Ketua Gangster Ku

Ketua Gangster Ku
Bangun dari koma


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit.


Alex langsung berlari ke arah ruang ICU.


Di sana udah ada kak Dimas, Nathan, dan beberapa dokter.


" Fika kenapa kak? " Tanya Alex khawatir.


" Lex, gimana ini kita udah gk bisa nunggu lama lagi. Tubuh Fika udah gk kuat menahan racun nya " kata kak Dimas panik.


" Apa gk ada cara lain buat nyelamatin tunangan saya dok? " tanyan Alex.


" Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kita tak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena tidak ada sampel racun asli nya " jawab salah satu dokter.


Alex terduduk lemas.


Di sela - sela kepanikan semua orang ada pesan masuk.


Alex segera membuka pesan itu berharap ada sebuah keajaiban.


Dan benar saja, keajaiban datang.


Asisten Alex memberitahu bahwa sampel racun sudah di temukan.


Asisten Alex langsung datang ke rumah sakit untuk memberi sampel racun itu ke para dokter untuk di teliti.


Seminggu sudah setelah operasi Fika.


Yap setelah sampel racun di temukan para dokter bekerja keras meneliti dan menemukan penawar nya dan bergegas mengoperasi Fika.


Tapi sampe sekarang belum ada tanda-tanda Fika akan sadar.


" Apa ada efek samping dari penawar itu dok? " Tanya kak Dimas.


" Tidak ada pak " jawab dokter itu.


" Tapi kenapa adik saya belum bangun? " tanya kak Dimas lagi.


" Mungkin ini karena racun nya sudah sangat lama berada di tubuh adik bapak. Maka dari itu adik bapak belum bisa sadar atau mungkin dia sedang bermimpi indah makanya dia belum mau bangun " jawab dokter itu.


Dokter itu pun pergi meninggalkan kak Dimas.


" Apa bener kamu lagi mimpi indah Fika? Tolong cepet bangun, kakak kangen sama kamu " kata kak Dimas dalam hati sambil menggenggam tangan Fika


POV Fika


Alam sadar Fika.


" Fik, sudah waktu nya kamu kembali ke dunia mu " kata ayah.


" Please, sebentar lagi yaa " pinta ku.


" Maaf sayang kamu gk bisa di sini lebih lama lagi " jawab ibu.


" Apa kamu gk kangen sama yang lain? " Tanya ibu.


" Kangen sihh tapi aku lebih kangen sama kalian " kata ku.


" Kan kita udah ngabisin banyak waktu " kata ayah.


" Iya sih. Tapi kali aku bangun, aku gk bakal bisa ketemu kalian lagi " kata ku murung.


Ctakkk...


Dahi ku di sentil oleh ayah.


" Putri kecil ku, kita akan selalu mengunjungi kamu dalam mimpi " kata ayah.


" Beneran? " Tanya ku senang.


" Iyaa " jawab ayah.


" Janji ya " kata ku.


" Iyaa, tapi sekarang kamu harus kembali ke dunia kamu. Dunia di mana semua orang menunggu kamu " kata ayah.


" Baiklah, ayah ibu aku akan kembali ke dunia ku sekarang. Kalian harus dateng ke mimpi ku setiap malam ya. Aku sayang kalian " kata ku.


Aku pun membuka mata ku perlahan dan menyesuaikan cahaya yang masuk.

__ADS_1


Saat aku membuka mata ku sepenuhnya, betapa terkejutnya aku melihat Alex tidur di samping ku.


Aku pun mengelus kepala nya.


Alex yang merasa seseorang sedang mengelus kepala nya langsung membuka mata.


" FIKA " teriak Alex yang kaget melihat Fika udah sadar.


" Aku panggilan dokter ya " kata Alex.


Aku memegang tangan nya dan menggelengkan kepala.


" Gk usah panggil dokter, aku udah baik-baik aja sekarang " kata ku lemah.


" Tapi tetep aja kamu harus di periksa dulu " kata Alex.


Alex memanggil dokter.


Dokter segera datang dan memeriksa keadaan Fika.


" Fika kenapa Lex? " Tanya seseorang panik.


" Kak Dimas " kata ku lemah.


Kak Dimas yang mendengar suara Fika langsung berlari ke arah Fika dan memeluk nya.


" Fika, akhirnya kamu sadar juga. Udah cukup kan tidur nya, jadi jangan pernah tidur panjang kayak gini lagi ya " kata kak Dimas.


" Uhuk kakak kenapa sih? " Tanya ku.


" Kakak takut kamu gk bakal bangun lagi, kakak takut kamu ninggalin kakak selama nya " kata kak Dimas yang tiba-tiba menangis.


Fika yang melihat kakak nya menangis langsung mengusap air mata nya.


" Ssttt, tenang kak. Aku gk bakal ninggalin kakak. Ya aku udah cukup tidur panjang nya jadi aku gk bakal tidur panjang lagi " kata ku.


" Janji ya. Kamu adalah harta yang paling berharga bagi kakak. Kakak gk tau lagi kalo kamu ninggalin kakak " kata kakak.


" Iya kak. Makasih selalu dukung apa pun yang aku lakukan, makasih selalu ada di samping aku saat aku membutuhkan sandaran. Kak Dimas adalah kakak terbaik yang pernah ada " kata ku.


" FIKA " teriak seseorang.


" Diva?! " Kata ku kaget.


" Iyaa kita semua khawatir banget setelah tau kalo kamu koma dan di rawat di rumah sakit ini " kata Vino.


