
Saat tengah malam tiba-tiba aku pengen makan bakso.
" Alex " panggil ku sambil menggoyangkan tubuh Alex.
" Hmmm " Jawab Alex yang masih setengah sadar.
" Aku mau makan bakso " kata ku.
" Makan bakso? Sekarang jam 1 malem sayang, besok aja ya " kata Alex.
" Tapi aku mau nya sekarang " pinta ku manja.
" Yaudah iya, aku beliin nih ya " kata Alex.
Alex bangun dari tempat tidur dan mengambil jaket nya.
" Ehh tunggu dulu " kata ku sambil memegang tangan Alex.
" Kenapa sayang? " Tanya Alex.
" Kamu minta Doni aja yang beliin, jadi kamu gk perlu keluar nyari bakso " jawab ku.
" Lohh emang nya kenapa? " Tanya Alex.
" Aku kasian sama kamu, dari tadi bolak-balik beliin makanan buat aku " jawab ku.
" Ya ampun, aku gapapa kok. Yang penting kamu seneng " kata Alex.
" Udah kamu minta Doni aja, terus kamu temenin aku di sini nungguin bakso nya " pinta ku.
" Iya iya ini aku telepon Doni nya dulu " kata Alex.
Alex mengambil handphone nya dan menelepon Doni.
" Halo Doni " kata Alex.
" Halo bos, ada apa bos tengah malem telepon saya? " Tanya Doni.
" Kamu tolong beliin bakso buat nyonya " suruh Alex.
" Bakso? Ini kan udah tengah malem bos " kata Doni.
" Kamu mau membantah saya!!! " kata Alex.
" E..ehh gk bos, iya iya saya cari bakso buat nyonya sekarang " jawab Doni.
Alex mematikan telepon nya.
" Gimana? Doni mau beliin aku bakso? " Tanya ku.
" Dia gk bakal bisa bilang engga sama aku " jawab Alex.
" Huhh dasar pede " kata ku.
" Iyalah, kan aku bos nya. Dia gk bakal berani bilang engga sama aku " kata Alex.
" Iyain aja dehh biar seneng " kata ku.
Beberapa menit kemudian Doni dateng sambil membawa bakso nya.
" Nih bos bakso nya " kata Doni.
" Oke " jawab Alex.
" Ada hal lain lagi gk bos? " Tanya Doni.
" Gk ada " jawab Alex.
" Kalo gitu saya pulang ya bos " kata Doni.
" Ehh tunggu, kamu nginep di sini aja. Udah malem soalnya, bahaya kalo pulang sendiri malem-malem kayak gini " kata ku.
" Gapapa nyonya. Saya kan laki-laki, jadi saya bisa jaga diri " tolak Doni.
__ADS_1
" Udah nginep aja, kasian Alex akhir-akhir ini gk ada temen ngobrol gara-gara jagain aku " kata ku.
" Emm tapi nyonya..."
" Udah gk ada tapi tapi " kata ku.
Alex menatap tajam ke arah Doni.
" Sudah kuduga, pasti bos gk bakal seneng kalo aku nginep di sini " kata Doni dalam hati.
" Sayang, mangkok kesukaan aku mana? " Tanya ku sambil mencari-cari mangkok nya.
" Sini sini, aku aja yang siapin bakso nya. Kamu duduk aja " kata Alex.
Aku menuruti perkataan Alex dan duduk manis di ruang tamu sambil ngobrol dengan Doni.
" Maaf ya Don, ngerepotin kamu tengah malem gini padahal ini bukan kewajiban kamu " kata ku.
" Gapapa nyonya " kata Doni.
" Nyonya? Biasanya kamu manggil aku nona, kok tiba-tiba sekarang manggil nya nyonya ?
" Tanya ku.
" I..iya soalnya bos nyuruh saya manggil nya nyonya bukan nona " jawab Doni.
" Haduhh si Alex itu " keluh ku.
" Aku kenapa? " Tanya Alex yang tiba-tiba dateng.
" Ehh ga...gapapa kok hehehe " jawab ku.
" Nihh bakso nya " kata Alex sambil memberikan semangkok bakso.
" Makasihhh sayang " kata ku.
Aku menyantap bakso itu dengan lahap.
