Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Berbaikan


__ADS_3

Keesokan hari nya.....


Aku bangun pagi-pagi untuk membuatkan Alex sarapan.


" Enak nya masak apa ya? " Gumam ku.


" Pagi sayang " sapa Alex yang tiba-tiba memeluk ku dari belakang.


" Ehh kamu udah bangun? Tumben bangun nya pagi " kata ku.


" Aku kan emang selalu bangun pagi " kata Alex yang masih setengah ngantuk.


" Iya tapi kan harus di bangunin dulu itu juga " ledek ku.


" Iya deh iya terserah kamu aja dahh " pasrah Alex.


Aku hanya terkekeh mendengarnya.


" Kamu mau masak? " Tanya Alex.


" Iya. Kamu mau aku masakin apa? " Tanya ku balik.


" Aku mah apa aja, yang penting itu buatan istriku " jawab Alex.


" Istri? Aku ini baru tunangan kamu loh " kata ku.


" Yayaya sama aja, nanti juga ujung-ujungnya kamu jadi istri aku " kata Alex.


" Gk juga, bisa aja kan nanti tiba-tiba aku minta batalin pertunagan nya " kata ku.


" Yaudah kalo kamu minta batalin pertunagan nya aku tinggal cari cewe lain " kata Alex.


" Ih kamu mahh, aku ka cuma bercanda kok jawab nya gitu sih " kata ku sambil


menggembungkan pipi.


" Iya iya aku juga cuma bercanda sayang, gk usah marah gitu donk. Ini juga kenapa pipi nya di giniin " kata Alex sambil mencolek pipi ku.


" Yaudah mending sekarang kamu mandi sana " suruh ku.


" Iya " jawab Alex.


Alex mandi dan aku lanjut memasak.


" Belum selesai juga masak nya? " Tanya Alex yang tiba-tiba memeluk ku dari belakang.


" Belum, ini bentar lagi " jawab ku.


" Lama amat, udah laper nih " gerutu Alex.


" Iya sabar. Oh iya, kamu kenapa sih suka banget meluk aku dari belakang? " Tanya ku.


" Hmm kenapa ya? Aku juga gk tau " jawab Alex.


" Ihh kalo di tanya, jawab nya yang bener donk " kesal ku.


" Itu udah bener sayang. Aku juga gk tau, pokoknya enak aja gitu meluk kamu dari belakang. Yaa dari depan juga enak sih " kata Alex.


" Awww " rintih ku karena terkena pinggiran penggorengan.


" Kamu kenapa? " Tanya Alex panik.


" Jari aku kena pinggiran penggorengan gara-gara kamu " kesal ku.


" Lohh kok gara-gara aku? Aku kan gk ngapa-ngapain " kata Alex.

__ADS_1


" Kamu meluk aku dari belakang, ya jadi nya aku gk konsen masak nya " gerutu ku.


Aku yang tiba-tiba kaget melihat Alex yang tak berpakaian langsung teriak dan menutup wajah ku.


" Kyaaaa " teriak ku.


" Aduhh kamu kenapa lagi sih teriak-teriak " kesal Alex.


" Ka...ka...kamu kenapa gk pake baju? " Tanya ku.


" Ya kan aku abis mandi, jadi gk pake baju " jawab Alex.


" Ih maksud aku tuhh kamu kenapa belum pake baju. Pake baju dulu sana!!! " Suruh ku.


Alex yang paham kenapa Fika bertingkah seperti ini langsung menggoda nya.


" Ohh jadi kamu gugup ngeliat perut sixpack aku? " Tanya Alex jail.


" Gk! Siapa yang gugup " kata ku.


" Terus kalo gk gugup kenapa tutup mata? " Tanya Alex lagi.


" Yaa gapapa. Ihh kamu tuh gk tau malu ya! " Kata ku.


" Depan istri sendiri, emang kenapa sih? Kamu harus terbiasa sama pemandangan kayak gini " kata Alex.


Alex memegang tangan Fika dan menuntun nya untuk menjelajahi dada bidang nya.


" A...a... Alex le...lepasin " kata ku terbata-bata.


Alex mendekatkan wajah nya dan berbisik


" Baru kayak gini kamu udah gugup, gimana nanti pas malem pertama kita? " Tanya Alex.


" Ihh apa sih, udah sana pake baju dulu " kata ku sambil mendorong Alex.


