Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Menyesal


__ADS_3

Beberapa menit kemudian.


" Gimana? Udah ada kabar tentang keadaan Fika? " Tanya Alex.


" Belum Lex " jawab kak Dimas.


" Udah selama ini masih belum ada kabar? " Tanya Alex lagi.


" Iya " jawab kak Dimas.


" Sebenernya apa yang para dokter lakukan di dalem? Kenapa dari tadi belum selesai-selesai " kata Alex kesal.


" Tenang Lex, kita harus sabar " kata kak


Dimas menenangkan Alex.


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan UGD.


Kak Dimas dan Alex langsung menghampiri dokter itu.


" Gimana keadaan adik saya dok " tanya kak Dimas khawatir.


" Maaf pak, sa... " Belum selesai dokter itu berbicara Alex mengangkat kerah baju dokter itu.


" Maaf? Apa maksudnya hahh? " Teriak Alex marah.


" Alex tenang dulu, biarin dokter nya bicara " kata kakek.


" Jadi sebenernya cucu saya kenapa dok? " Tanya kakek.


" Cucu anda terinfeksi racun yang saat ini belum saya ketahui jenis racun nya " jawab dokter itu.


" Bagaimana dia bisa terinfeksi racun " kata kakek kaget.


" Yang saya teliti, seperti nya racun itu di letakkan di makanan cucu anda dalam dosis yang besar dan setiap hari " kata dokter itu.


Semua nya kaget mendengar yang dokter itu katakan.


" Apa ada cara buat sembuhin adik saya?


Berapa pun biaya nya tak masalah " tanya kak Dimas.


" Ini bukan masalah biaya pak. Saat ini belum pernah saya melihat racun seperti ini. Dan perkembangan racun nya juga sangat cepat " jelas dokter itu.


" Lalu sekarang kita harus apa dok? " Tanya kakek.


" Yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa dan kita para dokter akan melakukan penelitian secepatnya untuk menemukan penawar racun nya. Tapi akan lebih mudah jika sampel racun nya ada " kata dokter itu.


" Baik dok, saya akan mencari sampel racun itu " kata kak Dimas.


" Baik lah pak. Tapi saya ingatkan, waktu adik bapak tidak lama " kata dokter itu.


" Tidak lama? Maksudnya apa dok? " Tanya kak Dimas.


" Racun itu menyerang sistem pernafasan. Jika adik anda tidak kuat menahan nya maka... " Dokter itu tak melanjutkan kata-katanya.


Alex terduduk lemas dan menangis dengan keras.


" FIKA, MAAFKAN AKU " teriak Alex.


Dokter itu pergi ke ruangan lain.


Kak Dimas dan kakek pun tak tau harus bagaimana sekarang.


Semua nya hanya duduk terdiam.

__ADS_1


POV Fika


Alam sadar Fika


" Dimana aku? " Tanya ku.


" Fika " panggil seseorang.


" AYAH IBU " teriak Fika.


Fika pun memeluk ayah dan ibu nya.


" Fika kangen banget sama kalian berdua " kata ku.


" Ya sayang, kita juga kangen sama kamu, sama kak Dimas juga " kata ayah dan ibu.


" Tunggu, kalo ayah dan ibu ada di sini...apa aku udah meninggal? " Tanya ku.


" Gk sayang, kamu belum meninggal. Kamu hanya lagi tidur panjang, ini hanya lah alam bawah sadar mu " jawab ibu.


" Kalo begitu, aku gk mau bangun lagi. Aku mau sama kalian aja di sini " kata ku.


" Gk bisa sayang, di alam nyata banyak yang nunggu kamu bangun " kata ayah.


" Biarin aja, aku udah gk peduli sama alam nyata. Aku capek " kata ku.


" Sayang, dengerin ibu. Itu lah yang nama nya hidup. Masalah akan selalu datang selama kita masih hidup, tapi selama kita tau bagaimana mengatasi nya itu tak akan jadi sulit " jelas ibu.


" Tapi Bu. Aku capek, aku capek selalu tersakiti " kata ku lagi.


" Rasa sakit akan mengajari mu untuk lebih kuat lagi. Lagian kamu masih harus menikah sama Alex " kata ayah.


" Oh iya, kenapa kalian berdua jodohin aku sama Alex? " Tanya ku.


