
Beberapa hari kemudian.
Di pagi yang cerah ini aku dan Alex memutuskan untuk lari pagi.
Kami lari pagi berdua di taman deket rumah.
" Cerah banget ya hari ini " kata ku.
" Iya " jawab Alex.
" Gimana abis lari pagi kita ke rumah kakek? Udah lama juga kita gk ke rumah kakek " ajak ku.
" Hmm yaudah kalo kamu mau nya gitu " jawab Alex.
Saat lari pagi tiba-tiba kepala ku rasa nya pusing banget dan perut ku juga mual.
Aku pun berhenti lari.
" Kamu kenapa sayang? " Tanya Alex khawatir.
" Kepala aku pusing banget dan juga perut aku mual " jawab ku lemes.
" Muka kamu pucet banget, kita ke rumah sakit ya " ajak Alex
" Gk usah, paling cuma masuk angin doank " tolak ku.
" Kalo buka cuma masuk angin gimana? " Tanya Alex.
" Pasti masuk angin doank kok " jawab ku.
" Emang kenapa sih kamu gk mau ke rumah sakit? Takut di suntik? " Tanya Alex.
" Bukan, aku udah bosen banget ke rumah sakit. Dari kemaren ke rumah sakit mulu " jawab ku.
" Bosen di jadiin alasan. Yaudah kalo gitu kita pulang aja ya, muka kamu udah pucet banget
" ajak Alex.
" Ihh kan mau ke rumah kakek katanya " kata ku.
" Tapi muka kamu udah pucet banget, besok - besok aja ya ke rumah kakek nya " kata Alex.
" Ahh aku mau nya sekarang " kata ku.
" Yaudah yaudah, tapi kita pulang dulu. Kamu makan dulu baru kita ke rumah kakek " kata Alex.
" Kenapa gk di rumah kakek aja makan nya? Aku juga kangen masakan rumah soalnya " kata ku.
" Gk!!! Nanti kalo kamu gk makan terus kenapa-kenapa di jalan gimana? " Tanya Alex.
" Please " kata ku memohon.
" Huftt emang ya aku itu gk bisa menang dari kamu. Oke oke kali ini aja aku bolehin " kata Alex.
" Yeayy, makasih sayang " kata ku senang.
Aku dan Alex pulang ke rumah untuk
mengambil mobil dan langsung ke rumah kakek.
Sesampainya di rumah kakek.
" Kakek " teriak ku.
" Ehh cucu kakek " jawab kakek sambil memeluk Fika.
" Kamu itu kebiasaan loh Fik, suka teriak - teriak kalo pulang " gerutu kak Dimas.
" Hehehe " tawa ku.
" Kok muka kamu pucet? Kamu sakit? " Tanya kak Dimas khawatir.
" Iya, kok muka kamu pucet gitu? " Tanya kakek ikut khawatir.
" Aku gapapa kok " jawab ku.
" Gapapa gimana, itu muka kamu pucet banget. Udah sarapan belum? " Tanya kak Dimas.
__ADS_1
" Belum, kita abis jogging Fika langsung ngerengek minta ke rumah kakek " jawab Alex.
" Lohh kok gitu? Emang nya kenapa? " Tanya kakek.
" Kata nya dia kangen masakan rumah " jawab Alex.
" Yaudah kalo kayak gitu kakek langsung minta koki masakin kesukaan kamu " kata kakek.
" Eh tunggu kek, aku mau nya masakan bibi Lilis " kata ku.
" Haduhh kamu ini, dari dulu suka banget sama masakan bibi Lilis " kata kakek.
" Hehehe abis nya masakan bibi Lilis enak " kata ku.
" Yaudah yaudah " kata kakek.
" Bi...." Panggil kakek.
" Iya tuan " jawab bibi Lilis.
" Tolong masakin udang asam manis sama sup ayam " suruh kakek.
" Wahhh itu kan makanan kesukaan ku " kata ku senang.
" Oh iya sama masakin ayam bakar " suruh kakek lagi.
" Ayam bakar? Itu kan makanan kesukaan aku, kok kakek bisa tau? " Tanya Alex.
" Iya donk, masa makanan kesukaan menantu kakek gk tau " jawab kakek.
" Hahh? Kakek gk minta bibi Lilis buat masakin makanan kesukaan aku juga? " Tanya kak Dimas.
" Ehh makanan kesukaan kamu emang nya apa? Kok kakek lupa ya " kata kakek jail.
" Kakek?! Masa masakan kesukaan cucu nya gk tau sihh " kata kak Dimas ngambek.
" Hahaha udah jangan cemberut gitu ahh. Lagian kan kamu tiap hari ada di rumah, jadi tinggal minta bi Lilis masakin " kata kakek.
Setelah itu kami semua makan bersama.
Saat kami sedang menikmati makanan nya, tiba - tiba perut ku mual.
" Kamu kenapa Fik? Sakit perut? " Tanya kak Dimas.
" Sayang, kamu kenapa? " Tanya Alex.
Tanpa menjawab pertanyaan mereka, aku langsung lari ke kamar mandi.
