Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Masalah part 2


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Berhari-hari sudah aku di kurung dalam kamar ini. Aku udah gk tau harus ngapain.


Tiba - tiba aku terpikir suatu rencana.


Aku pun menyusun rencana keluar dari sini dan melakukan nya.


Rencana ku


1 ) Aku minta izin keluar buat beli makanan di supermarket.


2 ) Aku minta tolong pada orang sekitar.


3 ) Aku pun terbebas dari rumah ini.


Yaa aku udah memantapkan hati dan batin untuk kabur dari tempat ini.


Aku pun ke ruangan kakek Danu untuk meminta izin.


Tok...tok...tok


Aku mengetuk pintu.


" Ya masuk " jawab kakek Danu.


Aku pun masuk ke dalam ruangan nya.


" Kek, aku izin keluar ya mau jajan " kata ku sambil memeluk kakek Danu manja.


Ehh tapi jangan salah sangka, aku menganggap kakek Danu sebagai kakek ku sendiri begitu juga dengan kakek Danu yang menganggap aku sebagai cucu nya.


" Mau beli apa sihh? Kan bisa minta asisiten buat beliin makanan " kata kakek Danu.


" Ahh tapi aku mau beli sendiri, aku juga mau jalan-jalan keluar. Masa kakek tega kurung aku di rumah mulu " kata ku yang semakin manja.


" Hahh baiklah, ini kalo ada sesuatu yang mau kamu beli ambil aja " kata kakek Danu sambil memberikan black card.


Yahh kakek Danu itu salah satu konglomerat di kota ku yang mempunyai black card.


" Yeyy makasih kakek " kata ku.


Aku keluar dari ruangan kakek Danu dan bergegas pergi.


Saat aku keluar gerbang rumah itu, ada seorang supir.


" Mari masuk nona " kata supir itu.


"Siapa kamu? " Tanya ku.


" Saya supir pribadi kakek Danu yang di tugaskan untuk mengantar nona " jawab nya


" Bohong " kata ku.


" Dia bener supir pribadi kakek " kata kakek Danu yang tiba-tiba datang.


" Tapi kek, aku ka bisa jalan sendiri " tolak ku.


" Udah gapapa kamu di anterin sama dia aja.


Lagian kakek gk mau kamu kenapa-kenapa " kata kakek Danu.


" Bilang aja takut aku kabur " kata ku dalam hati.


Aku pun mau gk mau harus di anter sama supir pribadi kakek Danu.


Tapi hal itu gk membuat aku batal menjalankan rencana.


Sesampainya di supermarket.


Aku keluar dari mobil dan menyuruh supir itu

__ADS_1


menunggu di dalam mobil aja.


Awalnya dia menolak, tapi saat aku bawa nama kakek dia pun patuh.


Aku masuk ke supermarket tapi bukan buat belanja, melainkan buat mencari pertolongan orang.


Udah berapa orang aku mintain tolong tapi tak ada satu pun orang yang mau menolongku.


Tapi aku gk menyerah karena keinginan ku


untuk kabur dari rumah itu lebih besar dari apapun.


" FIKA " teriak seseorang.


" Nathan " kata ku.


Nathan langsung memeluk ku.


" Emm Nat kamu kenapa sih tiba-tiba meluk aku kayak gini? " Tanya ku heran.


Nathan melepaskan pelukan nya.


" Aku denger dari Alex sm kak Dimas kalo kamu itu pergi dari rumah dan sekarang mereka mencari kamu " kata Nathan.


" Kamu kenapa gk bilang sama aku, kamu bahkan gk pamitan sama aku " kata Nathan.


" Nat Nat sabar dulu, paling penting sekarang aku butuh pertolongan kamu " kata ku.


" Pertolongan apa? " Tanya nya.


" Kalo aku jelasin bakal panjang banget, tapi yang paling penting sekarang aku harus kabur dari sini tanpa ketauan supir itu " kata ku sambil menunjuk supir kakek yang sedang menunggu.


Tanpa bertanya panjang lebar Nathan langsung membawa ku lari lewat pintu belakang supermarket.


Aku pun di bawa ke rumah nya.


Sesampainya di rumah Nathan.


Nathan menyeduhkan ku secangkir teh.


Aku menjawab pertanyaan dan menjelaskan apa yang terjadi akhir-akhir ini.


" Jadi setelah kejadian itu kamu pergi dari rumah dan kamu tinggal di rumah seorang kakek yang kamu tolongin, tapi tiba-tiba kakek itu berubah dan mengurung kamu? " Tanya Nathan mencoba memahami nya.


" Iyaa kurang lebih kayak gitu " jawab ku.


" Tapi aku heran " kata Nathan tiba-tiba.


