
Keesokan hari nya.....
Aku bangun pagi-pagi untuk membuatkan Alex sarapan.
" Enak nya masak apa ya? " Gumam ku.
" Pagi sayang " sapa Alex yang tiba-tiba memeluk ku dari belakang.
" Ehh kamu udah bangun? Tumben bangun nya pagi " kata ku.
" Aku kan emang selalu bangun pagi " kata Alex yang masih setengah ngantuk.
" Iya tapi kan harus di bangunin dulu itu juga " ledek ku.
" Iya deh iya terserah kamu aja dahh " pasrah Alex.
Aku hanya terkekeh mendengarnya.
" Kamu mau masak? " Tanya Alex.
" Iya. Kamu mau aku masakin apa? " Tanya ku balik.
" Aku mah apa aja, yang penting itu buatan istriku " jawab Alex.
" Istri? Aku ini baru tunangan kamu loh " kata ku.
" Yayaya sama aja, nanti juga ujung-ujungnya kamu jadi istri aku " kata Alex.
" Gk juga, bisa aja kan nanti tiba-tiba aku minta batalin pertunagan nya " kata ku.
" Yaudah kalo kamu minta batalin pertunagan nya aku tinggal cari cewe lain " kata Alex.
" Ih kamu mahh, aku ka cuma bercanda kok jawab nya gitu sih " kata ku sambil
menggembungkan pipi.
" Iya iya aku juga cuma bercanda sayang, gk usah marah gitu donk. Ini juga kenapa pipi nya di giniin " kata Alex sambil mencolek pipi ku.
" Yaudah mending sekarang kamu mandi sana " suruh ku.
" Iya " jawab Alex.
Alex mandi dan aku lanjut memasak.
" Belum selesai juga masak nya? " Tanya Alex yang tiba-tiba memeluk ku dari belakang.
" Belum, ini bentar lagi " jawab ku.
" Lama amat, udah laper nih " gerutu Alex.
" Iya sabar. Oh iya, kamu kenapa sih suka banget meluk aku dari belakang? " Tanya ku.
" Hmm kenapa ya? Aku juga gk tau " jawab Alex.
" Ihh kalo di tanya, jawab nya yang bener donk " kesal ku.
" Itu udah bener sayang. Aku juga gk tau, pokoknya enak aja gitu meluk kamu dari belakang. Yaa dari depan juga enak sih " kata Alex.
" Awww " rintih ku karena terkena pinggiran penggorengan.
" Kamu kenapa? " Tanya Alex panik.
" Jari aku kena pinggiran penggorengan gara-gara kamu " kesal ku.
" Lohh kok gara-gara aku? Aku kan gk ngapa-ngapain " kata Alex.
__ADS_1
" Kamu meluk aku dari belakang, ya jadi nya aku gk konsen masak nya " gerutu ku.
Aku yang tiba-tiba kaget melihat Alex yang tak berpakaian langsung teriak dan menutup wajah ku.
" Kyaaaa " teriak ku.
" Aduhh kamu kenapa lagi sih teriak-teriak " kesal Alex.
" Ka...ka...kamu kenapa gk pake baju? " Tanya ku.
" Ya kan aku abis mandi, jadi gk pake baju " jawab Alex.
" Ih maksud aku tuhh kamu kenapa belum pake baju. Pake baju dulu sana!!! " Suruh ku.
Alex yang paham kenapa Fika bertingkah seperti ini langsung menggoda nya.
" Ohh jadi kamu gugup ngeliat perut sixpack aku? " Tanya Alex jail.
" Gk! Siapa yang gugup " kata ku.
" Terus kalo gk gugup kenapa tutup mata? " Tanya Alex lagi.
" Yaa gapapa. Ihh kamu tuh gk tau malu ya! " Kata ku.
" Depan istri sendiri, emang kenapa sih? Kamu harus terbiasa sama pemandangan kayak gini " kata Alex.
Alex memegang tangan Fika dan menuntun nya untuk menjelajahi dada bidang nya.
" A...a... Alex le...lepasin " kata ku terbata-bata.
Alex mendekatkan wajah nya dan berbisik
" Baru kayak gini kamu udah gugup, gimana nanti pas malem pertama kita? " Tanya Alex.
" Ihh apa sih, udah sana pake baju dulu " kata ku sambil mendorong Alex.
