Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Keluar dengan selamat


__ADS_3

POV Fika.


" Bagus tinggal dikit lagi " kata ku dalam hati.


Dan kabel terakhir berhasil ku putuskan, bom nya pun mati.


" Huhh akhirnya, aku berhasil " kata ku senang.


" Kakak " panggil anak kecil itu.


" Iyaa? " Tanya ku.


" Apa kita semua bakal keluar dari sini dengan selamat? " Tanya nya sambil menahan tangis.


" Ya kita semua bisa keluar dari sini dengan selamat sekarang, karena kakak udah berhasil matiin bom nya " jawab ku.


Anak-anak itu bersorak senang dan memeluk ku.


" Terima kasih kakak " kata mereka semua kompak.


" Sama-sama. Nahh sekarang ayo kita keluar dari sini " ajak ku.


Mereka semua mengangguk dan mengikuti ku dari belakang.


Aku mendobrak pintu nya dan kami bergegas keluar.


Saat udah mau sampe ke pintu keluar, tiba-tiba salah satu anak kecil itu di tangkap sama Hans.


" Wah wah wahh hebat juga kamu " kata Hans.


" Hans, lepasin anak kecil itu sekarang!!! " Bentak ku.


Melihat anak kecil yang lain nya ketakutan, aku pun menyuruh mereka semua keluar duluan dan mencari seseorang di sebelah gedung ini.


Mereka pergi menuruti perkataan ku.


Sekarang yang harus ku pikirkan bagaimana cara nya melepaskan anak kecil itu dari tangan Hans.


" Sebenernya apa yang kamu mau? " Tanya ku.


" Udah ku bilang kan, yang aku mau itu kamu " jawab Hans.


" Tapi aku udah punya suami dan suami aku itu Alex " kata ku.


Hans yang mendengar itu tiba-tiba seperti orang kehilangan kendali. Hans menembak lengan kiri Fika.


" Akhhhh " rintih ku kesakitan.


" Kakak " rengek anak kecil itu.


" Kau gila Hans!!! " Teriak ku.


" Yaa aku emang gila dan ini di sebabkan oleh suami mu!!! " Kata Hans.


" Apa maksud mu? " Tanya ku bingung.


" Alex telah menghancurkan perusahaan ku " jawab Hans.


" Apa-apaan alasan itu, kamu nyulik anak kecil cuma gara-gara itu? " Tanya ku.


" Iya, aku menculik mereka semua agar bisa meminta uang tebusan yang besar ke orang tua mereka " jawab Hans.


" Hans, sadarlahh. Uang bukan segala nya!!! " Kata ku.


" Tapi bagi ku uang adalah segala nya. Dengan uang aku bisa membeli apa aja yang aku mau, bahkan aku bisa membeli wanita yang lebih cantik dari mu " kata Hans.


" Aku akan kasih kamu uang berapapun yang kamu mau, tapi lepasin dulu anak itu " kata ku.


" Hahaha really? " Tanya Hans.

__ADS_1


" Yaa " jawab ku.


Hans pun melepaskan anak itu tapi tiba-tiba dia menarik tangan ku.


" Kau pikir aku akan tertipu " kata Hans.


" Lepasin kakak cantik!!! " Teriak anak kecil itu.


Anak kecil itu menggigit tangan Hans dan Hans melepaskan ku.


Aku merebut pistol dari tangan nya dan menembak kaki nya.


" Arghhhh " rintih Hans.


Anak kecil itu memeluk ku ketakutan.


" Udah tenang, kakak gapapa kok " kata ku berusaha menenangkan anak kecil itu.


Aku menelepon asisten Alex.


" Halo Don, kamu ke sini sekarang!!!" pinta ku.


" Baik nona, saya akan segera ke sana " jawab Doni.


Doni pun bergegas ke tempat Fika berada.


" Kenapa Fika selalu telepon Doni dan bukan nya aku " gerutu Alex kesal.


Saat Alex mau mengikuti Doni, anak-anak kecil itu memeluk Alex ketakutan.


" Apa kakak cantik itu baik-baik aja? " Tanya mereka.


" Iya kakak cantik itu akan baik-baik aja dan dia akan membawa teman kalian dengan selamat " jawab Alex sambil mengelus kepala mereka.


Doni pun sampai di tempat Fika berada.


" Don, tolong urus sisa nya " suruh ku.


Doni mengikat tangan Hans dan membawa nya pergi.


Aku dan anak kecil ini keluar dari gedung dan menghampiri Alex.


Anak kecil itu berlari ke temen-temen nya.


" Fika, kamu gapapa? " Tanya kak Dimas khawatir.


" Aku gapapa kak " jawab ku.