" Tapi aku gk mau di jodohin kayak gini " bantah ku.


" Tapi sekarang akhirnya kamu sayang kan sama Alex? " Tanya ibu.


" Iyaa sih " jawab ku.


" Maka nya itu, tolong turuti permintaan ayah dan ibu ya sayang " pinta ibu.


" Buat apa aku menikah sama Alex tapi ibu dan ayah gk bisa liat aku " kata ku.


" Kita selalu melihat kamu jauh dari atas langit. Percaya lahh kita selalu menjaga kamu di sini " kata ayah.


" Iyaa, aku percaya sama kalian " kata ku sambil memeluk ibu dan ayah.


" Sekarang kembalilah ke dunia mu " kata ayah.


" Biarkan aku tinggal di sini sebentar lagi " pinta ku.


" Gk bisa Fika, tempat mu bukan di sini " tolak ayah.


" Ku mohon " pinta ku.


" Biarkan lah dia di sini sebentar lagi sayang " pinta ibu ke ayah.


" Hahh baiklah, tapi hanya sebentar. Karena di sini bukan tempat mu " kata ayah.


" Kenapa ayah selalu berkata " di sini bukan tempat mu "? Apa ayah benci pada ku? " Tanya ku.


" Bukan begitu sayang, di sini tempat roh-roh berada. Di sini akan sangat berbahaya bagi mu " jelas ayah.


" Iya Fika, yang ayah kamu katakan itu benar. Gk mungkin ayah mu gk sayang sama kamu. Asal kamu tau aja, waktu ibu melahirkan mu dia begitu senang akan kehadiran mu " jelas ibu.

__ADS_1


" Benarkah itu? " Tanya ku.


" Iyaa, karena dulu kita sangat menginginkan anak perempuan tapi bukan berarti kita gk sayang pada kak Dimas. Jadi kembalilah saat kamu sudah puas di sini karena semua sedang menunggu mu " kata ibu.


" Baiklah Bu " jawab ku.


Aku menghabiskan banyak waktu bersama ayah dan ibu di alam bawah sadar ku.


POV Alex.


Alex masuk ke ruang ICU.


Alex duduk di samping Fika dan memegang tangan nya.


" Berapa lama lagi kamu mau tidur sayang? " Tanya Alex sambil menatap wajah pucat Fika.


" Apa kamu gk kangen sama aku? Setelah akhirnya aku menemukan mu, tapi sekarang kamu malah terbaring lemah di rumah sakit " kata Alex yang tanpa sadar mulai meneteskan air mata.


" Tuhan, tidak cukup kah anda menguji kami? Tolong sudahi ini, aku hanya ingin hidup bahagia bersama Fika " kata Alex.


" Aku akan kembali lagi besok untuk menjenguk mu sayang " kata Alex sambil mencium kening Fika.


Alex pun keluar dari ruangan ICU.


" Gimana keadaan Fika? " Tanya seseorang.


" Nathan? Sejak kapan lu di sini? " Tanya Alex.


" Sejak gw liat lu masuk ruangan ICU " jawab Nathan.


" Sebenernya apa yang terjadi setelah gw di tembak waktu itu? " Tanya Nathan.


" Banyak yang terjadi " jawab seseorang.


" Kak Dimas " kata Nathan.


" Kak, tolong jelasin ke Nathan. Aku mau pulang dulu " kata Alex.


Kak Dimas menceritakan apa yang terjadi setelah itu.


Nathan yang mendengar nya kaget dan panik sama keadaan Fika.


Tapi tak ada yang bisa di lakukan selain menunggu sampel racun ditemukan.


Alex langsung pergi dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah.


Setiap sudut rumah selalu mengingatkan kenangan manis Fika bersama nya.


Hal itu membuat pipi Alex kembali dibasahi air mata.


Alex tak sanggup menahan tangis nya saat mengingat wanita kesayangan nya itu.


" Fika " gumam Alex di sela tangis nya.


TING...


Sebuah pesan masuk.


Dari kak Dimas.


Lex, keadaan Fika semakin parah. Kamu cepet ke rumah sakit!!!


Setelah membaca pesan itu Alex bergegas ke rumah sakit dengan mobil nya.

__ADS_1


__ADS_2