Selesai makan aku menaruh piring-piring kotornya ke tempat cuci piring dan Alex yang mencuci piring kotornya.


Tok...tok...tok


Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumah kami.


" Siapa yang ke rumah hari Minggu gini? " Tanya ku.


" Gk tau, coba kamu buka sana pintu nya " kata Alex.


Aku pun membuka pintu dan kaget melihat kakak berdiri di depan rumah dengan mata bengkak dan merah.


" Kakak?! Kakak kenapa kok mata nya bengkak gitu? " Tanya ku kaget.


Tanpa berkata apa-apa kakak memeluk ku dan menangis.


" Maafin kakak " kata kakak sambil menangis.


" Lohh lohh, kakak kenapa sih? " Tanya ku bingung.


" Kenapa Fik? " Tanya Alex yang tiba-tiba dateng.


" Gk tau nih. Kakak dateng trus tiba-tiba meluk aku " jawab ku.


" Mending masuk dulu, jangan di depan pintu gini " kata Alex.


Kami semua pun masuk dan duduk di ruang tamu.


" Kakak kenapa sih? Coba ngomong sama aku " kata ku memulai pembicaraan.

__ADS_1


" Kakak ngerasa bersalah kemaren bentak kamu " jawab kak Dimas.


" Hufttt udah kak tenang aja, aku udah gk marah soal itu kok. Lagian aku juga ngerti kok kakak ngelakuin itu pasti karena khawatir sama aku " kata ku sambil memeluk kakak.


" Tapi tetep aja kakak ngerasa bersalah. Kakak ngerasa kalo..."


" Sttt udah kak. Biarlah yang lalu menjadi masa lalu " kata ku memotong perkataan kak Dimas.


" Iya kak, bener kata Fika. Daripada di sesali mending dijadiin pelajaran aja " kata Alex.


Kak Dimas hanya mengangguk dan membalas pelukan ku.


" Oh iya kakak belum jawab kenapa mata kakak bengkak " kata ku.


Kak Dimas tak menjawab pertanyaan ku.


" Jangan - jangan mata kakak bengkak gara - gara nangis semaleman mikirin masalah kemaren " Kata ku menebak-nebak.


Kak Dimas tetep gk ngerespon perkataan ku.


" Kok aneh ya? Kak Dimas dari tadi diem aja " gumam ku.


Aku pun menepuk pelan punggung kak Dimas.


" Kak " kata ku sambil menepuk punggung kak Dimas.


Tapi masih gk ada respon dari kak Dimas.


" Lex, kak Dimas pingsan " kata ku kaget.


" Yaudah aku panggil dokter sekarang " kata Alex.


" Kamu mending bawa kak Dimas ke kamar, biar aku yang telepon dokter nya " kata ku.


Alex hanya mengangguk dan membawa kak Dimas ke kamar. Dan aku langsung memanggil dokter.


Tak lama kemudian dokter kepercayaan kami datang.


" Kalian minggir dulu, biar aku periksa kak Dimas " kata Nathan.


Yupp dokter kepercayaan kita adalah Nathan.


Nathan langsung memeriksa keadaan kak Dimas.


" Gimana keadaan kak Dimas, Nat? " Tanya ku khawatir.


" Kak Dimas gapapa, dia cuma kurang tidur makanya badan nya lemes gini. Istirahat sebentar juga mendingan kok " jawab Nathan.


" Yahhh baru aja mau manja-manjaan " keluh Alex.


" Alex, malu ihh ada orang juga " kata ku sambil mencubit perut sixpack nya itu.


" Awww, sakit tau " rintih Alex


" Hmm dasar, hormati gw yang jomblo donk " kesal Nathan.


" Lagian kagak nyari pacar. Cari pacar sono! Biar kagak ngeliat keuwuan orang mulu " ledek Alex.


" Yaelah Lex, kalo nyari pacar segampang bikin obat mahh gw dari dulu udah punya pacar kali " jawab Nathan.


Aku dan Alex cuma tertawa mendengar perkataan Nathan.


" Yaudah gw balik ke rumah sakit dulu ya, daripada disini ngeliat keuwuan kalian mulu mending gw balik kerja " kata Nathan.


" Yaudah sono, inget cari pacar Nat " kata Alex.

__ADS_1


Nathan pun pergi.


__ADS_2