" Hai Fik, gimana perasaan kamu? Masih ada yang sakit atau gimana? " Tanya Nathan.


Aku menangis bahagia.


" Eh ehh kenapa nangis? Ada yang sakit ya? " Tanya Alex panik.


" Terima kasih semua nya. Maaf aku selalu bikin kalian semua khawatir. Mungkin kata maaf aja gk cukup buat kalian " kata ku.


" Fika, kamu harta berharga semua orang di sini. Kakak kan udah pernah bilang kemana pun kamu pergi, kita semua selalu menunggu


kamu di sini " kata kak Dimas.


" Oh iya kakek mana kak? " Tanya ku.


" Fika " panggil seseorang.


" Kakek?! " Kata ku kaget.


" Akhirnya kamu sadar juga. Gimana perasaan kamu sayang? " Tanya kakek.


" Perasaan aku sekarang bener-bener senang " jawab ku.


" Apa yang kamu lakukan selama tidak sadarkan diri? " Tanya kakek lagi.


" Aku bermain dan mengobrol banyak hal dengan ayah dan ibu. Oh iya ayah dan ibu juga berjanji satu hal sama aku, kalo mereka bakal temuin aku di dalem mimpi " jawab ku.


Saat itu semua orang berbahagia.


Beberapa minggu kemudian.


Di rumah Alex


" Kamu lagi ngapain Lex? " Tanya ku.

__ADS_1


" Sayang, kan udah aku bilang kamu istirahat di kamar aja " kata Alex khawatir.


" Aku udah gapapa Lex, lagian ini udah berapa Minggu setelah itu kejadian itu " kata ku.


" Tapi kamu inget kan kata dokter, sewaktu-waktu efek racun itu bisa dateng lagi " kata Alex.


" Iya aku tau, udah ahh kamu terlalu khawatir sama aku " kata ku.


Tiba-tiba kepala ku pusing.


" Akhhh " teriak ku sambil memegang kepala ku.


" Fika, kamu kenapa?! Mana yang sakit?! " Tanya Alex panik.


" Kepala aku sakit banget Lex!!! " teriak ku.


" Ayo kita ke kamar dulu " kata Alex sambil menggendong Fika ke kamar.


Setelah itu Alex langsung menelepon Nathan.


" Alex kepala aku sakit banget, rasanya kayak di tusuk - tusuk " rintih ku.


" Iya iya kamu sabar dulu ya sayang, bentar lagi Nathan dateng kok " kata Alex berusaha menenangkan Fika.


" Lohh Fika kenapa? " Tanya kak Dimas yang tiba-tiba dateng.


" Aku juga gk tau kak, tiba-tiba kepala nya sakit " jawab Alex.


" Yaudah ayo bawa kita bawa ke dokter " kata kak Dimas panik.


" Gk usah kak, tadi aku udah telepon Nathan " kata Alex.


" Tapi lebih baik kita ke rumah sakit aja, di sana peralatan nya lebih lengkap " kata kak Dimas.


" Gk kak, aku gk mau ke rumah sakit. Akhhh " kata ku sambil berusaha agar kak Dimas tak memaksa ke rumah sakit.


" Tapi kamu harus ke rumah sakit dek " kata kak Dimas.


Di tengah-tengah perdebatan itu Nathan dateng dengan peralatan medis nya.


Nathan langsung ngecek keadaan Fika.


" Gimana Nat? " Tanya Alex.


" Fika gapapa kok, dia cuma mengalami trauma ringan di kepala nya " jawab Nathan.


" Syukurlah " lega Alex.


" Tapi dia bakal mengalami ini lagi nanti " kata Nathan.


" Maksudnya? " Tanya kak Dimas.


" Racun yang ada di tubuh Fika waktu itu udah menjalar ke saraf otak nya dan itu menyebabkan Fika mengalami trauma di kepala nya " jelas Nathan.


" Apa gk bisa di sembuhkan? " Tanya kak Dimas lagi.


" Kalo di sembuhkan mungkin bisa tapi gk bakal 100% hilang " jawab Nathan.


" Trus kita harus gimana sekarang? Aku gk mungkin biarin Fika kesakitan terus " kata Alex.


" Satu-satunya cara agar trauma di kepala nya hilang hanya dengan kemauan Fika nya sendiri " jawab Nathan.


" Maksudnya? Aku masih belum paham " tanya kak Dimas.


" Aku yakin ada suatu hal yang bikin Fika stress dan itu salah satu pemicu munculnya sakit kepala itu dan pemicu trauma di kepala nya makin parah " jelas Nathan.


" Suatu hal? Apa itu? " Tanya kak Dimas lagi.


" Aku gk tau, cuma Fika sendiri yang tau " kata Nathan sambil menoleh ke arah ku.


" Apa yang lagi kamu pikirin Fik? Kasih tau aku!!! " pinta Alex.


Aku menundukkan kepala dan hanya diam.


" Percuma kalo kamu paksa Fika, Lex. Kalo dia gk mau ngasih tau maka gk ada yang bisa kita lakuin. Kamu gk bakal melakukan kekerasan hanya karena ini kan? " Tanya Nathan.


" Ya gk bakal lah. Tapi aku khawatir sama Fika " kata Alex.


" Selama Fika gk memikirkan sesuatu itu, aku rasa sakit kepala nya gk bakal muncul untuk sementara dan trauma di kepala nya perlahan akan hilang " jelas Nathan.

__ADS_1


" Yaudah aku balik ke rumah sakit ya. Masih ada pasien " kata Nathan.


Nathan pun pergi membawa peralatan medis nya.


__ADS_2