" Gadis bodoh! Untunglah kamu selamat " kata Alex sambil memeluk Fika.


" Hmm kan udah aku bilang, aku bakal keluar dengan selamat " jawab ku sambil memeluk Alex.


" Kakak cantik, terima kasih " kata anak-anak kecil itu.


" Sama-sama. Lain kali jangan main jauh-jauh ya " kata ku.


Mereka semua mengangguk.


Doni pun datang menghampiri kami semua.


" Ehh Doni, makasih udah bantu aku " kata ku.


" Sudah kewajiban saya untuk membantu nona " jawab Doni.


" Oh iya, kamu kenapa sih telepon nya Doni bukannya aku? " Tanya Alex kesal.


" Karena nama Doni ada di daftar kontak terpenting, jadi lebih gampang di cari " jawab ku.


" Apa?! Jadi nama aku gk ada di daftar kontak terpenting kamu? " Tanya Alex kaget.

__ADS_1


" Hehehe iya, soalnya sebelumnya kan aku gk terlalu suka sama kamu. Jadi kalo ada apa-apa aku minta tolong nya Doni " jawab ku.


" Kamu gimana sihh, aku ini suami mu lohhh! " Tegas Alex.


" Iya iya maaf, nanti aku masukin nama kamu " kata ku.


" Humphhh gk usah " gerutu Alex kesal.


" Jangan cemberut gitu donk " kata ku.


" Oh iya kakak-kakak yang ikut sama aku tadi mana? " Tanya ku.


" Kamu ya! Suami nya lagi ngambek bukan nya di baikin atau gimana gitu, malah nyari cowo lain " kata Alex.


" Ihh cowo lain apa nya sih, mereka itu udah bantuin aku tadi yaa wajar aja sekarang aku nyariin mereka " kata ku.


" Emm nona kami ada di sini " kata seseorang.


" Ehh kakak-kakak, terima kasih udah bantu aku. Maaf gara-gara aku kalian jadi luka-luka gitu " kata ku.


" Gapapa kok nona, kami senang bisa membantu nona Fika " kata kakak-kakak itu.


" Hehehe kalian baik banget, sekali lagi terima kasih " kata ku sambil tersenyum.


Kakak-kakak itu tersipu melihat senyuman Fika dan Alex yang sadar akan hal itu langsung menutupi Fika.


" Alex kamu ngapain halangin aku dahh? Gk sopan tau, aku lagi ngomong sama mereka " gerutu ku.


" Ssttt berisik kamu " kata Alex.


Alex menatap tajam kakak-kakak itu dan mereka semua langsung memalingkan pandangannya.


Tiba-tiba Vivi lari ke arah Fika dan memeluk nya.


" Huhuhu untung kamu gapapa Fik " kata Vivi sambil menangis.


" Iya iya, aku gapapa " kata ku sambil menenangkan Vivi.


" Oh iya Fik, aku mau minta maaf atas semua perbuatan aku dulu " kata Vivi.


" Aku udah maafin kamu dari dulu kok " kata ku.


" Fik, apa bisa kita bersahabat seperti dulu lagi? " Tanya Vivi.


" Maaf Vi, sepertinya kita gk bisa sahabat lagi. Walaupun aku udah maafin kamu bukan berarti luka di hati aku bisa hilang gitu aja " jawab ku.


" Aku ngerti kok, gapapa kamu gk mau sahabatan sama aku lagi. Temenan aja cukup kok " kata Vivi.


Fika dan Vivi berpelukan.


Saat mereka berpelukan Vivi merasa tubuh Fika melemah.


" Fika " panggil Vivi.


Tapi tak ada jawaban dari Fika. Alex yang panik akan hal itu langsung menarik Fika ke pelukan nya. Dan ternyata Fika tak sadarkan diri.


Saat Alex melihat ada darah yang menetes dari tangan Fika, Alex mulai khawatir dan panik.


Alex membuka baju yang di pakai Fika. Dan ternyata ada peluru yang tertancap di tangan kiri nya itu.


" Kapan dia tertembak?! " Tanya Alex kaget.


" Ka...kakak itu ta...tadi di te...tembak pas nyelamatin aku " jawab seorang anak kecil


yang di tangkap sama Hans tadi.


Alex langsung menggendong Fika dan membawa nya ke rumah sakit.


" Doni, kamu anter semua anak-anak ini ke rumah mereka. Oh iya Vivi juga jangan lupa di anterin pulang!!! " suruh Alex.

__ADS_1


" Baik tuan " jawab Doni.


Doni mengantarkan Vivi dan anak-anak kecil itu kembali ke rumah mereka masing-masing.


__ADS_2