagi ngelamun " kata Alex.


" Nihh aku bawa makanan, makan dulu sana " suruh kak Dimas.


" Nanti aja lahh kak, aku lagi gk nafsu makan " tolak Alex.


Kak Dimas menghela nafas dan duduk di samping Alex.


" Lex, aku tau kamu khawatir sama Fika tapi kamu gk boleh kayak gini " kata kak Dimas.


Alex diam tak berkutik.


" Aku yakin kok Fika baik - baik aja di luar sana, dia udah besar Lex " kata kak Dimas lagi.


" Tapi di luar sana bahaya kak dan sekarang


kita gk tau Fika ada dimana " kata Alex.


" Iya aku tau, tapi kalo kita gk isi tenaga juga kita gk bisa nyari Fika. Jadi kamu harus makan dulu " suruh kak Dimas.


Alex pun mengalah dan makan.


" Sebenernya apa yang Fika liat waktu itu bener? " Tanya kak Dimas.


" Ini semua gara - gara Vivi!!! " murka Alex.


" Vivi?! " Kaget kak Dimas.


" Iya Vivi, emang kenapa kak? " Tanyanalex bingung.


" Wanita itu dari awal gk kapok - kapok " kata kak Dimas geram.


" Maksud kakak? " Tanya Alex lagi masih tak paham.


" Iyaa jadi Vivi itu sahabat Fika dari kecil tapi dia itu... " kak Dimas tiba - tiba tak melanjutkan kata-katanya.


" Dia itu kenapa kak? " Tanya Alex penasaran.


" Dia itu anak broken home jadi dia suka merebut kebahagiaan orang lain dengan cara apapun " lanjut kak Dimas.


Alex yang mendengar itu tambah cemas dengan Fika.


" Kita harus segera menemukan Fika!!! " kata Alex.


" Gk Lex, kita harus cari Vivi dulu " bantah kak Dimas.


" Buat apa kita cari wanita sialan itu?! " Bentak Alex.


" Kalo Vivi sampe nemuin Fika duluan, itu bisa bahaya " jawab kak Dimas.


" Tapi bukan cuma Vivi yang bisa bahayain Fika kak, kelompok mafia lain juga ngincer nyawa Fika buat bales dendam " kata Alex.


" Iya juga sih. Atau kamu cari Fika, aku cari Vivi " usul kak Dimas.


" Ide bagus tuh kak " setuju Alex.


Alex dan kak Dimas bergegas mencar dua wanita itu, tentu nya dengan bantuan anggota nya.

__ADS_1


Beberapa minggu kemudian...


POV Fika


" Udah berapa lama aku di sini ya " gumam Fika.


" Apa Alex dan kak Dimas nyariin aku? Keadaan mereka gimana ya? " Tanya ku pada diri sendiri.


TOK...TOK...TOK


Tiba - tiba seseorang mengetuk ruangan ku.


" Iya? " tanya ku.


" Nona Fika, kakek Danu meminta nona ke ruangan nya " kata seorang pembantu.


Beberapa hari setelah aku tinggal di sini gk


lama kemudian kakek Danu mempekerjakan pembantu.


Aku pun pergi ke ruangan kakek Danu.


Sesampai nya di ruangan kakek Danu.


TOK...TOK...TOK


Aku mengetuk pintu nya.


" Iyaa masuk aja " jawab kakek Danu.


Aku membuka pintu nya dan masuk ke dalam ruangan itu.


" Ada apa kek manggil aku? " Tanya ku.


" Gapapa kakek cuma mau ngobrol sama kamu aja " jawab kakek Danu.


" Ohh kirain ada apa " kata ku lega.


" Oh iya kamu gimana selama di sini? Nyaman gk? " Tanya kakek Danu.


" Nyaman banget kek, makasih ya kek udah bolehin aku tinggal di sini " jawab ku.


" Kalo begitu kamu tinggal aja di sini selama nya " kata kakek Danu.


" Emm maaf kek kalo itu kayak nya aku gk bisa, karena niat nya beberapa hari lagi aku mau pulang " jawab ku.


Tiba - tiba kakek Danu berdiri dari kursi nya dan mendekati.


" Ohh kamu mau pergi dari sini? " Tanya kakek Danu, tapi nada bertanya nya beda sama yang tadi.


" Iya kek " jawab ku.


" TIDAK BISA!!! " teriak kakek Danu.


" Gk bi...bi...bisa kenapa? " Tanya ku yang mulai ketakutan.


Kakek Danu tertawa dan mencekam tangan ku sekuat tenaga.


" KAMU GK BISA PERGI DARI SINI " teriak kakek Danu seperti orang gila.


Aku yang mendengar nya muali takut dan berusaha melarikan diri.


" Kamu udah gk bisa lari lagi dari sini tau gk " bentak kakek Danu.


" Lepasin aku kek, aku mau pergi dari sini " kata ku sambil memberontak.


Tapi semakin aku memberontak, semakin kencang pula cengkraman kakek Danu.


Kakek Danu memanggil asisiten nya dan menyuruh nya membawa ku ke kamar.


Aku di kurung di dalam kamar dan tak bisa lari kemana-mana.

__ADS_1


__ADS_2