" Sayang?! Kamu mau kemana? " Tanya Alex khawatir.
Alex pun mengikuti Fika.
Di kamar mandi Fika memuntahkan semua makanan nya.
" Sayang kamu kenapa? Ada yang sakit? " Tanya Alex khawatir.
" Alex, Fika kenapa? Kok muntah-muntah begitu? " Tanya kakek.
" Iya, semua makanan nya dia muntahin semua " kata kak Dimas.
Setelah selesai muntah nya Fika tersungkur lemas.
" A...ku ga..papa kok " jawab ku lemas.
" Alex kamu bawa Fika ke kamar, Dimas kamu telepon dokter " suruh kakek.
" Baik kek " jawab kak Dimas dan Alex barengan.
Alex pun menggendong Fika ke kamar nya dan kak Dimas menelepon dokter kepercayaan kakek.
Setelah dokter nya dateng, Fika langsung di cek keadaan nya.
" Gimana dok? Cucu saya kenapa? " Tanya kakek.
" Cucu tuan gapapa. Nona Fika hanya kelelahan karena dia sedang hamil " jawab dokter itu.
" Apa?! Hamil?! " Tanya Alex kaget.
__ADS_1
" Iya tuan. Nona Fika hamil dan usia kandungan nya sudah 3 minggu " jawab dokter itu.
" Wihhh bakal rame nihh rumah. Akhir nya keinginan kakek terwujud " kata kak Dimas.
" Kalo begitu saya permisi dulu " kata dokter itu.
Dokter itu pun pergi.
" Kamu kok gk bilang-bilang kalo lagi hamil " kata Alex.
" Lah aku juga gk tau " jawab ku.
" Ya harusnya kamu udah tau donk " kata Alex.
" Aku bisa tau darimana kalo aku lagi hamil? " Tanya ku.
" Kan dari siklus haid kamu, harusnya dari situ kamu udah agak curiga kalo kamu gk haid " kata Alex.
" Udah udah. Yang penting Fika baik-baik aja dan kandungan nya juga sehat " kata kakek.
" Iya tuh, ngapain debatin ginian " kata kak Dimas.
" Tau nih Alex. Ngeselin!!! " Kata ku kesal.
" Lohh kok?! " Kata Alex.
" Udah Lex, sabar aja sama ibu hamil " kata kak Dimas.
" Karena udah hampir malem, mending kalian nginep di sini aja " kata kakek.
" Hahh, tapi kita gk bawa baju ganti " kata ku.
" Itu mah gampang, kan kamu masih ada beberapa baju di sini dan Alex nanti tinggal pake baju Dimas " kata kakek.
" Bukan nya baju Fika udah di bawa semua ya waktu itu? " Tanya Alex bingung.
" Iya. Tapi waktu kamu lagi sibuk, Fika nginep di sini dan dia belum sempet bawa baju nya lagi ke rumah " jawab kak Dimas.
" Yaudah sekarang kalian mandi, abis itu bairin Fika istirahat " kata kakek.
Kami semua kembali ke kamar masing-masing dan mandi.
Selesai mandi Alex ke ruang tengah untuk mengobrol dengan kakek dan kak Dimas.
" Lohh Alex, kok turun? " Tanya kakek.
" Iya, Fika nyuruh aku buat ikut ngobrol sama kakek sama kak Dimas " jawab Alex.
" Kok gitu? Fika gk ada yang jagain donk? " Tanya kakek.
" Ya mau gimana lagi, dia yang nyuruh aku. Katanya karena aku jarang main kesini jadi nya aku di suruh buat ngobrol sama kakek biar lebih deket " jelas Alex.
" Hahh anak itu " keluh kakek.
" Udah lah kek biarin aja, mungkin Fika lagi pengen sendiri " kata kak Dimas.
" Tapi waktu itu dia malah gk mau tidur sendirian sama sekali kan. Sampe minta tidur bareng sama kamu " kata kakek.
" Hahh?! Fika tidur bareng sama kak Dimas?! " Tanya Alex kaget.
" Iya, kata nya dia gk mau tidur sendirian " jawab kakek.
" Kak Dimas gk macem-macem sama istri aku kan?! " Tanya Alex kesal.
" Ya gk lah!!! Gila aja kali. Fika itu kan adek aku, gk mungkin lah aku macem-macem sama dia " jawab kak Dimas.
" Mending kamu balik aja ke kamar, temenin Fika. Kasian dia " kata kakek.
" Lahh kan dia yang nyuruh aku ke sini aja " kata Alex.
" Kamu kayak gk tau Fika aja. Dia kan anak nya emang suka kayak gitu, lebih mentingin orang lain daripada dirinya sendiri " kata kak Dimas.
" Yaudah kalo gitu aku balik ke kamar ya kek " kata Alex.
" Yaudah, kamu balik ke kamar juga sana Dimas. Udah malem juga, waktu nya istirahat " kata kakek.
" Ehh masih jam 9 " kata kak Dimas.
__ADS_1
" Udah malem ini, ayo pada balik ke kamar masing-masing " kata kakek.
Kak Dimas dan Alex pun kembali ke kamar mereka masing-masing.