" Heran kenapa? " Tanya ku.


" Kakek itu kan orang kaya dan kamu di anterin sm supir pribadi nya, otomatis supir itu bukan orang biasa donk. Tapi kenapa kamu bisa dengan gampang nya kabur " kata Nathan.


Aku yang mendengar itu akhirnya ikut heran juga dan memikirkan nya.


Karena yang di bilang Nathan masuk akal juga.


" Inti nya kita harus berhati-hati " kata Nathan.


" Maaf ya Nat, aku jadi lihatin kamu ke masalah aku. Apa aku pergi aja ya " kata ku.


" Gapapa. Ehh jangan Fik, di luar sana lebih bahaya lagi. Mungkin aja ada orang yang lebih kejam dari kakek itu " kata Nathan.


" Tapi aku gk enak ngelibatin kamu, aku juga takut kamu kenapa-kenapa " kata ku.


" Gapapa Fik dan kalo pun aku kenapa-kenapa nanti nya kamu harus inget kalo aku sayang sama kamu " kata Nathan.


" Hahh maksud kamu? " Tanya ku.


" Aku suka sama kamu " kata Nathan.


" Se...sejak kapan? " Tanya ku kaget.

__ADS_1


" Sejak pertama kali kita ketemu " jawab nya.


" Tapi kamu tau kan aku udah tunangan sama Alex " kata ku.


" Iyaa aku tau, tapi masih tunangan kan?


Belum nikah dan juga dia udah nyakitin kamu " kata Nathan.


" Walaupun dia udah nyakitin aku tapi aku tetep sayang sama dia " kata ku.


" Fik, tolong pertimbangkan cinta aku baik - baik " pinta Nathan.


" Gk Nat, aku gk bisa. Mau gimana pun aku akan selalu sayang sama Alex " jawab ku.


" Kalo emang kamu sayang sama Alex, kenapa kamu pergi dari dia? " Tanya Nathan.


" Apa sih Nat, aku pergi karena aku mau tenangin diri " jawab ku mulai kesal.


" Tapi sekarang apa yang kamu dapet? Kamu malah kena masalah lagi kan " kata Nathan.


" Nat cukup Nat, aku di sini buat minta pertolongan kamu " kata ku.


Nathan pun pergi.


Aku terduduk lemas.


Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang.


POV Nathan.


" Apa yang udah gw lakuin " tanya Nathan ke diri nya sendiri.


Dia pun memukul tembok yang ada di samping nya.


Tiba - tiba seseorang datang dan memukul wajah Nathan.


" Woyy dasar lu ******** " teriak orang itu.


" Siapa sihh?!! " Tanya Nathan kesel.


" Siapa? Liat pake mata lu baik-baik " kata orang itu.


" Alex?! Lu apa-apaan sihh dateng-dateng mukul orang " kata Nathan sambil memegangi wajah nya yang di pukul Alex.


" Emang kenapa? Gk suka?!!! " Kata Alex kesel.


" Lu apaan sih Lex. Kalo ada masalah ngomong, jangan main pukul - pukul aja " kata Nathan yang ikutan kesel.


" Lu kan yang selama ini sembunyi'in Fika " kata Alex.


" Gw gk pernah sembunyi'in dia " kata Nathan.


" Halahh gk usah boong deh lu. Jelas - jelas tadi gw liat Fika masuk ke rumah lu " kata Alex semakin kesel.


" Lu salah paham Lex " kata Nathan.


" Salah paham gimana? Orang jelas-jelas gw liat lu sama Fika berduaan masuk ke dalem rumah. Udahh lah mana ada sihh maling ngaku " kata Alex.


" Yaudah lah kalo lu mikir kayak gitu. Terserah!!! " Bentak Nathan.


" Sekarang mana Fika? Balikin sini " kata Alex.


" Balikin? Lu kata dia barang apa!!! Gk, gw gk bakal ngasih dia ke lu!!! " Bantah Nathan.


" Nat, jangan sampe gw mukul muka lu lagi!!! " Bentak Alex.


" Pukul aja, gw gk takut. Lagian udah kewajiban gw buat lindungi wanita yang gw suka!!! " Kata Nathan tegas.


Alex yang mendengar itu langsung mukul wajah Nathan lagi.


" Gila lu ya! Dia tunangan gw! Yang artinya sebentar lagi dia bakal jadi istri sah gw! " Teriak Alex.

__ADS_1


" Masih tunangan kan? Inget Lex, lu bisa kapan aja putus dari Fika. Apalagi lu udah nyakitin Fika!!! " tegas Nathan.


" Banyak ngomong lu " teriak Alex sambil memukul wajah Nathan lagi.


__ADS_2