" Ya ampun santai aja makan nya, gk ada yang minta kok " kata Alex sambil mengelap mulut ku.
" Apa? " Tanya Alex.
" Mau es krim " jawab ku.
" Hahh?! Es krim? Ini udah malem, yang bener aja. Nanti kamu sakit " kata Alex.
" Gk bakal, masa cuma makan es krim bikin sakit sih " kata ku.
" Pokoknya aku mau es krim!!! " Rengek ku.
" Iya iya. Doni kamu tolong beli es krim ke supermarket depan " suruh Alex.
" Yang banyak yaa " kata ku.
" Gk!!! Beli satu aja. Kamu tuhh gk boleh makan es krim banyak-banyak " kata Alex sambil mencubit pipi ku.
" Ah elahh pelit amat sih " kata ku sambil menggembung kan pipi.
Alex mencium ku tiba-tiba.
" Sayang ihh, malu ada Doni " kata ku sambil memukul Alex pelan.
" Biarin aja, lagian kamu gemesin sih " kata Alex.
" Emmm bos sa..saya beli es krim nya dulu ya. Permisi " kata Doni.
Doni bergegas pergi.
" Aduhh lama-lama gk kuat ngeliat keromantisan mereka mulu. Tapi nyonya nyuruh nginep, gk enak juga kalo nolak " gumam Doni.
Beberapa menit kemudian.
Tok tok tok
__ADS_1
" Ehh ada yang ngetuk pintu tuh, kamu tolong bukain ya sayang " kata ku.
Alex membukakan pintu.
" Lahh kok ada si Nathan? " Tanya Alex bingung.
" Iya bos, tadi saya ketemu sama pak Nathan di supermarket dan akhirnya pak Nathan minta ikut ke sini " jawab Doni.
" Kenapa sayang? Kok kamu lama banget sih bukain pintu nya? " Tanya ku.
" Ini ada Nathan " jawab Alex.
" Ehh Nathan, udah lama banget kita gk ketemu " kata ku.
" Iya, soalnya kamu lagi cuti dulu sih jadi kita gk ketemu " kata Nathan.
" Yaudah ayo sini masuk. Oh iya Nathan juga nginep aja di sini, makin rame makin seru kan " ajak ku.
" Hah nginep? " Tanya Nathan kaget.
" Iya, emang kenapa? " Jawab ku.
" Ga...gapapa " kata Nathan.
" Udah santai aja, si Doni aja nginep di sini " kata ku.
" Lu beneran nginep di sini? " Tanya Nathan ke Doni.
" I...iya pak. Mau gimana lagi nyonya yang suruh, saya gk bisa nolak " jawab Doni.
" Ayo masuk " ajak ku.
Doni dan Nathan pun masuk.
" Ini es krim nya nyonya " kata Doni.
" Yeyy makasih " kata ku.
" Ihh beneran di beliin satu doank " gerutu ku.
" Ehh saya salah ya nyonya? " Tanya Doni panik.
" Gk, kamu gk salah. Bener kok beli nya cuma satu " jawab Alex.
" Ishhh pelit banget dahh " kata ku kesal.
" Udah gk usah banyak protes, cepetan abisin es krim nya abis itu tidur " kata Alex.
" Iya iya " jawab ku.
Tak sampai semenit, aku menghabiskan es krim itu.
" Wehhh buset, cepet amat es krim nya abis " kata Nathan kaget.
" Dia mahh kalo udah masalah es krim, juara satu " kata Alex.
" Huh itu tuh karena kamu beli nya cuma satu jadi cepet abisnya. Coba kamu beli nya 10, pasti abis nya lama " kata ku.
" Ituu mah mau nya kamu. Udah sana gosok gigi abis itu tidur " kata Alex sambil mencubit pipi ku.
" Awww ih gk usah pake cubit segala kali " kata ku kesal.
Aku ke kamar mandi dan gosok gigi. Setelah itu langsung masuk ke kamar.
" Jangan galak gitu Lex " kata Nathan.
" Siapa yang galak?! " Kata Alex.
" Ehh g..gk ada " jawab Nathan takut.
" Yaudah, mending kita main game yuk " ajak Alex.
" Kuy lahh " jawab Nathan.
__ADS_1
Alex, Nathan, dan Doni bermain game hingga larut malam.