Selesai makan aku menaruh piring-piring kotornya ke tempat cuci piring dan Alex yang mencuci piring kotornya.
Tok...tok...tok
Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu rumah kami.
" Siapa yang ke rumah hari Minggu gini? " Tanya ku.
" Gk tau, coba kamu buka sana pintu nya " kata Alex.
Aku pun membuka pintu dan kaget melihat kakak berdiri di depan rumah dengan mata bengkak dan merah.
" Kakak?! Kakak kenapa kok mata nya bengkak gitu? " Tanya ku kaget.
Tanpa berkata apa-apa kakak memeluk ku dan menangis.
" Maafin kakak " kata kakak sambil menangis.
" Lohh lohh, kakak kenapa sih? " Tanya ku bingung.
" Kenapa Fik? " Tanya Alex yang tiba-tiba dateng.
" Gk tau nih. Kakak dateng trus tiba-tiba meluk aku " jawab ku.
" Mending masuk dulu, jangan di depan pintu gini " kata Alex.
Kami semua pun masuk dan duduk di ruang tamu.
" Kakak kenapa sih? Coba ngomong sama aku " kata ku memulai pembicaraan.
__ADS_1
" Kakak ngerasa bersalah kemaren bentak kamu " jawab kak Dimas.
" Hufttt udah kak tenang aja, aku udah gk marah soal itu kok. Lagian aku juga ngerti kok kakak ngelakuin itu pasti karena khawatir sama aku " kata ku sambil memeluk kakak.
" Tapi tetep aja kakak ngerasa bersalah. Kakak ngerasa kalo..."
" Sttt udah kak. Biarlah yang lalu menjadi masa lalu " kata ku memotong perkataan kak Dimas.
" Iya kak, bener kata Fika. Daripada di sesali mending dijadiin pelajaran aja " kata Alex.
Kak Dimas hanya mengangguk dan membalas pelukan ku.
" Oh iya kakak belum jawab kenapa mata kakak bengkak " kata ku.
Kak Dimas tak menjawab pertanyaan ku.
" Jangan - jangan mata kakak bengkak gara - gara nangis semaleman mikirin masalah kemaren " Kata ku menebak-nebak.
Kak Dimas tetep gk ngerespon perkataan ku.
" Kok aneh ya? Kak Dimas dari tadi diem aja " gumam ku.
Aku pun menepuk pelan punggung kak Dimas.
" Kak " kata ku sambil menepuk punggung kak Dimas.
Tapi masih gk ada respon dari kak Dimas.
" Lex, kak Dimas pingsan " kata ku kaget.
" Yaudah aku panggil dokter sekarang " kata Alex.
" Kamu mending bawa kak Dimas ke kamar, biar aku yang telepon dokter nya " kata ku.
Alex hanya mengangguk dan membawa kak Dimas ke kamar. Dan aku langsung memanggil dokter.
Tak lama kemudian dokter kepercayaan kami datang.
" Kalian minggir dulu, biar aku periksa kak Dimas " kata Nathan.
Yupp dokter kepercayaan kita adalah Nathan.
Nathan langsung memeriksa keadaan kak Dimas.
" Gimana keadaan kak Dimas, Nat? " Tanya ku khawatir.
" Kak Dimas gapapa, dia cuma kurang tidur makanya badan nya lemes gini. Istirahat sebentar juga mendingan kok " jawab Nathan.
" Yahhh baru aja mau manja-manjaan " keluh Alex.
" Alex, malu ihh ada orang juga " kata ku sambil mencubit perut sixpack nya itu.
" Awww, sakit tau " rintih Alex
" Hmm dasar, hormati gw yang jomblo donk " kesal Nathan.
" Lagian kagak nyari pacar. Cari pacar sono! Biar kagak ngeliat keuwuan orang mulu " ledek Alex.
" Yaelah Lex, kalo nyari pacar segampang bikin obat mahh gw dari dulu udah punya pacar kali " jawab Nathan.
Aku dan Alex cuma tertawa mendengar perkataan Nathan.
" Yaudah gw balik ke rumah sakit dulu ya, daripada disini ngeliat keuwuan kalian mulu mending gw balik kerja " kata Nathan.
" Yaudah sono, inget cari pacar Nat " kata Alex.
__ADS_1
Nathan pun pergi.